Previous Chapter
"Cho… Cho Kyuhyun…Apa yang kau lakukan disini?"
Siwon terbata. Ada apa ini? Apakah ia mimpi?
Sedangkan Kyuhyun, tubuhnya yang polos, yang untungnya tertutup selimut putih, terasa sakit di semua bagian, terutama bagian belakangnya. Namja manis itu hanya meringis. Mencoba memberitahu Sunbae-nya ini apa yang sebenarnya terjadi semalam tanpa kata.
"Kyuhyun-ssi kau terluka? Kau terlihat kesakitan, dan kau… telanjang! Dan aku juga… Kita… AANNDDWEEEEEE!"
Nah! Choi Siwon, sepertinya kau benar-benar bangun sekarang.
WONKYU "M" STORY
Chapter 2: NEXT DEEP DRUNK
Based on the Comic by Haruka Minami
Genre: Romance
Rating: M
Cast/Pair: Choi Siwon (24), Cho Kyuhyun (22) WONKYU
Warning: YAOI, BL, OOC, TYPO, NC-21
Summary:
Choi Siwon sadar perbuatannya kemarin bukanlah mimpi. Bagaimana nasib Kyuhyun? Akankah Kyuhyun membenci Siwon?/ "Ja-jangan menyentuhku!"/ Aku pantas mati. Kau boleh membunuhku sekarang./ "Akkhh…akh…ah…oh…Oh…Ah…AAAHHH~"
DON'T LIKE DON'T READ
BabyWonKyu proudly presents
_Wonkyu_
'Tuhan, apa yang telah aku lakukan?'
Batin Siwon sambil mencoba mengingat apa yang dilakukannya semalam. Apakah dirinya dan Kyuhyun benar-benar melakukan 'itu'?
"Aish! Ternyata bukan mimpi!" desah Siwon sambil mencoba mengusap kasar wajahnya.
Ck! Choi Siwon, bodohnya dirimu!
Selagi Siwon sibuk 'berperang' dengan batinnya yang bebal, mari kita tengok keadaan namja manis kita.
Kyuhyun memejamkan matanya. Bukan untuk tidur atau apa. Dirinya hanya lelah, amat sangat lelah. Bahkan hal terakhir yang diingatnya semalam hanya suara lenguhan keras Siwon dan sesuatu yang membuat lubangnya yang sudah penuh menjadi semakin penuh. Urgh! Bahkan ia masih merasakan lengket di sekitar pangkal pahanya. Berapa lama 'sunbae'nya ini bersenang-senang dengan tubuhnya semalam? Oh jinjja!
Krriieett
"Arrghh!"
Suara decit ranjang dan erangan tertahan itu mengakhiri perang batin Siwon. Disampingnya, sosok Kyuhyun tengah berusaha duduk dengan susah payah. Sosok itu semakin terlihat bersinar tatkala sinar matahari yang menerobos jendela kaca di samping ranjang menyinari kulit putih telanjang yang sudah banyak tanda merah hasil karyanya.
Glup
Siwon menelan ludah gugup. Entah gugup karena rasa bersalah atau gugup karena melihat tubuh polos idaman hatinya terpampang menggoda di depannya. Lihat saja iris caramel yang sayu itu, bibir kissable yang sedikit terbuka karena merintih, dan rambut ikal kecoklatan yang berantakan itu. Sexy.
Ya! Choi Siwon, sadarlah! Kau sudah memakannya habis-habisan semalaman.
"Eunghh…"
Mungkin jika erangan itu tidak membuyarkan fantasi liarnya, Siwon benar-benar akan memakan 'hidangan' lezat di depannya ini. Kau lapar lagi, eoh?
Dengan sigap, Siwon meletakkan tangan kirinya di belakang kepala Kyuhyun dan tangan yang lain di punggung mulus yang entah kenapa sudah penuh bercak merah keunguan itu.
Sret!
