Halo lagi, semuanya!
Saya nggak nyangka ternyata ada yang review. Terima kasih untuk kalian yang sudah membaca dan mereview/ Cuma baca numpang lewat aja di fic ini. (づ。◕‿‿◕。)づ #pelukinreaderssatu-satu. Aku bener-bener berterima kasih! (╥﹏╥) #banjirairmataharu. Terimakasih buat sarannya. (Sekarang aku pakai POV deh ^^) Oh, ya! Di summary kan tertulis "Songfic – "Menunggu pagi – Peterpan ", tapi nggak ada lirik di certianya, ya? Maafkan saya. Karena di lagu itu, liriknya sebagian besar adalah dialog. Coba dulu dengerin lagunya, deh. Mungkin kalau baca sekali lagi, kalian akan menemukan beberapa dialognya.
Terus, harusnya cerita ini udah selesai. Tapi, saya coba lanjutin karena memang kurang jelas. Kenapa Natsu mukulin Gray, apa yang terjadi 5 tahun yang lalu, kenapa Natsu kuliah di Hargeon, dan lain-lainnya. Sekarang, akan kuceritakan perlahan.
Okeh, langsung aja yah, hope enjoy ~~~! Cekidot! \(▽ ̄\( ̄▽ ̄)/ ̄▽)/
Disclaimer: Fairy Tail punya Hiro Mashima, dan lagu "Menunggu Pagi" punya Peterpan.
WARNING: Gak Jelas, OOC, AU, mungkin typo(s), gak nyambung, dan lain-lainnya.
…
…
…
(Lucy POV)
Hujan masih menguyuri sekitar rumahku. Kurasa Natsu belum beranjak dari tempat ia berdiri. Meski kami terhalangi oleh pintu apartemenku, meski aku tah bisa melihatnya, aku bisa bendengar langkah kakinya yang menyipratkan air di sekitar beranda apartemenku. Untuk meyakinkan, aku bertanya pada Natsu.
"Kau belum pulang, Natsu? " ia tak menjawabku.
"Natsu… "
"Apa kau tak mendengarku? Aku takkan pulang sebelum kau membukakan pintu untukku! " ujar Natsu sedikit marah.
"Ckckck… Kau itu keras kepala. Aku pun takkan mengizinkanmu masuk! Kau itu nggak takut sakit, apa? " keluhku. Aku menempelkan tangan kananku di jidatku dan mulai menggelengkan kepala.
"Aku ini kuat! Aku ini bisa mengalahkan musuh yang lebih dari ini! Bahkan aku bisa membuat Gray pingsan! Hujan sih nggak akan ngaruh apa-apa! " ujar Natsu percaya diri. Aku tertegun. Mataku membelalak. Kini memori itu kembali berputar di mataku. Ketika aku baru pulang kencan dengan Gray, ketika Natsu datang dan tiba-tiba memukuli Gray, ketika Gray terkapar tak berdaya di depan mataku, sampai ketika Natsu mulai mengejarku.
"AAAKH! " aku menjerit, aku tak kuat menahan rasa pusing di kepalaku. Kepalaku seakan mau meledak. Badanku lemas, aku ambruk. Aku tak sadarkan diri.
BRUK!
Aku tak tahu lagi.
Rasanya terdengar seperti ada yang menghancurkan pintu rumahku.
Terdengar seseorang memanggil namaku, berkali-kali.
Aku merasa tubuhku basah oleh butiran-butiran air, padahal rasanya rumah ini atapnya tak ada yang bocor.
Tapi, aku merasakan kehangatan seseorang
Aku merasa tubuhku melayang.
Setelah itu, aku tak tahu lagi.
…
…
Apa yang terjadi dengan hatiku?
Ku masih disini menunggu pagi
Seakan letih tak menggangguku
Ku masih disini menunggu pagi
(Natsu POV)
"AAAKH! " terdengar suara Lucy yang menjerit nyaring. Sangat panjang. Tak lama kemudian, suara sesuatu yang ambruk membuatku khawatir. Sontak, aku kembali mencoba mengedor-gedor pintu.
"Luuuuuceeeeeeeeeee! " aku memanggilnya berkali-kali sambil menggedor pintu. Tapi, tak ada jawaban. Kini aku semakin khawatir.
