Asli Monster Buas
Kuroko No Basket © Tadatoshi Fujimaki
All Chara kepunyaanya Tadatoshi Fujimaki , kecuali Murasakibara milik saya XD
Asli Monster Buas © Asafiana
Akakuro
Kuroko Harem
Yaoi , Romance , Family , Slice Of Life , Multi-Chap , OOC
Beware of Mistypo(s), Humor Garing, Gak Jelas , Gagal romance, author khilap
Author Note :
Um. Hello noob here,
Can't say a thing :v just Enjoy ~
Summary :
Kisah Cinta seorang Yakuza muda yang unyu bersurai Biru Langit , bernama Kuroko Tetsuya dan seorang Polisi tampan Bersurai Merah Darah bernama Akashi Seijuuro,
Penasaran? Baca gih ! XD #Author Sarap
Reviews :
-Bona Nano : muehehe, makasih udah mau repot repot baca fic gajelas ini XD , author mengucapkan Terimakasih *bow* , hahaha Ogiwara pantes loh sebenernya jadi begituan (?) asal dek kuwoko-nya seneng aja #lempar gunting (mainsetrum) , nah soal hubungan mereka itu itu ituuu Masih menjadi sebuah Misteri ulululululuuu~ , canda XD tetep baca aja yah ? ,soal Ogiwara modusin dek kuwoko sih itu sudah gak asing lagi bukanya Ogiwara itu emang Tukang MODUSIN kuroko? OHOK .
-Vee Hyakuya : Hohoho terimakasih wahai anak muda telah membaca Fic gajelas ini, :v Author mau mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin , etto salah ding! Terimakasih telah membacanya *bow*, nah soal ide the hash sih author bingung kasih nama apa pas lagi mikirin nama kelompoknya eh kepikiran ituuu , yaudah lah biar ga mainsetrum :v , sankyuu V-san! Maafin author yang ga begitu merhatiin begituan (?), kali ini mungkin salahnya berkurang muehehe makasih udah ngasih kritik yang membangun!, meskipun V-san juga nubi tapi keknya udah jago loo~ #eaaa makasih yaaa makasihh lempar bunga bunga cinta ...
Chapter 2
"Lain kali, pemuda kecil sepertimu tidak usah berjalan jalan sendirian di Taman, kau tidak mau mengalami kejadian seperti tadi bukan?"
Dasar polisi songong, sok ngatur, belum tau apa ya kalo aku itu kuat? Belum tau kan kalau diriku ini seorang yakuza? Dia sih tadi sok-sok an mau nolong, modus pasti nih polisi ."Ya, lain kali saya akan lebih berhati-hati. Terimakasih akashi-san sudah mau repot repot menolong pemuda kecil sepertiku." Dan tentu saja kuroko tidak akan mengatakan hal-hal seperti itu, dia masih menjunjung Harga Dirinya, masih tau sopan santun. Meskipun orang didepanya ini seperti minta dihajar sampai babak belur.
"Sama-sama tetsuya, Itu sudah menjadi tugasku sebagai seorang Polisi."
Aku hampir lupa, dia seorang Polisi kan? Bagaimana mungkin aku membongkar jati diriku sebagai seorang Yakuza di depan seorang polisi, hampir saja.
"Kau tidak pulang tetsuya? Ini sudah jam malam untukmu bukan?" akashi tersenyum hangat pada kuroko.
Kamisama,biarkan aku menghajar orang didepanku ini sampai babak belur! Aku tidak terima dengan kata-katanya yang terus terusan menyerangku kamisama... "Sebenarnya, tak masalah buatku akashi-san mau pulang pagi pun aku tidak akan dimarahi." Bohong, bagaimana bisa aku pulang pagi? Pulang jam 11 malam pun aku sudah ditanyai macam macam, apalagi pagi?
"Hoo, begitu.? Baguslah aku butuh teman sampai hampir pagi, kau keberatan menemaniku Tetsuya?"
"Maaf akashi-san, bukanya aku mau menolak tawaranmu tetapi aku harus pulang. Aku sedang ada urusan."
"Begitu? Baiklah tidak apa-apa, mungkin kau sudah lelah."