Kyuhyun menampik perlakuan lembut itu dengan sorot terkejut. Namun hal itu tidak membuat Siwon menghentikan aktivitasnya. Ia sudah menduga reaksi ini akan datang. Dia hanya ingin membantu Kyuhyun yang berusaha duduk.
Hell! Lihatlah hasil perbuatanmu Choi Siwon, bahkan untuk dudukpun Kyuhyun tak sanggup.
"Ja-jangan menyentuhku!"
Kalimat bernada lemah namun tegas itu terasa menusuk pendengaran Siwon.
'Apa yang telah kulakukan? Kyuhyun-ku membenciku sekarang.' Batin Siwon sambil menatap iris coklat caramel yang balik menatapnya sendu namun terkesan dingin.
"Kyuhyun-ssi, mi-mianhae! Aku tidak tahu akan begini akhirnya." Ucap Siwon terbata. Dirinya berusaha menjelaskan hal yang terjadi walaupun ia sendiri masih belum mengingat kronologisnya secara keseluruhan. Alkohol sialan!
"Kumohon jangan membenciku." Tambah Siwon. Pernyataan retoris eoh?
Kyuhyun hanya memasang wajah datar. Badannya yang terasa kebas di semua bagian masih menolak memberikan respon apapun.
Krieet
"Ouuchh!"
"K-kau mau kemana? Biar aku bantu!" Siwon segera mencoba membantu Kyuhyun turun dari ranjang. Namun lagi-lagi tangannya ditampik oleh kyuhyun.
Akhirnya Siwon hanya diam. Kyuhyun benar-benar membencinya. Hatinya hancur karena kebodohannya sendiri. Ia hanya bisa melihat dengan iba saat 'cinta-nya' itu berusaha dengan susah payah turun dari ranjang. Erangan dan rintihan kesakitan mengiringi setiap pergerakan sosok replika malaikat di hadapannya ini.
Sret
Tap
BRUK!
"Arrghh!"
"KYUHYUN!"
Walaupun akhirnya dapat berdiri dengan susah payah, namun Kyuhyun tidak dapat melanjutkan berjalan walau hanya satu langkah. Bagian belakang tubuhnya terasa perih pada setiap pergerakan yang ia lakukan. Ditambah lagi tubuhnya yang masih sangat lemas. Jadilah sekarang namja manis itu jatuh terduduk.
Sret
Siwon melilitkan selimut pada bagian bawah tubuhnya dan bergerak cepat menuju tempat Kyuhyun terjatuh.
"Kau tidak bisa berjalan, Kyu. Biar aku bantu!"
"Pergilah!"
"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu seperti ini."
"Kau menyakitiku."
"Maaf, ak-"
"Apa salahku padamu?"
"Tid-"
"Kau dendam padaku?"
"Kyuhyun-ssi dengar, ak-"
"Apa seseorang menyuruhmu?"
"K-Kyuhyu-"
"Apa maumu Si-"
"JANGAN MENYELAKU!" Bentak Siwon kehabisan kesabaran. Ia hanya ingin meminta maaf dan menjelaskan semua kesalahannya, namun sepertinya Kyuhyun memang sudah sangat membecinya, selalu menyelanya dengan pertanyaan bernada lemah namun dingin itu.
Kyuhyun? Namja manis itu tentu saja tersentak dengan bentakan Siwon. Tidak pernah ada yang membentaknya sekeras itu selama ini, bahkan orang tuanya. Hal itu tentu memberi efek tak biasa pada tubuhnya. Kyuhyun gemetar, bahkan butiran bening itu sudah berkumpul di pelupuk mata indahnya. Bersiap untuk tumpah.
Siwon? Namja tampan itu diambang panik dan marah. Tanpa peduli Kyuhyun yang akan semakin marah nantinya, direngkuhnya tubuh ringkih itu ke dalam pelukannya. Pemberontakan dan rontaan kecil yang dari Kyuhyun tak dihiraukannya. Ia hanya ingin meminta maaf dengan baik. Maaf yang didengarkan. Bukan karena apa, karena Siwon tau kesalahannya hampir mustahil untuk dimaafkan.
