Bite The Bullet
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Genre: Romance, BL, Crime
Multi chapter
Rated: T-M (for blood-scene)
Chapter 2: 김민성
[Note: Warning! Not really heavy-Rated M bellow]
.
.
.
.
"Baek—ah..fuck fuck fuck"
Baekhyun berusaha menahan desahannya dengan cara mengigit bibir bawahnya, hingga darah segar mengalir dari bibir pink itu. Sedangkan pria bertubuh lebih besar di atasnya terus menggenjot juniornya keluar dan masuk dengan tempo yang semakin cepat, dia sudah hampir mencapai klimaks.
ia merasa dinding hole Baekhyun seakan menghisap juniornya, meremasnya dengan sangat erat. "Stop Baek, kau akan membuatku klimaks dengan cepat jika kau terus melakukan itu"
Baekhyun mengangguk mengerti, ia melingkarkan kaki jenjangnya di pinggang pria itu, membawa mereka lebih dekat, hingga tidak ada jarak diantara mereka. sensasi ini, sensasi yang pria manapun ingin dapatkan ketika bercinta dengan Baekhyun-nya, ya Baekhyun-nya.
Demi Tuhan, ia tidak bahkan tidak menginginkan pria bajingan manapun menyentuh Baekhyun bahkan seujung jaripun.
Meskipun Baekhyun tidak benar-benar miliknya, karena Byun Baekhyun bukanlah sub yang mudah untuk di takluk-kan, dia tidak seperti kebanyakan pria yang bercinta dengannya karena harta yang dimilikinya, oh hell mungkin Baekhyun bahkan sama kaya-nya dengan dirinya. ia tahu Baekhyun melakukan ini karena ia menyukainya, sensasi memabukkan yang lebih addicted dari drugs manapun.
Baekhyun is the drugs.
Pria tersebut mendekatkan wajahnya, membisikkan sesuatu. Meskipun tidak ada orang lain disana yang akan mendengar mereka.
"Desahkan namaku, Baek, aku ingin mendengar suara sexy-mu"
Baekhyun menggelengkan kepalanya, menolak. "C'mon Baek, please"
Pria bertubuh kekar tersebut memperlambat temponya, dan kembali menghantamkan junior-nya tepat mengenai prostate Baekhyun, ia mencoba untuk menyiksa Baekhyun, dan ia benar, pria mungil dibawahnya menutup kedua matanya erat, suara desahan yang berusaha Baekhyun tahan akhirnya terlepas. Desahan demi desahan terdengar manis seperti madu mulai bergema di ruangan remang tersebut.
Baekhyun menancapkan kuku-kuku nya di punggung pria tersebut, hingga membuat pria kekar tersebut menggerang diantara rasa sakit dan nikmat yang bersamaan. Hanya seorang Byun Baekhyun yang dapat membuatnya merasakan hal seperti ini.
"Say it, Baek, scream my name like a fucking slut you're, tell me who you belong to"
Baekhyun masih menutup rapat bibirnya pinknya.
Pria tersebut menggeram frustasi, ia menganggkat tubuh mungil Baekhyun dengan satu tangan-nya, membalik tubuh Baekhyun, mengganti posisi bercinta mereka. Tattoo bertulisan quotes latin menghiasi lengan kekar itu, membuat Baekhyun terangsang hanya dengan melihatnya. Ia mulai menggenjot Baekhyun dari belakang dengan tempo lebih cepat.
Baekhyun ikut menggerakkan pinggulnya mengikuti irama pria di atasnya, lengan kekar itu mencengkram pinggang Baekhyun, membantunya.
"Katakan atau aku akan menghiasi punggung dan leher putihmu dengan hickeys, agar semua orang melihatnya"
"Persetanan denganmu! Kau tahu peraturannya—"
"Jangan ingatkan aku kembali tentang peraturan sialan itu baby" ia mengigit telinga Baekhyun, yang membuat pria mungil di bawahnya mengerang hopeless.
Erangan protes Baekhyun terhenti ketika pria tersebut mulai menjilat dan mengigit kecil curuk leher Baekhyun, bersiap untuk meninggalkan bercak kemerahan yang mungkin tidak akan hilang dalam beberapa hari disana.
"Fine—fuck! Aku milik-mu seorang Kim Minsung"
Smirk terlukis di wajah tampan itu. "That's right my baby"
.
.
.
.
"Ouch lihat siapa yang baru saja bangun karena kelelahan melakukan sex sepanjang malam?"
Kyungsoo mencibir Baekhyun, sembari mengoleskan mentega di roti-nya. Baekhyun tidak menjawabnya, ia melangkahkan kakinya menuju kulkas.
Tenggorokannya terasa sangat kering. sialan. Ia terlalu banyak berteriak tadi malam.
"Aku melihat Minsung keluar dari kamarmu, apa kau sekarang bersama dengannya?"
"Tidak"
"Benarkah? Biasanya kau tidak bercinta dengan seseorang lebih dari 3 kali"
Baekhyun hampir tersedak dengan minuman yang diminumnya, ia berusaha memasang wajah sedatar mungkin. "The fuck, Kyungsoo? Kau menghitungnya? Orang aneh"
Kyungsoo tertawa kecil, "Baek, aku ini sabahatmu, aku melihatmu membawa pria berbeda setiap hari-nya, dan si Minsung itu, kau masih menyimpannya sebagai mainanmu. Atau.. lebih seperti kau sebagai mainannya?"
Baekhyun mendudukkan dirinya di sofa, tidak tertarik dengan kemana arah percakapan ini.
"Kau mencintainya?"
"Apa kau bercanda denganku saat ini? Kau tahu aku tidak percaya dengan cinta—"
"BULLSHIT, BAEK! Kau bisa berkata seperti itu pada orang-orang tapi aku tahu dirimu yang sebenarnya!"
"Aku bukan Byun Baekhyun bodoh yang kau kenal dulu Kyungsoo-yah, kau tahu itu" Baekhyun memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa pening karena Kyungsoo mulai berteriak kearahnya seperti orang gila.
"Apakah ini jati dirimu sekarang? Byun Baekhyun, the Everyone slut? Atau si mengerikan Byun Baekhyun yang tidak memiliki hati?" Kyungsoo mengagkat kedua tangannya diudara, seolah-olah ia ketakutan seperti orang-orang yang takut melihat Baekhyun.
"Cukup"
"Bagaimana dengan Park Chanyeol? Apa kau sudah melup—"
Baekhyun secepat kilat sudah berdiri sejajar dengan tubuh Kyungsoo, ia entah darimana sudah memiliki pisau lipat di tangan-nya, menodongkan pisau lipat tersebut hingga tinggal beberapa senti dari tenggorokan Kyungsoo.
Kyungsoo tidak bergeming.
"Jangan. Sekali. Kali. Kau. Coba" Baekhyun menatap sahabatnya dengan pandangan dingin. Ia kemudian menaruh kembali pisau lipat itu ke dalam saku celana-nya, berniat untuk meninggalkan ruangan tersebut.
"Tidak bisakah kau hentikan ini? Tidakkah kau lelah terus melarikan diri?"
Langkah Baekhyun terhenti, namun ia tidak menoleh.
"Bagiku dia sudah lama mati" suara nya begitu dingin dan tanpa keraguan, Baekhyun melanjutkan kembali langkah kakinya.
.
.
.
.
a/n: D
