Chapter 2

Disclaimer : Semua charakter disini milik Tuhan YME, author cuma pinjem nama

Rate : M ( baru mendekati )

Genre : Romance, hurt, little angst

Warning : BL, YAOI, Typos, cerita pasaran, OOC (mungkin ), Rape, kekerasan, jadi mohon dengan sangat sebelum membaca dibaca dulu bagian warning ini, tidak menerima bash kecuali kritik membangun, so please

DON'T LIKE DON'T READ

.

Pairing

Yunjae only

Other Cast

Junsu, Yoochun, Changmin, Heechul, and others

.

.

.

.

LOVE HURT

.

.

.

.

End Previous Chap

Akhirnya setelah melewati acara demi acara yang terasa membosankan tibalah kami dipenghujung acara, MC mengajak kami semua yang hadir untuk bersulang bersama merayakan awal perjumpaan kami dan berharap dapat bekerja sama tanpa mengalami hambatan. Semua orang sudah bersiap – siap mengangkat gelasnya, tiba – tiba…..

" BRAAAKKKK "

Pintu besar yang tadinya tertutup rapat mendadak terbuka lebar dan semua mata tertuju kearah pintu tersebut menatap heran sosok namja yang tampak terengah – engah berdiri didepan pintu yang sudah menganga lebar, tak urung akupun ikut menoleh kearah pintu tersebut dan seketika mata bulatku terbelalak lebar melihat sosok yang tidak asing lagi bagiku berdiri tegak disana matanya menatap kearahku tajam seakan hendak menelanku bulat – bulat, sedangkan aku hanya dapat berusaha menelan ludahku dengan susah payah.

" Yyun…ah… "

Jaejoong pov end.

.

.

.

.

.

Yunho pov

Dengan nafas yang terengah – engah akhirnya aku tiba di Hotel tempat Jaejoong menghadiri pertemuan tersebut, perlahan kulangkahkan kakiku kearah ruangan yang kuyakini adalah tempat diadakannya pertemuan itu, semakin mendekati pintu tersebut nafasku terasa semakin memburu karena menahan emosi, dan akhirnya…

" BRAAAKKKK "

Kudorong pintu besar itu dengan sekuat tenaga, dan tampaklah sosokku diantara pintu yang menganga lebar tersebut dan tentu saja seisi ruangan itu secara serentak menghentikan kegiatan mereka dan beralih menatapku dengan tatapan heran penuh tanda tanya. Tatapanku langsung menuju sosok cantik yang berdiri didepan berjejer bersama beberapa orang yang semua kukenal, Mr Shim, Lee dong hee dan Song jihyo wanita yang tidak kusukai. Perlahan kulangkahkan kakiku kearah Jaejoong berada, terlihat jelas wajahnya yang pucat semakin pucat, matanya yang besar semakin membesar dan bibir merahnya tampak menggumamkan namaku, tatapan tajamku terus kuarahkan kekedua bola mata hitamnya.

Perlahan namun pasti kulangkahkan kakiku menuju meja tempat mereka berada, sementara tatapan tajamku terus kutujukan kepada sosok cantik yang kini menundukkan kepalanya menghindari tatapanku.

" Mian mengganggu pesta anda Mr Shim.." kubungkukkan sedikit badanku setibanya aku didepan Mr Shim, tatapankupun sudah kualihkan kearah namja setengah baya itu. Kulihat Mr Shim tersenyum menganggukkkan kepalanya, namun sebelum ia memulai kata – katanya aku segera menyambung kalimatku,

" Tujuanku kesini adalah untuk membatalkan kontrak Kim Jaejoong "

Mendadak air muka Mr Shim berubah, dan dalam waktu bersamaan ruangan tersebut mendadak menjadi agak berisik dikarenakan para tamu yang sibuk berbisik – bisik, sepertinya suaraku sangat terdengar jelas ditelinga mereka. Sedangkan Jaejoong? Namja yang sangat kucintai itu terlihat menundukkan kepalanya lebih dalam dan menggigit bibir bawahnya, tampaknya dia sangat terkejut dan tidak menyangka tindakanku akan senekat ini, untungnya tak satupun kamera wartawan ada diruangan ini.

