Danzou mengadakan acara peragaan busana untuk memperlihatkan pakaian pusaka kerajaan yang dia peroleh. Dia juga memilih wanita cantik untuk meragakan busana itu di depan para tamu undangan. Kakashi yang mengetahui hal itu menyuruh Sasuke dan Naruto untuk menyelinap masuk ke dalam markas Danzou untukmengambil sesuatu yang hilang. Sasuke dan Naruto mengajak dua temannya untuk pergi ke tempat Danzou. Mereka memikirkan siasat untuk mendapatkan baju tersebut. Bersama Rock Lee yang merupakan putra dari Guy serta Shikamaru yang merupakan teman mereka berhasil menyeusup masuk ke dalam rumah Danzou. Mereka berempat menggunakan strategi penyamaran dan menyamar sebagai anak buah Danzou. Shikamaru, Rock Lee, dan Naruto bergerak bersama sedangkan Sasuke ikut dalam kerumunan para tamu undangan

"Naruto, Rock Lee, kalian ikut aku keruang ganti! Lalu kau Sasuke, membaurlah bersama para tamu undangan dan buatlah keributan saat peragaan baju pusaka keluar!" Perintah Shikamaru dengan memberikan tugas pada mereka.

"Di mengerti." Jawab Sasuke singkat. Dia mempercayai Shikamaru sebagai penyusun strategi karena dia mengakuinya ahli dalam bidang strategi dan semacamnya.

"Soal masalah strategi, Shikamaru memang paling bisa di andalkan dari pada Sa- ..." Naruto langsung menghentikan perkataannya setelah mendapat tatapan sinis dari Sasuke."Asal kalian tahu, aku mengikuti perintahnya bukan karena aku tunduk padanya, melainkan benda pusaka itu memang sangat penting." Ucap Sasuke datar. Kemudian dia berjalan menuju tempat para tamu undangan berkumpul.

"Kenapa orang seperti dia merepotkan sekali," shikamaru mengeluh karena sifat temannya yang satu itu.

Saat peragaan busana pusaka, Sasuke terkejut melihat seorang wanita cantik mengenakan pakaian pusaka itu. Tak jauh dari sana komandan Danzou tidak kalah terkejut. Pasalnya, pakaian tersebut seharusnya dipakai oeh model wanita yang dia pilih tapi melainkan dipakai oleh perempuan yang bukan pilihannya.

Dengan indahnya wanita itu memeragakan busana pusaka yang berwarna kuning keemasan. Jika dilihat dengan teliti, sepertinya busana itu merupakan milik seorang Ratu. Dengan pelan wanita itu berjalan di atas panggung yang telah di sediakan. Rambut yang tergurai panjang tidak menutupi wajah cantiknya. Sungguh cocok seperti dewi yang turun dari khayangan. Para tamu undangan pun dibuat tambah kagum ketika wanita itu terbang mengelilingi ruangan. Sasuke pun dibuat kagum dan kaget serta bergumam,"Apakah pakaian itu memiliki daya gravitasi?" pikir Sasuke.

Pertunjukan yang paling memukau pun selesai setelah wanita itu masuk kedalam.

"Lapor tuan Danzou. Ada penyusup," ucap anak buah Danzou.

"Cepat tangkap wanita yang mengenakan busana pusaka tadi! Dan tangkap juga penyusupnya!" Perintah Danzou.

Para pasukan pun bergerak cepat untuk menangkap penyusup itu. Tapi tiba-tiba listriknya padam. Para tamu undangan pun panik. Sasuke dan ke 3 temannya berusaha keluar bersama para tamu. Saat berusaha mencari jalan keluar, Sasuke bertenu dan bertempur dengan Sai. Dengan cerdiknya Sai meminta bantuan para penjaga gerbang rumah Danzou untuk menangkap Sasuke. Sai juga bilang pada penjaga kalau Sasukelah penyusupnya.

Di tempat lain, seorang pasukan anak buah Danzou sedang terlihat memasukkan baju pusaka itu kedalam tas. Dia juga melepaskan seragam yang dikenakannya. Ternyata ada penyusup lain selain Sasuke dan kawan-kawan.

"Cepatlah Sakura! Lama sekali ganti pakaiannya?" Ucap penyusup itu panik. Lalu ada seorang rekannya lagi yang sedang berada di ruang ganti.

"Tenanglah sedikit Ino, kalau kau panik aku juga ikut panik!" ucap rekannya yang bernama Sakura. Sepertinya yang mengenakan pakaian pusaka tadi adalah Sakura. Mereka kini memakai pakaian biasa dan bercampur dengan para tamu undangan.

Danzou menyuruh pasukannya untuk memeriksa para tamu undangan. Ino mulai panik saat ada pemeriksaan tas. Namun, rekan wanitanya yang bernama Sakura rupanya cukup cerdik dengan cepat memindahkan tempat persembunyian baju pusaka yang ia curi itu sehingga keduanya lolos dari pemeriksaan.

Sasuke, Naruto, Shikamaru, dan Rock Lee pun berhasil lolos dari pengejaran dan kembali kerumah Guy dengan tangan kosong.

