NORMAL POV

Setelah 2 hari diumukannya penyatuan kedua sekolah, akhirnya hari ini para murid exodus memulai aktifitas mereka di sekolah baru mereka yaitu MC Larens. Beberapa daiantara mereka terlihat bersemangat namun ada beberapa pula yang tidak. Seperti halnya zitao dan teman-temannya yang merasa berat melangkahkan kakinya ke sekolah.

"kalau ga karena umma yang menyeretku dari tempat tidur, aku tidak akan mau berangkat ke sekolah" keluh zitao.

"sama. Bahkan ummaku terlihat lebih gembira dan excited ketimbang aku. Huh. Sampai-sampai dia buatkan aku bekal katanya untuk merayakan masuknya aku ke sekolah baru"

"berlebihan." Celetuk sehun kepada kata-kata baekhyun.

PLETAK

"yah! Biarpun begitu dia tetap ummaku!"

"padahal ini awal semester baru, tapi aku tidak ada semangat semangatnya. Apalagi harus satu atap dan bernafas di tempat yang sama dengan musuh kita" tambah kai

"calm down guys. Ini bukan akhir dunia, kita hanya akan belajar dan memulai aktifitas di tempat yang berbeda. Teman kita sama, beberapa guru kita juga masih sama kan?"

"aduh mana aku baru sembuh malah jadi seperti ini. Kalau gitu aku mending beralasan masih sakit ke umma biar ga perlu berangkat ke sekolah"

"sudah. Semua akan baik-baik aja, ayo kita masuk ke kelas"

'semoga aku tidak harus satu kelas dengan salah satu musuhku. Apalagi si kapten sialan itu.' Batin zitao dalam hati.

Pada saat jam istirahat tiba zitao dan klub basketnya bergegas ke lapangan basket. Tentu saja mereka melakukan kegiatan mereka sseperti biasa yaitu latihan kecil. Meskipun mereka tidak tau apa yang akan mereka hadapi disana.

Ketika semua sampai di lapangan indoor akhirnya kedua teampun berhadapan. Masih dengan jersey kebanggaan mereka masing-masing dan dengan kedua captain dari masing-masing team head to head. Zitao dengan mata tajamnya dan Kris dengan seringainya.

"HUANG. ZITAO" kata Kris dengan penuh penekanan. Tidak dapat percaya kalau semua harus berakhir seperti ini apalagi team yang harus bergabung dengan timnya adalah tim musuh. Belum lagi sanga kapten Huang Zitao yang notabennya salah satu member termuda di tim tersebut tapi dia diberi kepercayaan sebagai kapten.

"KRIS. WU. YIFAN" balas zitao dengan nada penuh penekanan juga. Dia tidak mau kehilangan rasa percaya diri di depan mereka. biar bagaimanapun juga timnya juga bukan tim sebarangan.

"umm.." "guys…" ucap D.O dan Suho berbarengan mencoba mencairkan suasana.

"jadi bisakah kita sekarang menentukan siapa yang akan jadi kapten?" Tanya Suho

"untuk apa lagi? Udah jelas kaptennya aku" kata Kris

"apa? Maksudmu aku?" sambar Tao yang tidak terima.

"harusnya kau sadar bicara itu dimana dan dengan siapa. Ini sekolahku dan ini tim basketku. Darimana kau punya pemikiran kalau kamu jadi kapten hah?"

"terus kenapa?! Aku sudah resmi jadi murid di sekolah ini. Jadi hak kita sama disini!"

"tentu tidak sama! Aku lebih potensial"

"ha? Potensial dari segi mananya? Kekuatan tim kita saja sama! Darimana yang kamu sebut potensial?"

"aku lebih tinggi"

"terus? Sama sekali tidak masalah, aku juga tinggi"

"aku lebih tua darimu dan aku juga lebih kuat dan memiliki lebih banyak skill dibanding kamu"

"oh my god. Pede sekali kamu" dan tao hanya dapat memutar bola matanya. Malas menanggapi si kapten pirang itu.

"oke kalau kamu segitu ingin jadi kapten disini, aku beri kesempatan. Kita battle, siapapun yang lebih dulu mendapat 20 point akan menjadi kapten."

"siapa takut" kata tao kembali menantang kris dengan percaya diri.