"Maafkan aku, Kyuhyun-ssi. Aku tidak sadar apa yang telah aku lakukan. Aku menyesal. Sangat menyesal. Akan kulakukan apapun untuk menebus semuanya. Bahkan jika kau akan membunuhku setelah ini, aku rela. Tapi sebelum kau membunuhku ijinkan aku mengatakan ini setelah sekian lama. Saranghae Cho Kyuhyun, Saranghae~"
Rontaan Kyuhyun berhenti saat mendengar kata-kata Siwon, khususnya yang terakhir. Dapat ia dengar dengan jelas degub jantung di dada bidang yang kini tepat berada di depannya itu.
"Aku menyukaimu-ani, mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu 6 bulan lalu saat penerimaan siswa baru. Bagaimana kau tertawa, berjalan dengan dengan sneakers putihmu, kemeja biru langit dan jeans putih itu, bahkan kita memiliki I-Pod putih yang sama. Sejak saat itu aku selalu mengikuti Cho Kyuhyun. Karena ia begitu terang dan bersinar. Jika aku kehilanganmu, bagaimana aku dapat melihat dunia yang gelap ini. Matahariku. Bahkan aku rela ikut gathering sialan itu hanya demi melihat matahariku tersenyum. Ta-tapi apa yang sudah aku lakukan? Aku menyakiti dan menodai matahariku sendiri. Aku pantas mati. Kau boleh membunuhku sekarang."
Kyuhyun hanya diam mendengarkan. Dada bidang itu terasa hangat dan detak jantung yang kencang itu seakan membuatnya semakin nyaman. Hatinya bergejolak saat mendengar semua pernyataan jujur namun bodoh itu menurutnya. Sampai-sampai ia lupa dengan rasa marahnya dengan Sunbae yang telah merenggut segalanya darinya ini.
Setelah mengatakan semua unek-uneknya, Siwon segera melepaskan pelukannya cepat dan menoleh mengelilingi ruangan, tidak menghiraukan ekspresi Kyuhyun yang terkejut dan bingung. Mata sekelam malam itu melebar saat menemukan benda yang sejak tadi dicarinya, diambilnya logam panjang perak tajam itudari nakas di sebelah ranjang. Dengan cepat dipindahtangankan benda itu ke telapak tangan Kyuhyun yang masih bingung. Dipegangnya jemari lentik yang sudah menggenggam pisau buah itu dan mengarahkannya ke urat nadi di pergelangan tangan kekarnya.
"Ayo Kyu! Kau boleh bunuh aku sekarang. Saat polisi datang nanti kau bilang saja kalau aku bunuh diri karena frustasi mendapat nilai E di ujian terakhirku. Ayo kau hanya perlu menggoreskannya-"
Traanggg
Cup
Kata-kata itu terputus bersamaan dengan pisau yang dibuang entah kemana dan sebuah ciuman mendarat di bibir Siwon. Mata Siwon sukses hampir keluar. Ciuman itu lembut yang menenangkan, membuat siapapun melayang. Siwon hanya bisa memandang wajah rupawan yang sedang terpejam itu, dan perlahan Siwon menyentuh dagu Kyuhyun lembut dan mulai membalas ciuman itu lebih lembut lagi. Merasakan manisnya bibir kenyal itu dengan penuh kelembutan. Setelah beberapa saat ciuman berakhir.
"K-kyuhyun-ssi?"
Grep
"Bodoh! Bagaimana aku membunuhmu setelah semua yang yang kau lakukan padaku! Kau bodoh, Choi Siwon! Bodoh!" racau Kyuhyun sambil kembali menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat ke dalam dada bidang Siwon. Air matanya membasahi dada bidang itu.
"Tap-tapi-"
"Kau bilang kau mengikutiku selama ini, kau tahu segalanya tentangku, kau bilang kau mencintaiku, tapi kenapa kau tidak bisa menebak perasaanku padamu, huh? Jangan-jangan kau berbohong! Kau bodoh! Bodoh! Padahal aku menantikan pernyataan cinta yang tidak seperti ini. Dasar Choi siwon bodoh!"
