PEACH
Mark memperhatikan Jinyoung yang mondar-mandir dari kamar Markson kemudian kembali ke kamarnya kemudian ke kamar Jaebum. Dia kenapa? Pikir Mark, dia bertanya saja tadi tak dijawab. Apa kekasihnya kehilangan sesuatu?. Terhitung sudah tiga kali Jinyoung bolak-balik dengan rute yang sama.
"Ah…kenapa tak cari di dapur saja…", kata Jinyoung pada dirinya sendiri kemudian memasuki dapur. Mark yang duduk di sofa hanya memperhatikan kekasihnya. Mereka hanya berdua di dorm, karena yang lain memutuskan untuk keluar berbelanja. Tapi bukannya mendapatkan waktu berdua, Mark malah mendapati kekasihnya mondar-mandir seperti setrikaan. Dipanggil-panggil ngga nyaut.
"Aarrgg…tidak ada juga…dimana sih?", gerutunya Jinyoung yang membuat Mark mengerutkan kening.
"Jinyoung…", panggil Mark tapi tak digubris juga. Jinyoung malah mengambil ponselnya.
"Isshhh…baru juga keluar sebentar ponselnya pada ngga aktif…", gerutunya lagi memarahi ponselnya atau mungkin orang yang ditelponnya.
"Nyoung-ah…", panggil Mark lagi
"Heran…ngilang kemana sih?", Jinyoung masih tak mempedulikan panggilan Mark, atau tidak mendengar? Atau bahkan tak menyadari Mark sedari tadi ada di sana?
Yang terjadi selanjutnya hampir membuat Mark berteriak frustasi. Jinyoung malah kembali ke kamarnya. "Wah…sepertinya ada yang tidak beres…", Mark memutuskan untuk menyusul Jinyoung ke kamarnya.
Mark mendapati kasihnya menunduk mencari sesuatu di dalam lemarinya. Mark menelengkan kepalanya ke samping. Kenapa lagi Jinyoungnya?
Puck! Mark menepuk pantat Jinyoung karena gemas sendiri melihat pose kekasihnya dan tingkahnya sedari tadi.
"Yah!", Jinyoung sudah berniat menyemprot orang yang seenaknya memukul pantatnya di saat-saat genting - menurut jinyoung - seperti ini. Tapi niatnya urung meilhat Mark menatapnya dengan alis terangkat satu.
"Kau kenapa?", Jinyoung menatap kekasihnya heran.
"Kau yang kenapa sayang. Daritadi mondar-mandir di dorm, aku panggil ngga nyaut".
Jinyoung malah mengerucutkan bibirnya dan duduk di dekat lemari.
"Berhenti mengerucutkan bibir, aku cium nih…", Mark ikutan duduk di sebelah Jinyoung yang memasang wajah sedih dan kelelahan.
"Apasih? Ngga tau lagi pusing apa…".
"Ada yang hilang?", tebak Mark yang dibalas Jinyoung dengan manggut-manggut. "Propertiku buat MC hilang…padahal seingatku aku taruh di kamar…". Aku Jinyoung tampak sedih dan juga bersalah. Mark mengetahui Jinyoung menjadi MC bersama Bambam di salah satu acara music dan seingatnya Jinyoung memang membawa property kembali ke dorm,"Ah! Properti berwarna pink?", Mark mengingat pernah melihatnya kemarin.
"Iya-iya…kau melihatnya hyung?", tanya Jinyoung menemukan secercah harapan.
"Properti pink yang berbentuk seperti pan- uhm…seperti ini", Mark memperagakan bentuk property itu karena hampir salah ucap ke hal yang 'iya-iya'.
"Maksudnya seperti ini apa?", Jinyoung menirukan gerak tangan Mark. Dia tak mengerti maksud kekasihnya.
"Tsk…", Mark menutup lemari Jinyoung agar cerminnya terlihat. ", Coba kau peragakan posisi merangkak".
"Hah? Untuk apa?", Jinyoung menatap kekasihnya bingung,"Jangan aneh-aneh hyung…"
"Sudah lakukan saja".
"Terus apa hubungan sama merangkak? Coco?". Jinyoung yang sambil protes tapi tetap merangkak membelakangi cermin lemarinya.
"Sekarang lihat ke belakang", perintah Mark lagi.
Masih dengan seribu tanda tanya Jinyoung menoleh ke cermin di lemari yang memantulkan bayangannya. "Aku rasa bentuknya seperti itu hanya berwarna pink, iyakan?".
"Maksu- Yah!", Jinyoung baru menyadari kalau sedari tadi Mark membicarakan bokongnya.
"Benarkan?",
"aissh…byeontae!",
"Memang benarkan? Aku sudah membuktikan dengan mata dan tanganku sendiri…"
"Auuchh…sudah sana ambil", Jinyoung mendorong Mark sebelum kekasihnya melanjutkan membuat wajahnya memerah.
"Yang ini kan?", Mark kembali dengan sebuah benda pink berbentuk peach dengan lubang sebesar kepala orang dewasa.
"Kenapa hyung mengambilnya?" Jinyoung mengambil benda pink itu dari tangan Mark.
"Tidak, bukan begitu…Aku melihat Coco tidur di dalamnya jadi ku ambil, dan kau tahu," Mark menggaruk tengkuknya, "Benda ini mengingatkanku pada-"
"Sudah-sudah tak usah di bahas…", Jinyoung meletakkan benda itu di atas tumpukan buku sehingga ia kembali membelakangi Mark.
"Tapi memang benar kok…", Mark mengelus bokong Jinyoung.
"Aiissh…Yi en hyung!" Jinyoung merapatkan tubuhnya ke pintu menatap Mark yang menjulurkan lidahnya tak bersalah.
"Padahal semalam kau tak menolak".
"Neo Chinca…".
Mark segera menarik Jinyoung ke dalam pelukannya sebelum Jinyoung menangis. Mark menggumamkan kata maaf karena menggoda kekasihnya berlebihan. Tapi memang iya, Jinyoung memang membuatnya gila.
"You know…every inch of you make me crazy. Specially your peach...", Mark meremat bokong JInyoung sehingga si empunya memekik tertahan,"and this…", Mark melumat bibir plum Jinyoung.
"You drive me crazy too, you hot boy", Jinyoung balas mencium Mark lagi.
another oneshot...'drink it' oneshot...kkkkkk...gemes-gemes sama markjin waktu video mereka main game berlima (lupa nama programnya) minus jaebum ama jakcson. Jinyoung jadi punya nama panggilan peachy-nyongie kalo ngga salah. gemes aku ngeliat mereka disana...
