"I don't know"

Disclaimer : Masashi kishimoto-sensei

Genre : Romance

Chapter 2

Suasana kelas yang sepi membuat heran setiap orang yang melewati kelas unggulan ini. Padahal beberapa hari belakangan ini kelas ini layaknya pasar dadakan meskipun jumlah muridnya hanya 20 orang. Hmmm... rupanya kegiatan belajar mengajar di kelas ini telah kembali dimulai meskipun ada beberapa pelajaran yang belum remidi.

Iruka-sensei tampak menjelaskan materi vektor yang cukup membuat siswa siswi kelas ini pusing. Banyaknya simbol dan rumus yang ada makin memperparah keadaan mereka yang telah letih akibat upacara bendera rutin tiap hari senin. Dengan santainya Iruka-sensei menambah penderitaan siswa siswi ini dengan memberikan tugas untuk mereka. Sungguh mengenaskan. Yang diberi tugas hanya mampu menghela nafas panjang. 'baru aja selesai ujian, tugas dah seabrek' batin mereka.

Teeeeeet ... teeeeeet...

Penyelamat yang telah ditunggu-tunggu oleh seisi kelas pun datang. Mereka berteriak girang, namun tentu saja hanya dalam hati. Mereka kan masih menghormati sensei mereka ini. Setelah Iruka-sensei meninggalkan kelas, sebagian besar dari mereka pun segera melesat keluar kelas, menuju kantin sekolah. Namun ada juga yang tetap setia diam di dalam kelas.

Di empat bangku pojok kanan depan tampak empat gadis manis sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sakura tampak berbicara dan cekikikan dengan Tenten. Di belakang mereka tampak Temari yang nempel dengan Shikamaru. Dan terlihat aura agak seram dari bangku paling pojok karena dia dicuekin oleh sahabat-sahabatnya itu. Hinata menekuk wajahnya. Telihat amarah, kesal dan sedih yang bercampur menjadi satu. Ia pun berinisiatif untuk pergi ke halaman belakang, tempat favoritnya.

Udara sejuk dan pemandangan yang cukup indah membuat tempat ini nyaman sebagai tempat melarikan diri. Taman belakang Konoha High School. Dihiasi oleh banyak pohon sakura dan bunga lavender . Hinata sering sekali pergi kesini, tapi sahabat-sahabatnya tak tahu tempat ini.

Hinata segera menyamankan dirinya di bawah salah satu pohon sakura yang ada. Ia mulai membaca novel yang sengaja dibawanya tadi. Namun, ia tak dapat mencerna novel yang ia baca. Ia pun menghentikan aktivitasnya dan terkenang kejadian semalam.

OOOOOOOOOOOOOO

'Sepi sekali' pikirku begitu aku sampai di rumah. Padahal biasanya setiap aku sampai di rumah Tou-san pasti menyambutku dengan semangat dan menanyaiku macam-macam. Meski agak risih tapi aku senang sekali Tou-san perhatian padaku. Kadang aku kasian pada Tou-san yang harus membesarkan aku dan Neji-nii sendirian. Kaa-san meninggal saat aku berumur 4 tahun karena kecelakaan.

Drrrrttttt... Ddrrrrrttttt...

Hpku bergetar. Aku segera meraihnya dan menekan tombol berwarna hijau di Hpku.

"Moshi-moshi"

"Hinata, aku lupa memberitahumu kalau Tou-san pergi bertugas ke luar negeri selama seminggu. Maaf ya. Dan aku juga harus latihan basket hari ini, jadi aku pulang telat."

"Owh. Pantas di rumah sepi sekali."

"Iya, aku tutup dulu ya. latihannya dah mau mulai. jaa."

"Met latihan nii-san."

'Hufh… sendirian dech. Tapi g papalah. Enaknya ngapain ya?' pikir Hinata. Tiba-tiba saja ia ingat Sasuke dan Naruto. Sasuke dan Naruto memang sering menemaninya di saat seperti ini. Hinata selalu bisa mencurahkan segala unek-uneknya pada mereka. Rasa nyaman selalu diberikan Sasuke dan Naruto pada Hinata. Mungkin itu mereka melakukannya karena mereka mengerti rasa kesepian yang dialami Hinata.

