Disclaimer: Atlus

~Story of Evil~

By: MaedaHikari

Summary: Just Read

Song: Aku no Meshitsukai, By: Kagamine Len.


Aku no Monogatari

Chap 2

Aku no Meshitsukai

Servant of Evil

Kimi wa Oujo Boku wa Meshitsukai (You're a princess, I'm a servant)

Unmei wakatsu aware na futago (Destiny separated pitiful twins)

Kimi wo mamoru sono tame naraba (If it's to protect you)

Boku wa aku ni datte natte yaru (I'll become evil for you)

Aku adalah pelayan

Kau adalah putri

Biarpun kau dan aku adalah anak kembar, tapi nasib telah memisahkan dan membedakan kedudukan kita. Namun satu hal yang harus kau tahu, Aku sangat menyayangimu sebagai adik. Aku rela menjadi setan demi melindungimu.

Kitai no naka bokura wa umareta (Inside expectations we were born)

Shukufuku suru wa kyoukai no kane (Blessed by the church bells)

Otonatachi no katte na tsugou de (For the sake of selfish adults)

Bokura no mirai wa futatsu ni saketa (Our future was split in two)

Kita terlahir sebagai anak kembar yang amat mirip, hanya ada satu perbedaan di antara kita, warna mata. Kita diberkati oleh lonceng gereja yang berdentang saat kelahiran kita. Namun, keinginan egois orang tua telah memisahkan kau dan aku.

Ya, sedih rasanya memang. Aku masih ingat saat kau menangis karena dipisahkan dariku. Waktu itu kita baru berumur 7 tahun, namun sudah dipisahkan. Menyedihkan, bukan?

Tatoe sekai no subete ga (Even if the world)

Kimi no teki ni narou tomo (Become your enemy)

Boku wa kimi wo mamoru kara (I will protect you so)

Kimi wa soko de waratteite (You'll just stand there smiling)

Namun kau tak usah khawatir, aku masih di sampingmu sebagai pelayan. Walau derajat kita berbeda jauh, namun dengan begitu aku masih bisa berada disampingmu. Aku ingin kau terus tersenyum, maka aku akan melindungimu. Melindungi dirimu dan senyumanmu.

Kimi wa oujo boku wa meshitsukai (You're a princess, I'm a servant)

Unmei wakatsu aware na futago (Destiny separated pitiful twins)

Kimi wo mamoru sono tame naraba (If it's to protect you)

Boku wa aku ni datte natte yaru (I'll become evil for you)

Orang tak melihat kami lebih dari sekedar Putri dan pelayan. Wajahku jarang dilihat orang, maka dari itu tak ada yang tahu kalau aku dan Naoto kembar. Yang mungkin sering melihat wajahku hanya prajurit - prajurit istana atau para menteri. Rakyat? Mungki hampir tak pernah...

Banyak orang yang mencoba mencelakakan Naoto, namun mereka selalu gagal. Aku akan melindungi Naoto, adikku satu-satunya. Aku adalah setan yang melindungi putrinya.

Tonari no kuni e dekaketa toki ni (When I went to the neighboring city)

Machi de mikaketa midori no ano ko (I saw a girl of green in the town)

Sono yasashige na koe to egao ni (That kind voice and smile)

Hitome de boku wa koi ni ochimashita (I fell for her at first sight)

Aku diperintahkan untuk berbelanja. Ya berbelanja. Aku adalah pelayan, kalian ingat? Sudah berkali-kali aku pergi ke negara tetangga, namun kali ini ada perbedaan.

Aku mengangkut karung belanjaanku di pundakku. Sesaat, seorang gadis berambut pirang berlari melewatiku, dan tak sengaja menjatuhkan topi yang kupakai. Gadis itu mengambil topiku, lalu memakaikannya kembali ke kepalaku. Gadis itu tersenyum tulus, senyumannya indah, suaranya pun indah. Saat itu juga, rona merah terlihat di pipiku yang memang pucat.

Aku melihatnya berlari ke arah seorang laki-laki berambut abu-abu. Namun senyum yang dibentuk gadis itu terlihat memaksa.

Dakedo oujo ga ano ko no koto (But if the princess wished for that girl)

Keshite hoshii to negau nara (To be erased)

Boku wa sore ni kotae you (I will answer that)

Naoto memanggilku saat aku baru kembali. Dia memunggungiku, namun suaranya terisak.

"Tolong dengarkan permintaanku." Ujar Naoto.

Aku mengangguk, "Ya."