"Sekali lagi aku minta maaf akashi-san, Aku pulang dulu."
"Tidak apa-apa tetsuya, hati-hati di Jalan."
"Baik akashi-san."
Menemaninya sampai pagi? Yang benar saja aku sudah lelah .tunggu dulu!
Bukanya aku tidak tahu sama sekali tentang daerah ini? Bagaimana aku bisa pulang?
Astaga! Bukanya mas ogiwara memintaku menghubunginya kalau sudah pulang? Kenapa aku bisa lupa tentang hal penting seperti ini?.
Tuuut ... tuuut ..
Tuuuut...
"Halo? Dek tetsuya? Kenapa baru telfon sekarang? Ini sudah lewat jam malam-mu loh dek!"
Cerewet, liat aja ntar mas! "Ya. Maafkan aku mas aku terlalu senang berputar putar taman hingga lupa waktu."
"Benarkah? Sebegitu rindunya dirimu dek sama masa kecil ? sampai muter muter taman kota lupa waktu? Bwahahaha!" ogiwara tertawa sampai hampir mau menangis.
"enggak . usah. ketawa."
"oke, oke mas gak akan ketawa pfft.."
"tuh kan ketawa lagi, mas jemput aku di taman, sekarang."
"ya ya dek tetsuya, dengan senang hati mas menjemputmu . wah mas udah gak sabar aja ketemu sama dek tetsuyaaa~"
Tuuut...tuuut..tuuut...
Calls End.
"loh dek. Kenapa udah di tutup aja sih telfonya .. "
Ogiwara ngedumel, padahal dia kan lagi asik asiknya ngegodain dek tetsuya, persetan. Yang lebih penting sekarang kan jemput dek tetsuya nya!.
Kuroko duduk di pinggiran taman, mengaku kesal karena mas ogiwara yg menyebalkan.
"mas ogiwara ngeselin, lagian lama banget jemputnya? Biasanya juga cepet gitu."
"Ehem."
Suara itu lagi? Sudah kuduga pasti akashi-kun bakalan ngikutin aku
" jadi, kau belum pulang tetsuya?" akashi duduk disamping kuroko.
Nih orang rabun ato minus? Udah jelas jelas juga " hmm, menurut akashi-kun?"
"tentu saja belum.." akashi tertawa renyah.
"nah, kenapa akashi-kun sendiri juga belum pulang ?"
"tentu saja, karena aku menunggumu"
Tidak, modusmu kelihatan dasar tukang modus " sebenarnya, akashi-kun tidak perlu melakukan hal itu, karena aku sendiri tidak menginginkanya."
"lalu? Aku hanya ingin menemanimu tetsuya. Juga karena mengingat hal-hal yang baru saja kau alami, setega itukah diriku sebagai seorang polisi?"
*blush* "ter.. terserahmu lah akashi-kun." a..pa yang akashi-kun katakan tadi ? arrgh
"nah, tetsuya jadi jelaskan padaku kenapa 3 orang pemuda tadi menggodamu"
"aku tak tahu, mereka menggodaku begitu saja karena hal sepele."
Dahi akashi mengernyit "hal sepele?"
"begitulah, jadi begini akashi-kun, aku sedang berjalan jalan dengan santai. Lalu tak sengaja menabrak bahu dari salah satu pemuda itu, Dan dari situlah mereka mulai menggodaku."
*pffft**pfffft*
"apa yang sedang kau tertawakan akashi-kun?" Kuroko mengerjap mengaku gagal paham dengan apa yang sedang ditertawakan polisi muda itu
"kau ini, sudah tau punya wajah yang menggoda iman. Tapi tetep saja ngeyel jalan-jalan sendiri di taman."
"a..apa? aku tidak terima dengan perkataanmu barusan akashi-kun kau tahu?!"
"hey.. tapi itulah kenyataanya tetsuya?"
"pokoknya .terima!" dan darimana dia tahu kalau aku ngeyel jalan jalan sendiri? Sebaiknya aku hati-hati akashi-kun benar benar menakutkan ...
