AKATSUKI AND SHINOBI WORLD CUP

Disclaimer : Naruto bukan punya saya. Naruto selalu milik Masashi Kishimoto , Kalau Naruto punya sayah Akatsuki mah bakal jadi organisasi kemanusiaan dan Madara Uchiha akan saya buat tobat.

Warning : garing , gaje , aneh , abal dan sebangasanya.

Uwaaah sorry lama update….kompu-chan kena penyakit lamanya dan sekarang baru sembuh. Tak hanya itu author pun juga lagi disibukkan dengan urusan sekolah makanya updatenya lama.

Oke selamat membaca dan jangan lupa review!


"Idenya Tobi adalah…."


Chapter 2 : Ide dari Tobi

"Jadi ide Tobi itu….."

"…." Akatsuki memperhatikan.

"….." jantung mulai berdetak lebih cepat.

"….." lebih cepat.

"It…u…" Akatsuki mulai keringatan saking panasnya suhu ruangan nan kecil bin sumpek ini.

"CEPETAN, BAKAA TOBIII! " teriak Akatsukiters sewot ( minus Tobi tentunya).

"Sa…sabar senpai-senpai… " kini gantian tobi yang mulai keringetan.

"Sabar sabar, emangnya gue pak sabar (garing)…cepetan kasih tahu!" sewot sang leader siapa lagi kalau bukan Pein si muka pierchingan sambil kipasan pakai majalah playwaria edisi lawas miliknya .

'Kipasan pakai malajah yang baru lecek …duh nih ruangan suhunya panas banget ya…' pikir Pein sambil mengelap dahinya yang terus menucurkan keringat.

"he he he…gimana kalau kita sewa pelatih buat ngelatih kita …. setuju gak, para senpai?" Tobi mengacungkan jari telunjuknya .

"Wah, bagus juga tuh, tumben lo pinter Tob, biasanya idelu kan gila bin gaje semua." Kisame kaget plus takjub begitu seolah mendengar sebuah titah yang sangat hebat dari seorang raja . ( A/N: ide kayak gitu doang kok gak ada yang kepikiran yah? Ternyata IQ Akatsuki di bawah rata-rata semua^ di tabok masal oleh Akatsuki^)

"Tapi siapa yang mau ngelatih organisasi kere yang gajeget alias ga jelas buanget ^ author di hajar Akatsuki^ kayak kita?" Tanya Sasori sangat logis sekali .

"Kalau pelatih bukannya banyak ya, misalnya Fabio Capello dari timnas Inggris, Benny dollo dari Persija dan timnas Indonesia ^tim favorit author^, Dunga dari timnas Brazil tapi sekarang udah gak lagi, Joachim Loew dari timnas Jerman ^ tim kesukaan author^, Diego Maradona dari Argentina, tim kesukaan gue nih …..dan masih banyak lagi, tinggal pilih salah satu deh." jelas Itachi sambil membaca Koran bernama ' topGol ' edisi World Cup.

"Kalau kata gue mendingan kita pilih Maradona aja, mantep coy…" saran Itachi disertai dengan ancungan jempol .

"Gile lu Itachi! Lu mau bikin gu, eh, kita bangkrut apa? Lloe bayangin berapa bayarannya, Chi! bisa puluhan juta ampe ratusan juta!sedangkan pemasukan aja Cuma 100.000 rebu doang! " Kakuzu berhisteris ria.

"Sabar pak eh kalo loe mah mbah ya…gue kan cuma nyaranin doang." Kata Itachi sambil membuat tanda peace dengan jarinya.

"Untuk yang pertama dan terakhir kalinya ini gue setuju ama Kakuzu." Hidan menanggapi amukan Kakuzu.

"Maksud loe selama ini loe gak pernah setuju ama gue gitu?" Kakuzu mendeathglare Hidan.

"Kalau iya kenape?" Hidan berbalik mendeathglare Kakuzu dan jadilah perang deathglare antara duo kakek dan zombie tersebut.

"Cukup perang deathglarenya! Waktu kalian sudah habis! lebih baik sekarang kita diskusi lagi !" sewot Konan.

"Jadi, kesimpulannya kita harus mencari pelatih yang mau ngelatih organisasi kita yang tercinta ini, un. Tapi permasalahannya siapakah yang mau mengajari organisasi kita bermain sepak bola, un?" Ucap Deidara bak pembawa acara gossip S^^et.

"hmmmm" gumam Akatsuki sambil berpikir.

"Aha!" lampu lime setengah watt nongol di atas kepala Tobi. Spontan saja semua anggota Akatsuki langsung menengok kearahnya.

"Kamu dapat ide lagi?" Tanya Zetem –Zetsu item-

"Kok kamu terus deh yang dapat ide…bikin iri ih…." Keluh Zetih – zetsu putih-

"Itu berkat Author Zetsu-senpai." jawab Tobi innocent sambil menunjuk seorang anak berambut hitam yang sedang asyik-asyikkan nongkrong di atas pohon. Lho? Saya dong yang ditunjuk?

