~THE HIDDEN UNIVERSE~

CHAPTER 2

Main cast :

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other cast :

Do Kyungsoo

Kim Jongin

Oh Sehun

Rating : T - M

Ini murni hasil dari pemikiran aku sendiri yah teman teman… Semoga kalian suka sama ceritanya :)

Preview

Tak lama seorang pria datang dengan siluet yang bagus ia sangat tampan dengan rambut ia sampirkan ke atas dan warna rambutnya yang hitam legam dan tatapannya lurus sedang mencari keberadaan orang tuanya dan ia menemukan keberadaan orang tuanya dan segera menyapa "Maaf aku terlambat" Baekhyun merasa tidak asing dengan suara itu ia mendongakkan kepalanya untuk meyakinkan dan ia sangat terkejut bahwa yang di depannya ini adalah orang yang sangat ia cintai dan hatinya berdebar bedar dan ia bergumam dalam hati 'aku akan dijodohkan dengan Chanyeol.. Yah… Park Chanyeol orang aku cintai' tanpa Baekhyun sadari ia tersenyum dengan hatinya yang mengembang dengan gembira karena ia akan dijodohkan dengan Chanyeol orang yang ia cintai selama ini. Sedangkan Chanyeol terkejut dengan pria di depannya.

Tuan Park melihat dan menoleh kepada Chanyeol "Chanyeol kami sudah menunggumu nak" Chanyeol tersenyum ramah walau dalam hati dia sangat tidak ingin untuk menghadiri acara yang menurutnya tak penting ini. "Maafkan aku ayah di jalan sedikit macet tadi" tuan Park mengangguk dan menyuruh Chanyeol untuk duduk sedangkan Baekhyun jangan ditanyakan lagi ia merasa sangat bahagia saat ini, Baekhyun terus menunduk dan tersenyum tanpa sadar. Chanyeol hanya mengiyakan ayahnya dan ia duduk tepat dihadapan Baekhyun dan Chanyeol hanya memandang Baekhyun dengan acuh. Baekhyun menyadari bahwa yang duduk di depannya adalah seseorang yang ia cintai saat ia mendongakkan kepalanya dan tak sengaja bertemu pandang dengan Chanyeol ia merasa sangat gugup dan rasanya ingin menghilang saja dari hadapan Chanyeol karena Baekhyun merasa sekarang pasti wajahnya sudah memerah seperti tomat dan Chanyeol hanya menatap Baekhyun datar.

"Sekarang kita akan makan malam dahulu baru kita akan membicarakan soal perjodohannya" tuan Park menyuruh untuk makan malam terlebih dahulu dan yang lain mengiyakan. Mereka yaitu keluarga Park dan keluarga Byun memakan makan malam mereka dengan tenang dan hanya ada suara dentingan sendok dan garpu begitu pun hanya Chanyeol yang terlihat tidak berminat dalam acara ini. Berbanding terbalik dengan Baekhyun yang sangat menikmati makan malamnya itu.

Setelah selesai makan malam mereka pun membicarakan tentang perjodohan Baekhyun dan Chanyeol. Ayah Chanyeol membuka pembicaraan terlebih dahulu "Bagaimana kalau mereka kita adakan pertunangan terlebih dahulu dan mendekatkan mereka agar tidak terlihat canggung."

Ayah Baekhyun setuju dengan penuturan dari ayah Chanyeol "Iya kau benar mereka harus mengenal satu sama lain sebelum ke jenjang berikutnya" ayah Baekhyun tersenyum sambil melihat kearah Baekhyun anaknya yang duduk bersebelahan dengannya.

Baekhyun sedari tadi hanya terdiam mendengarkan pembicaraan dari kedua keluarga yang sedang membicarakan perjodohannya dengan Chanyeol dan dalam hati Baekhyun ia tidak menyangka akan dijodohkan dengan orang yang sangat ia sukai selama ini.

Sedangkan Chanyeol merasa tidak berminat dengan obrolan kedua keluarga itu dan ia sangat tidak menginginkan perjodohan ini berlansung.

"Chanyeol mungkin kau harus mengajak Baekhyun berjalan jalan nak agar kalian terlihat lebih akrab" Ibu Chanyeol berbicara kepada Chanyeol dan Chanyeol menoleh kearah ibunya kemudian ia mengangguk.

