Yak, chapter 2 update~
Cepet ya? saya lagi nganggur sih, habis UTS =w= /plak
Pokoknya selamat membaca deh OwO)/
-~oOo~-
DISCLAIMER: Si Baka ini bukan pemilik VOCALOID, karena Vocaloid adalah milik CRYPTON dan orang orang yang bersangkutan.
WARNING: Typo, diksi abal, masih belajar~
CHAPTER 2
"Sebentar, dimana ini?"
.
.
.
.
aku melihat sekelilingku. 'Apa ini kamarku? Memang mirip sih, tapi kenapa jadi rapih begini?' Aku berusaha berfikir positif bahwa kamarku yang super berantakan itu sudah dirapihkan oleh ibuku.
'tumben ibu mau membereskan kamarku, biasanya dia tidak mau membereskannya.' akhirnya aku mengabaikan pertanyaanku itu dan beranjak menuju dapur untuk mengambil minum. Namun, sebelum aku membuka pintu kamar, tiba tiba pintu itu terbuka sendiri. Yang membukanya adalah seorang laki laki dengan wajah yang sama persis denganku. Bukan hanya persis, tapi bagaikan pinang dibelah dua! Dan yang lebih mengajutkan yaitu dia... Dia.. Dia hanya mengenakan handuk!
"KYAAAAAAAAAAAAAAAA!"
"UWAAAAAAH!?" *BRAK* pintu pun kembali tertutup.
'Sebentar sebentar. Sebenarnya apa yang terjadi di sini?! Siapa cowok itu? Kenapa wajahnya sama persis denganku? Kenapa dia masuk ke kamarku? Dan yang lebih penting.. KENAPA DIA TIDAK MENGENAKAN PAKAIAN?!'
Kami berdua sama sama diam. Tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya laki laki itu yang memulai pembicaraan.
"Kamu siapa? Bagaimana caranya kamu bisa ada di kamarku?" tanya laki laki itu, masih berada di luar kamar... Eh, dia bilang ini kamarnya? KAMARNYA?!
"Hah?! Ini kan kamarku! Seharusnya aku yang bertanya padamu! Kamu itu siapa? Dan kenapa masuk ke kamarku hanya dengan mengenakan handuk?!"
"Hah?! Ini kamarmu?!" laki laki itu membuka kembali pintu kamar. Saking kagetnya aku sampai tidak dapat mengatakan sepatah kata pun.
"Ini kamarku! Kalau tidak percaya coba saja lihat ini!" dia membuka rak baju dan memperlihatkan buku buku pelajaran yang tertulis 'kagamine len'.
'Bahkan margaku pun sama dengannya' gumamku. Entah kenapa rasanya kakiku lemas sehingga membuatku terduduk di lantai. "mustahil" lirihku.
Tiba tiba terdengar suara yang sangat familiar untukku. Suara ibu. "ada apa ini? Kenapa ribut sekali?" aku melihat ke arah sumber suara tersebut, tapi hal itu lebih membuatku kaget lagi. Kenapa ibu... Jadi seperti laki laki?!
"Oh, ayah" ucap laki laki yang mirip denganku itu.
"Len, siapa ini? Kenapa wajahnya mirip sekali denganmu? Kenapa wajahnya mirip sekali denganku?"
"Ayah bodoh, aku juga tidak tahu. Baru saja aku ingin bertanya padamu."
Kemudian aku merasa cahaya di sekitarku menghilang...
-~oOo~-
"Uuuuuh..." Aku terbangun, samar samar terlihat seorang laki laki yang terlihat mirip denganku. Oh, dia telah memakai pakaian sekarang dan... Seorang perempuan yang mirip sekali dengan ayahku. Ya ampun, sebenarnya ini apaan sih? mimpi? masa aku pingsan di dalam mimpi? ga lucu banget kan.
"Kamu tidak apa apa?" Tanya perempuan itu.
"I-Iya, aku tidak apa apa... Cuma sedikit pusing." Aku mencoba berdiri dari tempatku semula.
