True Story ver. Vocaloid
First fanfic! Gimana jadinya kalau true story di dunia nyata ini, diperankan Vocaloid?

Disclaimer :
Vocaloid itu milik Crypton Fuji Media Corp. dan Yamaha Inc.
Cerita ini milik author Yuumi.

Warning :
Typo, sangat GAJE, tidak menerapkan EYD, berantakan.

.

6. Tawuran Sendal
Kelas Rin dan Len merupakan kelas yang paling berisik dan 'gila' dari seluruh angkatan di sekolahnya. Siapa ketua dan wakil kelas itu? Tentu saja si 2 kembar, Rin dan Len. Meskipun mereka sangat pintar dan terkenal, mereka sangat-sangat heboh sampai bikin orang-orang mungkin akan darah tinggi. (Author : *ditendangRinLenkeJonggol*)

Oh iya, kelas mereka adalah kelas 9-5. Selain Rin dan Len, dikenal juga Lily, Haku, dan Teto yang merupakan bagian 'geng' dari Rin dan Len.

Sekarang ini, mereka berlima berada di sekolah. Hari ini adalah hari terakhir mereka bersekolah di sini, atau tepatnya hari ini merupakan hari perpisahan bagi kelas 9. Yak, mereka sudah selesai menghadapi ujian!

Mari kita lihat keadaan kelas 9-5..

"Hari ini bebas 'kan?" tanya Len.

"Iya. Hari terakhir sekolah pula." jawab Rin.

"Kelas 9-5, sudah bawa yang kita perlukan untuk bermain 'kan?!" teriak Teto. Semua mengangguk.

"Ada yang tidak membawa?" tanya Lily. Semua menggeleng.

"Baiklah. Kita mulai rencananya! Berhubung karena di sini ada 24 murid, dibagi menjadi 2 kelompok. 1 kelompok isi 12!" kata Haku. Ia lalu menulis 'kelompok A' di papan tulis dan memberikan 12 slots untuk nama. Sama halnya dengan kelompok B.

"Silakan maju! Tulis nama kalian di kelompok yang kalian mau!" Rin lalu mengambil 1 box berisikan banyak spidol, lalu meletakkannya di meja guru.

5 menit kemudian..

"Baiklah, aku akan membacakan nama-nama murid di kelompok A, lalu di kelompok B." Len mulai membacakan nama-nama di papan.

"Ada yang tidak setuju atau ingin pindah kelompok?" tanya Len setelah selesai membacakan. Semua menggeleng.

"Baiklah, kita mulai permainannya! Kelompok A di sebelah kanan. Kelompok B sebelah kiri. Siapkan bahan-bahannya!" teriak Rin.

Semua pun menurut dan melaksanakan apa yang Rin katakan.

Kalian penasaran nama kelompoknya?

Kepo deh! /ditebas/

Kelompok A :
- Kagamine Rin
- Kagamine Len
- Yowane Haku
- Kasane Teto
- Lily
- Leon
- Kaito Shion
- Meiko
- Kagamine Rinto
- Kagamine Lenka
- Kagene Rui
- Kagene Rei

Kelompok B :
- Prima
- Juon Kiku
- Kasane Ted
- Honne Dell
- Yuzuki Yukari
- Gakuko Kamui
- V Flower
- 96Neko
- Luo Tianyi
- Yuki Kaai
- Gachapoid
- Oliver

"Permainan dimulai!" Lily meniupkan pluit.

BUAGH! BAK! BUK! BLEUHEUHUEHUEHUEHUEUEHEUEUEHUEHE(?)

Terdengar suara sendal-sendal yang bertebaran ke mana-mana(?). Saya turut sedih atas sendal yang menjadi korban aksi lempar-lemparan. /dibakar/

"NAJONG! GW KENA SENDAL DELL YANG BEKAS NGINJEK TAI! GASUDII! EW EW EW!" teriak Rui.

"BWAHAHAHA. RASAKAN ITU!" balas Dell.

Semua pun berjalan dengan lancar dan seru. Ada yang teriak-teriak karena kena sendal, ada yang seneng karena kena sendal dari pujaan hatinya(?), dan ada yang malah makan sendal(?).

"Inti kita maen ini apa yak? Cara menangnya gimane?" Meiko bertanya.

.

.

.

.

hening

.

.

"Yang penting kita bersenang-senang! AYO LANJUTTT!" kata Kiku dengan semangat berkobar.

Semua pun berjalan dengan lancar sampai akhirnya wali kelas mereka, Hiyama Kiyoteru, masuk..

"Ada apa in– BUAGH! HEI KALIAN!" teriak Hiyama Kiyoteru. Sendal Leon yang tadi bekas jatoh ke got mengenainya.

"Ka- kalian ini..." Wali kelas mereka pun mulai mengeluarkan dark-aura yang membuat 1 kelas merinding.

"KENAPA GAK NGAJAK-NGAJAKK?!" Kiyoteru mengambil pistol yang mengeluarkan sandal, entah dapet darimana. Nama pistolnya Sandal Gun(?).