"Aku ingin kau mencari, menemukan, dan membunuh perempuan berambut pirang itu. Jika kau tak bisa menemukannya, kau kuberi ijin untuk menghancurkan negaranya."

Mataku terbelalak mendengar permintaannya. Namun aku tersenyum lalu memeluknya.

"Ssh, jangan menangis. Kau tahu kalau aku akan mengabulkan permintaanmu." Ujarku.

Aku pergi dari istana tak lama setelah aku diberi perintah. Aku segera menuju negara tetangga yang baru saja kukunjungi. Aku membawa sepasukan atas perintah Naoto.

Entah keberuntungan atau kesialan menimpaku.

Kekasih sang perempuan itu sedang tak ada disana, mungkin pulang ke negaranya. Aku menemukannya. Saat dia melihatku, dia memohon padaku untuk menghentikan serangan yang kulakukan. Namun aku tak bisa.

Aku mengeluarkan sebilah pisau dari saku bajuku. Sambil menatap perempuan itu, aku menghunuskan pedang itu ke arahnya.

"Maafkan aku…"

Doushite? Namida ga tomaranai (Why? My tears won't stop)

Aku kembali setelah berhasil menyelesaikan tugasku. Keesokan harinya, aku mendengar berita kematian perempuan yang kubunuh semalam. Tak terasa, air mataku mengalir. Namun berkali-kali aku menyekanya, air mataku seakan tak pernah habis.

Kimi wa oujo boku wa meshitsukai (You're a princess I'm a servant)

Unmei wakatsu kuruoshiki futago (Destiny separated maddening twins)

"Kyou no oyatsu wa BURIOSSHU dayo" ("Today's snack is brioche")

Kimi wa warau mujaki warau (You smile, smile innocently)

Aku mencoba tersenyum saat di hadapanmu, dengan sepiring 'brioche' ditanganku, aku mendatangimu.

"Putri, ini cemilan hari ini…"

Aku meletakkan piring itu di atas meja. "Ini favoritmu, brioche kan?" Aku tersenyum.

Melihat Naoto ikut tersenyum ceria, seakan bebanku terangkat dari pundakku.

Mousugu kono kuni owaru darou (Soon this land will fall)

Ikareru kokumintachi no te de (On the hands of the angered citizens)

Kore ga mukui dato iu no naraba (If this what they say we deserve)

Boku wa aete sore ni sakaraou (I will definitely oppose to that)

Aku mendengar suara ribut dari luar istana, segera saja aku mengintip dari jendela ruangan Naoto. Apa yang ada di luar sana sudah pernah kuperkirakan, memang, namun tetap saja cukup untuk membuatku terkejut setengah mati. Istana sudah dikepung para Masyarakat yang memberontak. Dan aku juga melihat seorang wanita berambut merah yang berada di barisan paling depan, juga sang pangeran berambut abu-abu itu. Aku mengenal wanita itu, sudah berkali-kali kulihatnya di dalam kota.

Mereka berteriak-teriak memanggil Naoto, menyuruhnya keluar agar dapat diadili. Mereka melakukan segala usaha untuk merobohkan gerbang yang kokoh itu, tetap saja perjuangan mereka membutuhkan waktu. Tanpa berbasa-basi lagi, aku segera berlari ke arah Naoto. Setelah kuberitahukan hal ini padanya, dia mulai panik.

"Hora boku no fuku wo mashite ageru" ("Hurry and put on my clothes")

"Kore wo kite sugu onige nasai" ("Please do this and escape immediately")

"Daijoubu bokura wa futago dayo" ("Don't worry, we are twins")

"Kitto darenimo wakaranaisa" ("Surely no one will realize")

Aku mulai membuka Vest yang kupakai. Lalu memberikannya pada Naoto. "Ini, pakailah bajuku." Ujarku.

"Ah?" Naoto tidak sempat merespon, karena aku berbalik menjauhinya, lalu mengambil sebuah gaun dari lemari Naoto.

"Setelah selesai, tolong cepat kabur dari sini." Ujarku sambil melepas Kemejaku, lalu kuberikan pada Naoto. Aku juga mengenakan gaun itu.

"T-tapi, Minato nii-…"

"Tak apa, kau lupa kalau kita ini kembar ya?" Aku tersenyum nakal. Aku mengambil sebuah pisau dari kamar itu, lalu memotong poni dan rambutku sedikit.

"Kumohon, jangan lakukan ini! Ini semua bukan salahmu, nii-san! Semua salahku!" Naoto menangis. Melihatnya menangis, aku tersenyum.

"Aku yakin takkan ada yang sadar."

