#FlashBack#
"Kami sudah resmi berpacaran loh, Minnie! " namja di depanku yang kuakui sebagai sahabatku, menggandeng orang yang kusukai, dan dengan santainya berkata begitu padaku.
"Ya kan, Siwonnie?" namja itu meminta jawaban dari namja di sebelahnya.
"Eh…iya…erhmm…ya begitulah,Minnie…Aku sudah resmi berpacaran dengan Kibummie" Siwon menjelaskan, tetapi entah mengapa aku melihat adanya sesuatu yang tidak beres.
"Beri selamat donk, Minnie.! Supaya kau cepat punya pacar juga…!" Kibum dengan mudahnya berkata begitu padahal aku ini sahabatnya. Aku memang salah karena tidak curhat padanya kalau aku menyukai Siwon, tetapi sebagai sahabat tidak peka kah ia ketika aku melihat Siwon, ketika aku memperhatikannya, ketika aku jatuh cinta padanya?
"Anni….Aku juga sudah punya pacar kok!"
Kata-kata itu keluar…sudah keluar…hatiku memang panas, tapi aku tidak menyangka kalau aku akan berbohong seperti ini. Aku melihat Kibum dan Siwon kaget, aku juga melihat tanda-tanda kesedihan yang sempat terlihat di muka Siwon.
" Jinjja? Kalau begitu bagaimana kalau kita double date? Minggu depan bisa?" Kibum mengajakku…ia tahu kalau aku tidak punya pacar, dan aku tahu ia hanya mengetes ku….Kenapa kau jahat begini padaku Kibummie?
"Ne…Baiklah"
#FlashBack End#
BLETAKKK….Sebuah kapur menghantam kepalaku…Sakit..
"Lee Sung Min, kalau anda hanya bermimpi di kelas pada siang bolong begini, sebaiknya kau keluar saja dan membersihkan lapangan? Bagaimana?" tanya seorang guru yang sedang menjelaskan di depan, Park Jung Soo sonsaengnim, pasangannya Kang In sonsaengnim yang terkenal galak juga. Malas deh kalau berurusan dengan mereka berdua.
Aku pun segera keluar dari kelas, selintas kulihat wajah Jung Soo sonsaengnim yang kesal karena aku tidak melakukan aksi perlawanan. Aku memilih untuk menghindar. Tanpa kusadari 2 pasang mata memperhatikanku dari sudut yang berbeda.
Sungmin pov end
Author pov
"Siapa ya nama hyung tadi? Kenapa bisa manis sekali? Seperti yeojya saja" Kyuhyun memang masih di lapangan, menyapu dan menyapu. Kau tahu, pekerjaan ini tidak akan beres bahkan sampai kau pulang sekolah , karena sampah selalu ada saja ketika kau menganggap pekerjaanmu telah selesai. Tanpa Kyuhyun sadari seseorang sudah berdiri di belakangnya.
"Siapa yang manis? Aku?" tanya orang itu.
Kyuhyun segera berbalik ketika mendengar suara orang itu, otaknya yang cerdas dapat mengingat suara orang dengan cepat " Oh…Hyung! Kau kesini lagi~!" Entah kenapa Kyuhyun merasa senang bisa bertemu dengan Sungmin lagi.
"Yeah…Kyuhyun-ssi…Aku dihukum…oleh Jung Soo sonsaengnim…" Sungmin mengambil sapu dari tangan Kyuhyun dan berhasil membuat muka Kyuhyun memerah ketika tangan mereka bersentuhan meskipun hanya dalam waktu singkat…
"Kau tahu kan kalo guru itu menyebalkan? Jadi aku memilih untuk tidak bertengkar dengannya…" Sungmin melanjutkan kata-katanya sambil mulai menyapu. Sungmin kaget ketika ada yang merebut sapu yang baru saja akan ia gunakan, " Ya!"
"Hyung…kau itu tidak cocok menyapu tau…kau terlalu manis untuk ukuran tukang sapu.." Kyuhyun menampilkan senyuman manis yang memang khas nya. DEG..Jantung Sungmin berdebar..Sungmin tersipu malu, tetapi ia segera membuang muka. ' Anak ini cakep juga dan tidak pabbo pabbo amat' batin Sungmin.
"Kalau mau menggodaku nanti saja deh! Cepat selesaikan pekerjaanmu…Pabo!" Sungmin jadi salah tingkah sendiri dan segera duduk di bangku yang ada di lapangan itu.
Beberapa menit berlalu, Sungmin hanya memandangi Kyuhyun, 'Kok ada anak se cakep ini aku ga tau sih? Apa aku memang tidak suka memperhatikan sekitar? Atau aku hanya melihat Siwon saja sehingga mataku telah dibutakan?' batin Sungmin 'Tapi dia memang cakep kok, kalau dia mungkin oke….' Batin Sungmin lagi.