Chanyeol berdiri dari kursinya dan melirik Baekhyun sebentar. Baekhyun merasa sangat gugup dan ia merasa ingin menghilang ia berpikir akan lebih canggung dan memalukan baginya kalau ia hanya berdua dengan Chanyeol.

"Ayo Baek" ajak Chanyeol dan Baekhyun mendongak menatap pada netra Chanyeol. Baekhyun terdiam sementara lalu akhirnya tersadar dan mengangguk mengiyakan. Baekhyun berdiri dari kursinya.

"Baiklah ayah, ibu, paman, dan bibi. Aku dan Baekhyun pamit" pamit Chanyeol kepada orang tuanya dan orang tua Baekhyun.

"Ya silahkan kalian harus dekat dan akrab" Ayah Chanyeol membalas pamit dari anaknya.

Chanyeol dan Baekhyun membungkuk hormat dan meninggalkan meja restoran itu dengan Baekhyun yang mengekori Chanyeol di belakang dan Chanyeol merasa sedikit risih.

"Semoga saja mereka berdua cepat dekat dan kita bisa segera melangsungkan pernikahan mereka" ujar Ibu Baekhyun

"Ya kami harap seperti itu" Ibu Chanyeol membalas ucapan Ibu Baekhyun dan mereka melanjutkan obrolan mereka.

Sesampai di parkiran Baekhyun terus mengekori Chanyeol dan sesampai di depan mobil Chanyeol, Chanyeol membuang muka dan masuk begitu saja ke dalam mobilnya. Baekhyun mengikuti dan ia membuka pintu mobil di sebelah pengemudi kemudian ia duduk.

Mereka keluar dari area restoran dan Chanyeol memilih tempat acak untuk mengajak Baekhyun bicara. Chanyeol berniat dan berusaha berbicara kepada Baekhyun agar ia menolak perjodohan ini terlebih dahulu mungkin Baekhyun dapat dibujuk dan ia akan terlepas dari perjodohan yang menurutnya konyol.

Dan Chanyeol tertuju ke Sungai Han untuk bersantai dan mencoba bernego dengan Baekhyun. Ia memarkirkan mobilnya dekat dengan Sungai Han dan mereka tepat berhadapan langsung dengan pemandangan air Sungai dari Sungai Han.

Chanyeol mematikan mesin mobilnya dan turun dari mobilnya kemudian berdiri dengan kedua tangannya berada di kantung celananya dan menarik napas dalam dalam merasakan angin malam dengan mata terpejam dan membuang napasnya dengan perlahan.

Baekhyun yang berada dalam mobil masih terdiam ia merasa bingung apa yang harus ia lakukan jadi ia hanya berdiam di dalam mobil dan sambil menatap diam diam Chanyeol dari dalam mobil. Chanyeol terdiam sebentar dan merasa Baekhyun tidak keluar dari mobilnya. Kemudian ia menoleh kearah Baekhyun yang berada di dalam mobil dan menyuruhnya keluar dengan tangannya.

Mau tidak mau Baekhyun yang melihat Chanyeol merasa tidak enak dan ia keluar dari mobil Chanyeol dengan perasaan yang berdebar debar. Chanyeol hanya menatap diam Baekhyun dengan tatapan yang datar. Baekhyun menundukkan kepalanya dan terjadi keheningan di antara kedua anak adam itu. Sampai akhirnya Chanyeol lah yang membuka suaranya untuk pertama kali.

"Baekhyun-ssi apakah kau berpikir untuk menyetujui perjodohan ini?" Chanyeol menatap Baekhyun yang masih menunduk, Ia berbicara langsung pada inti karena Chanyeol sangat tidak suka bertele tele. Baekhyun yang mendengar Chanyeol berbicara ia ingin berbicara tapi entah mengapa lidahnya terasa kelu karena ini pertama kali ia mengobrol berduaan dengan Chanyeol.

Chanyeol masih melihat keterdiaman Baekhyun dan ia bertanya sekali lagi "Baekhyun-ssi apakah kau tuli? Kau tidak menjawab pertanyaanku aku sedang berbicara denganmu Baekhyun-ssi." Baekhyun merasa sedikit terhentak dengan perkataan Chanyeol. Baekhyun mengdongakkan kepalanya dan langsung menatap ke netra Chanyeol yang membuat Baekhyun terpikat dengan kedua bola mata besar itu.