"Jangan berdiri dulu, wajahmu masih pucat." Dia mencegahku berdiri. Senyum yang diberikannya padaku membuatku jadi sangat... Merindukan ayahku.
"Terima kasih." Hanya kata kata itu yang dapat aku katakan. Aku masih benar benar kaget dengan apa yang ku alami hari ini. Apalagi...
". . . . Apa lihat lihat?" Tanya lak laki yang sejak tadi sedang kuperhatikan. Dia bertanya dengan ketus, menyabalkan.
"Hueh?! Siapa yang lagi ngeliatin kamu? dasar GR!"
"Kamu. . .!"
"Sudah, kalian jangan bertengkar... Len, jangan gitu dong! Dia kan tamu kita!" Perempuan itu langsung menjiak Len. Tunggu, katanya aku tamunya?
Belum sempat aku menanyakannya pada perempuan itu, dia kembali berbicara. "Maaf ya mendadak, kamu pasti kaget ya Rin chan? Nama saya Rinka, Kagamine Rinka. Dan ini putra saya, Kagamine Len." Dia menunjuk anak laki laki berambut honey blonde diikat satu di belakang yang tadi berbicara sangat ketus. Laki laki itu hanya memalingkan wajahnya, sungguh me-
BRAK!
"Maaf menunggu, aku membuatkan bubur untukmu Rin." Laki laki yang terlihat seperti ibuku masuk dengan mangkuk berisi bubur di tangannya. 'Enerjik sekali orang ini' pikirku.
"Terima kasih" Ucapku singkat.
"Nah, sekarang kamu istirahat dulu. Besok kamu pergi sekolah bersama Len ya.." Kalimat dari Rinka langsung membuat kami bertiga (aku, orang jutek bernama len dan ayah muda yang enerjik) kaget. "APAAAAA?!" Heh? si ayah juga kaget ya?
"KOK?! AKU UDAH DIDAFTARIN SEKOLAH?!"
"KOK AKU HARUS KE SEKOLAH SAMA DIA?!"
"KOK RIN DISURUH ISTIRAHAT?! AKU SUDAH CAPEK CAPEK BUATIN BUBUR?!" Perkataan si Ayah membuat suasana tiba tiba menjadi hening.
.
.
.
"ahahahahaha... aduh, perutku sakit!" aku pun tertawa. Sepertinya aku mulai bisa menerima apa yang terjadi. Rinka yang melihat aku tertawa pun ikut tertawa, sedangkan laki laki yang bernama Len itu hanya tertawa kecil. Manis juga dia.
"Aku akan istirahat setelah memakan bubur ini kok, ehm... siapa nama om?"
"Namaku Leon, dan jangan panggil aku om! Panggil aku ayah~"
"Baik, a-ayah" aku menundukan muka, wajahku terasa panas.
"Aduuuuuh~ manisnya... " Dia langsung memelukku sekuat tenaga, tapi Rinka langsung memukulnya.
"Kamu ga sopan. Oh iya Rin chan, panggil aku ibu ya. Sudah lama aku ingin anak perempuan... Nah, selamat istirahat" Rinka menyeret Leon pergi keluar kamar yang aku tempati. Meninggalkan aku dan Len berdua. Lalu suasana kembali henging.
". . . ."
". . . ."
"Pokoknya, jangan sok akrab di sekolah nanti." Setelah mengatakan itu, laki laki ketus itu pergi meninggalkan aku yang masih kaget dengan ucapannya.
BRAK! Pintu tertutup.
". . . . . IIIIIH! APAAN SIH?! NYEBELIN BANGET!" Aku melempar bantal ke arah pintu. 'Aku benci dengannya!' Aku menutup wajahku dengan selimut lalu berusaha untuk tidur.
'Apa yang akan terjadi di sekolah besok ya'
.
.
.
.
-TBC-
Yak, Akhirnya selesai... Terlalu pendek ya? gomen, dikejar waktu sih ;;u;;
Chapter selanjutnya mungkin ga akan di update secepat ini, Tapi tetap bakal di update kok =w=
Kritik, saran dan masukan diterima~ REVIEW aja... Jaa ne OwO)/