" ya,ya tidak terimalah sesukamu. Aku tidak peduli tetsuya"
Tiiiin...
Tiiin...Tiiin...
Tiin..
(Keren sih mobilnya, Lamborghini. Tapi siapa sih supirnya ? kampungan banget noh :v
Ogiwara: oi thor ! napa sih iri aje lu.
Thor : haha biarin. Dasar aneh :D
Ogiwara : bazeeeng serah thor. Daku lelah!)
"astaga, astaga siapa sih yang membunyikan klakson sebising ini ?"
"a..ano jadi begini, itu adalah supirku akashi-kun" mas ogiwara bodoh. Liat aja ntar mas malu-maluin aaaa
"oh jadi dia supirmu?, baiklah waktunya aku pergi sekarang. Sampai jumpa lagi Kuroko Tetsuya"
Su..suaranya akashi kun .. " ya sampai jumpa lagi akashi-kun." Tunggu, kenapa aku mengucapkan sampai jumpa lagi? Itu berarti kita kan bertemu kembali bukan ? bakaaaa
" dek ... tetsuyaaaaa~" ogiwara berlari dengan kecepatan penuh menuju tetsuya, niatnya sih mau meluk tapi ..
"jangan. Sentuh. Aku. mas."
"loh, sek bentar kenapa mas ndak boleh nyentuh dek tetsuya? Biasanya juga boleh-boleh aja dek..."
"ini hukuman. Soalnya mas mencet klakson kampungan banget."
"loh loh apaan sih dek. Kan biar adek tau kalo mas udah datengggg"
"tolong ya mas, tapi gak gitu juga, dasar mas ogiwara anehh!"
Kuroko mulai masuk kedalam lamborghini-nya, berbeda dari biasanya, ia memilih duduk di belakang. Marah sama mas ogiwara katanya.
Ogiwara masuk ke mobil juga, gak kayak tadi semangat 45, agak lesu. Kesel juga sih, padahal dia gak salah apa-apa, tapi dek tetsuya udah marah marah aja bikin hati ini tambah iritasi aja dek..
"dek, udah siap?"
"ya, cepet mas aku ngantuk soalnya."
Yaa tapi ogiwara gak boleh keliatan lemes di depan dek tetsuya nya.
"siap dek!" ogiwara nyengir gaje
Mobil lamborghini pun melaju menembus dinginya malam,
tak terasa sudah sampai di kediaman Yakuza The hash slinging slasher...
Ogiwara melirik ke belakang, "sudah kuduga, dek tetsuya pasti ketiduran."
Benar saja kuroko tertidur dengan pulas, wajahnya damai, kecapaian mungkin.
"dek.. dek tetsuya ? bangun gih udah sampai lohh"
"ngghh"
"dek, jangan kaya anak kecil gitu dong masa iya mas harus gendong bridal style adek ke kamar adek?"
"zzzzzzz"
"aku lupa, dek tetsuya kalo udah tidur susah banget dibangunin.. yosh sepertinya tidak ada pilihan lain! Aku harus mengendong dek tetsuya ke kamarnya!"
Ogiwara kesenengan, soalnya bisa modus sama dek tetsuya nya. yah walaupun ini agak jahat sih modusin dek tetsuya pas dia lagi tidur, tapi gak apa kan sekali-kali? Rejeki nih ! gak boleh di tolak.
ogiwara mulai masuk ke dalam rumah, seneng banget bisa bridal style-in dek tetsuya, berasa kaya pengantin baru! Ahem.
Jalan-nya sih di lama lamain, biar dramatis, biar romantis, dan gak lupa biar memoris (?).
Baru aja setengah jalan di tangga. Eh dek tetsuya yang ada di gendonganya kebangun gitu aja.
"nggh.." Kuroko kedap kedip imut. Bed hair juga lumayan terbentuk.
"loh dek tetsuya kenapa kebangun?" ogiwara agak kecewa karena kurang lama gendong dek kuroko.
"loh mas kenapa aku digendong gini?" Kuroko agak panik. Bingung juga soalnya udah digendongin mas ogiwara aja.
Keseimbangan ogiwara agak goyah, tapi untungnya refleks kuroko cepat. Tanganya berpengangan pada leher mas ogiwara.