" Apa maksudmu Jung Yunho? " Mr Shim berbicara dengan nada keheranan.

" Aku tak mengijinkan Kim Jaejoong untuk bermain di drama ini " jawabku singkat, disambut desahan secara serempak para tamu diruangan itu.

Yunho pov end

.

Tampak para hadirin yang berada diruangan salah satu hotel berbintang di kawasan cheongdam itu seakan menikmati pertunjukan gratis didepan mereka, betapa tidak seorang Jung Yunho yang menurut gossip memang sedang ada hubungan dengan Seorang Kim Jaejoong sekarang telah berada dihadapan mereka dengan segala emosinya dan meminta Jaejoong untuk membatalkan kontraknya secara tiba – tiba, tentu saja mengundang Tanda tanya yang sangat besar.

" Mian, tapi Kim Jaejoong sendiri sudah menyetujuinya dan sudah menandatangani kontraknya " Mr Shim berusaha untuk tetap tenang. Sementara Jaejoong semakin menundukkan kepalanya menautkan jari jemarinya yang saling meremas, ia merasa sangat malu akan peristiwa ini.

" Aku akan membayar semua ganti ruginya Mr Shim, berapapun itu aku bersedia " tampak hadirin semakin riuh, sang MC tampak sibuk menenangkan tamu – tamu tersebut, sementara Mr Shim hanya mendesah panjang.

" Sebaiknya kau pikirkan kembali tindakanmu ini Jung Yunho shi, mungkin akan ada jalan keluarnya " Mr Shim berusaha membujuk Yunho dengan sabar.

" Tak ada yang perlu dipikirkan lagi Mr Shim, Jaejoong tak akan bermain di drama ini, kalian cari aktor lain saja yang lebih pantas " tegas Yunho.

" Sebenarnya apa alasanmu tak mengijinkan Jaejoong berperan dalam drama ini ? " Tanya Mr Shim heran.

Hening sesaat, kemudian terdengar kalimat tegas dari bibir milik namja tampan itu sementara mata tajamnya menatap namja cantik yang masih terus menunduk tak berdaya oleh ulahnya hari ini.

" Karena Kim Jaejoong adalah milikku, dan aku tak mengijinkannya berperan di drama ini…aku rasa sudah cukup jelas, mianhe kami harus segera pergi "

Ucapan Yunho barusan cukup membuat decakan dan pandangan takjub semua orang yang berada disana, termasuk Song Jihyo yang seakan mendapat serangan jantung setelah mendengar pengakuan seorang Jung Yunho tersebut.

Setelah mengeluarkan kalimat yang membuat semua orang mengangakan mulutnya lebar, dengan langkah cepat Yunho berjalan kearah Jaejoong yang sudah tidak tahu lagi bagaimana keadaannya sekarang karena sudah bertumpuk – tumpuk rasa malu yang didapatnya hari ini akibat perbuatan mantan kekasih yang baru diputuskannya secara sepihak semalam.

GREBBB…! disambarnya lengan kecil Jaejoong.

" Pulang sekarang "

Yunho menarik Jaejoong sedikit kasar agar mengikutinya pergi dari tempat itu. Jaejoong hanya pasrah diperlakukan seperti itu oleh Yunho ia hanya tak ingin menambah rasa malunya apabila ia tidak mengikuti keinginan Yunho saat itu, kemungkinan Yunho akan berbuat lebih nekat lagi.

" Mianhe Mr Shim, Mr Lee, aku sudah merusak acara kalian, akan kuganti semua kerugian ini "

Yunho menyempatkan diri membungkukkan badan meminta maaf sekali lagi kepada Mr Shim dan Mr Lee sebelum melewati mereka berlalu dari ruangan tersebut dengan menyeret Jaejoong yang menatap kedua namja setengah baya itu dengan tatapan sendu minta ingin dimengerti, perlahan dari bibirnya menggumamkan kata ' mian " kepada Mr Shim dan Mr Lee yang hanya bisa mendesah sambil menggelengkan kepala.

.

.

.

.

.