"Dah langsung aja lah…idelu apa lagi?" Kini gantian Sasori yang berbicara .

"Pelatihnya si kapten Tsubasa ya senpai." Tobi menyarankan tokoh kartun kesukaannya yang dengan suksesnya membuat anggota Akatsuki yang lainnya bergubrak ria.

"Gila! yang bener aja loe? masa tokoh anime suruh ngelatih kita?" Kisame kaget plus lebay.

"Lu goblok apa oon? Emangnya loe bukan dari manga dan anime ?" Hidan menjitak kepala Kisame .

"Oh iya ya gue lupa." Kisame nyengir sambil garuk-garuk kepalanya yang emang ketombean.

"Bek tu de toupik." Kata Pein pakai bahasa Inggris yang ancur-ancuran.

"Tapi sebelum itu…ada yang ngerasa aneh gak sih?" Tanya Itachi sambil mengolesi krim anti keriput ke wajahnya.

"Aneh bagaimana, Chi?" Tanya Akatsuki minus Itachi kompak.

"Kalian hitung berapa anggota Akatsuki …secara sepak bola pemainnya sebelas orang..lah kita cuma sepuluh orang…" jelas Itachi tetep kekeuh dengan krim anti keriputnya. Pain yang mendengar omongan Itachi cuma menyeringai yang bisa bikin anak balita nangis tujuh hari tujuh malam jika melihatnya, gimana gak? Muka Pein yang ekspresinya normal aja horror bin serem gitu ^di rinnegan^ gimana kalo dia menyeringai? Pastilah muka horror Kisame dapat tersaingi bahkan bisa terkalahkan tuh saking horornya .

"Tenang kan ada gue, sang leader paling ganteng nan keren."Ucap Pein narsis, Akatsuki langsung muntah berjamaah dengan Hidan sebagai imam begitu dengar kata-kata narsis dari sang leader bokep alias Pein.

"Tenang, secara tubuh gue kan ada lima plus diri gue yang asli, jadi kalau ada yang cedera enam gampang kan tinggal diganti aja." Pein menjelasakan dengan bangga.

"Masalah itu bisa diatasi, sekarang masalah utamanya kita harus segera menemukan seorang pelatih." Ucap Konan. Tiba- tiba tanpa diundang datanglah seseorang berambut hitam bermata hitam bersandal jepit alias author nongol di markas Akatsuki.

"Loh? Kok loe bisa ada di sini? Bukannya loe tadi di atas pohon?" Sasori kaget dengan nada didramatisir.

"Gue cuma mau kasih tahu, kalau pelatih yang bakal ngelatih kalian udah mau nyampe ke markas kalian." Ucap sang bocah berambut hitam alias author.

"Lah? Kita kan belom nyari tuh pelatih, un?" Deidara kaget plus heran. Anggota Akatsuki yang lain mengangguk-angguk kepala tanda seenam, eh setuju.

"Bisa kelamaan, nanti ficnya gak selesai-selesai, sebentar lagi orang itu sampai." Author pun mengilang secara gaib.

'Dasar, berangkat gak diundang pulang gak bilang-bilang.' Batin semua anggota Akatsuki. Dan perkataan author pun jadi kenyataan, sesorang mengetuk, er… lebih tepatnya menggedor dengan sadis pintu utama markas akatsuki yang lebih pantas disebut goa dibanding markas.

JEDOK JEDOK DOK DOK DOK DUAK

"Dei, cepat bukain pintu! Tuh orang kayaknya napsu banget minta dibukain pintunya. Kalau Zetsu cepat kamu intip orang itu, takutnya dia itu musuh!" Suruh Konan kepada Zetsu dan Deidara. Zetsu langsung nyelem ke tanah seketika.

DOK DOK DOOK BRAK BRAK DOK DOOKK

"Cepetan Dei! Ntuh pintu bisa rusak! Bisa rugi gue!" sewot Kakuzu takut rugi kalau-kalau aja itu pintu rusak. Kalaupun rusak yah gak akan mahal juga sih, wong tinggal cari batu ukuran gajah super buat jadi pintu markas Akatsuki. Secara pintu markasnya kan kebuat dari batu.

"Iya,iya." Deidara berjalan meninggalkan ruang rapat menuju pintu utama markas Akatsuki.

DOK DOK DOK JEDOK JEDOK. Suara gedoran pintu pun makin keras.

"Iya, un. Sabar napa, un!" Deidara semakin mempercepat langkahnya menuju asal muasal gedoran pintu. Sesampainya di sana Deidara melihat Zetsu diam mematung dengan tampang seperti habis ketemu sama banci prempatan jalan.