"Aku ti-tidak mengerti-"
"Kau pikir aku juga suka gathering membosankan itu? Aku terus mengikutinya karena ada Choi Siwon disana. Nado saranghae…" Ucap Kyuhyun lirih hampir seperti bisikan pada dua kata terakhir. Namja manis itu semakin menenggelamkan wajahnya di dada Siwon, berusaha menyembunyikan rona merah di kedua pipi gempalnya.
'Tunggu! Apa sekarang aku sedang mimpi? Mengapa mimpiku sangat indah akhir-akhir ini?' batin Siwon dengan bodohnya.
Astaga, Choi Siwon! Berhenti membicarakan mimpi! Bangunlah dan hadapi kenyataan di depanmu.
Ditundukkannya kepalanya, dan disana nyata. Cinta-nya, mataharinya, Kyuhyun-nya sedang berada dalam dekapannya. Bukan ilusi. Senyum lebar terukir di bibir jokernya hingga menampakkan lesung pipit menawan.
Satu hal yang ia dapatkan. Seseuatu yang dianggapnya mimpi membuat salah satu mimpi terbesarnya terwujud. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
_Wonkyu_
"Euunghh…"
"Apa masih sakit?"
"Apa kau masih menanyakannya?"
Siwon hanya bisa tertunduk lesu mendengar jawaban 'Namjachingu' barunya ini. Ya! Mereka telah mengakui perasaan masing-masing kan?
Saat ini Siwon sedang menggosok lengan porselen Kyuhyun dengan busa sabun yang lembut. Mereka sedang berada di kamar mandi. Namja tampan itu sedang duduk di tepi bathup hanya menggunakan bathrope untuk menutupi tubuhnya. Sedangkan sang namja manis berendam di dalam bathup yang dipenuhi busa putih lembut beraroma apel kesukaannya.
Mereka harus mandi untuk membersihkan sisa-sisa kegiatan malam mereka kan?
"Mianhae, Kyuhyun-ssi." Ucap Siwon lesu sambil tetap menggosok lengan pucat itu dengan lembut seakan takut kulit porselen itu akan robek jika terlalu keras.
"Berhentilah meminta maaf. Dan bisakah kau tidak memanggilku 'Kyuhyun-ssi', Siwon-ssi?" sahut Kyuhyun tak sabar, merasa bosan mendengar kata maaf Siwon.
"Kau ingin panggilan sayang apa dariku 'Kyuhyun-ssi'~" ucap Siwon menggoda sambil mengoleskan sedikit busa ke hidung mancung Kyuhyun, membuat namja manis itu mempoutkan bibirnya imut.
"Aku ingin kau memanggilku seperti… semalam~" sahut Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya imut. Menyembunyikan wajahmu yang memerah lagi, Kyu?
Alis Siwon terangkat sebelah. Semalam? Saat kejadian 'itu'? Senyuman lebar-bukan, lebih tepatnya seringaian lebar terkembang di sudut bibir jokernya. Untung saja Kyuhyun sedang sibuk menyembunyikan wajah meronanya, jika saja ia melihat seringaian Siwon, mungkin ia akan bergidik.
"Kau mengingat caraku memanggilmu semalam… Babykyu~" desah Siwon tepat di telinga Kyuhyun yang semakin memerah terkena hembusan hangat nafas Siwon.
"Yah! Mesuuum!" pekik Kyuhyun sambil menyiramkan busa sabun ke muka Siwon.
Siwon yang tidak mau kalah membalas menyiramkan busa ke wajah Kyuhyun. Perang busa itu berlangsung penuh tawa, sampai akhirnya terhenti saat bathrope Siwon basah total.
"Lihat ulahmu, Baby. Aku harus mengganti bathrope lagi. Kau bilang aku masih harus membersihkan tubuhmu kan?"
