ditulis tanpa mengharapkan keuntungan materil sedikit pun.
(the gate mysterious).
.
disclaimer: semua karakter yang ada di fic ini bukan milikku, saya hanya meminjamnya saja.
ganre : fantasy, adventure, romance & dll.
warning :ide kacangan/pasaran, geje, ooc, strongnaru, typo & dll.
summary : kembali setelah menyelesaikan tugasnya di akita. kini dia harus memenuhi tugas barunya, untuk menyelidiki Gerbang aneh yang muncul di Jepang yang mengarah ke dunia yang berbeda, bersama rekan Tim barunya, mampukah naruto menyelesaikannya?
Rate: M
pairing : (naruto x...)
.
Chapter 2 : Journey
.
puluhan ribu orang berpakaian hijau dan rompi berwarna hitam berbaris rapi disepanjang jalan perbelanjaan di Ginza yang besar itu. Akibat adanya ekspedisi ke wilayah khusus, perbelajaan di Ginza telah dipindahkan ke kawasan yang baru. Wilayah ini sekarang dipakai sebagai markas JGSDF.
Diantara lima puluh ribu orang itu, pria berambut hitam dan mengunakan kacamata memilih untuk melirik warga yang menaruh karangan bunga disekitar jalan—sebagai penghormatan.
Menghela napasnya sejenak, dia menatap kedepan saat perdana Menteri naik ke atas podium, hendak menyampaikan sambutan sebelum ekspedisi dimulai. Pria itu menatap orang yang naik ke atas podium dengan serius.
"Pertama, aku akan memperkenalkan diriku namaku Uchiha Madara selaku perdana menteri yang baru menggantikan perdana menteri sebelumnya. Operasi ini telah disahkan berkat perdana menteri houjou serta dukungan para pejabat dari seluruh partai, dan akhirnya sekarang kalian siap untuk dikirim ke Wilayah Khusus. Para prajurit sekalian, misi yang kalian emban sangatlah berat. Maka dari itu saya mengucapkan selamat bekerja." Uacpnya pria itu yang bernama Uchiha Madara lalu bergerak turun dari podium dengan wajah yang terus melirik ke arah seorang pemuda berambut kuning jabrik yang sedang berbaris rapi disepanjang jalan 'Kapten Naruto Namikaze dengan kode nickname maelstrom, aku harap dia bisa menyelesaikan tugasnya untuk menyelidiki Gerbang aneh ini.'
Selanjutnya, pria dewasa menaiki podium, dengan wajah tegasnya, melihat seluruh pasukan yang akan dipimpinnya.
"Aku hazama. komandan kalian. Kita tidak tahu apa yang akan menunggu kita dibalik gerbang. Maka dari itu, kalian harus siap siaga untuk bertempur ketika melewati gerbang tersebut. Kita akan segera memasuki gerbang. Semuanya..." Suara hazama bergema tegas.
"Siapkan senjata kalian!" Titahnya.
Suara gerakan senjata terdengar nyaring dan kompak. Mesin mobil tempur lengkap dan tank baja dinyalakan. Perlahan pintu besi yang menyegel 'gerbang' terbuka.
"Bersiap! Maju!"
Perlahan tank baja bergerak maju, berbaris rapi menjadi dua baris, berjalan merapat, berjaga-jaga jika ada yang menyergap mereka dibalik gerbang. Asap jalanan mengepul. Didekat gerbang, kendaran yang dinaiki hazama memantau jalannya operasi.
"Jendral. Kendaraan baris depan sudah memasuki gerbang, sisanya masih belum..." ucap sasuke melapor pada pria yang disampingnya, dengan wajah datar.
"Kemungkinan terburuknya, kita akan langsung dihadapkan pertempuran, yang bisa kita andalkan hanyalah pasukan yang sudah siap siaga" ujar hazama dengan nada serius
Sasuke yang mendengar nada serius dan kekhawatir komandan hazama tertawa kecil.
"Komandan hazama anda tidak perlu khawatir disana ada naruto. Saya yakin dia pasti bisa mengatasinya" ucap sasuke menenangkan hazama sambil menepuk pundaknya. Sedangkan hazama yang mendengar itu tersenyum.
"Bagus. Lanjutkan." Kata hazama kembali serius.
"Baik! Unit selanjutnya silahkan mulai memasuki gerbang." Perintah sasuke melalui alat telekomunikasi.
Unit selanjutnya yang membawa personil dan perbekalan bergerak maju. Disalah satu mobil yang melaju masuk kedalam gerbang, Naruto tampak menunduk, berpikir sejenak.
"Ano... Kapten?" Naruto tersentak, kemudian menatap pria berambut hitam dan mengunakan kacamata yang lebih muda darinya itu. Namanya georg, umurnya 20 tahun. Dia satu kelompok dengannya dalam melakukan ekspedisi, dan juga salah satu temannya yang sangat dia percaya.