"Y-ya Chanyeol-ssi aku menerima perjodohan ini demi ayahku." Baekhyun menjawab pertanyaan yang Chanyeol ajukan kepadanya dengan nada sedikit bergetar. Chanyeol yang mendengar jawaban dari Baekhyun tertawa sinis.

"Oh jadi apakah perusahaan ayahmu bangkrut begitu?" Chanyeol menanyakan pertanyaan itu kepada Baekhyun dengan nada yang meremehkan dan tersenyum miring. Baekhyun yang mendengar Chanyeol berkata seperti itu kepadanya terkejut dan merasa apakah Chanyeol memandangnya serendah itu.

"T-tapi Ch-chanyeol-ssi…" Chanyeol memotong perkataan Baekhyun. "Oh atau jangan kau dan keluargamu ingin mengambil perusahaan ayahku lewat kerjasama omong kosong ini?"

Baekhyun bungkam dan ia hendak menangis karena tega teganya Chanyeol menuduhnya dan keluarganya seperti itu.

Baekhyun dengan ragu mengangkat kepalanya dan ia tidak boleh terlihat lemah "Tidak Chanyeol-ssi aku sudah memutuskannya dengan matang dan aku akan menerima perjodohan ini."

Chanyeol tersenyum meremehkan dan tertawa karena Baekhyun tidak gentar sedikit pun. "Baiklah terserah kau. Aku juga tidak peduli asal kau tahu sebenarnya aku tidak sudi dijodohkan dengan lelaki seperti kau!! Menjijikkan dan hanya ingin…."

"Cukup Chanyeol-ssi!!" Baekhyun memotong perkataan Chanyeol dan ia berusaha kuat di depan Chanyeol.

"Ciiihhh aku sangat muak dengan lelaki seperti kau" Chanyeol langsung meninggalkan Baekhyun tanpa menoleh sedikit pun dan memasuki mobilnya lalu ia melajukan mobilnya meninggalkan Baekhyun di sana sendirian.

Setelah Chanyeol pergi Baekhyun menangis dengan sekencang kencangnya. Hatinya terasa hancur bahwa orang yang ia cintai ternyata memandangnya pertama kali dengan sangat sinis dan sangat membencinya. Hati Baekhyun terasa sangat sakit dan ia memukul mukul dadanya untuk menghilangkan rasa sakit hatinya "Tidak apa apa Baekhyun… Tidak apa apa dia hanya belum mengenalmu. Yah belum mengenalmu.. Gwaenchanna!" Baekhyun menyemangati dirinya dan terus memukul dadanya untuk menghilangkan rasa sakit itu.

Baekhyun merasa sedikit tenang dan akhirnya ia berjalan kaki ke trotoar dan menunggu taksi dan ia sudah berhenti dari tangisnya walau matanya sedikit kemerahan dan ia tidak boleh membiarkan orang tuanya tahu bahwa ia habis menangis dan ia harus kuat di depan orang tuanya karena ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya walaupun dirinya sendiri terluka, Baekhyun hanya ingin orang tuanya bahagia.

Tak lama taksi pun datang dan ia memasuki taksi lalu segera menuju rumahnya.

~=~

Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tidak wajar dan ia merasa sangat frustasi dengan Baekhyun. Ia tidak habis piir bahwa lelaki itu sangat berambisi dalam perjodohan ini hanya karena harta. Chanyeol pun menepikan mobilnya, setelah itu ia menenangkan dirinya dan bernapas dengan terengah engah sambil kepalanya menunduk dan kemudian ia mendongakkan kepalanya kembali.

"AAARRRRGGGGGHHHHHHHHH!!!!!!!!!!" Chanyeol mengerang frustasi dan membanting stirnya.

"Lihat saja Baekhyun-ssi seberapa lama kau akan bertahan denganku. Kau pikir mudah aku akan membuat hidupmu seperti di neraka dank au piker aku akan menyetujui ini ckk… dia hanya namja menjijikkan." Chanyeol tergumam sendiri dan kemudian tersenyum miring dengan rencana yang akan membuat hidup Baekhyun seperti di neraka.