Saat akan beranjak, Siwon merasakan telapak tangannya dicekal. Ternyata jemari lentik itu menggenggam miliknya. Siwon melayangkan tatapan bertanyanya.
"Ke-kenapa kau tidak mandi sekalian…ber-bersamaku?"
Alis Siwon berkedut. Pernyataan malu-malu itu tersirat sesuatu.
"Ta-tapi-"
"Ja-jangan berpikiran macam-macam, a-aku hanya tidak tahan dengan baumu!" sahut Kyuhyun tergagap.
Hening
Bagaimana reaksi Choi Siwon? Siwon akhirnya melepas bathropenya kilat, menampakkan kulit tan kecoklatan atletis miliknya. Jangan lupakan abs dan kejantanan besar yang sedikit menegang karena aktivitasnya menggosok kulit Kyuhyun tadi. Ayolah! Siapa yang tidak horny merasakan kulit porselen itu. Dan satu lagi… Oh Shit! He smirks!
Cho Kyuhyun? Ia hanya menelan ludah dengan gugup.
Perlahan, Siwon masuk kedalam bathup tempat Kyuhyun berendam dan duduk berhadapan dengannya. Bathup itu tidak terlalu luas sehingga kaki mereka harus saling menindih. Tidak nyaman dengan posisi kakinya, Kyuhyun berusaha menggeser kakinya, namun telapak kakinya malah mengenai sesuatu yang keras di area selangkangan Siwon.
"Uuhhh, Baby. Kau menggodaku eoh?" ucap Siwon sedikit mendesah karena juniornya tersentuh kaki Kyuhyun.
"Ba-danmu saja yang ter-terlalu besar! Kakiku jadi tidak nyaman!"
Kyuhyun gugup dengan kesalahannya sendiri. Ia tidak ingin membangunkan singa lapar di depannya dengan mencari alasan yang masuk akal.
Syuuuur
Bunyi aliran air itu mengiringi pergerakan Siwon mendekat ke arah Kyuhyun. Membuat namja manis itu gugup setengah mati.
"A-apa yang k-kau lakukan?"
"Aku hanya ingin melanjutkann menggosok tubuhmu, Baby~" jawab Siwon seadanya. Sial! Nada itu terdengar berbahaya!
"Ayo kita bersihkan perutmu, Baby." Bersamaan dengan kalimat itu, spons lembut itu menggosok perut rata Kyuhyun dengan lembut membuat Kyuhyun geli. Perlahan namun pasti, usapan lembut itu semakin turun dan turun hingga menyentuh junior imutnya.
"Euuunggghh… Siwonnieh~"
Desahan itu membuat nafsu Siwon semakin menjadi. Diraihnya tengkuk Kyuhyun, dan dilumatnya bibir kissable itu dengan lembut. Lenguhan nikmat Kyuhyun terdengar setelahnya. Gerakan tangannya mengusap perut Kyuhyun semakin menjadi. Bahkan spons penggosok itu sudah terlepas dari tangannya yang kini tengah mengusap-usap junior Kyuhyun yang sudah menegang di bawah sana.
"Jangannhh menggodakuhh wonnieeh~" desah Kyuhyun dengan mata terpejam menikmati friksi nikmat yang diberikan Siwon pada juniornya.
Dengan smirk yang terukir di wajah tampan itu, Siwon mulai menggerakkan tangannya naik turun, mengocok junior Kyuhyun dengan tempo sedang.
"Eungh…Aahh...Faster…Fas…ter~"
Suara desahan sexy itu membuat Siwon semakin kalab. Tempo kocokannya semakin cepat hingga membuat Kyuhyun mendesah semalin keras.
"Aah… Wonniehh… aku mau… Aahh-"
Merasa Kyuhyun akan orgasme, Siwon menghentikan kocokannya. Hal itu membuat Kyuhyun mengerang frustasi.
"Wonnieh…Kumohooon~" rengek Kyuhyun sambil meraih tangan Siwon dan mengarahkannya ke selangkangannya. Namun Siwon bergeming.
