RiikuAyaKaitani Production
Presented : I Hate You but I Love You
Naruto©Masashi Kishimoto
Iyahhhoo00~ kembali bersama saya! Maaf karena update-annya yang lamma~ Soalnya Rii kehilangan ide dan akhirnya dapet ide juga~ ok! Jangan banyak bicara~ Let's Start!
Matahari menyinari bumi bagian Konoha tersebut. Menunjukkan hari sudah pagi dan ini sudah waktunya untuk para manusia mulai menjalani aktivitasnya. Tidak terkecuali seorang gadis remaja berambut pink bernama Sakura Haruno. Ia bangkit dari tidur nyenyak-nya dan beranjak pergi menuju kamar mandi. Setelah berpakaian rapi ia memandangi dirinya dalam kaca.
"Kenapa rasanya ada yang berubah dariku ya?" Tanya Sakura pada dirinya sendiri. Ia melihat perubahan pada dirinya. Pada awalnya rambut yang biasa ia urai ia kuncir menjadi 2 bagian. Sakura terkikik geli melihat dirinya yang terkesan imut di depan kaca.
"Sakura, sampai kapan kamu mau di kamar terus hah? Ayo cepat turun dan sarapan!" Seru Konan dari balik pintu.
"Ah, I, Iya!" Jawab Sakura sambil cepat-cepat memasukan buku pada tas-nya. Sakura segera meninggalkan kamar dan teringat akan sesuatu. Ia kembali ke kamarnya dan meraih bungkusan paper bag kecil di sudut tempat tidur dan memasukannya ke dalam tas.
"Lama sekali sih." Tegur Konan.
"Iya. Aku lupa akan sesuatu baru ingat saat turun di tangga." Kata Sakura.
"Hayoo! Sesuatu apakah itu?" Goda Konan.
"A, apaan sih! Cuma syal yang kemarin di pinjamkan Sasuke kok!" Kata Sakura.
"Ciee~ masih ingat saja kau!" Kata Konan sambil meletakkan Sandwich *Slurrpp* di atas piringnya dan piring Sakura.
"Te, tentu saja! Bisa ngamuk dia kalau tidak aku kembalikan!" Sahut Sakura sambil memakan sarapannya. Konan hanya tertawa dan makan.
-Skip acara kunyah mengunyah-
"Konan-neesan, aku berangkat!" Pamit Sakura.
"Iya! Baik-baik ya sama calon adik iparku~" Kata Konan.
"ih Neesan apaan sih! Iya, Neesan juga baik-baik ya sama calon kakak iparku! Kasian tuh masa setiap hari di bejeg-bejeg sama Neesan!" Balas Sakura.
"Ih! Itu dianya aja yang mesum! Lagi pula namanya bukan Kakak ipar kok! Namanya tuh Pein! Lagi pula aku juga ngga ada hubungan apa-apa sama dia!" Kata Konan ngga mau kalah. Sakura hanya bisa tertawa melihat kelakuan kakaknya dan segera berpamitan lalu pergi.
'nanti bagaimana ya cara aku mengembalikannya? Ada nenek sihir sialan itu sih!' batin Sakura *hiruma mode on~ Kekeke*. Sakura mempercepat jalannya agar bisa datang di sekolah pagi-pagi. Sesampainya di sekolah ia segera menaruh tas-nya di bangku dan segera mengambil bungkusan paper bag.
"Ohayou, Sakura-chan." Sapa Hinata yang tiba-tiba muncul di belakang Sakura.
"Gya! Hinata! Kau bikin aku kaget saja!" Kata Sakura sambli mengelus dadanya.
"Go, gomen ne!" Kata Hinata sambil membungkuk dalam-dalam.
"Eh! Ti, tidak apa-apa kok!" balas Sakura yang tidak enak melihat tingkah laku Hinata.
"I, iya. Sedang apa Sakura-chan?" Tanya Hinata bingung melihat Sakura yang gelisah. Sakura menghela nafas dan menceritakan semuanya. Termasuk ke gelisahannya karena mengembalikan Syal milik Sasuke.
"Oh.. jadi begitu! Kalau begitu aku saja yang mengembalikannya! Karin-san teman baiku lho!" Kata Hinata. Sakura terbelalak tidak percaya. Bagaimana bisa seorang Karin menjadi SAHABAT seorang HINATA?
"A, apa? Kau tidak bohongkan?" Tanya Sakura. Hinata mengangguk pasti.
"Te, terima kasih ya Hinata!" Sahut Sakukra sambil memberikan bungkusan itu pada Hinata.
"OHAYOUUU~" sapa Ino keras sambil memeluk Sakura.
"Ih Ino! Berat tahu!" sahut Sakura sambil berusaha melepaskan pelukan Ino.
"Hahaha! Maaf-maaf!" Kata Ino sambil melepaskan pelukannya.
"I, iya."
"Kau tidak mau cerita?" Tanya Ino.
"Ce, cerita soal apa?" Tanya Sakura.
"Soal kemarin~ Fufufufu! Aku tahu kalau Sasuke meminjamkan syalnya padamu~" Goda Ino. Sakura blushing.