"Apa!" Ucap Naruto dengan nada dingin.
"Hey ayolah, waktu itu aku lupa!" Jawab georg karena lupa kerena dia dan naruto sudah membuat kesepakatan bersama untuk bertemu di perbelanjaan di Ginza.
"lupakan. yang penting mengapa kau satu tim denganku?"
"aku tidak tau?" ucapnya jujur.
"Mungkin itu kerena pacarmu itu Kapten Naruto" ucap salah satu tentara yang duduk disamping naruto. Dia memiliki ciri-ciri berwajah tampan dan berambut hitam dan mata hitam A.K.A Cao cao.
"Dia bukan pacarku Cao cao, dia cuman temanku"
"Ooh, iya naruto, Kira-kira disana ada gadis bertelinga kucing enggak yah?" Tanya georg dengan semangat.
Semua personil yang ada didalam mobil terkekeh mendengar candaan georg.
"Yampun kau ini, Pastinya ada,'kan?" Jawab naruto dengan wajag senang.
"Kalau Kapten Naruto bagaimana? Apa ada gadis yang anda sukai?" Tanya salah satu tentara yang duduk disamping georg. Dia memiliki ciri-ciri berwajah tempan sama seperti Cao cao dan berambut putih A.K.A Siegfried.
"Entahlah aku masih mencarinya" ucap naruto jujur walaupun sebenarnya dia sudah memiliki tunangan yang cantiknya minta ampun.
"Musuh terlihat!" Ucap salah satu personil yang berada paling depan barisan mengkonfirmasi adanya musuh melalui alat komunikasi.
"Sebaiknya kita akhir percakapan ini Kapten" ucap georg langsung keluar dari kendaraan diikuti Naruto dengan yang lainnya.
Seluruh kendaraan tempur bersiap didepan. Semua Tentara keluar dari kendaraan pengangkut, mencari tempat dan bersiap diposisi masing-masing.
"Jendral, perintah anda?"
Saat itu matahari baru saja terbit, menyinari sesuatu yang menghubungkan dua dunia itu, mereka menyebutnya...gate!.
"Semua unit, bersiap... Serang!"
-Line break-
Bukit Arnus
Pagi hari setelah serangan habis-habisan malam tadi dari JGSDF terlihat puluhan mayat baik itu manusia atau iblis dan lainnya sebagainya.
Terlihatlah naruto dan georg sedang mengamati sesekitar daerah perbukitan itu.
"Jadi dunia ini adalah dunia Paralel" tanya georg
"Itulah yang aku tau. dunia ini adalah dunia yang dipenuhi oleh makhluk fantasi" jawab naruto yang saat ini terus berjalan sambil melirik ke kanan ke arah tumpukan tentara romawi, iblis dan naga yang sudah mati.
"Aku dengar kita membunuh 60.000 orang dalam satu malam" tanya georg juga melihat tumpukan mayat itu.
"Kau Salah georg, jumlah musuh yang sudah kita bunuh itu berkisar 120.000 orang dan lagi sebenarnya bangsa apa yang sedang kita lawan" ucap naruto berhenti bejalan sambil mengalihkan pandangannya ke arah kiri dimana dia bisa melihat tumpukan mayat yang hambir sama.
"Mmmmm. Kalo begitu sebaiknya kita kembali ke markas" ujar georg sambil berbalik badan kembali ke markas disusul dengan naruto.
-Line break-
"Begitulah, kami sudah membuat keputusan kalau kita perlu mempelajari kehidupan masyarakat, industri, politik, dan agama di wilayah ini"
"Hn"
"Berinteraksilah dengan penduduk kota di sekitar dan pelajarilah budaya politik mereka, jika memungkinkan jalinlah hubungan baik dengan mereka"
"Hn"
"Dan Ini" ucap orang itu memberikan sebuah buku pada naruto. "kami berhasil mempelajari bahasa dunia ini dari musuh yang berhasil kita tangkap"
"Hn. Terimaksih"
"Kapten Namikaze naruto, saya tau anda seharusnya berlibur tapi"
"Tidak apa-apa pak, lagipula dunia ini, menarik perhatianku" ucap naruto pergi meningalkan orang itu.
"Baguslah jika anda mengerti Kapten" ucap orang itu kembali mengerjakan tugasnya.
Setelah sampai di lapangan naruto menemukan bawahannya sedang menunggunya, tampa Pikir panjang naruto langsung pergi ke sanah.
Cao cao yang melihat kedatangan kapten mereka langsung bersiap memberi hormat begitu juga dengan yang lainnya.
"Perhatian berihormat pad-"
.
Dukkk.
Bruukk.
.