"Aku tidak mau kehilangan kendaliku setelah ini, Baby. Lebih baik kita hentikan saja, daripada aku menyakitimu lagi." Ucap Siwon dengan nada sedih yang dibuat-buat. Ia tahu, Kyuhyun tidak akan dapat menolak jika sudah di ujung tanduk seperti ini.
Choi Siwon, kau licik sekali huh!
"Aahh…Lakukan saja…Kumohon wonniehh!" rengek Kyuhyun frustasi sambil mentap Siwon sendu.
"Benarkah? Tidak tidak menjamin akan bersikap lembut nanti, eotthe?"
"CK! LAKUKANHH SAJAHH!"
Lampu Hijau!
Tanpa babibu, Siwon segera menganggkat pinggang Kyuhyun ke hadapan wajahnya, sehingga junior Kyuhyun tepat berada di depannya. Dilahapnya junior imut itu dan dikulumnya dengan rakus, membuat Kyuhyun berteriak nikmat. Digerakkannya kepalanya naik turun dengan cepat dan dihisapnya kuat-kuat junior Kyuhyun-nya itu.
"Feelsshh…sso…gooddhhh…Oh!...Oh!...aku ak-kanhh…AAAHHHHHH!" teriakan Kyuhyun itu bersamaan dengan orgasme hebat yang baru saja dialaminya.
Siwon segera menyedot dan menelan cairan putih kental yang keluar dari junior Kyuhyun dengan rakus tanpa jijik sedikitpun. Tidak lupa menggoda bola-bola kenyal dibawah junior itu dengan lidahnya.
"Manis sekali, Baby~"
"Hah hah hah hah"
Hanya itu suara yang keluar dari bibir Kyuhyun pasca orgasme. Oksigen sangat dibutuhkannya saat ini. Orgasme terhebat yang pernah dialaminya disbanding dengan semalam.
Kedalaman air di bathup itu hanya sekitar 30 cm, hanya setengah bathup. Hal itu membuat Siwon tidak ingin menurunkan pinggang ramping itu, karena junior kesukaannya itu akan tenggelam tertutup air.
"Euunghh…Wonniehh…"
Kyuhyun kembali melenguh nikmat saat Siwon menciumi permukaan paha dalamnya dengan brutal. Sedikit memekik saat Siwon menggigit gemas kulit putih mulus itu. Inilah yang ingin Siwon dengar. Desahan dan lenguhan penuh kenikmatan Kyuhyun-nya, bukan erangan kesakitan lagi.
Byur
Cup
"Eeemmpphhh~"
Siwon menurunkan pinggang Kyuhyun ke dalam bathup lagi, dan tanpa membuang waktu segera dilahapnya bibir yang sejak tadi mendesah nikmat itu. Bibir itu selalu manis, seakan mengandung zat adiktif tertentu yang membuat Siwon selalu ketagihan. Perang lidah terjadi selanjutnya. Namun kali ini Kyuhyun membalas lilitan lidah panjang Siwon dengan antusias.
Sepertinya namja manis kita sudah sangat turn on.
"Eemmphhh Cpk Cpk…"
Erangan nikmat itu bergabung dengan kecipak saliva yang sudah berbaur menjadi menjadi satu. Tidak sedikit yang menetes dan mengalir melewati dagu dan leher jenjang Kyuhyun.
Plop
"Hah hah Euungh Wonniehh…" desah Kyuhyun saat Siwon melepaskan ciumannya dan beralih turun menyusuri dagu hingga leher jenjang Kyuhyun. Aroma apel segar menggelitik penciuman Siwon, membuatnya semakin gemas.
"Aargh! Ken-kenapahh kau menggigithkuhh?" pekik Kyuhyun disela desahannya saat merasakan gigi Siwon menggigit kulit lehernya.
"Aku haus, Baby. I can't stand it anymore~" sahut Siwon sambil menjilat tonjolan pink di dada gemuk Kyuhyun, "Can I?"
Kyuhyun menatapnya dengan sorot sayu. Sebenarnya lubangnya masih sangat sakit, namun tidak dapat dipungkiri bahwa ia juga menginginkan sex.