"Zetsu, lu kenape? Kok diam aja? Loe dah melihat orang yang diluar belum?" Tanya Deidara menunjuk pintu yang lagi digedor-gedor dengan kerasnya.

"Sudah, loe lihat saja sendiri…orangnya siapa?" jawab Zetem dan Zeteh kompak. Perkataan Zetsu sukses membuat Deidara semakin penasaran. Ia membuka pintu batu markas dengan perlahan-lahan tapi pasti. Dan terlihatlah seorang Laki-laki berambut hitam panjang berkulit putih pucat bermata seperti ular. Sang makhluk tadi sukses membuat Deidara melongo, cengok, sweatdropped bercampur menjadi satu untuk mendeksripsikan ekspresi Deidara. Akhirnya Deidara tersadar dari acara melongo plus cengo ditambah sweatdropped miliknya langsung berteriak.

"ASTAGFIRULLAHALAZIM! ASTGANAGABONARJADIDUA! Demi Jashin(?)! kenapa ada makhluk jadi-jadian bisa ada di sini?" Deidara shock berat sambil menunjuk-nunjuk makhluk di depannya. Mendengar Deidara berteriak Zetsu yang tadinya diam mematung langsung tepar seketika gara-gara teriakan Deidara yang menggelegar seantero markas.

"Yee sembarangan! Eike bukan makhluk jadi-jadian. Masa situ lupa sama eike. Ini Orochimaru yang bisa dipangggil Ses Oro, Orowati, Orobohai~ atau Orochicuantik."Ucap Orochimaru dengan nada bancinya. Ternyata itu Orochimaru toh…anggota Akatsuki yang dulu kabur gara-gara rambutnya kalah indah dengan Itachi. Akatsuki yang mendengar teriakan Deidara yang bagaikan toa beramai-ramai pergi menuju ke tempat Deidara dan Orowati.

Anngota Akatsuki (-Deidara dan Zetsu) melontarkan kalimat dan ekspresi yang berbeda-beda.

"Astaga! Kenapa loe bisa ada di sini?" Pein syok hampir nyaris jantungan.

"Kok loe bisa ada di sini? Oh….Jangan-jangan loe masih mau nantangin rambut gue yang indah berkilau ini, ya? udah dibilang berapa kali, pasti loe kalah deh... " Tanya siapa lagi kalau bukan si uchiha keriput alias Itachi.

"Pas banget loe ada di sini. Bayar hutang loe yang menumpuk saat loe masih menjadi anggota Akatsuki!" siapa lagi kalau bukan Kakuzu si mata duitan.

"Wah ada yang sejenis dengan Deidara-senpai!" ucap Tobi girang, Deidara mendelik ke arah Tobi.

Ya begitulah segelintir komentar-komentar dan reaksi dari Akatsuki yang melihat Orochimaru yang telah lama menghilang tiba-tiba muncul lagi di markas akatsuki.

"Owh….tenang gue ke sini juga karena di suruh sama author nista itu. Dan, untuk Itachi gue emang masih gak terima rambut gue yang indah ini kalah dari rambut elo yang ketombean itu ^author di amaterasu Itachi^.

"Enak aja loe bilang rambut gue ketombean! Rambut gue tuh sehat wal afiat tahu!" sergah Itachi.

"Hei, Orochimaru, tadi loe bilang ke sini disuruh sama author gaje itu?" Tanya Kisame yang sudah merasakan firasat buruk.

"He-eh." Orochimaru mengangguk-angguk kepala. Anggota Akatsuki(-minus zetsu yang masih tepar) saling berpandangan satu sama lain. Aura tak enak pun mulai menyelimuti bagian depan markas Akatsuki.

"Berarti…." Hidan menelan ludah.

"Benar sekali! yang akan mengajari kalian sepak bola dan menjadi pelatih kalian adalah….GUE! KWAHAHAHAHAHAHA!" Ucap Orochimaru bangga disertai tawa laknat miliknya. Bagaimana dengan reaksi Akatsuki? Tentu saja Akatsuki langsung tepar saking syoknya. Tak bisa mereka bayangkan bahwa yang akan menjadi pelatih mereka adalah sang banci taman lawang yaitu Orochimaru ^author ditendang ulernya Oro-oro^, bagaimana nasib mereka nantinya coba, kalau pelatihnya ternyata Orochimaru si banci? Bisa ancur tuh Akatsuki…..

Dengan ringan hati menyatakan…

TU BE KONTINYU AGAIN

Waaaiiiii akhirnya setelah lama gak update, saya kembali lagi membuat chap kedua yang aneh bin gaje ini.

Mudah-mudahan readers sekalian suka sama ceritanya.

Oh,iya kalau boleh Tanya. Sekuel, Hiatus, sama AU itu apa ya?

Silakan kirim komentar, kritik dan saran kalian dengan mereview cerita ini.

REVIEWWWW PLISSSS