Ucapnya tidak dilanjutkan kerena ada sebuah batu yang melesat dengan cepat ke arahnya dan itu sukses mengenai kepalanya dengan kuat sampai jatuh.
Semua personil Pengintai langsung mengalihkan perhatian mereka ke arah pelaku pelemparan tersebut, dan yang mereka dapatkan adalah sang pelaku tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Kapten Naruto yang menatap mereka dengan horor.
Deg! Deg! Deg!
'Jantungku ada apa dengan jantungku' batin anggota kelompok naruto, wajah mereka yang memutih dan mulut terengah-ngah karena merasakan sebuah aura yang sangat mengerikan di depan mereka. Kecuali georg yang bersikap biasa-biasa saja.
Naruto nampak santai ketika melihat mereka panik, berdiri didepan mereka dengan gagah.
"Pertama, aku akan memperkenalkan diriku namaku Namikaze naruto, komandan kalian dalam misi mengumpulkan intelegen, kita tidak tau apa yang akan menati kita diluar sana maka dari itu aku ingin kalian terus waspada dan saling membatu kalian paham" ucap naruto tegas.
""Iya, pak kami paham""
Naruto yang melihat mereka yang tadi yang sangat panik kembali semangat tersenyum senang.
"Baiklah, kalian segera naik ke mobil, kita akan segera berangkat dan Siegfried, cao cao akan satu kendaraan denganmu" ujar naruto kembali berbalik menuju ke arah kendaran paling depan "ooh iya, georg kau akan satu kendaran denganku kau paham" ucap naruto sudah meniki Kendaraan lapis baja Komatsu Light.
Georg yang mendengar itu membatin. 'bahaya jika aku satu mobil dengannya bisa-bisa aku yang akan sialnya.'
"Georg cepat kemari kau akan menjadi deriver pribadiku" ucap naruto membukan pintu mobil bagian kanan.
'Terima sajalah' batin georg pasrah dengan keadan kemudia dia berjalan ke arah mobil dan duduk di bagian depan sebagai deriver dan di bagian kirinya ada naruto yang sedang membaca buku.
"Ahh~ baiklah saatnya serius" ucap naruto dengan wajah kalem, kemudia dia mengmbil sebuah alat komunikasi yang berada di depannya.
"Tes tes, Kendaraan 3. Heracles Leonardo kalian siap"
[ ha'i Taichou ]
"Kendaran 2. cao cao, Jeanne, Siegfried"
[ ha'i Taichou ]
"Baikalah. Ayo kita jalan"
-Line break-
Naruto duduk di kursi depan di salah satu kendaraan transportasi, Kendaraan lapis baja Komatsu Light. Dia saat ini mengenakan Seragam Militer JSDF standar dengan beberapa tambahan yang menandakan pangkatnya, di belakang pinggangnya ada MK23, di punggungnya ada senapan favoritnya yang telah diberikan kepadanya oleh perdana menteri saat pertama kali dia bergabung dengan JGSDF.
Duduk di sampingnya mengemudikan kendaraan adalah seorang pria muda dengan rambut hitam pendek dan mengunakan kacamata, dia mengenakan seragam standar JSDF dan memiliki senapan jenis P90 di sisinya.
Di belakang mereka, dua kendaraan lain mengikuti mereka.
"Mmmm, langit sangat jelas indah." ujar georg dengan senyum di wajahnya. "neko~ neko~ kapan aku akan melihat seorang gadis kucing, kau juga, Kapten?"
Naruto menghela nafas dengan senyum bahagia.
"Yah. Kau benar aku juga sudah tidak sabar ingin melihatnya" jawab naruto kemudia dia melanjutkan "terlebih lagi ada yang tidak beres"
Georg menatap naruto sambil menaikan alis. "apa maksudmu"
Naruto menatap georg sesaat. "tidak ada apa apa"
"...?"
"Kau tahu, aku selalu tau apa yang kau pikirkan. Jumlah anggota tim kita hanya ada 7 orang. mungkin ada beberapa tentara yang membencimu. Kerena kegagaln mu dalam menjalankan sebuah misi terlebih lagi ..."
"...!"
Grorg diam ketika dia menyaksikan kaptennya memilih tidak mendengarkannya dan memilih membaca buku.
"Hey. Naruto!" Suara georg memotong keheningan mereka yang mematahkan Naruto dari perjalanan membaca bukunya. "Aku bisa melihat Desa!"
Naruto berpaling untuk melihat ke depan dan dia dapat melihat Desa dengan tanda-tanda kehidupn di dalamnya.
Mereka [kendaran 1. 2. 3] berhenti di depan desa dan keluar dari kendaran.
"Baiklah! Anak-anak, jangan melakukan sesuatu yang gegabah dan bersikaplah seperti biasa! Kami tidak ingin menakut-nakuti kalian dengan kalian berteriak seperti preman mengerti!?" ucap Naruto memerintah dengan nada tegas sementara penduduk desa melihat mereka dengan rasa sedikit takut.