"Pelan-pelan saja. Lubangku masih sakit."
"Aku janji akan memberi kenikmatan padamu."
Cup
Siwon mencium bibir plum itu lagi dengan lembut, membuat Kyuhyun melayang. Perlahan, diangkatnya kaki jenjang itu dan digantungkannya ke masing-masing sisi bathup, namun pinggang Kyuhyun masih terendam dalam air. Dirabanya lubang berkerut itu dengan lembut. Air hangat yang merendam bagian bawah tubuh meraka membuat keadaan semakin panas.
"Eenghh~"
Kyuhyun sedikit mengerang saat jari-jari Siwon meraba area lubangnya yang masih perih, walaupun air hangat itu membuatnya sedikit rileks.
"Langsunghh sajah wonnieh~"
Mendengar permintaan sexy Kyuhyun, Siwon mengarahkan juniornya yang sudah menegang ke depan lubang kenikmatan itu. Sedikit meraba karena mereka melakukannya di dalam air busa.
Penetrasi dalam air lebih tepatnya.
"AAKKKHHH!" baru kepala junior Siwon yang masuk dan Kyuhyun sudah menjerit kesakitan. Dinding rektumya yang masih terluka mencengkeram junior besar itu dengan kencang. Membuat Siwon mati-matian menahan hasrat untuk menggenjot kasar lubang sempit itu.
"Ooohhh~ rileks, Baby. Lubangmu terlalu sempithh. Sabar Baby, sebentar lagi akan nikmath."
JLEB
"AAAKKKHHHMMMPPHHFFT!"
Tidak ingin Kyuhyun-nya merasakan sakit yang berkepanjangan, Siwon memasukkan juniornya dalam satu kali hentak. Dengan segera bibirnya kembali membungkam teriakan Kyuhyun. Mencoba memberinya lumatan menenangkan sambil memberi waktu agar lubang sempit itu dapat beradaptasi dengan junior supernya. Kyuhyun mencoba mengalihkan rasa sakit di lubangnya dengan membalas lumatan Siwon secara brutal.
"Bergeraklah~"
Kyuhyun tau, Siwon berusaha membuatnya tidak kesakitan, dan Siwon juga mati-matian menahan hasratnya. Siwom mengecup singkat bibir yang sudah membengkak itu.
"Aku akan pelan dan memberikan kenikmatan padamu, Babykyu~"
Digerakkannya pinggulnya maju-mundur dengan tempo pelan. Lubang yang sudah pernah dimasukinya itu menghisap juniornya sedemikian rupa hingga membuatnya melenguh nikmat. Ini benar-benar surga dunia.
"Aakh…ah…aahh…Ohh.."
Rasa sakit itu masih ada. Kyuhyun belum menemukan kenikmatan yang dijanjikan Siwon padanya. Merasa Kyuhyun masih kesakitan, Siwon menarik juniornya hingga hapir terlepas, lalu menghujamkannya dalam-dalam berusaha mengenai sesuatu di dalam sana.
"Akkhh…akh…ah…oh…Oh…Ah…AAAHHH~"
Get it!
Erangan itu berubah menjadi desahan saat Siwon berhasil menemukan titik terdalam Kyuhyun. Seringaian kembali terukir di bibir jokernya melihat ekspresi kenikmatan dari Kyuhyun.
"Di-disanahh…Akh…Ahh…Ahh…Fas-faster…Ah…Ah…Ah…"
Racau Kyuhyun sambil menggeleng ke kanan-kiri. Siwon mempercepat tusukannya sambil mulai menjamah nipple yang semakin mencuat menggoda itu.
Thrust! Thrust! Thrust! Thrust!
"Ahh…Ahh…Ah…"
Suara desahan seksi itu terus mengalun diiringi bunyi kecipak air yang sudah banyak yang keluar dari bathup akibat kegiatan mereka.
