chapter 2
cast: Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Kim Jongin
Do Kyungsoo
Oh Sehun
Xi Luhan
dll
Byun Baekhyun
Anak tunggal
lahir di busan
"hanya ini?"
Sehun mengangguk.
"oh ayolaah... seorang oh sehun hanya bisa mendapatkan informasi secuil ini?"
sehun hanya mengangguk. sejujurnya ia juga bingung. tapi hanya itu yang ada di dalam sistem informasi sekolah.
chanyeol meremas kertas yang hanya berisi tiga kalimay itu. memasukkan kertas itu ke dalam minuman sehun yang mendapat cacian dari pria vampir gagal itu. chanyeol kesal. kejadian tadi malam masih terekam jelas di ingatannya.
Chanyeol masuk ke dalam kamarnya. ruangan itu sebesar kamar pribadinya. hanya saja ruangan besar itu memiliki satu tempat tidur tunggal dan satu tempat tidur bertingkat. tiga lemari kecil dan tiga meja belajar. counter dapur kecil di sudut ruangan. ada mesin cuci kecil dekat pintu kamar mandi.
melihat dua tempat tidur di bawah berserak pasti sudah ada yang menempati. chanyeol melirik ke ranjang atas. dekat dengan lampu meski ruangannya menggunakan ac.
chanyeol bimbang galau plus bingung. apa yang harus dia lakukan. teman sekamar tidak ada di dalam dan ia juga tidak tau harus bertanya pada siapa.
haruskah ia menelepon neneknya untuk minta kamar pribadi saja. tapi sayangnya itu hanya hayalan belaka.
neneknua sama sekali tidak mengangkat panggilan Chanyeol.
pintu terbuka. chanyeol lega. tapi saat ia berbalik dan melihat objek yang masuk ke dalam ruangan, batinnya mengumpat.
seorang yeoja masuk ke dalam kamarnya. yeoja gila yang memberinya surat cinta. by the way chanyeol belum buka loo isi suratnya. masih di selipin di tas.
yeoja itu mematung. membisu. mata bulatnya memandang chanyeol seperti melihat hantu asal indonesia Kuntilanak sedang berciuman dengan boneka chaky.
sesaat dalam keheningan. chanyeol pegal berdiri. ia risih di pandangi meski ia sudah terbiasa di pandangi para wanita akibat ketampanannya. biasa. resiko orang tampan.
so chanyeol memberanikan diri.
"maaf nona, sepertinya anda salah kamar."
chanyeol kesal. wanita itu hanya diam.
"nona, haloo permisi!" chanyeol menggoyangkan tangannya ke wajah gadis itu.
"Yak! sedang apa kau disini?"
oke chanyeol gemes. nona loli ala jepang ini minta di cium sepertinya.
"harusnya aku yang berkata seperti itu." ujar Chanyeol kalem. nahan kesel.
"brengsek! yak dengar ya!" chanyeol mengerutkan alisnya. gadis itu berkacak pinggang dengan mata melotot lucu kepadanya. apa ini? dia sedang kenak semprot? oke. mati kita simak.
"jangan seenaknya hanya karna aku memberikan surat bodoh itu pada mu. aku hanya kalah taruhan. ingat! kalah taruhan. dan aku harus melakukan hal menjijikan seperti itu. biasanya aku yang dapat surat seperti itu dari para perempuan. dan mana surat itu? itu bukan untuk mu. itu untuk Suho sunbae."
haaah
chanyeol menghembuskan nafasnya. berasa dia yang ngomong panjanh lebar tanpa spasi.
tunggu!
sepertinya ada yang terlewat dari isi kalimat itu.
"kau namaja?" itu hanya kesimpulan yang masih chanyeol ragukan. dan ia mendapatkan anggukan mantap dari orang yang ia anggap wanita. chanyeol bingung. ia menunjuk penampilan baekhyun. dan juga mana ada namja cerewet bin bawel seperti tadi. itu hanya bisa di lakukan oleh yeoja.
"ku kira kau pembantu disini."
"apa?"
oke chanyeol menangkap sinyal buruk. ia seperti melihat sebuah asap keluar dari yeoja ah salah. dari kepala namja itu.
"yooo uri baek! belum bobok?"
seorang pria masuk langsung merangkul baekhyun. chanyeol fikir dia penghuni alam bawah tanah ternyata penghuni kamar itu juga. tubuhnya basah kuyup. sama seperti baekhyun yang juga baru di sadari chanyeol. makhluk itu hitam. basah terlihat dekil. dan juga babak belur. eeewwhh ada apa dengan sekolah ini. kenapas isinya kayak beginian.
yeoja jadi jadian
makhluk dekil seperti penghuni bawah tanah
dan
oh lupakan guru yang suka mengupil berbadan gembul yang chanyeol ingat marganya Shin.