"Hebat, pantas saja dia mengabaikanku rupanya. Dia sedang mempelajari bahasa dunia ini dengan mempelajari buku itu selama 3 jam." ucap georg dapat di dengar oleh rekan tim nya, yang menatap komandan mereka dengan kagum.
"Bisakah aku bertemu dengan kepala desa di sini?" Tanya Naruto ketika dia berdiri di depan seorang pria desa yang mengangguk dan menunjuk pria pendek gemuk dengan topi dikepalanya.
"Dia pemimpin desa."
Pemimpin desa berjalan ke arahnya.
"Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda, Tuan?" Tanya pemimpin desa itu.
Naruto menoleh dan melihat orang-orang mengumpulkan barang-barang mereka.
"Apakah anda sedang mengevakuasi warga desa?"
Kepala desa itu menganggukkan kepalanya.
"Ya, tadi kami melihat seekor naga api terbang mendengar. Naga api dikenal karena kehausannya menghancurkan desa-desa, kami tidak akan aman di sini. Untungnya naga itu tidak memperhatikan kami"
"Seekor naga?" ucap Naruto sedikit terkejut, oke itu adalah fantasi seperti tapi tidak begitu mengejutkan karena dia sudah melihat naga yang berbeda.
"Bagaimana persisnya naga ini? Apakah naga ini berbeda dengan naga jenis lainnya?"
Kepala desa itu menganggukkan kepalanya.
"Benar tuan, Naga api ini jauh lebih besar dari naga normal, naga ini memiliki kulit yang sangat tebal sehingga pedang bahkan tidak bisa menembusnya." jawab Kepala itu menjelaskan dengan ekspresi bermasalah, jika naga api memutuskan untuk menyerang mereka maka tidak mungkin bagi mereka untuk melawan. "Tapi aneh kalau naga itu tidak menyerang desa kami setelah terbang di atas desa kami sebelumnya, terlebih lagi aku sempat melihat, mata naga itu tertuju pada sesuatu entah apa itu"
Naruto menyipitkan matanya sambil mengerutkan dahi di wajahnya, sebelum matanya melebar ketika dia tiba-tiba menyadari. Dia segera meraih bahu kepala desa dan mengejutkan pria itu.
"Katakan padaku! Apakah ada pemukiman desa di dekat sini? Sebuah desa yang dikelilingi oleh hutan dan pepohonan!?" Tanya Naruto buru-buru sementara pria itu menganggukkan kepalanya dengan ekspresi kaget di wajahnya saat tiba-tiba sikap pria di depannya berubah.
"Ya, ada sebuah desa di depan sungai, jika Anda mengikuti sungai itu maka anda akan sampai di desa Kowan, desa Kowan adalah desa elf. Rumah-rumah di sana terbuat dari pohon dan kayu" jawab Kepala desa menjelaskan dan setelah itu Naruto segera berbalik dan bergegas menuju kendaraan.
"Georg cepat naik ke mobil dan cao cao, Siegfried dan Heracles kalian gunakanlah kendaran 2 dan ikuti kami." ujar naruto memerintah mengejutkan georg dan cao cao, Siegfried dan Heracles tapi tetap patuh, sementara yang lain menatapnya menunggu perintah "Kalian berdua Leonardo, Jeanne gunakan kendaran 3, aku ingin kalian tinggal bersama mereka dan membantu mereka mengemasi barang-barang mereka dan mengungsi, membawa mereka ke pangkalan"
""ha'i Taichou""
"kepala desa. Kita akan bertemu di lembah beberapa mil jauhnya dari sini, mengerti!? "
"Baik akan saya lakukan tuan!"
-Line break-
"Apa yang terjadi Kapten!?" georg bertanya saat dia pergi dan menuju ke lokasi yang Naruto katakan padanya.
"Sebelumnya, kepala desa memberitahuku seekor naga terbang di atas desa mereka, rupanya naga ini jauh berbeda daripada yang kita temui di Jepang, naga ini jauh lebih besar dan memiliki kemampuan untuk menghembuskan api. Kulitnya begitu keras bahkan pedang tidak bisa menusuknya, jika perkiraanku benar maka naga itu memiliki tubuh yang lebih kuat dari tank" Naruto menjelaskan, georg yang mendengar itu shock.
"Tapi kenapa naga itu pergi ke desa ini?" georg bertanya.
"Masalahnya adalah, dia mengatakan bahwa setiap kali naga api muncul, akan ada sebuah kehancuran di setiap desa yang dilihatnya tapi aku bingung mengapa naga itu tidak menyerang desa tadi. Dia memberitahuku bahwa sang naga tampak seolah-olah matanya tertuju pada sesuatu. Dan yah, jika itu benar maka naga itu menuju ke desa itu"
"Tapi mengapa naga itu menuju ke sana?" georg menjulurkan kepalanya keluar jendela dan melihat naga raksasa itu terbang ke arah desa Kowan.