Chanyeol merasa lebih tenang dan ia melajukan mobilnya kembali menuju rumahnya.

~=~

Taksi yang ditumpangi Baekhyun sudah

berada sedikit jauh dari kediamannya dan ia segera menuruni taksi dan tidak lupa untuk membayarnya. Baekhyun berjalan menuju rumahnya dengan langkah yang lesu dan ia memasuki gerbang rumahnya. Kemudian ia membunyikan bel rumahnya dan segera merubah ekspresi wajahnya dengan senyum yang dibuat buat. Tak lama ada yang membukakan pintu untuk Baekhyun ia adalah adik Baekhyun yaitu Kai.

"Hyung kau sudah pulang?" Kai bertanya kepada Baekhyun dan hanya dibalas Baekhyun dengan tatapan yang menyebalkan.

"Kau tak melihat tubuhku ada di sini. Ckkk kau menaruh matamu di mana? Minggir aku ingin masuk" Baekhyun memulai persoalan dengan adiknya ia berpikir ia harus terlihat baik baik saja di depan keluarganya walau hati sekarang sedang merasakn sakit yang teramat dalam.

"Yaakkk Hyung kau memang aku hanya bertanya mengapa kau menjawabku dengan ketus. Ckk dasar pendek" Kai tidak mau kalah dan menjawab kakaknya itu.

"APA KAU BILANG AKU PENDEK? DARI PADA KAU HITAM BADANMU SAJA YANG KETINGGIAN DASAR KAU BLALALALALALALA" Baekhyun melotot pada adiknya dan terus mengomeli adiknya sedangkan Kai hanya menutup telinganya sampai kakaknya itu berhenti mengomel. Dan tak lama Baekhyun berhenti dari omelannya itu dengan napas yang terengah engah dan menatap adiknya dengan tatapan yang sengit.

"Kau sudah selesai hyung? Kau mengomel hamper 5 jam. Aku bosan mendengar omelanmu lebih baik aku ke kamar dan bermain game ku lagi." Kai meninggalkan Baekhyun dan menuju kamarnya untuk melanjutkan permainan.

"Yaakkk kau…. Yaaaak Kai aku belum selesai bicara dasar kau hitam.. Ck…." Baekhyun terus mengomel dan segera memasuki kamarnya dan mengunci kamarnya agar tidak ada seorang pun yang dapat memasuki kamarnya. Ia hanya ingin menangis sepuasnya dan ia mengomeli Kai itu hanya topengnya saja agar ia terlihat baik baik saja. Baekhyun bersandar di pintu kamarnya yang sudah ia kunci.

Baekhyun menangis dengan tersedu sedu sambil mengatup mulutnya dengan kedua tangannya agar suara tangisannya tidak terdengar sampai kamar adiknya. Baekhyun terus menangis dan sekarang keadaannya sangat parah dengan mata yang sangat sembab dan merah.

Tak lama ada yang mengetuk pintu kamar Baekhyun dengan lembut "Baek… Nak kau sudah pulang?" Baekhyun mendengar ibunya yang bertanya dibalik pintu kamar Baekhyun dan Baekhyun terdiam dan menghentikan tangisannya ia panik dengan mata yang bergerak ke mana mana.

"Baek kau mendengar eomma?" Hyoyeon mengetuk pintu kamar Baekhyun dan ia memcoba membuka knop pintu itu tetapi tidak bisa karena terkunci dari dalam. Baekhyun masih terdiam dan tetap membekap mulutnya.

"Eomma rasa kau sudah pulang dan tidur nyenyaklah. Eomma menyayangimu sayang." Hyoyeon segera meninggalkan kamar Baekhyun. Baekhyun yang mendengar langkah kaki ibunya yang menjauh dan ia sangat tidak tahan untuk menumpahkan air matanya lagi. Baekhyun menangis hamper semalaman penuh dan ia merasa lelah ia segera naik kasurnya dan membaringkan dirinya dan pakaiannya belum ia ganti sama sekali.

Baekhyun hanya ingin tidur dan melupakan masalah hari ini dan berpikir mungkin yang dikatakan Chanyeol hanya gertakannya ia harus tetap berjuang untuk mendapatkan cinta Chanyeol walaupun Chanyeol membencinya tetapi Baekhyun bertekad untuk membuat Chanyeol mencintainya dan tidak akan melepaskan Baekhyun.