"Yah, pulang dengan tangan kosong," Ucap Naruto.

"Hei Naruto, jangan menyerah begitu, tunjukkan semangatmu!" Rock Lee memberi semangat pada Naruto dengan mengacungkan jempolnya.

"Sasuke, apa rencanamu?" Tanya Shikamaru.

Sasuke hanya menjawabnya singkat, "Tidak ada,"

"Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu." Ucap Shikamaru sambil mulutnya yang menguap karena mengantuk.

"Paman Guy, Kakashi kemana?" Tanya Naruto.

"Dia kembali ke gunung untuk menjaga makam lagi," Jawab Guy.

"Memangnya masih ada yang harus dijaga ya Sasuke?' Tanya Naruto lagi.

"Entahlah,"

Sore harinya Naruto, Rock Lee ditambah 2 orang temannya bernama Kiba dan Chouji sedang bermain bola dilapangan pingggir sungai. Sedangkan Sasuke duduk sambil menyenderkan punggungnya di atas batang pohon besar menikmati angin yang menyejukkan di sore hari.

"Kiba, oper bolanya padaku!" Naruto meminta Kiba mengoperkan bola padanya. Dengan sekuat tenaga Kiba menendang bola tanpa melihat posisi Naruto berdiri hingga bolanya jauh bolanya melambung tinggi. Bola itu jatuh di sungai yang mengalir di dekat lapangan. Sesuai peraturan yang menendang bola keluar lapanganlah yang mengambilnya.

Kiba berlari dengan cepat mengejar bola yang hanyut di sungai. Mungkin dia juga akan menjeburkan dirinya ke sungai. Saat mata mereka tertuju pada kiba yang berlari mengejar bola, tak sengaja mereka terkesima melihat seorang gadis cantik naik sepeda bersimpangan dengan kiba. Angin yang berhembus membuat rambut pinknya tergurai panjang, tertiup seperti ombak dipantai. Pakaiannya yang putih membuatnya terkesan seperti seorang putri Raja.

"Waah ..." Ucap Naruto dan Rock Lee bersamaan melihat gadis itu.

"Waaah ..." Ucap Chouji melihat banyaknya makanan yang ditaruh diranjang depan sepeda gadis itu.

"Dia kan ..." sedangkanSasuke terkejut melihat gadis yang dia pikir sama dengan gadis yang mengenakan pakaian pusaka di rumah Danzou tadi malam. Langsung saja Sasuke turun dari pohon dan berlari mengikuti gadis itu.

"Pasti aku bermimpi," Ucap Rock Lee melihat Sasuke mengejar seorang gadis.

"Hei, jangan bengong saja, nanti kutinggal lho!" Naruto berteriak memanggil Rock Lee dan Chouji sambil berlari mengejar Sasuke.

"Hei, tunggu!" Chouji yang badannya gemuk tak dapat menyaingi mereka yang berlari dengan cepat.

Mereka mengikuti gadis itu hingga berhenti di sebuah perpustakaan umum Konoha.

"Kalian bertiga masuk ke perpustakaan duluan dan awasi setiap gerak-gerik gadis berambut pink itu," Perintah Sasuke.

"Tanpa kau perintah pun kami akan masuk," Jawab Naruto sekenanya sambil tersenyum aneh.

Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam perpustakaan setelah gadis itu masuk. Di saat yang bersamaan Sasuke melihat dua orang masuk dengan gerak-gerik yang aneh. Sasuke berpendapat bahwa mereka berdua pasti orang-orang suruhan Danzou. Sasuke juga mengira kalau kedua orang itu juga mengikuti gadis berambut pink itu. Sasuke yang sebelumnya ingin mengawasi dari luar akhirnya masuk juga kedalam perpustakaan.

Di lapangan, Kiba yang baru saja mengambil bola disungai, kini berdiri ditengah lapangan, "Mereka semua pergi kemana?"

Saat gadis itu memilih buku yang akan dia baca, tiba-tiba ada orang yang menodongkan pistol di punggungnya, "Diam! Jangan berteriak dan cepat keluar dari tempat ini," perinta orang itu.

Disebelah rak buku belakang orang yang menodongkan senjata itu, Sasuke dan kawan-kawan melihatnya. Sasuke pun memerintah Chouji untuk mendorong rak paling depan guna menolong gadis itu. Rak paling ujung depan pun roboh. Orang yang menodongkan pistol terkejut ketika rak dibelakangnya ambruk. Dia menahan kedua tangannya sekuat tenaga. Gadis itu berlari serasa ada yang menarik pergelangan tangannya. Ternyata yang menarik tangan gadis itu adalah Sasuke. Sasuke membawanya berlari kearah pintu belakang perpustakaan. Mereka terkejut karena di balik pintu ada sungai dan ada satu rakit yang terbuat dari bambu. Tanpa pikir panjang mereka berdua menaiki rakit itu. Saat sasuke menoleh ke belakang ternyata dua orang tadi mengikuti sambil menodongkan pistol hendak menembak. Tanpa pikir panjang Sasuke menarik tangan gadis itu menaiki rakit bambu lalu mnedayungnya dengan sekuat tenaga. Karena arus sungainya deras, rakit itupun hanyut terseret arus. Tanpa mereka sadari, dua orang itu juga ikut melompat diatas rakit dan terjadi perkelahian di antara Sasuke dan kedua orang suruhan kemampuan bela dirinya Sasuke berhasil mengalahkan mereka dan menjeburkannya kesungai. Namun sebuah kecelakan tak di sengaja Sasuke dan gadis itu juga terjebur ke sungai karena rakit yang mereka tumpangi rusak akibat perkelahian tadi. Mereka hanyut terbawa arus sungai.