"jangan menangis lagi jika kalah anak panda" kata kris dengan seringainya.

"sepertinya kamu yang akan menangis kali ini. Dan jangan panggil aku panda!"

Mereka berduapun segera bersiap-siap. Chanyeol yang berada diantara mereka dan bersiap untuk melemparkan bola langsung disambut dengan cepat oleh kris. Kris dengan cekatan menddrible bola dan akan segera memasukan bolanya ke ring namun tao datang menghadang dan berhasil merebut bola tersebut.

"YEAH PANDA GO PANDA GO!"

"dia lebih cocok menjadi cheerleader daripada pemain basket" kata chanyeol sambil tertawa memberi komentar kepada baekhyun yang sedang bersemangat kepada tao

"apa kamu tertawa? Yah, u ugly giant?" chanyeol terdiam

"ah tidak..kau terlalu kecil untuk ukuran pemain basket…"

"APA KATAMU?"

"DIAMLAH KALIAN BERDUA" sahut xiumin yang merasa teganggu akibat ulah baekyun dan chanyeol yang sedang bertengkar.

"kamu serius sekali baozi? Tidak usah terlalu serius, kita sudah tau kalau kris yang bakal jadi pemenangnya"

"jangan terlalu yakin jongdae!" sahut xiumin dan dia mulai berkonsentrasi ke permainan tao vs kris.

Permainan yang semakin memanas. Masing-masing tao dan kris masih imbang dengan sama-sama mengantongi 16 point. Permainan berlangsung cukup lama dan masing-masing mereka masih tejadi rebut bola dan saling memblok pergerakan satu sama lain.

Skor masing-masing tao dan kris imbang dengan 18 point. Dan pertandingan semakin intens karena ini merupakan penentuan akhir. Jika salah satu mencetak point, maka orang itu yang akan menjadi kapten. Ketika tao menguasai bola di akhir dan ketika akan melempar bola ke ring, tidak sengaja terjatuh akibat pergerakan kris yang tidak terduga akhirnya bola berhasil kris pegang dan segera melemparkan ke ring. Bola yang dilempar kris tepat masuk ke dalam ring dan dengan itu permainan berakhir dengan kris yang tetap memegang jabatannya sebagai kapten.

"DASAR CURANG" teriak tao kepada kris yang dengan sengaja membuatnya terjatuh.

"oh really? Sesuai perjanjian siapa yang membuat point dia pemenangnya, salah kamu sendiri kepleset"

"fine! Tapi kamu tetap curang!"

"bersikapnya gentleman! Dengar semua! Aku tidak ingin pemain dibawah rata-rata bergabung di timku, aku akan mengetes kalian semua satu persatu!" teriak Kris kepada semua pemain tetapi mata dan teriakannya menuju ke tim tao.

"apa katamu?! Mereka bahkan belum siap!"

"terserah! Aku tidak mau mendengar alasan! Kalau timmu memang hebat harusnya mereka akan selalu siap menghadapi tes"

"asshole"

"apa katamu!?"

Tao tidak memperdulikan dan segera menuju ke timnya.

"guys. Sepertinya aka nada tryout dadakan. Jadi persiapkan diri kalian dan lakukan sebaik mungkin, oke?"

Setelah tim tao mulai memasuki lapangan bersamanya, tao tiba-tiba saja ditarik oleh kris.

"kau tetap disini dan batu aku member penilaian"

"huh? Maksudmu?"

"aku sudah lihat kemampuanmu dan kau secara otomatis masuk tim inti sebagai vice captain"

"what!?"

"VICE CAPTAIN. Dan bantu aku beri penilaian dan aku tidak ingin kau membeda-bedakan karena mereka adalah timmu!"

"asshole" dan krispun tidak memperdulikan cercaan tao itu.

Setelah test berlangsung selama 30 menit akhirnya kris menentukan siapa saja yang akan masuk pada tim intinya. Baekhyun, xiumin, sehun, dan kai resmi menjadi tim inti, akan tetapi tidak sedikit juga yang di eliminasi oleh kris dan itu membuat tao menjadi merasa bersalah.

"im sorry guys.."

"tidak apa-apa tao. Ini bukan kesalahanmu." Jawab D.O

"dia itu benar-benar manusia berhati setan! Menyebalkan!" sahut tao lagi

"dia tidak punya perasaan, apalagi teman-teman satu timnya! Kapten sama anak buahnya sama saja" balas baekhyun lagi.