~=~

Chanyeol memasuki pekarangan rumahnya dan segera memasuki rumahnya dan mala mini sudah menunjukkan pukul 11 malam dan ia tadi hanya menghilangkan penatnya karena Baekhyun tadi. Ia memasuki rumahnya dan para pelayan menundukkan kepalanya tanda hormat kepada Chanyeol.

"Chanyeol bagaimana kau dengan Baekhyun apakah ada kemajuan?" Ibu Chanyeol bertanya kepada anaknya dan muncul entah dari mana. Chanyeol sedikit terkejut dengan kehadiran ibunya yang tiba tiba itu.

"Eomma kau mengagetkanku." Chanyeol mengelus dadanya dan ibunya hanya tersenyum kepada Chanyeol "Bagaimana hubunganmu dengan Baekhyun apakah ada kemajuan?" Ibu Chanyeol merasa penasaran dengan hubungan Chanyeol dan Baekhyun. Chanyeol yang mendengar penuturan ibunya hanya memutar matanya malas mendengar nama Baekhyun itu.

"Eomma ini baru sehari dan kita berdua juga baru bertemu mala mini bagaimana kami bisa mempunyai hubungan secepat itu." Chanyeol menanggapi pertanyaan ibunya mau tak mau. Ibunya hanya mendengarkan sambil mengangguk.

"Hmmmm cepat cepatlah kau dekat dengan Baekhyun ne??? Eomma sudah tidak sabar mempunyai menantu seperti Baekhyun cantik, baik, sopan, dan sangat imut." Chanyeol yang mendengarkan ibunya mendeskripsikan Baekhyun merasa ingin memberitahu ibunya bahwa niat Baekhyun sebenarnya bukan itu tapi yang ia lakukan hanya memutar bola matanya.

"Eomma aku ingin ke kamar aku sangat mengantuk." Ibu Chanyeol mengangguk dan membiarkan anaknya beristirahat. "Baiklah anakku kau harus istirahat dan jangan lupa besok kau harus menjemput Baekhyun dan kalian sama sama ke kampus. Bukan kah kalian satu kampus?" Chanyeol hanya mengangguk malas dan hanya mengiyakan perkataan ibunya itu.

Ia segera menaiki tangga dan menuju kamarnya untuk mengistirahatkan pikiran dan badannya karena hari ini ia sangat lelah. Ia segera memasuki kamar mandi dan memakai baju kemudian segera berbaring di kasur king size nya yang sangat nyaman itu dan memikirkan sesuatu yang mengganggunya "Huuuuufffttt apakah aku harus memperkenalkan dia kepada ayah dan ibu agar perjodohan ini dibatalkan?" Chanyeol bermonolog dengan dirinya sendiri dan memikirkan matang matang atas pertimbangann iniya itu lagipula ia sangat tidak menginginkan perjodohan ini ada.

"Yah sepertinya aku harus memperkenalkannya lagipula aku sangat tidak menginginkan perjodohan ini ada." Tak lama Chanyeol memejamkan matanya dan berusaha tidur dengan nyenyak dan menanti hari esok.

~TBC~

Akhirnya update juga ini partnya ya allah butuh berkali kali ngetik buat ide ini... Setiap ngetik pasti kehapus mulu kan aku jadi kesel dan bad mood banget buat ngetik jadi selalu aja ketunda buat bikinnya...

Aku berharap kalian suka sama cerita aku yang ini yah walaupun sebenarnya part ini belum yang intinya belum konflik intinya tapi semoga kalian sabar nunggu yaahhh... Aku juga selalu sabar nunggu kokkk... Dan maaf kalo typo bakal bertebaran di mana mana aku harap kalian maklumin yakkssss... Maaf juga kalo di part ini kata katanya cuman 2k... Jeongmal mianhae...

Okeh sekian bacotan aku... Oh ya jangan lupa baca juga yah cerita aku yg BIG BOSS AND I partnya udah lumayan banyak dari cerita ini karena ceritanya baru.. Okeh sekian bacotan aku yab jadi dua kali.. Hihihihihihi...

~~SALAM CHANBAEK IS REAL~~