Tak berapa lama Kyuubi terbangun, ia mengerjapkan matanya pelan menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya.

"Engh,,, dimana aku?" ujar Kyuubi setelah berhasil mendudukkan dirinya dan memperhatikan sekitar.

"Ah, kau sudah sadar." ujar pria pemilik apartemen sambil tersenyum ramah.

"Kau,,

.

.

.

_A Naruto Fanfiction_

.

.

.

*Dokter Kyuubi*

.

.

.

Naruto dkk milik Om Masashi Kishimoto, but this Fiction belong to me "Daniela Alexsandra

.

.

Rate : T semi M (adult conten but no Lime/Lemon)

Main chara : Kyuubi

Pairing : Mengikuti alur

For this chap : KakaxAnko

Genre : Family ?

.

.

Warning : Seperti peringatan Dan di Fict Dan yang lalu, hal itu juga berlaku disini. Gender bender, EYD yang tidak sempurna. Typo seperti ranjau jadi hati-hati, ide cerita selalu mainstream, OOC bila diperlukan, but i hope you like.

.

.

Terinspirasi oleh drama korea kalo gak salah judulnya"'Obstetry and Gynecology's Dokter" maaf Dan lupa. Soalnya Dan liatnya pas jaman kuliah dulu. Hehehe

Tapi Dan gak bakal jiplak plek semuanya, hanya beberapa kasus-kasus yang berhubungan dengan ilmu kandungan dan kawan-kawannya.

.

.

.

.

Berhubung yang repiu sudah mencapai target :3 dan juga Dan lagi happy banget karena Barcelona menang \(^0^)/ viva la Barca

Dan akan menyambung fict ini. Terima kasih atas apresiasinya akan fict Dan.

Serius ya, waktu baca repiu Dan ketawa-tawa sendiri. Padahal seingat Dan, di chap kemarin nggak bahas abang keriput sama sekali. Tapi kenapa yang repiu pada nanyain si keriput ya. Hahahaaha. Mungkin karena Dan udah keseringan buat fict IFK. Jadi kepikiran buat fict lain pair deh #DibakarIFKfans

Okey, berhubung Dan orangnya baik #plak- Abang Itachi dapat peran deh di fict Dan yang ini :3

Mau tau abang keriput jadi apa?

so check this out.

.

.

.

Okey

.

.

Happy reading minna~

.

.

.

Chap 2 Pregnancy (Kaka x Anko)

.

.

.

"Kau,,, siapa? Kenapa aku bisa ada disini."

"Hn, kau tadi pingsan di lift, jadi aku membawamu ke apartemenku karena aku tak tau dimana apartemenmu. Kau tinggal di salah satu apartemen di lantai ini?"

"Maaf telah merepotkanmu, aku harus pergi sekarang." Kyuubi bangkit dari tempat tidur, baru saja berdiri ia kembali terduduk sambil memegangi kepalanya yang berdenyut sakit. "Argh"

"Kau tak apa." pria bersurai raven panjang berkuncir rendah itu meletakkan nampan berisi air putuh dan semangkuk bubur yang sedari tadi di bawanya. "Kepalamu masih sakit?" ia membantu Kyuubi kembali duduk di tempat tidur.

"Masih sedikit pusing."

"Hn, minum ini,"

"Terima kasih."

"Istirahatlah dulu disini sampai kau merasa lebih baik."

"Terima kasih tuan?"

"Itachi, panggil saja Itachi."

"Ah, terima kasih banyak Itachi-san."

"Hn."

Kyuubi kembali menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.

"Aku membuatkanmu bubur, makanlah lalu kau bisa minum obat, agar sakit kepalamu mereda."

"Maaf merepotkan anda."

"Hn, tidak usah terlalu formal, bukankah kita tetangga." Kyuubi hanya bisa tersenyum singkat.

"Ah, maaf tapi, aku belum tahu namamu"

"Aku Kyuubi, aku tinggal di apartemen 1022" Kyuubi mengelap mulutnya dengan serbet yang berada di nampan itu setelah memakan beberap sendok bubur. 'Lumayan' batin Kyuubi menilai rasa bubur yang masih terecap di indra perasanya.