"Nee~ jangan-jangan kau jatuh cinta ya padanya?" Tanya Ino sambil duduk di bangkunya yang bersebelahan dengan bangku Sakura.
"Ko, kok kamu tahu soal Syal itu?"Tanya Sakura gelagapan.
"Tentu saja~ aku melihat sendiri dengan mata kepalaku kok~" Jawab Ino denga nGaya Gossip-nya.
"I, iya deh aku cerita." Dan Sakura-pun menceritkan semuanya lagi.
"Jadi begitu ya~. Lalu kau minta pada Hinata untuk mengembalikan Syalnya?" Tanya Ino.
"Iya." Jawab Sakura.
"Un~ lebih baik kau sendiri saja yang mengembalikan. Aku yakin Sasuke lebih ingin kamu yang mengembalikan." Nasihat Ino.
"ke, kenapa kamu bisa berpikir dia berharap seperti itu?" Tanya Sakura.
"Tentu saja itu masalah FEELING Sakura. Kamu aja yan ngga peka." Kata Ino sambil senyam-senyum.
"jadi bagaimana Sakura-chan?" Tanya Hinata.
"Ba, baiklah aku saja mengembalikannya." Kata Sakura sambil meraih bungkusan itu dari tangan Hinata. Hinata dan Ino hanya tersenyum puas.
"Ino. Aku ingin bertanya padamu yang kurasa err 'berpengalaman'." Kata Sakura.
"Tanya apa honey-ku?"
"Ti, tidak jadi deh. Nanti saja." Kata Sakura.
"KYYAAA!" Teriak beberapa siswi dari luar kelas.
"Ah~ Mungkin Sasuke sudah datang!" sahut Ino.
"I, iya mungkin. Semoga saja dia tidak datang dengan si nenek sihir." Tambah Sakura H2C (harap-harap ). ternyata yang memasuki kelas bukanlah sosok pantat ayam. Melainkan sesosok pemuda tegap berambuut hitam bermata Onyx sam aseperti Sasuke. Namun rambutnya lurus dan di kuncir kuda.
"Ohayou, Sakura-chan." Sapanya.
"o, ohayou." Balas Sakura.
"Aku Itachi kakak Sasuke. Boleh ku ambil syal adikku? Dia sakit hari ini." Kata Itachi lembut.
"I, iya." Kata Sakura sambil menyerahkan paper bag itu.
"Terima kasih! Aku permisi dulu." Kata Itachi sambil pergi diiringi pekikan para siswi. Sakura, Ino, dan Hinata Cengo'. Karin langsung datang dan menghampiri meja Sakura.
BRAAKK!
"Apa yang kau lakukan dengan Sasuke-ku tersayang kemarin?" Labrak Karin. Sakura hanya diam sambil memandang Karin yang geram. Tidak sabar Karin menarik tangan Sakura dengan kasar dan menyeretnya keluar kelas.
"Sakura!" Panggil Ino dan Hinata. Sakura hanya menggeleng tanda jangan ikut campur. Jam menunjukkan pukul 8 pagi. Sudah waktunya para siswa masuk ke kelas mereka masing-masing. Terkecuali Sakura dan Karin.
BRUGH! Karin mendorong Sakura hingga terbentur dinding. Sakura meringis kesakitan.
"Apa kau lakukan dengan Sasuke waktu piket kemarin?" Tanya Karin.
"Aku tidak melakukan apapun!" Jawab Sakura.
PLAK! Tamparan keras mendarat di pipi mulus Sakura. Sakura tidak menangis ia hanya tersentak kaget.
"BOHONG! Brengsek kau!" Umpat Karin.
"Aku tersiram saat mengambil air di lapangan. Lalu Sasuke meminjamiku Syal! Hanya itu saja!" Kata Sakura mulai frustasi. Karin tersentak saat sebuah tangan kekar menyentuh bahunya.
"Apa yang kalian lakukan? Seharusnya kalian berada di kelas sekarang kan?" Kata Suara itu.
"I,Itachi-senpai." Panggil Sakura sambil mengelus pipi-nya yang memerah bisa di bilang memar.
"Ukh! Aku hanya berbicara dengan Sakura!" Elak Karin sambil melepaskan cengkramannya dari bahu Sakura.
"kalau hanya bicara tidak perlu menyakiti-kan? Cepat kembali ke kelasmu!" Perintah Itachi dengan death Glare-nya.
"I,iya-iya!" Sahut Karin marah sambil berjalan ke kelasnya.
"Ano aku juga kembali ya, Senpai." Kata Sakura sambil berjalan. Namun tiba-tiba tangan yang menyelamataknanya menahannnya.
"Se, senpai?" panggil Sakura.
"Sakitkah, Sakura?" Tanya Itachi sambil mengelus pipi Sakura yang di tampar.
'Dia lihat rupanya.' Batin Sakura.
Tes tes tes. Air mata Sakura tiba-tiba berjatuhan.
"E, eh? Lho kok aku jadi nangis sih ya?" Tanya Sakura sambil menghapus air matanya.