Boku wa oujo kimi wa toubousha (I'm a princess, you're a fugitive)

Unmei wakatsu kanashiki futago (Destiny separated the sad twins)

Kimi wa aku dato iu no naraba (If they say you're evil)

Boku datte onaji chi ga nagareteru (I have the same blood in me)

Sekarang, aku benar-benar terlihat seperti Naoto. Sementara Naoto persis sepertiku. Mendengar suara langkah kaki bergema dari kejauhan, aku segera mendorong Naoto ke dalam lemari. Lalu duduk di kursi. Tak lama, Sang wanita berbaju merah itu melangkah masuk dengan pedang terhunus ke arahku.

"Menyerahlah Putri Naoto. Kau sudah tidak bisa apa-apa lagi." Ujarnya.

Aku beranjak dari kursiku, lalu mendekatinya. Segera aku di kepung oleh beberapa prajurit yang berusaha menangkapku. Aku juga berusaha menepis tangan-tangan mereka-mencoba sebisa mungkin bersikap seperti Naoto-.

"Dasar orang yang tidak sopan!" Bentakku.

Sang wanita sedikit membelalak, aku tersenyum melihatnya. Kurasa dia menyadari kalau aku bukan Naoto.

Mukashi mukashi aru tokoro ni (Once upon a time, there was)

Akugyaku hidou no oukoku no (A treacherous kingdom)

Chouten ni kunrin shiteta (And reigning at the top was)

Totemo kawaii boku no kyoudai (My very cute sibling)

Jaman dahulu sekali berdiri sebuah kerajaan besar. Kerajaan itu pernah dipimpin oleh seorang gadis berambut biru dan bermata biru. Ya, Naoto. Adikku yang cantik itu.

Namun kini kerajaan itu telah jatuh ke tangan rakyat, dan akupun tidak mengetahui dimana Naoto sekarang.

Tatoe sekai no subete ga (even if the world)

Kimi no teki ni narou tomo (Become your enemy)

Boka ga kimi wo mamoru kara (I will protect you so)

Kimi wa dokoka de waratteite (You'll just stand somewhere smiling)

Lonceng gereja sudah mulai berdentang. Sebentar lagi, aku akan mati. Seluruh rakyat datang untuk menyaksikan kematian 'putri' mereka. Aku menebar pandanganku ke seluruh sudut. Kudapati sang pangeran berambut abu-abu, wanita berambut merah, dan seseorang bertudung, namun rambut birunya tersembul dari balik tudung bajunya. Aku tersenyum melihatnya. Bel hampir berhenti berdentang, aku mencoba sebisa mungkin tersenyum angkuh.

"Oh, ini waktunya makan cemilan."

Kimi wa oujo boku wa meshitsukai (You're a princess, I'm a servant)

Unmei wakatsu aware na futago (Destiny separated the pitiful twins)

Kimi wo mamoru sono tame naraba (If it's to protect you)

Boku wa aku ni datte natte yaru (I'll become evil for you)

Aku adalah pelayan

Kau adalah putri.

Satu hal yang tetap kuingat. Kulakukan ini semua demi melindungimu. Aku tak peduli apa yang terjadi denganku, asalkan kau tetap aman. Karena aku ingin melihat senyumanmu. Aku tak menyesal dengan keputusan yang telah kubuat. Aku sayang padamu, karena itu kulakukan ini untukmu. Tersenyumlah, wajah menangis tak cocok untukmu.

Moshimo umare kawareru naraba (If we could be reborn)

Sono toki wa mata asonde ne (I want to be with you again that time)

Bolehkah aku berharap?

Kuharap saat kita terlahir kembali, aku ingin kita tetap bersama.


Yooo Minna-san! Another fanfic gajhe from me!

Yak, lagu ini adalah "Aku no Meshitsukai" atau "Servant of Evil". Dinyanyikan oleh Kagamine Len, Pacar Author (?) *ngarep*

Saya beneran hampir nangis pas tau arti lagunya n liat youtube. Kasian si Len (dalam hal ini, Minato) hikshikshikshuhuhuhhu (?)

Oh ya, dalam hal Minato membentak… Inget kan kalo Naoto juga punya suara kayak cowok? Nah, bayangkan aja kayak gitu walau gak ada mirip-miripnya ^^;

Oh ya (lagi) , maap banget translation lagunya itu raw. Jadi mungkin beda-beda dikit ama yang di animelyrics ato dimanalah. (Ato malah salah? Nggak lah, bercanda xD)

Next Chap,

Bonus Chap:

~Midori no Musume~

Review plis?