"Eh, bukankah itu apartemen sebelah? Kau penghuni baru disini, berarti?" entah kenapa Itachi merasa tertarik dengan wanita di depannya ini.

"Benarkah? Aku baru pindah kemarin."

"Ah, pantas saja aku tidak tahu. Aku juga baru kembali hari ini dan malah menemukanmu pingsan tadi." ujar Itachi. "Kau benar-benar tidak apa-apa?" Kyuubi bisa melihat kehawatiran di mata pria yang baru ia temui ini.

"Hm, aku sudah merasa lebih baik. Sekali lagi terimakasih banyak. Buburnya juga enak."

"Syukurlah kalau kau suka."

"Kalau begitu, aku permisi. Lain kali mainlah ke tempatku. Akan ku buatkan sesuatu untukmu sebagai ucapan rasa terima kasihku."

"Hn, pasti." Itachi kemudian mengantarkan Kyuubi ke depan pintu."

"Ah, kita memang bertetangga, 1020" Kyuubi menganggukakan kepalanya paham saat melihat nomor apartemen Itachi yang bernomor 1020 tepat disebelah apartemennya 1022.

"Hn."

.

.

.

Pagi ini, Kyuubi bangun kesiangan dengan tergesa-gesa ia menyambar tas dan mantelnya. Ia bahkan mengabaikan sapaan Itachi yang sepertinya juga akan pergi. Seperti deja vu, kejadian kemarin terulang, pintu lift akan tertutup sebelum sebuah tangan menghentikannya.

"Kau nampak terburu-buru. Kau bahkan tak membalas sapaanku."

"Ah, maaf, aku tidak melihatmu tadi."

"Hn." Keduanya hening, menunggu lift membawa mereka ke basement. "Apa kau sudah lebih baik." tanya Itachi.

"Iya, aku hanya terlalu lelah dan sepertinya tekanan darahku rendah kemarin."

"Hn, jaga kesehatanmu, sebentar lagi musim dingin akan tiba."

Tak berapa lama keduanya telah samapai di basement dan berpencar ke mobil masing masing. Kyuubi melajukan kendaraannya dengan sangat cepat. Beberapa kali ia menyalip beberap pengguna mobil lainnya.

Jam delapan lebih lima belas menit Kyuubi baru sampai di ruangannya. Dia bisa melihat seorang perawat yang sudah menemaninya dari kemarin sedang merapikan ruangannya.

"Ohayou Matsuri-san. Maaf aku terlambat." sapa Kyuubi lalu duduk di kursinya.

"Ah, ohayou mo dokter. Tidak apa-apa dok, anda hanya terlambat, em,,, lima belas menit."Itu sudah termasuk kategori terlambat."

"Hahaha, yang pentingkan belum ada pasien yang datang dok."

"Iya kau benar. Hah,,, sepertinya hari ini akan berjalan panjang seperti kemarin. Semoga tidak ada opersi hari ini."

"Hahaha, anda berlebihan dokter. Bersemangatlah dokter Kyuubi."

"Iya,, iya,, aku mengerti nona perawat."

"Baiklah, aku akan melihat apa sudah ada pasien yang datang. Permisi dokter." Matsuri kemudian keluar dari ruangan Kyuubi di Poli Hamil, menuju tempat kerjanya yang menjadi satu dengan ruang tunggu pasien di Poli Hamil.

Tiga puluh menit kemudian Matsuri masuk kembali dengan membawa map yang berisi rekam medis* pasien.

"Kau baru meninggalkanku tiga puluh menit yang lalu, sekarang kau datang membawa setumpuk rekam medis padaku Matsuri, yang benar saja."

"Ayolah dokter, ini kan sudah menjadi tanggung jawab anda dokter."

"Hai,,hai,, Matsuri-sama. Sekarang kau bisa menyuruh pasienmu masuk."