Wah wah tambah romatis.
"mas, kalo niat gendong itu yang bener, kalo aku jatuh mas juga yang repot"
"hee maaf dek, mas tadi agak goyah soalnya dek tetsuya tiba tiba kebangun gitu, kan mas juga kaget. Tapi dek tetsuya ga kenapa napa kan?"
"Sehat walafiat"
Ogiwara tersenyum, masih marah nih kayaknya
"yosh udah dulu ngobrolnya, ayo cepet ke kamar. Dek tetsuya udah setengah tidur gitu."
"daritadi pinginya juga gitu kali mas.."
"iyaa . iyaa nah udah sampai nih. Sana jalan sendiri ke kasurnya,"
"makasih mas, aku tidur dulu ya, oyasu.. zzzzz"
Ogiwara senyum. Lucu juga nih bocah bikin ati adem aja bawaanya.
Yaudalah dek tetsuya udah aman di kamarnya. Sekarang waktunya istirahat juga buat tubuhku yang lelah ini heyaaa
Jadi ini 2 hari setelah kuroko bertemu dengan akashi.
Entah kenapa, tapi kuroko mulai tertarik pada polisi muda itu, gampang sih buat yakuza sepertinya cari alamat akashi.
Jadi akashi itu tinggal sendiri di apartemen. itu membuat kuroko tersenyum, Kerjaanya sekarang Cuma di kamar sekarang.
Mas ogiwara seneng. Soalnya dek tetsuya nya gak bakalan kenapa napa kalo berada di dalam pengawasanya kan..
Tapi bingung juga sih kenapa kok tiba tiba gak keras kepala seperti biasanya.
Tapi tentu saja itu tidak bertahan lama, karena ..
Di hari ke tiga, kuroko mulai bersikap seperti biasa. Keras kepala seperti biasa, bangun siang seperti biasa, juga imut seperti biasa. Sepertinya untuk kadar keimutanya ini tidak bisa berkurang.
Situasi apapun dan dimanapun entah kenapa selalu terlihat imut dan menggoda pada waktu yang bersamaan.
Sudahlah itu tidak penting.
Jadi kuroko melanggar perkataanya kepada ayahnya tempo hari,
Ia tetap melakukan hal hal tidak jelas di luar rumah, ogah katanya belajar jadi yakuza. Ribet .
Toh masih lama juga kan dirinya jadi ketua ?
Pokoknya kuroko malas kalau udah dipertemukan dengan hal hal seperti itu.
Nah kuroko sih santai santai aja, tapi lain kuroko, lain juga ogiwara
, dia mangkel (jelas). Dia sebel, nih bocah katanya gak akan keluar gajelas gajelas lagi, tapi napa nih anak ngelanggar sih? Udah tau juga bapaknya yakuza. Haaah bapak anak. Kenapa beda sekali sih sikap merekaaa
"dek, katanya gamau keluar keluar lagi?"
"apa urusanmu mas?"
"yee gausah ngambek dooong" ogiwara tetep aja modus. Nih sekarang lagi colek colek pipi mulus kuroko
"nah anterin gih ke tempat biasa mas.."
"tapi bagaimana dengan paman, dek tetsuya?"
"itu, urusan belakang. Aku yang bakalan tanggung jawab, oke?"
"ba.. iklah terserahmu Dek, mas lelah "
"ayo mas. Kita beli vanilla milkshake jumbo, terus anterin aku ke taman. Tapi mas tinggal kayak biasanya."
"sek bentar, la kenapa kok harus di tinggal?"
"biasanya juga gitu kan?"
"tapi dek,"
"mas udah ya, aku bukan anak kecil lagi.."
"ya dek tetsuya. "
Ogiwara kzl debat sama kuroko. Ahirnya dia milih ngalah aja biar jentel .
"dek atiati ya, jaga diri lo!"
"ya, ya mas percaya deh sama aku."
"beneran loh dek?!"
