Makasih reviewnya, Cijuu terharu ternyata pada suka :') /plak

Akhirnya Chapter 2 update, selamat menikmati(?)


Ketika kau menyakiti seorang teman, tak ada hukuman yang lebih pantas kecuali kehilangannya.


Drap.. Drap.. Drap..

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki

Si-siapa itu? Apakah Lenka-nee? Tapi, bukankah dia baru saja tertidur?

Krieet..

Pintu dihadapan Len tiba-tiba terbuka


Len yang pada dasarnya penakut langsung membeku melihat pintu di depannya terbuka. Tampak di depannya seorang gadis berambut kuning panjang sedang memeluk boneka.

"Astaga, Lenka-nee, kukira siapa. Kau membuatku hampir mati ketakutan tau. Apa yang kau lakukan? Bukannya kau baru saja tertidur?"

"Len, bolehkah aku tidur denganmu malam ini?" Tanya orang yang dipanggil 'Lenka-nee' seraya mengusap air mata yang turun perlahan-lahan.

"E-eh? Ada apa? Mengapa kau menangis?"

"Len, aku mimpi itu lagi. Aku rindu Kaa-san.. Mengapa dia harus pergi menyusul Tou-san secepat ini?" Lenka pun mulai terisak-isak di pintu kamar Len.

"Ah, sinilah Lenka-nee. Aku juga barusan mimpi Kaa-san." Ujar Len seraya bergeser ke pinggir tempat tidurnya.

"Len, kurasa aku tak sanggup lagi begini. Aku sangat merindukan Kaa-san." Lenka makin terisak-isak saat Len mulai menyelimutinya.

"Jangan begitu Lenka-nee, apa kau tega meninggalkanku sendiri? Percayalah, aku juga hampir tak sanggup lagi. Aku bertahan hanya demi Nee-chan" dan gadis itu. Tambah Len dalam hati.

"Ah kau benar Len, kita harus bertahan. Lagi pula kita sedikit lebih beruntung dibandingkan gadis itu. Kita memiliki satu sama lain, sedangkan gadis itu tak memiliki siapapun."

"Yah, kau benar Nee-chan, kita sangat beruntung.."


"Tadaimaa.. Eh? Kaa-san, Rin sudah pulang. Kaa-san, Tou-san, dimana kalian? Kaa-san, Tou-sa...

Kyaaaaa! Kaa-san, bangun Kaa-san! Tou-san, bangun.. Kalian kenapa? Kaa-san! Tou-san!"

"Kahime-san. Kahime-san. Kahime-san! Apa kamu tidak mendengarkan saya?" Bentak seseorang.

"Ah! Go-gomenne Kiyoteru-sensei.."

"Kamu ini, bukannya memperhatikan malah bengong. Sekarang juga kamu berdiri di luar kelas!" Rin pun berjalan diiringi tatapan sinis seorang temannya.

"Sial! Kukira semua sudah hilang, kenapa juga harus teringat saat pelajaran Kiyoteru-sensei. Ah, sial!" Rin ngedumel sendiri seraya mengacak-acak rambutnya (author : kesannya kok kaya cowo ya /plak)

"Eh, Rin? Apa yang kau lakukan"

"Hatsune-senpai?"

"Hah kau ini, kan sudah kubilang panggil saja aku Mikuo. Apa yang kau lakukan disini?"

"Aaa, etto.. Aku dihukum Kiyoteru-sensei karena bengong saat pelajarannya."

"Hahaha kau ini ada-ada saja. Mau ikut ke kantin?"

"Eh? Tapi kan aku sedang dihukum."

"Ayolah, nanti kau kembali lagi sebelum bel." Tanpa menunggu jawaban Rin, Mikuo langsung menariknya ke kantin.

Kurang ajar kau Kahime Rin, setelah ini kau takkan selamat!

.

.

.

.

.bersambung