"Haha,, baiklah. Kyuu-chan." keduanya tersenyum, entahlah mungkin ini kebetulan yang menyenangkan. Dulu saat Kyuubi masih dalam pendidikan dokter spesialisnya ia bertemu dengan Matsuri yang sudah bekerja di Rumah sakit di Suna. Keduanya cukup dekat, mereka sudah seperti sahabat meskipun usia matsuri beberapa tahun lebih tua dari Kyuubi. Setelah Kyuubi lulus pendidikan dokter spesialisnya, ia jarang bertemu Matsuri. Apalagi ia juga sempat mendengar bahwa Matsuri sudah tidak bekerja lagi di Rumah sakit di Suna.

.

.

"Selamat pagi dok." sapa pasangan suami istri yang baru saja memasuki ruangannya.

"Selamat pagi, mari silahkan duduk." Kyuubi menyambut pasien pertamanya dengan senyum ramah

"Terima kasih."

"Jadi, apa yang bisa saya bantu Hatake-san." Kyuubi sempat melihat nama mereka di rekam medis yang dia pegang sekarang.

"Sudah sebulan ini saya telat datang bulan dan belakangan ini saya juga mual muntah." ujar si istri yang diketahui bernama Hateke Anko.

"Apa anda sudah melakukan tes kencing?"

"Belum, dia takut melakukan kesalahan, jadi kami memutuskan kesini saja." giliran sang suami yang bernama Hatake Kakasi menjelaskan.

"Ah, kalau begitu. Kita bisa coba lakukan tes kencing terlebih dulu. Tunggu sebentar." Kyuubi mengambil telfon yang berada di mejanya lalu menekan beberapa tombol.

"Matsuri-san bisa ke ruanganku sebentar?" setelah mendengar jawaban matsuri, Kyuubi menutup telponnya.

"Anda mencari saya?" Matsuri masuk setelah mengentuk pintu ruangan Kyuubi.

"Tolong antarkan Nyonya Hatake ke toilet untuk pemeriksaan tes kencing."

"Baik dokter. Mari ikut dengan saya Nyonya." Anko beranjak mengikuti matsuri.

.

.

"Maaf menunggu, ini hasilnya." Matsuri kembali dengan hasil tes kencing. Senyuman terukir di wajah Kyuubi.

"Bagaimana hasilnya, dokter? tanya Kakashi tidak sabar.

"Selamat tuan dan nyonya Hatake hasilnya positif. Istri anda tengah mengandung" Kyuubi bisa melihat rona bahagia dari keduanya.

"Lalu, kira-kira berapa usianya sekarang?"

"Dari data yang di berikan istri anda tadi pada perawat saya, disini tertulis sembilan minggu."

"Tapi, kami baru dua bulan ini menikah. Bukankah hitungannya masih sekitar delapan minggu?" Kyuubi tersenyum maklum.

"Bagini Hatake san, perhitungan usia kehamilan, bukan di tentukan berdasarkan usia pernikahan anda ataupun saat anda melakukan 'itu' " Kakashi dan Anko masih mendengarkan penjelasan Kyuubi. "Usia kehamilan di tentukan dengan hari pertama haid terakhir anda nyonya Hatake. Disini anda bilang tanggal tujuh bulan tiga." Kyuubi mengambil kalender duduk di mejanya dan membuka tanggal yang ia maksud. "Kalau anda hitung hingga tanggal sekarang. Usia kandungan anda sudah tepat sembilan minggu hari ini. Dari data ini, kita juga bisa memperkirakan tafsiran persalinannya nanti sekitar tanggal 14 bulan desember."

"Ah, saya mengerti dokter, maaf."

"Tidak apa-apa. Saya bisa mengerti."

"Lalu, bagaimana sekarang keadaannya."

"Usia kehamilan nyonya Anko masih kecil, pemeriksaan biasa masih belum bisa dilakukan. Kita bisa melakukan USG. Dari situ kita akan tahu keadaan janin anda." Kyuubi berdiri menghampiri sebuah alat USG yang mirip dengan komputer, "Silahkan berbaring disini nyonya, kita lihat buah hati kalian."

