Cast: Wu Yi Fan (Kris)
Huang Zi Tao (Tao)
Another EXO Member
Summary: Aku adalah seseorang yang sering membuat onar disekolah. Tapi… kenapa aku bisa jatuh cinta pada seseorang seperti-mu? | Aku tidak mengerti bagaimana cara-nya aku dapat menyukai seseorang seperti-mu. Padahal kau… TaoRis. Yaoi. BoyxBoy RnR please…
Length: Continue
Rating: T
Genre: Romance ; Yaoi; Entahlah
Gomawo yang udah nge-review part sebelumnya :D sekarang aku bakal bales review kalian :D
Choujiro21: Ne annyeong :D haha, ne, walaupun awalnya galak-galakkan, pasti akhirnya kepincut juga. Mana mungkin abang naga ga kepincut ama my (?) baby panda Tao yang menggemaskan imut sekali itu :3 Ne, gomawo :D
Jin Ki Tao: Iya tau nih Baekhyun gimana-_- udah kabur duluan ajaa :p Iya Kris kan emang cocok jadi anak badung xD #plakk ini part 2-nya udah update :D
Scarlet Azur4sky: ne ini udah dilanjutin kokk xD
acidcid: Iyaa Kris jadi anak badung xD ne ini udah dilanjut :D
Brigitta Bukan Brigittiw: Haha, ne, Kris jadi anak badung xD ini udah dilanjut-in, jadi jangan penasaran lagi yaa #ehh xP
-0-
"Tao, ayo ikut aku,"
"Ehh? Kemana?"tanyaku kaget
"Ke-rumah-ku,"balas Kris sunbae datar, tanpa ekspresi
"MWO?"
"Aishh! Jangan berteriak seperti itu! Teriak-kan mu itu membuat kuping-ku pengang, kau tau?"balas Kris sunbae kesal "Memang kenapa? Kau-kan pembimbing-ku, jadi tidak salah kan kalau kau ku-suruh untuk ikut kerumah-ku?"
"Tapi, tapi kan kata Kepala Sekolah aku hanya membimbing sunbae disekolah saja! Tidak perlu sampai kerumah segala, lagipula, lagipula…,"
"Lagipula apa? Sudahlah! Kau tidak perlu protes! Sekarang waktu kau untuk membimbing-ku sudah ditambahkan sampai ke-rumah-ku!"balas Kris sunbae memotong ucapanku
"Tapi, tapi aku belum izin kepada orangtua-ku, sunbae!"
"Izin? Tenang saja, aku sudah mendapatkan izin dari orangtua-mu, kau tak tau? Orangtua-ku adalah partner bisnis dari orangtua-mu. Bahkan aku sudah pernah ke-rumah-mu! Tapi kau saja yang tidak ada! Karena… kalau tidak salah kau sedang belajar dirumah temanmu,"kata Kris sunbae "Benar-benar anak yang rajin,"
-0-
Kini aku sudah sampai di-rumah Kris sunbae. Aigoo… rumah-nya besarrr sekali. Aku sampai takjub melihat-nya. Bahkan rumah-nya lebih besar dari rumah-ku!
"Sunbae, orangtua-mu mana?"tanyaku
"Orangtua-ku? Mereka sedang entah pergi kemana,"balas Kris sunbae acuh
"Mwo? Jadi sunbae tinggal di-rumah ini sendirian? Apa sunbae tidak ada pelayan? Atau sunbae tidak punya kakak? Atau adik?"
"Aishh kau ini bawel sekali! Kalau mau bertanya itu satu-satu! Aku tidak punya pelayan, sudah kupecat semua-nya. Kakak? Hhh, ia sedang kuliah diluar negri, adik? Entahlah,"
"Ehh, entah…,"
"Gege!"
Tiba-tiba seorang namja datang dan memeluk Kris sunbae. Aku terkaget karena-nya.
"Aishh, Lay! Lepas-kan tangan-mu! Ada hoobae-ku!"bentak Kris sunbae
"Tidak apa-apa kan, Kris ge? Biar saja ada orang melihat, aku tidak peduli,"kata namja yang memeluk Kris sunbae itu
"Yakk! Mungkin bagi-mu tidak apa-apa! Tapi bagi-ku jelas 'apa-apa'!"bentak Kris ge sambil melepaskan pelukkan namja itu dengan kasar
"Omona! Sunbae, tidak boleh seperti itu!"kataku refleks
Kris sunbae hanya menatapku tajam. Dia tidak mengatakan apa-apa. Dan namja yang tadi memeluk-nya itu? Ia kini menundukkan kepala-nya. Omona, kasihan sekali…
"Sudahlah! Tidak perlu pura-pura sedih seperti itu!"kata Kris sunbae "Sekarang, jelaskan pada-ku, kenapa kau bisa berada disini?"