"Tidak apa-apa Sakura. Menangis saja sepuasmu jika itu bisa menghilangkan rasa sakitmu." Kata Itcahi sambil tersenyum. Sakura menatap Itachi. Air mata yang ia keluarkan semakin deras. Ia menangis hanya dengan suara isakan. Itachi menepuk punggung Sakura untuk menenangkan gadis pink itu.
'kenapa Itachi-senpai baik padaku?' Tanyanya dalam hati. Setelah puas menangis Sakura pamit ke toilet dan kembali ke kelasnya.
"Haruno, dari mana saja kau?" Tanya kakashi-sensei.
"Ma, maaf kakashi-sensei! Tadi aku keasyikan tidur di UKS!" Jawab Sakura asal-asalan. Dan tentu saja diikuti tawa anak-anak sekelasnya kecuali Hinata, Ino, dan Karin. Sakura segera duduk di tempat duduknya.
"Kau di apain Sakura?" Tanya Ino ½ berbisik.
"Aku tidak diapa-apakan kok! Tenang saja!" Dusta Sakura.
"Benar?" Tanya Ino lagi.
"Iya!" Jawab Sakura sambil menganggukan kepala. Ino hanya menghela nafas dan kembali memperhatikan pelajaran.
-Skip waktu pelajaran-
Waktu Istirahat telah tiba. Seperi biasa Sakura makan siang bersama Hinata, Ino , Sasori dan Deidara.
"Hau Hihahahan hama hehek hihir hihu?" Tanya Ino.
"O,oi! Kalau makan jangan sambil bicara dong! Telan dulu!" kata Sakura. Hinata dan Sasori tertawa terbahak-bahak.
"GLEK! Kau diapakan sama nenek sihir itu heh?" Kata Ino mengulangi pertanyaannya.
"Aku bilang aku tidak diapa-apain kok!" Jawab Sakura sambil mengigit roti-nya.
"Kalau begitu kenapa pipimu merah begitu? Kau di tampar ya?" Tanya Sasori mengelus pipi Sakura.
"Sa, Sasor-senpai!" Pekik Sakura dengan muka memerah.
"Un~ Saso-chan selingkuh Un~" Sahut Deidara.
"Leh, kapan aku pernah jadi pacarmu! Ino, Kakakmu ngga normal nih!" Protes Sasori. Ino dan Sakura tertawa melihat kelakuan Anjing garong eh salah kelakuan senpainya.
"Bang SMS siapa ini bang~! Bang pesannya pake sayang-sayang~~"
"Nii-chan nyanyi?" Tanya Ino.
"Nggak, Machul kok. Akh~ Sapa nih! Kok pake sayang-sayangan segala sihhhh~ un!" Kata deidara yang udah mendominasi HP Sasori.
"Lho! HaPe-ku!" Pekik Sasori.
"Dari siapa dulu?" Tanya Daidara tajam.
"Ngga liat apa! itu dari Emes-ku! EMEESS!" Seru Sasori.
"Oh iya ding. Sori." Kata Deidara sambil terus mengecek pesan-pesan Sasori.
"Eh Ino." Panggil Sakura sambil mengabaikan keributan SasoDei.
"Ada apa Sakura?" Tanya Ino.
"Kenapa sejak aku pinjam syal Sasuke rasanya aku jadi memikirkannya terus ya?" Tanya Sakura.
"Aih~ kau ini polos sekali sih! Itu namanya JATUH CINTA!" jawab Ino.
"HAH?"
"Iya. Kamu jatuh cinta pada Sasuke Uchiha! Percaya dehh~" Kata Ino.
"A, aku jatuh cinta pada Sasuke?" Ulang Sakura.
"Iya! Kayaknya Sasuke juga jatuh cinta padamu deh~" Kata Ino.
"Ta, tahu dari mana?" Tanya Sakura gelagapan.
"Tadi Sasuke SMS aku. Tanya-tanya soal kamu lo!" Jawab Ino sambil menunjukkan SMS Sasuke. Sakura membaca SMS yang berjumlah sekitar 20 buah itu *Busseettt*. Sakura terbelalak tidak percaya. Sasuke terus bertanya tentang dirinya. Entah itu tanggal ulang tahunnya, keluarganya dan semuanya.
"Bo, bohong!" Sahut Sakura tidak percaya.
"Ya sudah kalau tidak percaya.." Kata Ino. TIba-tiba pintu atap terbuka dan tampaklah sesosok mahluk halus dengan nama Itachi Uchiha *Rii di Bunuh itachi*.
"I, itachi-senpai!" Panggil Ino dan Sakura bersamaan.
"Konichiwa Ino-chan, Sakura-chan." Sapa Itachi.
o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-Tumbarcolosis-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-oo-o-
RiikuAya: Iyahhpp Selesai!
Shino: Rencana berapa Chapter ho?
RiikuAya: Lho, bukannya di kau meliburkan diri ya?
Shino: Iya. Ini hanya kesadaranku yang 1/2 . setengahnya lagi ada di Japon.
RiikuAya: Hiiii!