"Karena dia naga api yang menghembuskan api! hutan itu akan lebih mudah terbakar! Dan itulah yang mendapat perhatian naga itu!" jawab naruto.
"Aku rasa bukan hanya itu saja. Iya kan. Tidak mungkin naga itu memiliki kebiasan membakar hutan tanpa sebab?" tanya georg sedikit panik
"kau benar. Sepertinya ada seseorang di desa itu yang memiliki masalah dengan naga itu... tapi proritas kita saat ini adalah menyelamatkan mereka dari naga itu"
"A-aku mengerti ..."
"Oke dengarkan, jika apa yang dikatakan kepala desa itu benar dan naga itu tidak bisa ditembus oleh pedang, maka senapan kita tidak akan bekerja melawannya!" naruto menjelaska menoleh pada georg.
"Lalu bagaimana kita akan membunuhnya?" tanya georg.
Sementara itu naruto tampak diam sebentar kemudia dia menyeringai.
dia mengmbil sebuah alat komunikasi yang berada di depannya.
"Kendaran 2. cao cao, Siegfried dan Heracles ambil bazooka yang berada di mobil kalian"
[ ha'i Taichou ]
"Baiklah rencananya aku dan georg akan mengalihkan perhatiannya lalu kalian keluar dari mobil dan saat aku memberikan sinyal pada kalian tembaklah naga itu"
"Baikalah. Ayo kita beraksi" ucap naruto mengkhiri percakapannya dengan mereka.
Donnnggg
Georg yang mendngar shock "rencana super gila!"
sementara Naruto mengangguk. "Itu jauh lebih baik, aku tidak ingin mereka mati" ucap naruto.
"Hey kau terlalu meremehkan mereka..."
"Tidak juga, hanya untuk saat ini saja aku ingin mengets, apa mereka dapat membidik mahluk sebesar itu atau tidak"
"...!"
"Tu-tunggu sebentar, jika bidikan mereka meleset maka..."
"Kau benar, kita berdua akan mati" ucap naruto mengkhiri percakapannya dengan georg
mereka baru saja melewati hutan dan melihat naga itu mendarat di tanah desa dengan beberapa orang menembakkan panah ke arahnya.
Dia bisa melihat seorang lelaki pirang berlari dengan seorang gadis pirang, mungkin saudara kandung.
"Jangan meninggalkan kendaraan, gaorg pancing perhatiannya! Aku akan menembaknya dari jendela! Cao cao, Siegfried dan Heracles arahkan bazooka kalian ke naga itu tapi jangan tembak tunggu sinyalku!" teriak naruto memerintahkan.
"Yes, sir"
Naruto menarik pelatuk dan mebidik pada naga itu dan menembaknya ke arah mata kiri naga itu.
"ROAAAR!" naga itu meraung dalam kemarahan. Naga itu segera terbang mengejar kendaran naruto dengan cepat.
"KAU INGIN MEBUNUHKU KAMPRET!" teriak georg memacu kendaran lapis baja Komatsu Light dengan sangat cepat menghindar dari naga.
"GYGAGAGAGAGA. TEMBAK TERUS"
Di atas atap kendaran naruto dengan senapan mesin, terus berterik gila dengan senapan mesinnya yang terus mengeluarkan timah panas itu yang di arahkan ke kepala naga itu berharap mengenai mata kanannya.
Sementara itu cao cao, Siegfried dan Heracles yang sudah keluar dari kendaran dan bersiap menembak terpaksa diam karena mereka belum mendapatkan sinyal dari kapten mereka.
"Hn. Sepertinya mengasikan" ujar Siegfried sambil memegang dagunya mengunakan tangan kirinya, melihat kapten mereka bersenang-senang dengan sang naga.
"Mengasikan dari mananya bajingan" teriak Heracles sweatdrop mendengar komentar rekan satu tim nya. Dia tidak menyangka komandan mereka begitu berani di kejar-kejar naga itu.
"berisik. Kita harus tetap fokus. Jika kita sudah diberikan sinyalnya kita harus segera menembaknya" kata Cao cao yang sudah sejak awal bersiap-siap.
Duaaaaar
Sebuah asap putih dikeluarkan dari arah kendaran naruto agar bisa memberi sinyal kepada tim nya untuk segera menembak.
"Itu sinyal nya ayo" kata Cao cao menggarahkan basokanya ke naga itu, di ikuti dengan dua rekannya.
"Tembak"
Duaaaaar
Duaaaaar
Duaaaaar
Terjadilah ledakan saat tembakan basoka itu mengenai naga itu. Dengan sang naga yang sudah tidak bernyawa jatuh ke bawah.