"Aaaahhh…Wonnieehhh…"
Splurt splurt
Cairan cinta Kyuhyun akhirnya keluar dengan banyaknya dan bercampur dengan air saat kenikmatan itu berhasil diraihnya. Matanya berkabut dan perutnya bergejolak aneh. Nikmat.
"Indah sekali, Babykyu~"
Melihat Kyuhyun yang sudah lemas dan hanya merintih lemah, Siwon mempercepat genjotannya untuk mengejar orgasmenya sendiri. 10 menit kemudian, sperma Siwon memenuhi lubang Kyuhyun bersamaan dengan orgasme Kyuhyun yang kedua. Inilah kenikmatan sex sebenarnya. Sex atas dasar cinta.
_Wonkyu_
"Hihihihi, Kyuhyunie pasti akan suka oleh-oleh ini!"
"Apa tidak sebaiknya kita menunggu besok, chagi! Ini sudah malam, mungkin Kyuhyun sudah tidur."
Dua orang namja terlihat berdiri di depan kamar 1013. Yang satu sedang memencet password, dan yang satu membawa banyak kantong belanjaan di tangannya.
Ceklek
"Sssst! Kalau begitu kita taruh saja oleh-olehnya di kulkasnya." Jawab namja yang tak membawa apapun sedangkan namja pembawa oleh-oleh itu hanya berjalan cepat menuju lemari es yang terletak di dapur kecil samping kamar tidur.
"Letakkan susu vanilla-nya dengan benar! Kalau sampai ada yang terinjak kakimu lagi, kuinjak juniormu!"
"Chagi~ tapi junior ini yang selalu memuaskanmu~" ucap namja yang satu sambil mulai menatakotak-kotak susu di lemari es sambil menggerutu.
"Diam! Atau kau tidak kuberi jatah selama seminggu!"
"Aku mengunci mulutku!"
Tap tap tap
Namja yang suka memerintah itu berjalan mendekati satu-satunya kamar di ruangan itu saat dirasanya ada suara-suara aneh dari dalam.
"Hihihi, pasti Kyunnie sedang menonton kaset yadong yang kuberikan~"
Ceklek
"Ah! Sudah kuduga kau pasti me-non-ton…"
"Ada apa chagi? Apa Kyuhyun belum tidur?"
Namja yang diajak bicara hanya melongo menatap ke depan dengan mulut dan mata terbuka lebar.
"Ahh…Ahh…Faster wonniehh…"
Reflex namja yang diacuhkan kekasihnya itu memandang ke asal suara dan matanya hampir keluar saat disuguhi pemandangan vulgar di depannya.
Hanya tungkai kaki yang diyakini kaki Kyuhyun berada di atas bahu sosok kekar yang menggenjot juniornya keluar masuk lubang yang ia yakini lubang Kyuhyun dengan cepat.
"Ohh…Babykyu~ lubangmu masih saja terasa sempithh…Ohhh"
Kedua namja tadi saling menatap. Hening. Kemudian…
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Wonkyu! Sebaiknya kalian memastikan pintu terkunci sebelum melakukan 'itu'. Dasar~
.
.
TBC
.
.
Annyeong readers, mian baru update. BabyWonKyu imnida.
Terima kasih banyak buat semua reviewnya~ Aku tidak menyangka lumayan banyak yang review. Mian belum bisa balas satu-satu. Sebagai gantinya, chapter ini aku buat lebih panjang ^^
Mohon maaf sekali bagi yang berpuasa. Aku bener-bener lupa kalau umat Islam sedang menjalankan puasa. Jeongmal mianhae~ jadi, yang lagi puasa baca setelah buka puasa saja, ne? ^^
Special thanks:
WonkyuPet/Kim Eun /Choi Andrew/miszshanty05/ermagyu/FiWonKyu0201/Choi Hyun Gi/aninkyuelf/siscaMinstalove/ukekyushipper/shin min young/I was a dreamer/rikha-chan
Mian bagi yang belum disebutin^^
FEEL FREE TO REVIEW
WonKyu is Love,
BabyWonKyu
