Kematian merasakan sang master hadir di realm antara yang hidup dan dunia arwah. Harry adalah adalah master dari deathly Hollow dengan dimilikinya ketiga benda bagian deathly hollow. Pemilik deathly hollow dikatakan adalah penguasa kematian, begitulah seharusnya Harry.
"Master.. "
Harry melihat sosok kematian. Ia memakai sebuah jubah hitam dengan kepala bertudung tanpa wajah. Tangan kematian panjang putih dan sangat pucat.
"Siapa kau?"
Tanya Harry kepada sosok itu. Harry tidak terlalu terkejut begitu ia memutuskan untuk mati. Ia kembali ketempat di mana ia bertemu dengan Dumbeldore ketika Voldemort mencoba membunuhnya. Kali ini Harry tidak inggin kembali kedunia orang-orang yang hidup.
"Aku adalah kematian"
Harry terkejut mendengar kata yang terucap dari sosok itu.
"Apakah ada yang dapat saya lakukan untuk master"
Harry berpikir sejenak mencerna kata-kata kematian. Ia ingin bertemu dengan Sirius, kedua orang tuanya, remus, dan juga mungkin George.
"Bisakah aku bertemu dengan Sirius dan kedua orangtuaku"
"Saya hanya bisa memanggil mereka yang masih berada di dunia kematian master"
"Maksudmu?"
"Lily dan James telah terlahir kembali kedunia mereka yang hidup"
"Maksudmu mereka terlahir kembali?kupikir reinkarnasi itu tidak ada"
"Semua jiwa akan melewati siklus berulang kehidupan dan kematian tuan. Begitulah hukum semesta. Kecuali jiwa mereka yang mencoba mencurangi kematian seperti Tom Riddle"
"Mencurangi kematian seperti tiga bersaudara paverell?"
"Ketiga bersaudara pavaerell ditakdirkan oleh nasib untuk membawa deathly hollow kedunia manusia untuk diberikan kepada sang master kematian"
Kamatian membaca raut kebingungan di wajah Harry.
"Saya tahu anda lupa bahwa sejak awal anda adalah pemilik deathly hollow. Anda telah menjadi pemilik deathly hollow sebelum anda terlahir kembali sebagai Harry James Potter. Sebelum anda lahir, takdir lewat perantara Sybill Trelawney menyampaikan sebuah ramalan bahwa yang mempunyai kekuatan untuk melawan pangeran kegelapan dan ia memiliki kekuatan yang tidak diketahui oleh pangeran kegelapan. Hal itu bukan Cuma kebetulan tanpa alasan. Anda sejak awal, lahir untuk memperbaiki keseimbangan semesta, menghakimi mereka yang mencoba mencurangi kematian sebagai master kematian. Lily dan James diganjar oleh takdir dengan kehidupan yang jauh lebih baik di kehidupan mereka yang baru karena membawa anda kedunia master"
Harry terkejut dengan kata-kata kematian. Harry mengira kematian memanggilnya master karena ia pernah memiliki ketiga benda deathly holllow, jubah, tongkat dan batu. Tak pernah terbesit di benaknya, ia selamat saat Voldemort berusaha membununya saat bayi dan bahkan ketika ia mati dan hidup kembali karena ia dari awal adalah pemilik deathly hollow yang otomatis membuatnya sebagai master kematian.
"Untuk suatu alasan anda memutuskan untuk lahir sebagai Harry James potter tanpa ingatan kehidupan sebelumnya"
Penjelasan kematian memenuhi kepala Harry.
"jadi kamu masih bisa bertemu dengan Sirius?"
"Benar tuan"
Kematian berpindah tempat beberapa langkah didepannya. Dibelakangnya tampak sosok sirius.
"hai Harry"
Sirius segera memeluk tubuh harry dengan erat.
"bagaimana kau biasa kesini? Baik aku tahu kau yah begitu mati...tapi bagimana bisa?"
"itu..."
Harry tidak tahu bagaimana harus mengatakan kepada Sirius bahwa ia mengakhiri hidupnya sendiri. Betapa menyedihkan dan tidak bergunanya dia.
Sirius memandang wajah anak baptisnya dengan seksama. Ia melihat raut wajah malu dan rasa bersalah dan memutuskan tidak ingin mengungkit hal buruk yang mungkin terjadi sehingga Harry bisa sampai di tempat ini.
"Sirius maafkan aku karena aku kau meninggal"
Tangis harry pecah dan memeluk erat sirius. Harry yang lebih pendek dari sirius menegelamkan wajahnya pada dekapan sirius
"Harry...Harry.. jangan menangis, aku tidak apa-apa. Tempat ini tidak terlalu buruk. aku hanya kebosanan menunggu saat untuk aku pergi ke kehidupan selanjutnya. Kau tahu yang paling membuatku kuatir adalah dirimu, aku sangat kuatir dengan keadaanmu Harry."
Sirius menepuk-nepuk punggung Harry dengan lembut berusaha menenangkan Harry
"Harry aku binggung harus sedih atau lega ketika melihatmu disini" sirius tertawa kecil berusaha mencairkan suasana
"Maaf sirius"
Harry masih sangat merasa bersalah dengan kematian sirius. Sirius juga orang yang paling dekat yang ia anggap sebagai orangtua, karena ia malah tidak mempunyai kenangan dengan lily maupun james karena masih terlalu kecil ketika keduanya meninggal. Butuh waktu beberapa menit hingga tangis Harry mulai mereda.