Begitulah kira-kira kejadian di kelas 9-5. Murid gak waras, gurunya juga. (Author : *babak belur gara gara dilemparin sendal*)

.

7. Gakupo si Troller
Di sekolah yang indah. Luka dan Gakupo sedang duduk di sebuah bangku khusus yang panjang, untuk menunggu dijemput oleh yang bersangkutan. Gakupo yang notabenenya adalah troli– maksudnya troller, berniat untuk mengerjai Luka.

"Belom dijemput?" kata Gakupo.

"Iya," sahut Luka, pendek.

"Sama dong, aku juga belom dijemput," ucap Gakupo. Ia sudah bersiap-siap akan rencana untuk menjahili Luka.

"Masa?" kata Luka.

"Iya bener," jawab Gakupo.

"Bodo."

'WUT, ini mah gue yang dikerjain! Saatnya pembalasan..' batin Gakupo.

"Luka, kamu udah dijemput tuh!" kata Gakupo.

"Mana?" Luka mengambil tas dan berdiri.

"–kemaren." Gakupo tertawa dalam hati. Luka pun kesal, ia membanting tasnya ke bangku, lalu duduk.

Keesokan harinya.. (Setelah pulang sekolah)

Sekolah mulai sepi. Lagi-lagi Luka tidak kunjung dijemput. Sama halnya dengan Gakupo. (Gakupo : ya iyalah, kan gw pulang sendiri naik sepeda! / Author : o *dilempar*)

Dan lagi-lagi, muncul 'niat baik' Gakupo untuk menjahili Luka lagi. Lagi-lagi Gakupo lagi ngerjain Luka lagi. # abaikanyangini

"Woi! Woi!" teriak Gakupo.

"Apa?" sahut Luka.

"Emang elu?" kata Gakupo. Ia menahan tawanya.

"Oke, besok ya!" balas Luka.

'Lah, Luka 'kok gak nyambung?' batin Gakupo.

"Iya, jangan lupa ya!" Seseorang di belakang Gakupo menyahut. Lalu orang itu pun pergi.

"Tadi ada apa, Gakupo?" Luka menengok ke arah Gakupo.

"Gak ada apa-apa 'kok. Kucing terbang."

"Gakupo aneh deh?" Yang diledek hanya bisa menahan malu. Karena dibilang aneh dan karena trollnya fail.

.

8. Mayu si Penggambar Profesional
"Lagi ngapain, Mayu-chan?" tanya Muyo.

"Gambar," balas Mayu. Ia tetap berkutat pada buku gambarnya.

Keheningan pun terjadi dalam waktu 10 menit. Mayu berhasil menyelesaikan gambarnya dalam waktu 10 menit, dan ia pun memamerkannya pada Muyo.

"MUYO-CHAN! Gambarku bagus gak?" teriak Mayu, sambil menunjukkan hasil gambarnya
pada Muyo.

"Sugoii.." kata Muyo. Ia melihat gambar dua buah gunung besar dengan matahari di tengahnya.

Mayu hanya bisa senyum-senyum sendiri. "Arigatou!" ucapnya.

"Etto.. Mayu, boleh aku pinjam buku gambarnya sebentar? Aku ingin lihat-lihat," tanya Muyo yang dijawab dengan anggukan oleh Mayu.

Muyo pun membuka lembar pertama. Lagi-lagi gambar 2 buah gunung, tetapi tidak sebesar tadi. Lalu ada jalan di bawahnya, dan ada sawah. Ada juga burung yang digambar seperti huruf m dengan garis di bagian tengah m.

Di lembar baru, ada pantai, dengan gambar laut dan perahunya. Ada juga gambar sebuah rumah di bukit. Semuanya terlihat sangat keren di mata Muyo, terutama karena perpaduan gambar dan gradasi nya sangat baik. Tunggu–

"Mayu, kenapa gambarmu gambar masa dahulu semua?" tanya Muyo.

"Maksudnya?" balas Mayu.

"Iya, gambarmu ini, dari lembar pertama, gambar yang kita pernah bikin waktu masa kecil semua," jelas Muyo.

"Ohh, itu karena.. Karena aku sudah lama tak menjadi anak kecil!" kata Mayu senang.

Muyo pun mengangguk. Sejujurnya, ia tak mengerti tentang jawaban yang diberikan Mayu tadi, karena itu sedikit tak masuk akal. Tapi biarlah, dia tidak peduli akan itu.

.

9. Mitos
"Kaa-san, Miki gak mau tidur!" kata seorang anak perempuan berumur 5 tahun, Furukawa Miki.

"Kau harus tidur, Miki-chan.." balas ibunya, CUL.

"Tapi aku belum ngant–"

"Kalau Miki-chan tidur malem-malem, nanti ada yang dateng, loh!" seru CUL.

"..." Miki diam.

"Jadi, Miki-chan mau tidur?" Miki mengangguk.

Miki pun akhirnya ke kamar, diikuti oleh CUL. Lalu Miki ke tempat tidur, sedangkan CUL mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur.

"Oyasuminnasai," kata CUL.

Setelah itu, CUL pun keluar dari kamar Miki dan berpapasan dengan suaminya, Akaito.