"Memang tidak boleh, kalau 'calon' pendamping hidup gege pergi kerumah gege?"tanya namja itu sambil menekankan kata calon
Aku memasang wajah kaget. Omo. 'Calon' pendamping hidup kata-nya?
"Aishh! Calon pendamping hidup apa? Memang aku pernah menyetujui rencana 'bodoh' orangtua kita, eoh? Kau saja yang setuju!"
"Tapi-kan, kata orangtua gege, selama gege belum punya orang untuk menjadi pendamping hidup-mu, berarti yang kau sebut sebagai rencana 'bodoh' itu akan tetap terlaksana!"kata namja itu sambil memberikan senyum kemenangan
"Siapa bilang aku belum punya orang untuk menjadi pendamping hidup-ku? Aku sudah punya!"balas Kris sunbae
Aku hanya diam memandangi pertengkaran (?) kedua orang dihadapan-ku ini. Sebenarnya mereka ini bertengkar karena apa sih? *gubrakk
"Siapa, eoh? Aku yakin gege hanya berbohong!"kata namja itu seperti menantang Kris sunbae
"Berbohong? Hhh, aku sama sekali tidak berbohong,"balas Kris sunbae sambil menatap namja itu dengan pandangan kesal atau, entahlah
"Lalu kalau begitu siapa? Dan apa bukti-nya, eoh?"
Aku masih saja diam menatap dua namja dihadapan-ku ini sampai pada akhirnya Kris sunbae menarikku dan tiba-tiba saja bibir Kris sunbae menempel di-bibir-ku. Omona! Apa ini? 0_0
"Itu bukti-nya! Sudah puas, eoh?"
Namja yang tadi berdebat dengan Kris sunbae itu menatap shock pada kami. Aku sendiri menatap shock pada Kris sunbae. Omona. Tadi apa yang Kris sunbae laku-kan kepada-ku? Ia… mencuri first kiss-ku? 0_0
"Ti… tidak bisa dipercaya! Aku… aku kalah dengan hoobae-mu itu? Aishh, mata-mu sudah buta, Wu Yi Fan!"bentak namja itu
Namja itu segera meninggalkan-ku dan Kris sunbae. Sebelum ia pergi, ia menatap-ku dengan tajam. Aku hanya menundukkan kepala-ku. Pipi-ku memerah.
Setelah kuyakin namja itu telah benar-benar pergi, barulah aku memberani-kan diri-ku untuk mengangkat kepala-ku dan menatap Kris sunbae. Dan ternyata Kris sunbae juga tengah menatap-ku. Mata kami sejenak bertemu, tapi aku buru-buru menundukkan kepala-ku lagi. Aigoo, dapat kurasa-kan pipi-ku benar-benar memerah sekarang.
"Aigoo… anak itu menyusah-kan saja,"gumam Kris sunbae "Hey, Tao, mianhae, maaf aku dengan tiba-tiba mencium bibir-mu, habis-nya…,"
"Hey, Tao, kenapa kau melamun?"tanya Kris sunbae sambil melambai-lambai-kan tangannya dihadapan wajah-ku
"Sunbae… apa yang sudah sunbae laku-kan?"
-0-
Kris POV
Aku menatap namja dihadapan-ku ini. Omona. Ia benar-benar polos. Aku jadi benar-benar bersalah. Aku telah merebut first kiss-nya.
First kiss-nya? Ya. Siapa sangka namja bernama Tao ini belum pernah berciuman sama sekali? Aishh…
"Tao,"panggil-ku
"Emm, ada apa, sunbae?"tanya Tao sambil menatapku, polos
"Mianhae, aku minta maaf sekali lagi,"kataku
Tao tidak membalas perkataan-ku. Aku tau. Ia mungkin marah besar. Ahh, bukan mungkin, tapi pasti marah besar. Aigoo, Wu Yi Fan bodoh! Aishh.
"Ne, gwenchana sunbae,"balas Tao pada akhirnya
"Jinja? Benar-benar tidak apa-apa?"
"Ne…,"
Aku tersenyum pada Tao. Namja ini benar-benar polos. Dan manis. Aku… jadi ingin melindungi-nya.
Ehh? Apa yang kubilang tadi? Aku jadi ingin melindungi-nya? Aishh. Aku jadi bingung dengan cara fikir otakku sendiri...
-TBC-
Yeyy akhirnya selesai jugaaa xD Bagaimana? Part ini sedikit banget ya? Haha mianhae .-.v Kan sudah kubilang di FF-ku yang Begin With A Dream Chapter 5, kalau aku sedang mengalami writer block -,- tapi walaupun mengalami writer block, aku tetep berusaha ngelanjutin FF ini, soal-nya aku rasa aku udah terlalu banyak utang FF sama readers u,u
Last, mind to RnR? :*