Anko berbaring di tempat tidur pasien di samping Kyuubi. "Permisi ya." Kyuubi membuka area perut Anko yang tertutup bajunya. Kemudian ia menuangkan sedikit gel di atas perut Anko. Sebuah alat seperti micropon di letakkan di perut Anko, Kyuubi menjalankan alat itu di atas perut Anko perlahan. Kyuubi menghentikan gerakannya saat dirasa sudah mendapat gambaran cukup jelas di monitornya.

"Anda bisa mendekat kemari tuan Hatake." Kyuubi memperlihatkan monitor tersebut pada mereka. "Nah, ini adalah buah hati anda, ukurannya masih sangat kecil tapi ini sesuai dengan usia kandungan istri anda." Anko dan Kakashi memperhatikan dengan seksama penuturan Kyuubi. "Anda bisa melihat bayangan yang berkedip-kedip ini?" Kyuubi menunjuk monitornya.

"Iya, itu apa dokter?" Kyuubi tersenyum," Itu jantung anak anda. Dia sehat." Kyuubi melihat rasa haru yang membuncah di wajah keduanya.

Kyuubi meletakkan alatnya dan bergerak mengambil tisu untuk membersihkan perut anko yang penuh gel. Lalu membantu Anko duduk dan turun dari tempat tidur.

Mereka bertiga kembali duduk di tempat semula.

"Jadi istri dan anak saya baik-baik saja dokter?"

"Dari hasil pemeriksaannya iya, istri anda dan bayi anda sehat."

"Tapi apakah ada pantangan-pantangan makanan atau minuman dan sejenisnya? "

"Begini Hatake-san yang perlu kita ingat, kehamilan itu bukan sebuah penyakit. Selagi nyonya Anko tidak punya alergi atau semacamnya, ia bisa mengkonsumsi apa pun asal tidak berlebihan." Kyuubi menekankan kata 'asal' pada kalimatnya. "Mungkin yang harus dihindari adalah minuman beralkohol, rokok. Karena kedua hal itu tidak baik untuk ibu hamil."

"Ah, baik kami mengerti." - Kakashi

"Tapi, saya mual kalau makan dok." Kyuubi tersenyum menanggapi pertanyaan Anko.

"Hal itu sudah biasa bagi ibu hamil, apalagi hamil-hamil muda, asalkan tidak berlebihan. Anda bisa makan biskut atau roti, buah-buahan, makanlah sedikit-sedikit tapi sering. Hindari makan langsung dalam porsi besar. Hindari makanan yang terlalu berminyak dan bau-bauan yang bisa memicu rasa mual. Saya akan memberikan resep untuk mengurangi rasa mual anda." Kyuubi kemudian memberikan kertas resep pada Kakashi.

"Saya kurang begitu suka mengkonsumsi susu dokter, tapi nanti suami dan keluarga saya pasti memaksa saya untuk meminumnya."

"Hei, kau memang harus meminumnya Anko, itu juga untuk anak kita." Kakashi mengelus pelas kepala Anko."

"Anda bisa menggantinya dengan yoghurt, keju, ice cream atau yang lainnya, tidak harus selalu susu."

"Dengar itu, Kaka-kun tidak harus melulu susu."

"Tapi tak ada salahnya juga anda mencoba meminum susu untuk ibu hamil, bukankah sekarang ada berbagai macam variasi rasa? Anda bisa mencampurnya dengan puding." Kyuubi menambahkan.

"Tapi, ice cream katanya bisa membuat bayi besar nantinya."

"Bayi besar itu bisa terjadi karena pengkonsumsian ice cream atau semua makanan manis banyak mengandung gula atau karbohidrat. Asalkan kita bisa mengontrol asupan makanan yang masuk, saya kira itu tidak masalah. Atau jika anda memiliki penyakit turunan seperti kencing manis, anda harus berhati-hati karena itu juga bisa menyebabkan bayi besar."

"Jadi seperti itu. Syukurlah saya tidak memiliki penyakit itu dok. Tapi dok, saya itu termasuk orang yang suka makan makanan asam dan pedas. Apalagi biasanya wanita hamil muda seringkan makan buah mangga muda, jeruk yang asam. Apakah boleh dok?"