Tampak keheningan mencekam didalam mobil sport berwarna putih yang dikendarai namja tampan berbibir seksi itu, jari jemarinya memainkan setir mobil mewah tersebut dengan santai, pandangannya lurus kedepan, akan tetapi tampak sudut matanya sesekali melirik kearah bangku sebelahnya tanpa menoleh sedikitpun, raut mukanya sumringah sesekali tampak seringai dari bibir hati tersebut, sangat berbanding terbalik dengan keadaan namja yang duduk dibangku sebelahnya, tampak ketegangan menghiasi wajahnya, sesekali kalau ia bosan menundukkan kepalanya, dipalingkan mukanya menatap jalanan kota seoul di siang hari tersebut. Yah disinilah sekarang Yunjae berada…didalam mobil Jaejoong yang dikendarai Yunho, sedangkan Yunho sudah menelpon manajernya ( manajer mereka sudah berbeda) untuk membawa mobilnya pulang.

Terlihat Jaejoong membuka tas yang berada dipangkuannya, mengeluarkan sebatang rokok dari dalam kotaknya, menyalakan rokok tersebut dan membuka sedikit kaca mobil tersebut, dihisapnya dalam – dalam rokok tersebut dengan tetap mengarahkan pandangannya kearah jalanan disisinya. Melihat sang kekasih yang tengah asyik menyesap asap rokok didalam mobil tersebut, Yunho hanya menyunggingkan senyum tipis diwajahnya, sebab ia paham betul sifat kekasih yang sudah menjalain hubungan dengannya selama 6 tahun lebih itu, bila merasa tertekan, rokok adalah tempat pelarian favoritnya.

Tak sampai satu jam mereka sudah tiba di pekarangan dorm milik JYJ, Yunho bergegas membuka pintu dan berjalan cepat menuju pintu masuk dorm JYJ tersebut ( cerita ini ketika DBSK sudah berpisah ) sementara Jaejoong, ia berjalan dengan langkah gontai dengan sebatang rokok yang masih setia berada disela jarinya, entah sudah berapa batang yang dihabiskannya selama dalam perjalanan mereka tadi.

Yunho sudah tiba duluan diruang tamu dorm tersebut sementara jaejoong baru akan masuk keruangan tersebut, Yunho dengan tiba – tiba menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya, sepertinya ia sengaja melakukannya menunggu Jaejoong yang tengah berjalan kearahnya, Jaejoong yang terus menundukkan kepalanya sepertinya belum menyadari kalau Yunho telah berdiri tak jauh didepannya, sehingga akhirnya Jaejoong hampir menabrak tubuh yang lebih tinggi darinya itu, tak urung hal tersebut sangat mengagetkan Jaejoong, apalagi setelah tatapannya bertemu dengan sorot tajam mata musang sang mantan kekasih ( menurutnya ) itu, dan Yunho..lagi – lagi ia hanya menyunggingkan senyum tipis yang lebih mirip dengan sebuah seringai…setan?

Jejoong yang menyadari adanya aura hitam yang mengelilingi Yunho saat itu, tak dapat menyembunyikan raut wajah pucatnya, susah payah ia menelan salivanya dan cepat – cepat membuang pandangannya kearah lain. Namun sepertinya Yunho tak akan membiarkan hal tersebut, melihat Jaejoong membuang wajahnya kesamping dengan sigap tangan lebar Yunho mencengkeram dagu Jaejoong dan mengarahkan kewajahnya.

" Tatap aku! " paksa Yunho, sementara tangan satunya dengan cepat meraih rokok yang masih berada disela jemari Jaeoong, diremasnya rokok yang masih menyala tersebut dengan tangannya sendiri hingga hancur dan membuangnya sembarangan, sementara Jaejoong tubuhnya telah menegang, rasa sakit dirasakan karena dagunya yang dicengkram kuat Yunho menyebabkan kepalanya mendongak karena dipaksa Yunho untuk menatapnya.

Dengan keberanian yang masih tersisa, ditatapnya wajah tampan yang sedang menampakkan aura kelam dihadapannya.

" Y-yun…mengapa kau melakukan ini semua..? "

" Aku melakukan yang kuanggap benar "

" T-tapi kau mempermalukanku Yun..aku.."