OOOOOOOOOOOO

Entah kenapa air mata yang selama ini selalu berhasil dibendung olehnya tiba-tiba jebol. Hinata tak sanggup merasakan kesepian dan kesendirian lebih dari ini. Sahabat-sahabatnya yang memang dari dulu tak terlalu dekat dengannya sekarang terasa sangat jauh. Jii-san dan Nii-sannya juga sedang sibuk. Bahkan kemarin pun Jii-sannya tak sempat menelfonnya. Ia ingin kembali ke masa SMP dimana semuanya masih berjalan biasa saja dan dirasa baik-baik saja.

Hinata terus meneteskan air matanya hingga ia merasa sedikit tenang. Ia mulai berpikir untuk hidup tanpa orang lain. Namun disadarinya, hal itu tidak mungkin. Ia tetap membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Yang bias menyayanginya, melindunginya, dan mencintainya.

Hinata yang merasa agak pusing pun melangkahkan kakinya ke UKS. 'Mungkin darah rendahku kambuh' pikirnya. Melewati lorong sekolah yang ramai yang sangat berlawanan dengan suasana hatinya saat ini. Ia hanya bisa menatap dengan pandangan kosong pada sekumpulan anak yang tengah berbincang-bincang dengan teman-teman mereka. Hinata sangat iri. Benar-benar iri. Ia juga ingin melakukan berbagai hal dengan teman-temannya.

Sesampainya di UKS yang kosong, Hinata segera meletakkan tubuhnya di atas salah satu tempat tidur. Ia mulai merasa nyaman, rasa pusing di kepalnya mulai berkurang dan digantikan oleh rasa kantuk yang menyerangnya. Hinata pun tak isa melawan rasa kantuk itu lebih lama dan tak lama ia pun terlelap.

OOOOOOOOOOO

Seseorang tengah memperhatikan seorang gadis berambut indigo sepinggang yang menangis di bawah pohon sakura. Sungguh ia ingin mendekatinya, memeluknya, dan menenangkannya. Namun ada sesuatu dalam hatinya yang melarangnya. Ia tak ingin gadis itu terluka. Hanya itu.

Ia hendak beranjak dari tempatnya berdiri, namun gerakan sang gadis menghentikan gerakannya. Ia melihat gadis itu berlajan memasuki gedung sekolah. Tanpa disadarinya, ia pun mengikuti langkah sang gadis. Gadis itu berhenti di depan ruangan yang di atasnya bertuliskan UKS. 'Pakah darah rendahnya kumat?' pikir orang itu. Ia menunggu di luar ruangan dan tak melihat sosok yang selalu dilihatnya sejak tadi keluar. Ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam.

Di atas sebuah tempat tidur di pojok ruangan, tampak seorang gadis manis tengah tertidur. Pelan tapi pasti, sebutir air mata meleleh dari mata gadis itu. Ia tersentak. Ia merasa sangat sakit. Gadis yang paling ingin dijaganya menangis, dalam mimpi sekalipun. Ia mengusap air mata gadis itu dan bergumam "maafkan aku Hinata, kau pasti sangat terluka" ucapnya parau. Ia pun pergi meninggalkan Hinata karena ia tak mampu menatap wajah gadis itu lebih lama.

TBC

Lavine-chan :

hmmm iya nich, aku rada g bisa mendeskripsikan dg baik

hehehe

Haruna Aoi :

hoooo... lmayn pnasaran yach

he'em q ngetiknya buru-buru soalna ^^"

Fi Suki Suki :

aduh... typonya emang banyak bget

huruf m bnyak yang ketuker ma huruf n

maaf yach

All: thanks dah baca fic aku yang geje ini

yosh! smagat bwt lanjutin fict

hehehe