"terserahmu mas aku lelah" kuroko pergi gitu aja gamau balik kebelakang. Males banget kalo ketemu mas ogiawara masih ada di situ sambil senyum senyum gaje,
Baru juga mas ogiwara pergi dari situ. Eh kuroko udah di bekap aja sama seseorang dari belakang.
"a...apa " tiba tiba saja kesadaranya melemah.
Dia hanya ingat, pemuda tinggi, dan juga berjumlah 3 orang lalu kemudian semuanya menjadi gelap.
"rupanya kau sudah bangun, tetsuya?"
Kuroko mengerjap, bukankah itu.. itu ... suara akashi-kun ?
"a.. aka.. shi.. kuuu..n"
"ya tetsuya? Tentu saja kau sedang tidak bermimpi.."
Kuroko mulai sadar dan memandang aneh akashi, hei kenapa ada akashi juga di sini? Loh ini dimana? Sebentar, kenapa akashi-kun dan aku juga di ikat? Kenapa wajah akashi-kun babak belur? Yang lebih penting dari itu semua.
Kenapa keaadanku seperti habis disiram seperti ini?
"akashi-kun, aku butuh penjelasan darimu mengenai semua ini."
"mengapa harus kujelaskan tetsuya?" entah mengapa tapi nada bicara orang ini jahil sekali.
"tentu saja, karena aku tidak tahu dan tidak sadarkan diri akashi-kun!" tetsuya kesal , dia kan tidak tahu tentu saja dia butuh penjelasan mengenai semua hal ini kan? Apalagi keadaanya yang seperti ini..
"baiklah bailah, aku akan menjelaskan padamu,
Jadi apa kau masih ingat tentang tiga orang yang menggoda mu 3 hari yang lau tetsuya?"
"ya tentu saja masih ingat, ada pa dengan mereka akashi kun?"
"mereka yang membekapmu dan juga diriku, mereka merencanakan semua ini untuk balas dendam."
"jadi, begitu. Mereka yang melakukan semua ini? Tapi kenapa kau terseret juga kesini akashi kun?"
"entahlah, mungkin mereka berpikir bahwa aku menganggu kegiatan mereka menggodamu."
"sial." Kenapa dirinya bisa sesial ini ?
"ngomong-ngomong otak akashi kun tidak muncrat keluar kan? Kok di kepalanya berdarah darah gitu.."
"pffft. Tentu saja tidak tetsuya, kau ini aneh sekali. Tapi aku sedikit khawatir soalnya daritadi kamu gak bangun-bangun, padahal kan aku yang lukanya parah pftt..."
"heee, sudahlah jangan mengejek ku akashi kun, ngomong ngomong apa yang mereka lakukan padaku?, mengapa aku seperti habis disiram begini akashi-kun?"
"soal itu, jadi mereka menyiramu dengan air."
"tapi, kenapa mereka melakukan hal konyol seperti itu?"
"itu.. karena tetsuya kelihatan manis kalo basah basah gini, juga kulit putihmu yang membuatmu semakin menggoda dari gadis manapun."
"a...apa sih yang kau bicarakan akashi-kun?" a.. apaan perkataanya tadi huh?
"heee, jadi kalian berdua sudah sadar heh?" salah satu dari mereka menyadari bahwa tawanan mereka sudah sadar.
"jadi benar kalian orangnya, yang menculik kami ?" tetsuya berkata datar. Dingin, menusuk
"hahaha, kau tahu sakit sekali ketika kau menendang ku kemarin tahu!" si jangkung mulai berbicara.
"hei brengsek, mending kau diam daripada ngoceh kayak anak mami gitu."
"diam!, siapa yang mengajak mu bicara dasar polisi sialan?"
"siapa yang kau sebut polisi sialan, brengsek?" akashi mulai menunjukan wajah yang menyeramkan, padahal mereka bertiga dan akashi cuman menatap aja. Eh udah keringat dingin gitu mereka
"hei manis, apa gunanya Yakuza itu buatmu? Percuma saja tak akan ada yang menolongmu sekarang. Kalau saja kau jadi anak nurut dan mau bermain main sama kami, hal itu tidak akan terjadi hahahaha"
"hei kenapa kita tidak menghabisi polisi itu sampai masyarakat mengasihaninya?"