"Apa yang terjadi padanya? Tapi, aku tak boleh masuk ke dalam rumah. " ujarku dalam hati. Aku kembali memanggil namanya, tak ada sahutan. Aku mengepalkan tanganku, kukernyitkan gigiku.
"KH! " aku tak tahan lagi. Aku akan menghancurkan pintunya.
"maafkan aku, lucy… "
PRAK! Kuhancurkan pintu itu dengan cepat. Kekhawatiranku benar, kulihat Lucy terbaring di lantai. Refleks, aku segera menghampiri Lucy dan mencoba membangunkannya.
"Luceee! Buka matamu! Apa yang terjadi? " aku menggoyang-goyangkan tubuh Lucy. Ia tak meresponku. Nampaknya ia pingsan. Aku menyesal. Aku meneteskan air mataku. Kupeluk ia erat.
"…Maafkan aku, Lucy… jika saja aku tak keras kepala, kau mungkin takkan begini… " ujarku sambil menangis. Kini aku membopong Lucy dan membawanya ke kamarnya. Kubaringkan Lucy di tempat tidurnya.
"Ini semua salahku… " Kutatapi Lucy yang terbaring di tempat tidur. Wajahnya cantik sekali ketika ia sedang tidur, namun, aku tak bisa memilikinya. Lucy itu orangnya teguh akan pendiriannya. Sekali bilang "ya", pasti tetap "ya". Sekali "tidak", tetap "tidak". Ia sudah berkata "takkan memilih siapa-siapa ". Aku pun putus asa.
Mungkin sekarang aku akan pulang. Tapi, sebuah buku yang ada di meja tulis Lucy menahan langkahku. Aku tertarik untuk mendekatinya. Aku pun berjalan menuju meja tersebut. Sebuah buku kecil seperti diary berwarna glitter merah muda. Hey! Ini buku diary hadiah ulang tahun dariku yang kubeli dari saran Mirajane 5 tahun yang lalu! Dan lagi, diary itu tidak terkunci.
"Muehuahuehehehe… " kesedihanku hilang untuk sementara. Mataku berbinar-binar, tanduk iseng di kepalaku mulai tumbuh. Aku mulai cengir-cengir sendiri. Aku pun membuka buku itu dan membaca halamannya satu per satu. Padahal sudah 5 tahun, tapi bukunya masih kosong banyak. Atau entah bukunya yang ketebalan. Halaman pertama berisi biodata Lucy. Isinya:
" Hai, diary baru! Kau datang disaat aku kehabisan lembar-lembar di diary lamaku alias "Ibu". Oke, salam kenal! Namaku Lucy Heartfilia. Umurku 17 tahun. Tadinya, aku bekerja di Fairy Tail Guild. Tapi, karena master memaksa kami untuk mengenyam pendidikan lebih jauh,sejak tahun lalu aku bersekolah di sekolah khusus Fairy Tail Academy.
Kau tahu, tidak? Aku senang sekali ketika aku mendapatkanmu. Kenapa? Karena kau adalah hadiah pertama yang kudapatkan ketika aku menginjak usia 17 tahun, dan lagi, kau berasal dari Natsu, partner kerjaku, orang yang kusukai sekarang. KYAAA! #jeritjeritlebay
Ah, mungkin bagus juga kalau misalkan kau kuberi nama "Natsu"? karena kudengar Natsu kini mengincar Hargeon University. Yah, sekolah sihir yang cukup kece dan cukup jauh dari sini. Makannya, jikalau suatu saat aku tak bisa bersama Natsu lagi, setidaknya aku bersamamu. Gimana? Suka? Kalau begitu, mohon bantuannya.
Magnolia, 18 Maret 785
Met bobo, Natsu
Lucy Heartfilia"
"…A…a.. "Mulutku menganga. Seakan tak percaya kalau dulu Lucy begitu menyukaiku. Aku merasakan suhu meninggi di sekitar wajahku. Ketika kutengok di cermin sebelahku, wajahku nampak merah seperti tomat yang segar.
"AAAAH! LUCY BODOOOH! " ucapku seperti orang sinting sambil mengamuk karena malu. Kulampiaskan amukanku kepada meja tulis Lucy dengan mengacak-ngacak isinya.