"OKAY GUYS AYO KITA MULAI LATIHANNYA LAGI!" sahut kris lagi dari tengah lapangan dan sontak mengejutkan tim tao

"apa-apaan kau ini? Mereka sudah kelelahan dari tryout tadi! Masa disuruh latihan lagi!?" ucap tao

"jangan manja! Seperti yang kau lihat di timku tidak aja yang complain! Aku tidak suka punya tim yang lemah dan sedikit-sedikit complain kelelahan"

"asshole! Benar-benar menyebalkan!"

"lebih baik kau dan timmu cepat-cepat membiasakan diri dengan tim kami!" sahut kris lagi dan latihanpun dimulai.

"oh tuhan, badanku sakit-sakit semua" keluh baekhyun

"I hate him" sahut tao

"sangat kejam!" balas xiumin

"aku tidak bisa meluruskan kakiku"

"brengsek" kata kai dan mengakhiri keluh tim itu pada istirahat makan siang.

"halo semua?! Menikmati makan siang kalian?" sapa chanyeol kepada tao dan teman-temannya dan tentu saja dibalas dengan tatapan sinis dari mereka.

"si idiot giant lagi" kata baekhyun

"kalian pasti lagi membicarakan kita kan?" tambah chen yang juga menghampiri mereka dan duduk di samping tempat duduk mereka.

"ugh bisakah kalia pindah dari sini!? Aku tidak ingin nafsu makanku hilang" kata xiumin.

"berani sekali kalian mengatur kami padahal ini sekolah kami" sahut kris

"oh yeah? Perlu digaris bawahi dan kau ingat kami sudah resmi menjadi murid di sekolah ini jadi kami juga memiliki hak yang sama!"

"kalau gitu kami juga memiliki hak yang sama duduk disini" sahut kris lagi dengan senyum sinisnya

"sudah sudah. Kita bisa sharing tempat duduk" potong D.O untuk mengakhiri perdebatan tersebut.

"kau terlalu baik kyung baby" balas kai.

"halo semua aku luhan, senang bertemu dengan kalian semua. Semoga tahun ini akan menjadi lebih baik lagi" sahut luhan tiba-tiba dengan ramah. Sementara tim tao hanya menghela nafas dan kembali menyantap makanan mereka. sementara luhan diam-diam melihat eksperi seseorang yang duduk diantara tim tao tersebut.

Setelah makan siang tao kemudian mengecek schedule selanjutnya dan tentu saja sekarang giliran dia ke kelas memasak. Kenapa memasak? Karena diam-diam tao sangat menyukai memasak, saat melihat ibunya di dapur dan mengolah berbagai macam makanan kemudian tao mencoba membuatnya juga, terutama soal dessert dan cake.

"ehem!"

"OHMYGOD! What the fuck kris!? Kau mengagetkan aku!"

"aku menakutimu?" Tanya kris tanpa dosan dan dengan seringainya

"sama sekali tidak lucu!"

"aku lihat sepertinya kau ikut kelas memasak juga. Ayo ke kelas bersama?" ajak kris. Dengan terpaksa tao mengikutinya tapi dengan menjaga jarak.

'benar-benar apes. Kenapa juga aku harus satu kelas dengannya?!' batin tao

Setelah sampai di kelas ternyata semua tempat duduk sudah hampir terisi dan hanya meninggalkan 2 tempat duduk yang masih kosong. Akhirnya dengan terpaksa tao mau tidak mau harus duduk dengan kris.

"kenapa kau mengambil kelas memasak?" Tanya tao

"sebenarnya mau masuk kelas melukis tapi sudah penuh." "kau? Jangan bilang hobimu memasak?" Tanya kris dengan nada meledek

"diam!bukan urusanmu!"

"jadi benar?" Tanya kris lagi namun dengan tawa.

'dasar manusia bipolar, di lapangan sok seperti penguasa dan bersikap berangsek tapi di luar berubah 180 derajat. Orang aneh!' batin tao

'bocah panda ini di lapangan dia bersikap kuat dan menyeramkan dari sorot matanya, tapi sebenarnya sangat girly' batin kris.