"coba saja kalu berani, sialan cih." Akashi meludah. terlalu geram untuk memberi pelajaran pada ketiga oang didepanya. Tapi apa dayanya? Dia sudah di babak belurin duluan. Lemes rasanya, apalagi gabisa sepenuhnya jagain kuroko.
" akashi-kun, maafkan aku karena kau jadi terseret dalam hal ini.." tetsuya menunduk merasa bersalah.
"sudahlah, tak apa tetsuya lagipula ini juga sudah terjadi."
"kau.. kau seharusnya tidak perlu mencemaskan orang seperti aku, ja.. jadi kau tidak akan tertangkap seperti ini.." Kuroko menundukan kepalanya (lagi). Wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
Untuk pertama kalinya, akashi terpesona.
"ya.. jadi untung aku mengejarmu, saat kau sedang dibawa oleh ke 3 orang itu, tapi tetap saja aku tidak sadarkan diri, tak apalah aku tak akan menyesalinya sampai kapan pun." Akashi tersenyum, tulus.
Tetsuya tersentak, wajahnya lagi lagi memerah, tetapi kemudian menunduk lagi.
"hei! Kalian ini ngomong apaan sih!"
"dasar cerewet, menganggu saja kau." Akashi tidak tahan membantah ucapan para berandal ini.
"hei kamu."
"ada apa manis?"
"copot tali ini, kumohon "
"a.. apa?"
"kalau tidak dilepas, nanti kita tidak bisa melakukanya dengan bebas kan?"
Akashi tersentak, tunggu apa yang akan dilakukan tetsuya?
"kau mau aku kan?"
"sialan, kau pikir aku akan tertipu ?, ta.. tapi kalo kau yang minta sendiri sih.. apa boleh buat?" nih orang mukanya mupeng banget. Dasar munafik
"hei.. hei.. ! apa yang kau lakukan tetsuya ? " akashi benar benar merasa tidak berguna sekarang
Jadi tetsuya sudah menyerahkan diri pada brandal itu, bahkan mereka sekarang hampir berciuman, di depan akashi !
Tapi..
"eh..?"
Snap,thwack, jdiar,jduk,ouchh
Tetsuya mengangkat kepalanya dan membenturkanya pada kepala berandalan itu, hingga dia terjatuh.
Tak terduga benar kekuatan si manis ini, teman si berandalan lni pun ngacir, takut sama kekuatan mengerikan dari si manis katanya.
"jadi, jangan main main dengan yakuza. Kau tahu?" tetsuya menatap nya dingin,
"habiskan saja hidupmu dengan merengek sialan."
Akashi benar benar terpesona, tetsuya benar benar tak terduga. Selama hidupnya tetsuya adalah teka teki bagi akashi.
"akashi-kun, kau adalah polisi kan? Jadi bereskan sisanya" tetsuya beranjak. Pergi meninggalkan tempat itu.
"tetsuya, tunggu!"
" ada apa akashi-kun?" tetsuya telah kembali normal, manis seperti biasa.
"terimakasih untuk semuanya ."
"aku tidak melakukan apapun, aku hanya mempertahankan diri."
"sudahlah jangan merendah tetsuya" akashi tersenyum
"ya. Sama – sama akashi kun ."
"aku berharap, kita dapat bertemu kembali tetsuya."
"ya tentu saja akashi kun. Jadi biarkan aku pulang ya? Aku lelah, butuh asupan vanilla milkshake juga nih."
"baiklah,baiklah. Sana pulang bocah"
Dan Tetsuya meninggalkan tempat itu, juga akashi yang berada di belakangnya.
Kembali kerumah untuk mendapatkan omelan dari mas ogiwara atau ayahnya yang entah kenapa, mas ogiwara lebih cerewet daripada ayah.
TBC
Chapter 2 selesai! Yosh
Benar benar lama update. Entahlah sebagai anak farmasi author sangatt sibuk dengan tugas ini, itu :'v hikz
Jadi maafin author ya mbak, mz :v
Sekali lagi. Kritik dan saran sangat membantu lho. Jadi jangan sungkan ngasih. Ato coret coret di story ini ya