"Dia nggak bangun-bangun, mungkin sudah gawat ya? Airnya juga sudah pasang. Kalau tidak salah Kakashi pernah bilang, dari dulu sihir untuk membangunkan tuan putri dari tidurnya hanya satu, yaitu ..." Dengan pelan Sasuke mendekatkan bibirnya kearah bibir gadis itu dan menciumnya, bukan memberikan nafas buatan pada gadis itu. Semakin lama ciuman Sasuke menjadi lumatan yang menggairahkan hingga membuat si gadis mendesah.

"Ehnm," Sasuke yang merasakan gadis itu mulai sadar melepas pagutannya. Sasuke membersihkan sedikit saliva yang berada di sudut bibirnya.

Sungai itu dikelilingi tebing-tebing yang amat tinggi. Untuk sementara Sasuke dan gadis itu bermalam ditepi sunga dan sekaligus mengeringkan pakaiannya yang basah. Mungkin mereka akan menaiki tebing itu atau menyusuri sungai setelahsetelah sang surya terbit.

Suasana begitu hening ketika gadis itu sadar dari pingsannya. Tampak pakaian yang dikenakan gadis itu transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya akibat pencahayaan api unggun yang baru saja Sasuke buat.

"Kenapa kau tidak mengeringkan pakaianmu?" Tanya Sasuke.

Sasuke hanya mengenakan celananya saja den pakaiannya ia taruh di atas batu besar agar cepat mengering.

"Kalau begitu menghadaplah kebelakang. Dan jangan menengok sebelum pakaianku mengering!"

"Hn, Baiklah," Jawab Sasuke datar. Gadis itu mulai membuka kancing bajunya yang basah dan melepaskannya. Kemudian menaruhnya diatas batu dibelakangnya. Perasaan Sasuke tidak enak hingga ia terpaksa menelan ludahnya,"Situasi yang buruk," Gumamnya.

Ketidak hadiran Sasuke dan gadis (Sakura) itu di khawatirkan oleh teman kedua belah pihak. Terutama Ino, teman Sakura. Ia takut Sakura terluka karena mungkin ia sudah dicurigai oleh Danzou karena mencuri pakaian pusaka itu. Ino lebih takut lagi jika ditanya Bibinya Sakura yang bernama Tsunade perihal Sakura pergi sampai selarut malam belum pulang juga.

Sasuke bertanya kenapa orang-orang Danzou mengejarnya. Lalu ia juga menebak perihal bahwa gadis itu telah mengambil pakaian pusaka di rumah Danzou. Karena pada waktu itu ia juga berada disana. Keesokan paginya Sakura mengajaknya untuk mendatangi rumah Dnzou untuk mengambil pakaian pusaka yang disimpannya di bawah meja ruang tamu. Setelah berhasil secara diam-diam mengambilnya kembali, Sakura meminta Sasuke untuk menyimpan pakaian pusaka itu untuknya. Sakura juga belum mengetahui kalau pakaian pusaka itu berasal dari tempat Sasuke dan Sasuke juga mengincarnya.

Sebelum berpisah, Sakura memperkenalkan namanya dan membuat Sasuke diam melongo,"Kenapa tidak dari awal menanyakan namanya?" Gumam Sasuke. Tapi Sasuke tidak terlalu memperhatikan nama belakang Sakura, yaitu Haruno.

Entah itu keberuntungan atau kesialan Sasuke. Yang jelas dia sudah mendapatkan pakaian pusaka serta mendapat ciuman dari seorang gadis cantik bernama Sakura. Yang ada dibenak Sasuke adalah gadis itu seorang pencuri yang handal. Dapat diketahui ketika Sakura sendirian mengambil pakaian pusaka itu dirumah Danzou tanpa ketahuan dan dia hanya menunggu di depan rumah Danzou. Sasuke juga bertanya apakah ia juga mengambil batu giok berwarna hijau. Tapi Sakura tidak mengetahui tentang batu itu. Dia Cuma mendapat informasi tentang pakaiannya saja.

BERSAMBUNG?

...

..

.


Alurnya sengaja kubuat cepat. Fanfic ini juga minim deskripsi. Kalian ingin dilanjutkan apa tidak fanfic ini? Bila ingin silahkan di baca dan jangan lupa reviewnya.

AKHIR KATA

(REVIEW)