"Bagus, ini berhasil. georg Hentikan mobilnya didekat mereka" ucap Naruto memerintahkan georg untuk menghentikan kendaran di dekat hutan tempat para Elf. Naruto membuka pintu lalu keluar dari kendaraan.
sementara para Elf segera mengarahkan busur mereka padanya.
"Tunggu!" teriak Elf pria berambut pirang mengenakan jubah biru dengan kaos putih dan sabuk biru yang mengikatnya berjalan ke arah naruto sambil memerintahkan pemanah untuk menurunkan busur mereka. Dia berhenti di depan Naruto.
tap! tap!
"Tuan! terima kasih banyak karena telah membantu kami, jika bukan karena bantuan anda, mungkin suku kami telah lenyap. Sekali lagi saya ucapkan berterima kasih banyak."
Naruto menggelengkan kepalanya, "tidak apa-apa, kami pasukan tentara JSDF, senang membantu"
"Tapi bagaimana anda tahu naga itu akan menyerang kami?" Pria itu bertanya dengan curiga ketika Naruto tertawa kecil bahkan tidak terintimidasi oleh tampilan para elf yang sedang membidiknya.
"Sebuah desa yang dikelilingi oleh hutan, rumah-rumah yang tergantung di pohon, itu praktis target yang sempurna untuk naga itu. Kami meminta kepala desa Coda tentang tempat ini dan segera menyimpulkan bahwa naga itu akan menyerang di sini." ucap Naruto menanggapi
sementara elf itu menganggukkan kepalanya dengan rasa terima kasih. "Ngomong-ngomong, namaku Hodor Marceau pemimpin desa ini."
"Aku Naruto Namikaze, dari JSDF dengan kode nickname Maelstrom. Dan kami berasal dari bukit arnus" ujar Naruto memperkenalkan dirinya sementara tim nya yang melihat bahwa tidak ada lagi permusuhan segera keluar dari kendaraan untuk berdiri di sisi kapten mereka dengan senjata mereka diturunkan.
"Ayah! Siapa mereka? Apa mereka orang yang mengirim naga itu!?" Kata seorang gadis dengan rambut pirang panjang mengenakan gaun one piece hijau dengan lengan terpisah, dan stoking hijau panjang paha dengan sepatu hijau. Dia juga memiliki telinga panjang seperti elf lainnya.
"Tuka! Mereka bukan orang jahat...ayo perkenalkan dirimu" Hodor berbalik ke arah naruto.
Gadis itu berbalik ke arah mereka dan membungkuk pada Naruto.
"Namaku Tuka Luna Marceau, dan lelaki ini adalah ayahku, tolong maafkan aku kerena menuduh kalian orang jahat dan lagi terima kasih banyak karena telah membantu kami. Kami berutang budi padamu."
Naruto menggelengkan kepalanya.
"Aku ingin kalian mengemas barang-barang kalian, kalian harus ikut dengan kami, karena disini tidak lagi aman lagi untuk kalian. Aku tahu tempat di mana kalian pasti akan aman." ucap Naruto memerintah Hodor.
Hodor menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak bisa, ini rumah kami. Kami tidak bisa meninggalkannya, tapi bolehkah aku meminta permintaan." ucap hodor.
Naruto menganggukkan kepalanya dia menghormati keputusan hodor, mereka tidak ingin pergi itu merupakan keputusan mereka dia tidak dapat menolaknya.
"Aku ingin kau membawa putriku bersamamu, dengan cara itu dia akan aman."
"Apa!? Tidak, aku tidak akan pergi tanpa ayah!" ucap Tuka menolak dia tidak ingin menonggalkan ayahnya.
Hodor yang mendengar itu menoleh pada puterinya dengan tatapan tajam.
"Tuka, apa pun yang kamu menginginkan selalu ayah kabulkan. Aku memberimu semua yang kamu inginkan, tidak peduli apa itu. Tuka aku tidak bisa membiarkanmu tinggal di sini lebih lama, disini sudah tidak aman lagi. Kau harus ikut dengan mereka, tolong kali ini saja. Lakukan seperti yang ayah katakan." Hodor memohon selagi Tuca berdiri membeku karena tidak percaya.
"Tuka, tolong." Hodor mengulangi perkataannya
sementara Tuca menggigit bibirnya dan dengan desahan frustrasi dia mengangguk.
Hodor tersenyum, dia memeluk putrinya untuk terakhir kalinya sebelum berpisah dengannya.
"itu akan menjadi yang terakhir kalinya, kita akan bertemu lagi." Ucap hodor kemudian dia berbalik ke arah naruto. "bisakah aku mengunjungi tempat yang anda bicarakan?"
Naruto mengangguk, "Tentu saja, tidak apa-apa. Anda bisa mengunjungi kami kapan saja."