" MEMPERMALUKANMU ? TIDAK SADARKAH BAHWA KAU SENDIRI YANG MEMALUKAN, AKAN BERADEGAN RANJANG BERSAMA YEOJA MURAHAN ITU? "

Suara Yunho terdengar keras menggema keseluruh sudut dorm yang cukup luas tersebut, sedangkan Jaejoong yang sangat terkejut mendengar itu hanya memejamkan matanya saja, ia benar – benar tak dapat sedikitpun menggerakkan badannya, ruang geraknya semakin sempit ketika Yunho berteriak didepan mukanya dengan mencengkram dagunya, ia juga mendorong tubuh kurus Jaejoong sehingga tersudut didinding ruang tersebut.

" HYUUNG..! Ada apa, apa kalian bertengkar, Omona…. " terdengar suara lumba – lumba milik Junsu yang berlari menuruni tangga pemisah lantai dorm tersebut menuju kearah kedua hyungnya dengan tergesa, disusul Yoochun dibelakangnya.

Rupanya gelegar suara Yunho tadi telah terdengar ke lantai dua dorm tersebut tempat Yoochun dan Junsu dongsaeng mereka berada.

" Aniya…aku hanya ingin mengajarinya menjaga kehormatannya didepan orang banyak dan tidak mengumbar kemesraan dengan orang lain didepanku " jawab Yunho datar tanpa mengalihkan tatapan tajamnya kewajah Jaejoong yang masih memejamkan matanya tak berani menatap Yunhonya.

" sebaiknya kalian selesaikan masalah kalian dengan baik – baik hyung… "

Yoochun tampak gusar melihat gerak – gerik kedua hyungnya itu, entah perasaannya kali ini mengatakan kalau kedua hyungnya itu terlibat masalah yang cukup serius, ia tahu benar kalau Yunho hyungnya sangat tidak suka kalau Jaejoong hyungnya menerima kontrak untuk berperan di drama ataupun layar lebar. Masih teringat saat Jaejoong hyungnya yang mereka temukan tergeletak lemas setelah seminggu dikurung oleh Yunho didalam kamarnya gara – gara Yunho yang menyaksikan adegan kissingnya dalam dramanya yang dulu.

" Arrasso…kali ini benar – benar akan kuselesaikan dengan sangat baik " jawab Yunho dengan suara yang tajam, tak urung mengundang keheranan diwajah kedua dongsaengnya yang berdiri tak jauh dari mereka.

" Y-yun..k-kau tadi sudah benar – benar mempermalukanku...kau.." dengan terbata – bata Jaejoong yang wajahnya masih dalam cengkeraman Yunho memberanikan mengeluarkan kalimatnya, akan tetapi lagi – lagi ia tak dapat menyelesaikan kalimat tersebut.

" Nde..aku memang mempermalukanmu, dan sekarang aku benar – benar ingin mempermalukanmu! "

" Tapi Yunnhhh….mmmpphhh….yunnhh,,,mmmppffhh… "

Sepertinya Yunho benar – benar tak akan membiarkan Jaejoong berbicara banyak, sebelum melanjutkan kata – katanya, tiba - tiba hanya dalam hitungan detik bibir hati itu membungkam bibir cherry namja cantik didepannya itu, mengakibatkan kedua dongsaengnya bengong melihat kelakuan Yunho yang tak terduga itu.

" henn…ti..kannnhhh…yunnnhhh…ahhhh…"

Tampak jaejoong berusaha membebaskan dirinya dari paksaan bibir namja tampan yang sepertinya telah menjelma menjadi sesosok monster yang siap kapan saja akan melahapnya.

Tak ada tanda – tanda Yunho akan melepaskan pagutan kasarnya dibibir namja cantik yang sekarang tengah berjuang mati – matian karena sebentar lagi akan kehabisan nafas, malah Yunho semakin memperdalam pagutan bibirnya mengulum bibir atas dan bawah milik Kim Jaejoong tersebut secara bergantian, tangannya yang tadinya dipakai untuk mencengkram dagu sang kekasihnya itu kini telah berpindah kebelakang tengkuk Jaejoong sembari mendorong tengkuk itu agar dapat memperdalaman ciumannya tersebut.