"hai kau murid baru WHAT THE FFTTT!" kai alias Kim Jongin menutup mulutnya rapat.
gosh
penerima surat cinta nyasar itu satu kamar dengan mereka. kai dengan hati hati melirik ke arah baekhyun.
shit!!!
dan ini lah yang terjadi. baekhyun murka. kai tidur dan chanyeol duduk didepan pintu kamar dengan menyedihkan.
rambut kai sudah seperti sarang lebah. chanyeol merasakan nyeri kaki. akibat tendangan baekhyun. seharusnya Chanyeol tak ikut campur dan mencoba melerai mereka. akibatnya ia kenak tendang oleh si setan kecil berambut pink.
"namanya Baekhyun."
"aku tidak tanya. dan tidak mau tau."
jawab chanyeol.
kai hanya bersikap baik. kejadian tadi harusnya menjadi penyambutan Chanyeol dengan baik. tapi ternyata semua kacau balau. salahkan si baek bodoh yang gak mengenal sunbaenua sendiri yang bernama suho padahal sudah satu tahun ia di sekolah ini bersama subae suho.
"maaf. gara gara aku kau ikut menderita.
"baguslah kau sadar diri." ketus chanyeol.
"aku kai."
"ku kira namamu Kkamjong." chanyeol ingat. pristiwa perang tengah hari tadi gadis ah salah lagi. namja tadi alias baekhyun menyebut nama kai dengan kkamjong seribu kali.
chanyeol itu jago berhitung. hanya dia malas jadi orang pintar. itu tidak keren dan mudah di manfaatin orang. dan punya image culun. itu bukan gaya seorang Park.
"hanya Baekhyun yang memanggil seperti itu."
dan jadilah mereka berdua tidur di luar. hingga pukul empat subuh saat Cho Saem sedang patroli menemukan anak buangan itu di depan pintu. akibatnya baekhyun kenak hukum membersihkan halaman belakang setelah jam sekolah karena menyiksa teman sekamar.
itu sudah biasa terjadi.
dan seperti sekarang.
chanyeol pulang dari kantin menemukan baekhyun yang tidur lelap di atas pohon. sementara dua orang anak culun yang kata Kyungsoo imut itu sedang menbersihkan halaman belakang.
kyungsoo menyebut nama mereka Jisung dan Winwin. entah dari mana ia tau yang pasti chanyeol tak mau tau. dia tidak akan berurusan dengan yang namanya Baekhyun. bukan karena takut. chanheol itu juga termasuk orang yamg di segani di sekolah lamanya. hanya saja Chanyeol bukan tipe mau repot untuk hal gak peting. sedangkan hal penting saja dia tidak peduli.
"aku rasa dia benar benar preman di sekolah ini." ujar Sehun.
"cih preman? wajah imut gitu?"
seketika Sehun dan Chanyeol mendelik. shock. perkataan Kyungsoo begitu menusuk.
pasalnya Kyungsoo itu lupa diri. dia juga mantan preman sekolah yang sudah pensiun. tapi dia ngakunya cuma hiatus sementara. satu sekolah hanya takut saat Kyungsoo melotot. matanya bulat seperti burung hantu. tapi seisi sekolah setuju kyungsoo itu anak imut. badan mungil dan senyum seperti bocah sekolaj dasar.
"soo ya kau belum bercermin hari ini?" tanya Chanyeol.
"sudah."
"apa cermin milikmu rusak?"
"tidak."
sehun dan cahanyeol hanya pasrah. sudahlah.
mereka berjalan menuju kamar masing masing. tapi niat masuk gagal karna ajakan Chanyeol untu nobar di laptop di kamarnya.
chanyeol masuk disusul Sehun dan Kyungsoo.
aaahh
suara yeoja
aaaahh
suara namja
aaaahh more pleaseee
suara derit ranjang terdengar. serentak mereka bertiga memandanv ke ranjang atas.
"goosh"
"wow"
"eeww" ini Kyungsoo.
tbc
alooowww
aku balik lagi. kali ini aku kasih lanjutan chapter dua. gimana? hancurnya makin terssa kan. typo bertebaran. alur gak jelas. bahasa amburadul. wkwkw
maklumi saja.
makasih yang udah komen di chapter pertama. aku harap kalian masih terus ikutin cerita ini. dan kritik saran kalian akan sangat membantu dan menentukan lancarnya update cerita ini.
see you next.