"aku berharap bisa bertemu dengan kedua orangtuaku, aku berharap aku bisa berharap bisa merasakan bagaimana memiliki keluarga"
Hati Sirius sangat hancur ketika mendengar ucapan anak baptisnya.
"Maafkan aku Harry karena emosi dan kebodohanku aku mengambil kesempatanku untuk menjadi penganti orangtua bagimu Harry. Aku seharusnya tidak mengejar Peter malam itu"
Sirius ikut menangis menciumi kepala Harry. Sirius merasa telah gagal kepada Harry, kepada James dan juga Lily yang sudah mempercayakan kepada nya untuk menjadi ayah baptis untuk Harry.
"Lady fate"
Kematian menyapa sosok yang tiba-tiba hadir. Ia wanita bertubuh tinggi dengan paras sangat cantik yang Harry yakin tidak ada wanita di dunia secantik dia. Kulitnya berwarna putih dengan ramput panjang pirang pucat. Ia memakai gaun putih keperakan.
"Harry aku adalah takdir"
Kini Harry yang masih sedikit meangis melihat kearah takdir. Takdir mengulurkan tangannya menyentuh pipi harry yang basah dengan air mata.
"Maafkan aku nak, karena tugas yang aku berikan membuatmu menanggung banyak rasa sakit"
Takdir sungguh-sungguh merasakan prihatin kepada Harry. Takdir dapat membaca pikiran, hasrat dan merasakan emosi setiap manusia. Ia tahu akan masa depan dan masa lalu.
"Harry aku akan mengabulkan keingginanmu untuk memiliki sebuah keluarga, bertemu dengan James dan Lily"
"Bagaimana caranya?"
"Kamu akan terlahir di semesta yang berbeda dimana kedua orangtuamu masih hidup"
"Bukankah itu artinya mereka buka kedua orangtuaku"
"Tahukan kamu harry bagaimana semesta pararel tercipta. Saat Sirius memutuskan untuk mengejar Peter dan dituduh sebagai penghinat keluarga potter, ia juga mempunyai pilihan untuk tinggal dan dan membawamu pergi ketempat aman sehingga dia tidak dituduh sebagai penghianat dan dijebloskan ka azkaban. Saat terdapat dua atau lebih kemungkinan pilihan maka akan tercipta dua atau lebih versi semesta berbeda. Semesta dimana Sirius yang ada di Azkaban dan Sirius yang membesarkanmu dari kecil hingga lulus Hogwarts."
"Sepertinya aku pernah membaca itu disebuah buku muggle berjudul fisika Quantum"
Sirius menimpali
"Ya beberapa orang masih memiliki memori sebelum mereka lahir dunia termasuk dunia di realm antara kematian dan kelahiran kembali, dan terkadang aku bercerita kepada beberapa orang yang sedang menunggu di realm tentang bagaimana semesta dan takdir bekerja. Mungkin muggle itu masih mengingat sedikit apa yang aku katakan. Tetapi aku hanya bicara kepada orang-orang tertentu dan bukan kebetulan"
Takdir bicara dan tersenyum penuh arti. Harry mendengarkan takdir dengan seksama.
"Harry kau akan terlahir bukan sebagai potter tetapi kupastikan kau akan memiliki kedua orangtua yang sangat menyayangimu dan juga kau akan memiliki kesempatan bertemu dengan Lily dan James meskipun bukan sebagai orangtuamu, dan jangan lupa kau juga kan bertemu dengan Siriusmu yang ini dikehidupan nanti"
"Bisakah kedua orangtuaku adalah james dan lily?"
Takdir tersenyum dan mengeleng kearah Harry
"Maafkan aku Harry untuk banyak alasan hanya semesta ini yang memungkinkanku mempertemukanmu dengan Lily dan James. Ini adalah satu-satunya semesta dimana Lily dan James tidak meninggal di tangan dark lord. Dan meskipun agak sulit, aku dapat memasukkan jiwa sirius ini ke tubuh sirius didunia itu"
Harry melihat kearah Sirius seolah meminta persetujuan.
"Apapun keinginanmu Harry"
Sirius berkata sembari tersenyum ke arah Harry, dia hanya ingin Harry bahagia. Sirius kemudian angkat bicara
"Lady Fate jika harry setuju maka bisakah aku masih memiliki memori dikehidupan ini. aku ingin mengingat Harry, menemukannya dan membuatnya bahagia"
"Baik akan kupenuhi permintaanmu"
"Lady fate aku ingin meskipun Lily dan James bukan kedua orangtuakan ingin mereka tidak membenciku"
"Oh Harry mereka tidak akan membencimu, mereka akan sangat menyayanginmu seperti anak mereka. Ini artinya kau menerima apa yang kutawarkan"
Harry mengangguk.
"Itu artinya Sirius harus pergi terlebih dahulu"
Sosok Sirius tiba-tiba menghilang
"Apa yang terjadi?"
Tanya harry
"Sirius telah masuk semesta dimana dia mati tenggelam di danau Hogwarts, jiwanya akan digantikan oleh Siriusmu, dia kan bertemu denganmu dalam beberapa tahun kedepan"
"Aku berarti harus menunggunya cukup lama"
"Tidak juga Harry, waktu dunia ini dan disana berbeda"
Harry tiba-tiba merasa tubuhnya ditekan dan dihisap seperti menggunakan portkey