" Y-yuun henntikaaannhh….haaahh..hah..hah.. "

Akhirnya pagutan kasar yang penuh paksaan dari seorang Jung Yunho itu dapat terlepas juga mengingat Jaejoong yang benar – benar sudah kehabisan nafas. Tampak bibir cherry menggoda itu membengkak akibat ciuman paksa namja didepannya tersebut, sementara pemilik bibir cherry itu berusaha mengatur nafasnya yang terengah - engah akibat kekurangan asupan oksigen. Sedangkan Yoosu ? masih bengong juga.

" Yun..jebbal..jangan perlakukan aku seperti ini, kau tidak lihat masih ada dongsaeng kita disini.. "

Jaejoong memohon dengan nada yang penuh ketakutan, mengingat masih berdiri terpaku dua sosok dongsaengnya yang terpana tak bergeming demi melihat kelakuan kasar Yunho Hyungnya kepada Jae hyungnya, tampak wajah mereka yang sangat khawatir mengingat mereka paham betul sifat Yunho hyungnya apabila sedang murka, tak ada yang bisa melawannya.

" Yunho hyung…sekali lagi kami mohon selesaikanlah masalah kalian dengan baik – baik, kami… "

" ANIYA! Kalian dengar, aku akan benar – benar mempermalukannya! Apa perlu aku melakukannya diluar hahh? " belum selesai kalimat Yoochun , Yunho memotongnya dengan bentakan keras dengan kalimat yang membuat duo Yoosu itu tercekat dan hanya mampu menelan salivanya.

" Gwaenchana chunnie, sue i, hyung tak apa – apa kalian masukla kekamar kalian, hyung akan menyelesaikan masalah ini..ppali masukla.. " Jaejoong berusaha menenangkan kedua dongsaengnya dan menyuruh kedua dongsaengnya itu agar cepat – cepat pergi dari situ.

" Baiklah hyung, kami kembali kekamar, sekali lagi kami mohon selesaikanlah secara baik – ba.. "

" ANIYA! TAK ADA SEORANGPUN YANG BERANJAK DARI SINI! Yuchun, Junsu kalian tak akan kemana – mana, sedikit saja kalian beranjak dari tempat ini, akan kupatahkan leher hyung kesayangan kalian ini "

Sekali lagi bentakan Yunho yang tak urung membuat tiga orang didekatnya itu dengan sukses mendelikkan matanya dan mengubah raut wajah ketiganya menjadi pucat pasi, terlebih pada namja cantik yang berada dalam cengkeraman Jung Yunho saat ini, seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya, sang kekasih yang masih amat dicintainya itu dengan teganya mengancam akan mematahkan lehernya, seketika hatinya terasa begitu sakit mendengar ancaman yang keluar dari bibir namja tampan tersebut, matanya yang membesar karena mendengar kata – kata tersebut perlahan mulai berkaca – kaca siap meneteskan cairan bening yang sudah menggenang disana.

" Y-yun…apa yang kau katakan…hiks..hiks…kau tega sekali Yun…hiks " akhirnya pertahanan Jaejoong pun tak terbendung lagi isakan yang susah payah ditahannya, akhirnya terdengar juga walaupun sangat pelan, namun terdengar jelas ditelinga ketiga namja yang berada diruangan tersebut.

" Kali ini aku tak akan bermain lembut, boo…banyak sekali kesalahan yang sudah kau perbuat..dan akan kutunjukkan siapa Jung Yunho kepadamu..hmm "

Isakan Jaejoong dibalas Yunho dengan bisikan halus ditelinga Jaejoong dengan hembusan nafas panasnya yang masuk kelubang telinganya, membuat tengkuk Jaejoong merinding saat itu juga karena merasakan aura kelam dibalik bisikan tersebut.

Jaejoong yang masih terbuai dengan pikirannya sendiri, sampai ia menyadari…

" Srettt..srettt…srettt…. "

" Yun !/ Hyung! "

.

.

.

.

tbc

REVIEW NE?

.

.

.

*Next chap get ready for NC and Rape section...siapain tisuu...*ngabuuuurrr