"Eh! Aku lupa ini rumah Lucy! Kalau aku melampiaskan kekesalanku di rumah ini, Lucy mungkin akan lebih membenciku… Bisa saja ia membunuhku... "
… Щ(ºAº"щ ) … = ratapan wajahku ke meja tulis Lucy yang berantakan.
Kucoba tenangkan diriku sejenak sebelum aku menghancurkan hal lainnya. Kurapikan kembali meja tulis Lucy beserta isinya yang berserakan di mana-mana dan kembali membaca buku diary Lucy lagi. Kubuka halaman selanjutnya yang berjudul "Menjelang Ujian ":
" Natsu,
Doakan aku, ya. Sekitar 1 bulan lagi, aku akan menghadapi ujian kelulusan. Aku deg-deg'an nih, Natsu. Aku takut kalau aku nggak lolos masuk Hargeon University. Aku takut aku nggak bisa bareng sama " Natsu " yang aku sukai. Apalagi bila hanya Natsu yang lolos, ia hanya akan bisa pulang 5 tahun kemudian. Dan lagi katanya, ia berjanji akan mengatakan sesuatu padaku! Apakah itu? Aku juga nggak tahu. *kuharap dia nembak aku! v*
Yosh! Mulai hari ini aku akan berusaha! Ganbatte! Jadi, doakan aku agar sang HP, TV, DVD, atau komputer takkan mengganggu jam belajarku. Kalau salah satu dari kalian menggangguku, kujamin hidup kalian takkan lama lagi. Muehuahuehehhe *senyum iblis*
PS: Mungkin juga aku takkan menyentuhmu sampai ujianku selesai.
Magnolia, 25 Maret 785
Good Night, Natsu
Lucy Heartfilia "
Yah, memang, aku memang berkuliah di Hargeon University. Tujuanku sih, hanya untuk mengejar prestasi dan mengincar pekerjaan yang lebih tinggi dari biasanya. Lucy tak lolos ujiannya dan terlempar ke Universitas pilihan ke-2, Magnolia University. Memang, aku pernah berjanji mengatakan sesuatu pada Lucy meskipun barusan tak tersampaikan dengan baik *yah, seperti yang disebutkan di diary. Aku memang mau nembak dia*. Aku menengok ke arah Lucy yang sedang tertidur lelap. Aku menghembuskan nafasku dan tersenyum.
"Haduh, ada-ada aja nih anak! Ayo lanjuut! " gumamku dalam hati. Aku pun membuka halaman selanjutnya. Secara acak. Aku pun tertahan pada satu tulisan. Judulnya "Mungkin aku akan menyerah " :
" Natsu,
Sudah 4 tahun berlalu. Aku masih menantinya. Aku masih menantimu dan janjimu, Natsu. Sejak 4 tahun lalu, rasanya hidupku hampa. Tak ada yang menemaniku lagi untuk bekerja,tak ada lagi yang menyapaku setiap kali aku pulang ke rumah. Meskipun Happy bersamaku, ia selalu bertanya padaku dengan wajah sedih: "Lucy, Natsu kapan pulang? Aku merindukannya. ".
Happy, aku pun ingin tahu kapan Natsu pulang. Namun, kudengar Hargeon University punya peraturan yang ketat dimana mahasiswanya tidak diperkenankan untuk berkomunikasi dengan orang luar. Bahkan katanya, sepucuk surat dari keluarga pun terlebih dahulu dibaca oleh pengawas Hargeon University sebelum diserahkan kepada mahasiswa yang dituju. E-mail terakhir yang kuterima darinya adalah e-mail yang berisi ucapan " Selamat ulang tahun, Luce. WYATB ^^ ". Setelah itu, aku sering mengiriminya berbagai e-mail dan tak satupun e-mailku dibalas olehnya.
Dan lagi, kini aku dilema. Kemarin, Gray menyatakan perasaannya padaku. Aku menolaknya karena aku masih suka pada Natsu. Nampun, meski kutolak, ia tetap bersikeras membuatku suka padanya. Mulai dengan mengajakku dan Happy kerja bersama, mengajakku pergi kencan, sampai selalu mengunjungi rumahku setiap hari. Lama kelamaan, Gray meluluhkan hatiku. Ia seperti berusaha menghapus ingatanku tentang Natsu dari kepalaku. Dan ia berhasil, Gray berhasil menaklukanku, meski Natsu tak mungkin kulupakan.