"Terima kasih." ucap Hodor berterima kasih kepada mereka.
sementara georg memimpin Tuka yang enggan ke kendaraan yang dia gunakan dengan naruto.
"Ayo pergi." Naruto berbalik dan duduk di depan di samping kursi pengemudi yang ditempati georg. "georg! Kita menuju ke lembah dekat desa Coda."
-Line break-
Mereka butuh beberapa menit sebelum mereka mencapai tujuan mereka, dan mereka terkejut banyak gerbong dan penduduk desa terlihat sedang menunggu mereka.
Mereka berhenti di depan Leonardo, Jeanne yang menyambut mereka dengan tampang khawatir.
"Kapten! Apakah kau benar-benar bertemu dengan seekor naga di sana!?" ucap Leonardo yang tiba-tiba sudah ada di sambing naruto.
"Bagaimana kau bisa tahu kami menghadapi naga?" tanya georg saat dia melepas sabuk bahu senjatanya dan menahannya ke bawah.
"kepala desa memberi tahu kami tentang apa yang terjadi, kami tidak mengerti banyak tetapi kami mendapat intinya." kata Jeanne merespon dengan ekspresi kagum sementara Naruto mengangguk.
Naruto melirik ke kiri ketika dia merasakan seseorang menarik-narik jaketnya.
gadis berambut biru mungil dengan mata biru. Dia mengenakan gaun hijau, dengan tabun biru di atasnya. Dia memakai sepatu biru, dan terlihat memegang tongkat dengan sayap biru di atasnya dan menarik-narik jaketnya.
"Ada apa?" Tanya naruto membalikan badannya ke kiri, gadis itu memiringkan kepalanya, dia sedikit terkejut pada kelancaran dalam bahasanya.
"Apakah kamu melihat naga itu? Dia bertanya dengan lembut sementara Naruto mengangguk.
"Ya, kami berjuang dan berhasil membunuhnya." ujar naruto menjelaskan sementara gadis itu tampak kagum dan terpesona.
"Namaku, Lelei La Lalena." ucap perempuan itu memperkenalkan dirinya benama Lelei.
"Aku Naruto Namikaze, senang bertemu denganmu Lelei." jawab naruto menepuk kepala Lelei lalu mengeluanya, Lelei tampak seperti anak kecil berusia 15 tahun meskipun dia enam belas tahun.
"Oke! Sudah cukup! Ayo semuanya Kita berangkat" ujar naruto memerintah.
sementara JSDF memberi hormat kepadanya dan segera kembali ke kendaran mereka.
Naruto berbalik ke belakang dan melihat kepala desa berjalan ke arahnya
"kepala desa ayo berangkat" ucap naruto memerintah.
"Apa anda tidak ingin beristirahat dulu tuan. Anda sudah melawan naga api?" Ujar kepala desa khawatir.
Naruto yang mendengar nada khawatir kepala desa tertawa kecil.
"Kepala desa anda tidak perlu khawatir, kami pasukan JSDF sudah terbiasa" ucap sasuke menenangkan kepala desa sambil menepuk pundaknya.
"Baiklah jika itu keinginan anda tuan"
-Line break-
"Membosankan apa tidak hal yang seru." kata Naruto menghela nafas saat dia menjulurkan kepalanya keluar jendela dan melihat ke belakangnya melihat gerbong-gerbong itu.
"benar." ucap georg mengalami hal yang sama dengan naruto.
Sementara itu tuka yang duduk di belakang memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti bahasa mereka.
Deg'!
Georg melihat sesuatu di depan mengentikan kendarannya lalu mengambil teropong.
"Apa yang kau lihat? Apa ada sesuatu didepan sana?" kata naruto penasaran sambil mengmbil botol air di belakangnya lalu meminum airnya.
"Loli gotik dan Halberd/kapak besar"
Bruuusshh.
Naruto Menyemburkan minumannya. Dia tersentak mendengar kata yang keluar dari georg, 'loli gotik' katanya, yang benar saja.
"Berikan padaku, aku ingin melihatnya" ucap naruto menerima teropong itu dari tangan georg.
Naruto bisa melihat beberapa mil jauhnya, ada seorang gadis gothic yang terlihat duduk dengan senyum mengoda di wajahnya sambil memegang Halberd.
Gadis itu berdiri dan mulai berjalan ke arah mereka. Begitu gadis itu berdiri di depan mereka, dia berhenti dan mengintip ke dalam dari sisi jendela Naruto.
"Katakan, darimana kalian berasal dan kemana kalian akan pergi?" dia bertanya dengan suara mengoda, meskipun Naruto mencatat bahwa itu terlalu menggoda untuk seseorang wanita seusianya.
"Kami dari desa Coda onee-chan!" jawab Gadis kecil yang berada di samping wanita itu.