"Sebenarnya kalau makan sedikit saya rasa tidak masalah. Tapi situasinya berbeda lagi jika anda mengalami mual-muntah. Makan makanan asam dan pedas malah akan memicu peningkatan asam lambung. Itu akan memperparah kondisi anda. Jadi sebaiknya dihindari dulu."

"Baik dokter, terima kasih kami akan melakukan saran-saran anda."

"Karena ini adalah kunjungan pertama anda nyonya Anko, saya menyarankan agar anda melakukan beberapa pemeriksaan laborat, seperti tes golongan darah, tes Hb*, serta tes HIV/AIDS dan Hepatitis.

"Untuk apa dok? Kami berdua berasal dari keluarga baik-baik kok dokter."

"Begini tuan dan nyonya, sekarang semua ibu hamil wajib melakukan tes HIV dan Hepatitis. Tujuan utamanya adalah mencegah terjadinya penularan dari ibu ke bayi. Bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati."

"Baiklah dok, kami mengerti."

"Syukurlah kalau begitu. Saya akan membuat surat pengantar untuk anda ke bagian laborat."

"Baik dok."

"Iya. Ada lagi yang perlu di tanyankan?"

"Mungkin untuk sekarang tidak dokter."

"Baiklah, Kalau ada yang perlu di tanyakan, anda bisa menghubungiku."

"Hn, terima kasih."

"Iya, Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kehamilan istri anda."

"terima kasih dokter. Kami permisi. Selamat pagi." Kyuubi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

.

.

Menjelang makan siang akhirnya Kyuubi bisa sedikit bersantai, pasien terakhirnya baru saja keluar. Ia meregangkan badannya yang agak kaku.

Ketukan di pintu menghentikan peregangan badannya. Matsuri memasuki ruangan dengan menenteng sebuah bingkisan di tangannya.

"Apa yang kau bawa itu?"

"Ini ada bingkisan untukmu."

"Dari?" tanya Kyuubi sambil menerima bingkisan itu.

"Asisten Hatake-san mengirimkannya barusan. Dia bilang bosnya sangat puas dengan pelayananmu. Ini sebagai ucapan rasa terima kasih. Apa isinya?" tanya Matsuri sedikit penasara dengan bingkisan dari keluarga yang cukup terpandang di Konoha.

"Hua,,, sepertinya enak." mata matsuri berbinar menatap satu box cupcake dengan berbagai bentuk yang lucu-lucu.

"Kau mau, kau bisa ambil satu atau dua."

"Eh,, benarkah?" Kyuubi mengangguk sebagai jawaban.

"Terima kasih."

"Aku lapar, kau mau ke kantin bersama?" tanya Kyuubi.

"Eh, aku sudah bawa bekal sendiri."

"Ayolah, kau bisa makan disana bersamaku." Kyuubi memberikan pandangan memohon pada Matsuri.

"Ta,,,tapi. a,,aku sudah ada janji." wajah Matsuri memerah dan Kyuubi sudah cukup dewasa untuk mengetahui alasannya.

"Baiklah, aku akan makan sendiri."

.

.

.

Kyuubi baru memakan makanannya beberapa sendok, ketika ada seseorang yang menghampirinya.

"Kyuubi-san?" Kyuubi mendongak menatap orang yang memanggilnya.

"Eh,, Itachi-san?"

"Apa yang kau lakukan disini." lanjut Kyuubi.

"Aku bekerja disini." Itachi menunjukkan jas putihnya. Ia tersenyum, merasa beruntung karena ternyata mereka juga satu tempat kerja. "Boleh aku bergabung?"

"Te,,tentu."

"Wah,, aku tidak menyangka kita bekerja di tempat yang sama." Itachi duduk di depan Kyuubi lalu meletakkan nampan makan siangnya.

"Aku juga tidak menyangka. Kau juga bekerja disini." Kyuubi meminum jus apelnya, "Kau dari divisi mana?"

"Perawatan anak. Aku seorang dokter spesialis Anak, Kyuubi-san. Kau sendiri?"

"Aku dari divisi Maternitas."

"Wah,,, jadi kau dokter cantik yang sedang panas di bicarakan itu?"