"kau mengajari apa sih ke timmu jadi mereka juga ikutan brengsek sepertimu?"

"maksudmu?"

"shut up! Tidak usah berlagak tidak tau! Salah satu temanmu menghina temanku tau!"

"oh si kecil itu? Bukankah itu fakta?"

Sebelum tao menjawab guru di kelaspun menginterupsi menandakan bahwa kelas akan segera dimulai

"OHMYGOD! STOP KRIS. Kau merusak tatanan kueku!"

"ya ya I know im god. Be quiet then"

"stop kris! Jangan ditambah lagi krimnya! Kau benar-benar merusaknya! Oh tidak nilaiku bisa hancur kalau begini!"

Keributan antara tao dan kris membuat sang guru kemudian mendatangi mereka dan melihat apa yang sedang terjadi

"tao, kris tenanglah.. ini bukan test hanya percobaan"

"kau dengar itu?! Jangan berlebihan"

"tetap saja! Kau merusaknya!'

"tenanglah! Masih ada waktu, kita bisa mebuat kue lagi"

"asshole. Seenaknya saja kau bicara. Aku sudah capek-capek kau malah merusaknya"

Kris tidak mengubrisa dan melanjutkan merias kue yang memang sudah berantakan.

"by the way, setelah pulang sekolah aka nada latihan lagi"

"kau gila ya? Mau berapa kali kau latihan dalam sehari huh?"

"I cant help. Pertandingan semakin dekat. Sudah kubilang kan, biasakan timmu pada kebiasaan tim basketku"

"asshole… totally asshole"

"AMBIL BOLA SATU MASING-MASING DARI KALIAN DAN LATIHAN DRIBBLE MENGELILINGI LAPANGAN" perintah kris kepada timnya. "100 KALI KELILING"

"APA!? ARE U CRAZY ASSHOLE?"

"APA KAU BILANG?"

"TIDAK ADA!"

Tao hanya bisa menghentakan kakinya ke lapangan dan mulai mengabil bola basket

"dasar hati iblis!" kata kai

"tidak punya perasaan" balas baekhyun

"ini gara-gara aku kalah dalam pertandingan. Maafkan aku guys"

"jangan salahkan dirimu terus tao!" balas baekhyun

"iya! Kau sudah melakukan yang terbaik!" sahut xiumin lagi

"150 KELILING" kata kris lagi menaikkan jumlah karena timnya yang terus lamban.

Merekapun mulai mengelilingi lapangan sambil mendribble bola.

"kalian sudah terbiasa dengan latihan kami?" Tanya chanyeol yang berlari di samping tim tao

"tidak! Kita tidak perlu melakukan ini tapi masih bisa mengalahkan kalian di beberapa pertandingan" sahut tao

"right. So whats good?" Tanya kai lagi dengan nada meledek

"dia sebenarnya kapten yang baik kok. Dia tegas demi tim kita supaya selalu jadi nomer satu" jawab luhan dengan menjelaskan.

"JIKA TERUS MENGOBROL AKAN AKU TAMBAH MENJADI 500 KELILING" teriak kris lagi dari samping lapangan

Setelah selesai mengelilingi lapangan, mereka kemudian mulai latihan shooting bola ke ring.

"298…299…300" hitung tao yang sambil shooting bola ke ring. Tembakannya semakin lama semakin melemah dan bolanya tidak masuk ke dalam ring.

"lemah. Gitu saja sudah lelah" kata kris

"asshole! Kau yang sudah gila! Mau buat kita mati hah?"

"aneh. Bertahun-tahun aku menerapkan latihan ini tapi belum ada yang mati"

"menyebalkan! Benar-benar manusia menyebalkan" kata tao sambil berlari ke tempat duduk dan mengambil air minumnya.

"astaga.. aku belum mengerajakan tugas sejarah dan geografiku" keluh xiumin.

"benar-benar waktu kita habis karena latihan sialan ini" tambah kai

"ini latihan atau kerja paksa sih? Benar-benar membuat tubuhku ingin terlepas semua" sahut baekhyun

"lebih baik kalian cepat bersih-bersih dan pulang ke rumah, masih ada waktu mengerjakan" kata D.O mengakhiri latihan hari itu.

TBC

Sorry baru update kerjaan numpuk di kantor and baru bisa update….

Enjoy.. jangan lupa review..