"Siapa orang aneh-aneh ini." Dia melirik ke arah Naruto dengan senyum aneh di wajahnya. "Dan bagaimana benda ini bergerak."
"Aku tidak tahu, tapi onii-chan, tumpangan ini lebih nyaman ketimbang kereta kuda, lo." jawab Gadis kecil itu dengan senyuman.
"Ehh tumpangan yang nyaman, ya?" Dia bertanya dengan senyum sambil melirik Naruto, yang membuat bulu kuduknya berdiri. "aku juga ingin mencobanya... bagaimana rasanya menaiki ini"
Dia berjalan menuju kursi depan dan membuka pintu kendaran, Naruto tidak tahu bagaimana dia tahu cara membuka pintu.
Dia melangkah masuk dan mengejutkan Tuka dan georg, gadis itu masuk dan duduk di pangkuan Naruto.
"A-pa yang kamu lakukan?" Tanya Naruto melihat gadis itu yang seenak jidatnya duduk di pangkuannya.
Georg yang melihat interaksi naruto dan gadis manis itu tertawa tidak tertahankan.
Sementara itu naruto yang melihat georg tertawa marah ingin sekali dia memukulnya tapi dia urunkan. Naruto memegang pinggang gadis yang berada di pakuannya lalu memindahkannya ke pangkuannya georg.
Gadis manis yang melihat dia di pindahkan dari pangkuan lelaki itu cembrut.
"Hey!? Naruto apa maksudnya ini" protes georg tidak terima.
"Dengar georg aku sudah punya tunangan, jadi aku tidak ingin beinteraksi dengan wanita lain, bukannya kau sudah tau siapa tunanganku itu?" Tanya naruto dengan tajam.
Georg yang mendengar pasrah dengan keadan dia tidak ingin naruto marah.
-Line break-
Mereka memutuskan untuk mendirikan kamp karena hari sudah semakin malam.
"Oke! Sudah cukup untuk hari ini! Kita harus beristirahat dan berangkat pagi-pagi, kita harus kembali ke bukit Arnus sebelum tengah hari!" ucap naruto memerintahkan kepada semua anggota tim nya
Tim nya memberi salam kepadanya dan segera kembali ke tenda mereka.
Naruto duduk di kantong tidur sebelum memiringkan kepalanya ketika Jeanne memasuki tendanya dan menutupnya.
"Kapten, kita satu tenda" Jeanne berkata sambil tersenyum. dia melepas jaketnya bersama dengan sepatu botnya. Dia sekarang hanya mengenakan baju dalamnya dan kaus kakinya saat dia berbaring di tas tidurnya.
"Aku kira Cao cao satu tenda denganmu?" tanyanya naruto sambil melepas baju zirahnya dan jaketnya.
"dia bilang dia ingin tidur di dalam kendaraan. gadis yang bernama Tuka itu satu tenda dengan georg-san dan juga gadis aneh itu." jawab Jeanne
"Aku mengerti. Ayo kita tidur kalau begitu." kata Naruto berbaring di dalam kantong tidur.
naruto tidak memiliki masalah satu tenda dengan seorang gadis karena dia telah melakukannya berkali-kali dengan tentara JSDF lainnya,
Jadi melihat tubuh wanita tidak benar-benar baru baginya.
Jeanne berbaring di kantong tidurnya sendiri dan berbalik ke Naruto.
Tidak semenit kemudian matanya tertunduk dan tertidur sebelum wajahnya berubah menjadi senyum konyol dengan air liur yang membasahi bibirnya.
"Uehehehehe, bukan kapten, itu lubang yang salah."gumam Jeanne dalam tidurnya.
sementara itu Naruto yang mendengar gumam Jeanne membatin ' ahh~ rupanya dia mesum, lebih baik aku tidur di tempat georg di sana lebih aman '
Sambil mengangguk pada dirinya sendiri, naruto kemudia menyelinap keluar dari tenda itu.
Belum beberapa langkah naruto langsung disajikan pemandangan indah di depannya di mana georg sedang tidur sambil memeluk gadis itu sementara itu Tuka tidur di sisinya sambil memeluknya karena dingin.
Sambil mengangguk pada dirinya sendiri, naruto tidur di dekat mereka sambil menatap langit-langit yang di hiasi bintang bintang
Tidak semenit kemudian matanya tertunduk dan tertidur
.
-to be continued-
chapter 2 UP!
.
gimana yah, sekalian aja saya perpanjang chapternya. sampai 4500 word lebih agar lebih panjang? alasannya, biar para reader bisa membacanya lebih puas. itu aja
itu juga kalo mood nya lagi bagus.
saya masih Author newbie Jadi mohon maaf jika ada banyak kekurangan.
Sekian dari saya sampai di sini dulu dan terima kasih banyak, atas dukungannya.
'..;