"Abis ngapain, CUL?" tanya Akaito.

"Biasa, nyuruh Miki tidur," jawab CUL.

"Lah, bukannya besok Miki tidur? Tidak apa-apalah, kasih dia bermain dan kebebasan!" kata Akaito.

"Tidak. Miki masih kecil," tegas CUL.

Lalu CUL pun masuk ke kamarnya, dan berbaring di tempat tidur, lalu tidur.

11:00 (malam)

CYUUTTT~ TENERONETT~

"Terompet? Siapa yang maen terompet?" CUL terbangun dari tidurnya. Ia segera turun dari tempat tidur dan pergi menuju kamar Miki. Di sana, ia melihat lampu kamar Miki yang sudah menyala dan Miki yang mencoba memainkan terompet.

"Miki! Apa yang kau lakukan? Bukankah sudah kaa-san bilang untuk tidur?!" kata CUL.

"Kata tou-san, malem-malem itu boleh kok gak tidur," jawab Miki.

"Miki.. Sudah kaa-san bilang juga, jangan bermain alat musik atau membuat suara yang berisik pada malam hari. Nanti malam malam kamu diikutin hantu mau?" tanya CUL, dengan nada seram. Miki yang mendengarnya pun langsung merinding.

"T-tidak, kaa-san! Miki nggak mau dikutin!" seru Miki.

"Kalau begitu, tidur," kata CUL. Ia pun lalu keluar kamar.

Saat keluar kamar, ia merasa kakinya sangat berat. Ia lalu mendapati Miki yang menempel di kakinya.

"Miki takut,"

Miki emang orangnya percayaan 'yah XD (Author : *digoreng Miki*)

.

10. Pasar Jadi-Jadian(?)
Sepasang anak perempuan berumur 7 tahun menunjukkan muka bosan. Yang mereka lakukan sekarang hanya duduk dan bengong, gak tau mau ngapain dah.

"IA, aku punya permainan!" kata seorang perempuan berambut ungu diikat dua ke bawah, Yukari.

"Apa?" sahut IA, perempuan dengan rambut cream yang bagian depannya dikepang.

"Kita main jual beli aja!" kata Yukari.

"Maksudnya?" IA bingung.

"Kamu mau jadi penjual atau pembeli? Nanti kalo yang jadi penjual, ambil-ambil barang di sekitar kita dan anggap itu barang buat jualan! Kalo yang jadi pembeli, ini, aku ada duit mainan!" jelas Yukari.

Mata IA berbinar-binar. "Aku mau jadi pembeli!"

"Ini! Aku cari barang dulu ya, nanti aku bakal jualan di situ!" Yukari menaruh uang mainannya di dekat IA. Ia lalu menunjuk ke rumah mainan yang dimilikinya di kamar.

IA mengangguk. "Ha'i!"

IA pun menunggu Yukari mempersiapkan barang untuk jualan. Sambil menunggu, ia memperhatikan uang mainan yang diberikan oleh Yukari.

'Banyak,' IA pun lalu mengambil uang tersebut, dan karena tangannya cukup kecil, uang itu terjatuh dan berhamburan ke lantai. Setelah merapikannya lagi, IA mendapat ide. Ia mengambil dompet bulatnya yang berwarna putih, lalu meletakkan uangnya di situ.

Tepat saat IA selesai memasukkan uangnya ke dompet, Yukari memanggil. "IA, siniiiii!" kata Yukari. IA pun menuju ke rumah mainan mereka yang sekarang menjadi 'Stand' Yukari.

Mata IA berbinar-binar lagi. "Aku mau beli permen sepuluh! Berapa?" tanyanya.

"Umm.. 20 yen!" seru Yukari.

"Kalau gelas kecil berapa?" tanya IA.

"100 yen!" jawab Yukari.

"Aku beli permen 20 dan gelas kecil 2!" seru IA.

"Jadi, semuanya adalah 240 yen," Yukari memasukkan barang-barangnya ke plastik.

IA memberikan uang mainan sejumlah ¥240 ke Yukari. "Ini!"

Setelah Yukari mengambil uangnya, ia pun memberikan plastik itu ke IA. Saat IA akan mengambil dan sudah hampir mengambilnya, plastik itu terjatuh dan–

"Di mana gelas-gelas kecil kesayanganku?"

PRANGGGGG!

"GELASKUUUUUUU~~~!" Seorang laki-laki dengan umur sama seperti mereka, tersedu-sedu.

"Ups.." IA dan Yukari hanya bisa berkata demikian.

Sepertinya, mereka berdua tidak cocok untuk bermain seperti itu.

.

Part 2 selesai~
Ada yang punya ide lagi? xD
Gomen apdet lama '-'
.

Review /('w')/
4Mekaliya-Chan
Iya, ini gaje soalnya :v
Makasih xD
Arigatou udah review senpai!
.

Fuyukaze Mahou
Makasih senpai xD
Syukur deh kalau suka 'v'
Udah shiren buat tawuran sendalnya, meskipun sedikit beda xD
Arigatou udah mau Fav & Foll & Review!