Apakah lebih baik aku menyerah soal Natsu? Entahlah.
Magnolia, 16 Juni 789
Malam, Natsu
Lucy Heartfilia"
Setelah membaca ini, aku tersadar. Aku memang bodoh. Yang aku ingin berikan pada Lucy bukan HARAPAN PALSU! Aku menyesal tak mengatakannya dari dulu. Dan memang, kampusku punya aturan seperti itu. Bahkan di asramaku, aku jarang menyentuh HP-ku.
" Maafkan aku, Lucy. Bukannya aku tak mau membalas e-mailmu. Bahkan aku tak tahu kau mengirimkan e-mail. "
Kata-kata "Ia seperti berusaha menghapus ingatanku tentang Natsu dari kepalaku. " membuatku panas. Gray memang selalu tak ingin kalah dariku. Awas Gray! Ketika kau bangun lagi, akan kuhajar lagi! Aku pun membuka halaman-halaman lainnya. Hmm, gray…, gray…, gray…, …. KENAPA GRAY SEMUA! *kalau bukan milik Lucy, akan kurobek-robek buku ini*. Ah! Ada yang bukan tentang Gray! Bahkan baru ditulis. Magnolia,16 Juni 790. Hey! Itu kan tanggal ketika aku kembali dari Hargeon. Judulnya "Mengapa sekarang? " :
" BODOOOOOH!
Aku menantimu dari dulu, Bodoh! Aku menantikan janjimu! KENAPA KAU BARU DATANG SEKARANG? Kau datang ke Fairy Tail Guild dengan wajah innocent-mu. Kau pun menyebar senyumanmu yang manis pada semua orang dan lebih sibuk menyapa orang-orang di guild dibandingkan mengobrol denganku.
APA KAU BODOH? SELAMA 5 TAHUN AKU MENANTIKANMU DAN YANG KUDAPAT HANYA ITU? AKU INGIN LEBIH! MANA HAL YANG KAU JANJIKAN? APA KAU SUDAH LUPA? KENAPA KAU BARU DATANG KETIKA AKU MENYUKAI ORANG LAIN? SADARKAH KAU KALAU AKU BEGITU MERINDUKANMU LEBIH DARI SIAPAPUN? BODOH! AKU TAK MAU MENGENALMU LAGI! "
JLEB! Seperti banyak pisau yang menusuk jantungku ketika membaca ini. Sakit, Luucee! Untungnya itu halaman terakhir, dan itu adalah hal yang paling menyakitkanku yang pernah kubaca. Sekarang aku pundung. Aku menutup kembali diary itu dan kusimpan di meja tulis lagi.
Satu hal menarik perhatianku lagi, aku memandangi sebuah figura yang berisi selembar foto hasil photobox. Mataku tak lepas dari figura itu. Foto yang berpetak empat itu berisi Aku, Lucy, dan Happy yang sedang menunjukkan wajah-wajah aneh. Seragam yang ada di foto itu, aku ingat! Dulu aku pernah mengajak Lucy dan Happy untuk berfoto bersama.
"Haaah… " aku menyeret sebuah kursi kecil ke sebelah ranjang Lucy. Kulirik jam di tanganku, 22.45. Rasanya lama sekali aku membaca diary tersebut, kenapa hanya 2 jam yang terlewat? Kupandangi lagi Lucy dengan wajah menyesal. Aku menggenggam kedua tangan Lucy dan menciumnya.
"Sebenarnya aku tak mau menyakitimu… " aku menenpelkan kedua tangan Lucy di pipiku.
"Aku akan tetap menunggumu sampai bangun, meskipun mungkin ketika kau membuka matamu,kau tak mau bersamaku… "
Malam begini
Malam tetap begini
Entah mengapa
Pagi enggan kembali
Gimana? Mengecewakankah?
Maafkan aku. Karena aku masih pemula. Jadi mungkin ini nggak terlalu bagus.
Review , Please.