"Maksudmu?"

"Beberapa perawat dan dokter-dokter di divisiku sedang heboh membicarakan dokter baru yang menjadi kepala divisi maternitas yang baru yang menggantikan dokter Tsunade."

"Ah, kuharap bukan hal-hal buruk yang mereka bicarakan."

"Hahaha,, tenang saja, mereka semua memuji kehebatanmu dalam menangani kasus kemarin. Mereka juga membicarakan kecantikanmu."

"Mereka terlalu berlebihan, aku tak seperti itu. Tapi syukurlah kalau begitu." ujar Kyuubi dengan senyum tipis.

"Menurutku mereka benar. Anda memang cantik dokter Kyuubi."

"Ah,, sudahlah dokter. Aku tidak suka di puji seperti itu."

"Kenapa?"

"Hanya tidak suka saja, karena cantik itu relatif. Kalau anda menyukai sesuatu karena kecantikannya, maka saat nanti dia sudah tidak cantik lagi anda akan meninggalkannya." ujar Kyuubi dengan datar. Sedangkan Itachi terpaku akan ucapan Kyuubi.

"Hn, anda benar dokter." Itachi masih memperhatikan sikap Kyuubi yang sedikit berubah.

"Kurasa bagian maternitas dan perawatan anak akan sering bersama." Kyuubi mulai menyunggingkan senyum tipis lagi. Tapi, Itachi masih menangkap kejanggalan dari senyum Kyuubi.

"Hn, kurasa kita akan sering bertemu sekarang."

"Iya, sepertinya begitu." Keduanya saling melempar senyum dan mulai memakan makan siangnya.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Kamus Dan :

1. Rekam medis : Beisikan status kesehatan pasien dan riwayat kesehatan yang lalu biasanya juga di muat di situ.

2. USG : Ultrasonografi digunakan untuk mengobservasi keadaan janin dalam kandungan ibu.

3. Tes Hb : Hb (Hemoglobin) adalah senyawa protein yang mengangkut oksigen dalam sel darah merah dari paru-peru keseluruh tubuh. Tes ini digunakan untuk memilai kadar hemoglobin dalam darah. Kekurangan kadar Hb menimbulkan penyakit anemia (kurang darah). Pada ibu hamil kadar Hb normal adalah 11gr%. untuk perempuan biasa sekitar 12-13gr%

.

Bagi yang belum mengerti bisa search ke mbah Goo ya :3

.

.

.

Waah,,, sepertinya banyak yang nebak benar ya! Iya, sie cowok abang keriput aka Itachi. Hehehe dan Buat yang nanya peran abang Chiput jadi apa udah kejawab juga kan.

Nah,, untuk yang tanya pasien yang di chap 1 itu sapa, Mereka semua Oc tanpa nama. Dan sengaja bikin kayak gitu soalnya cuma prolog aja tentang kejenuisan Kyuubi sebagai dokter.

Nah,,, dari Chap ini dan selanjutnya bakalan ada pairing-pairing baru. Di chap ini Dan bikin KakaxAnko :3

Ada yang mau nyumbang pairing dan kasus yang mau di angkat? Tapi mohon bersabar ya Dan juga perlu pendalaman dulu tentang kasus yang mau di bahas.

Apa hubungan antara Kyuu sama Ita mungkin reader semua udah tau sendiri :3

Pokoknya ikuti aja kelanjutan ceritanya. hehehe,,,

Okey,,, minna. Terima kasih udah nyempetin waktu buat baca, fav dan fol.

Dan mohon masukan dan koreksi pada reader semua yang lebih tau akan seluk-beluk 'Kesehatan'. Dan sangat menharapkan kritik dan saran dChapemi Kemajuan penulisan fict ini kedepannya. Dan mohon maaf kalau ada kata-kata Dan ada yang salah dalam istilah kesehatannya dan menjelaskan istilah-istilah kesehatan itu. Dan sudah berusaha menggunakan bahasa yang menurut Dan bisa di terima untuk semuanya.

Jadi tinggalkan jejak kalian di kolom repiu ne minna~

Jaa ne (^_^)/