"Kenapa hyung menatapku terus? Aku memang cakep hyung, tapi kau tidak perlu sampai segitunya melihatiku…" Kyuhyun mulai narsis nih.
"Ih…apa sih anak narsis dasar!" Sungmin merasa telah dipergokki oleh Kyuhyun menjadi malu, pipi Sungmin memerah. Kyuhyun memperhatikan Sungmin yang terlihat manis karena pipi merah nya.' Manis sekali…' batin Kyuhyun. Kyuhyun merasakan hatinya berdebar. Berdebar karena Sungmin!
"Hyung…"
"Apa?"
"Hyung menyukai orang seperti apa?"
"Itu buk…"
"Aku hanya bertanya,hyung…"
"Ehm…baiklah…aku menyukai orang yang tinggi, pintar dan..uhmm..baik?"
"Hyung…."
"Ne?"
"Aku tinggi kan?"
"Ne…kau tinggi Kyuhyun-ssi"
"Panggil aku Kyu saja,hyung.."
"Ne…kau tinggi Kyu.."
"Aku pintar kan,hyung?"
"Ne…bukankah tadi kau bilang kau bisa setingkat denganku karena kau jenius? Berarti kau pintar,Kyu" jenius dan pintar? Beda tipis.
"Aku baik tidak,hyung?" Kyuhyun memancarkan senyum iblisnya lagi, kali ini ditambah dengan puppy eyes nya..
"Ne…kau baik kok,Kyu…" Sungmin memang Deg-Deg an ketika melihat Kyu yang seperti itu, tapi Sungmin jujur, ia tahu Kyu baik…buktinya ia mau membantu Sungmin menyelesaikan hukumannya, MENYAPU.
Kyuhyun hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaanya mengacuhkan Sungmin yang kebingungan atas pertanyaan-pertanyaan 'memaksa' dari Kyuhyun.
Author pov end
Sungmin pov
Akhirnya sekolah berakhir juga, aku sudah sangat lelah dengan hari ini. Selama seminggu ini aku memang lelah, aku selalu memikirkan Siwon,Kibum dan aku sendiri. Tadinya aku berencana untuk membawa Wookie untuk pura-puranya dijadikan pacarku. Tetapi bukankah semua orang sudah mengetahui bahwa Wookie adalah sahabatku selain Kibum sekaligus Wookie adalah pacar dari Yesung hyung. Aku tidak mungkin membawanya meskipun ia bersikeras ingin membantuku.
"Minnie~! Aku akan membantumu…sudahlah, Yesung hyung sudah pasti mengerti!" Wookie memang sering memaksaku akhir-akhir ini.
"Tidak,Wookie..Aku tidak mau nantinya kau dan Yesung hyung akan kacau karena aku" jawabku dengan santai. " Aku juga bisa mengaku dan menjelaskan semuanya pada Kibum dan Siwon kalau aku hanya berbohong waktu itu"
"Andwaee! Kau tidak bisa begitu,Minnie…Kibummie memang keterlaluan! Siwonnie itu kan sukanya padamu Minnie, aku bisa melihatnya…tapi…"
"Sudahlah,Wookie…toh aku juga salah tidak cerita pada Kibummie…"
"Tapi kan bukan begini caranya!...Aku…" Wookie melihatku yang hendak menangis lalu berhenti berkata-kata. " Minnie…"
"Hyung~!" teriak seseorang dari belakang dan menghampiri Minnie dan Wookie. Begitu sampai, ia sangat terkejut melihat Sungmin hendak menangis.
"Apa yang kau lakukan?" Namja itu marah dan menyalahkan Wookie.
"Anni…Ky…" aku hendak berbicara tapi dipotong oleh seseorang.
"Ada apa ini?" tanya namja lain yang datang dari arah berlawanan dari namja pertama. " Ada apa, Wookie? Kenapa orang ini marah-marah padamu?" Namja itu mulai panas karena namja tidak dikenal yang memarahi CHINGU nya.
"Bukan Yesung hyung, hanya kesalah pahaman. Aku akan menyusul sebentar lagi, aku ingin mengobrol dengan Minnie dulu" Wookie memberikan signal OK pada Yesung. Yesung pun menunggu Wookie di luar sekolah dan melotot pada namja yang memarahi Wookie tadi.
"Nah…Minnie…" lanjut Wookie.
"Sungmin hyung kenapa?" tanya namja yang sekarang sudah berdiri di dekat Sungmin. "Anni…aku tidak apa-apa,Kyu…" jawabku sambil menghapus air matanya. Wookie bingung, sejak kapan sahabatnya ini pernah berkenalan sampai sedekat ini dengan namja asing? Tapi tampangnya memang lumayan sih, eh bukan! Cakep kok…
"Tuh kan….kadang-kadang aku berpikir kalau yang salah itu kau, Minnie…Kau tidak bercerita tentang ini padaku?" Wookie sebal melihat Sungmin yang hanya diam saja dan tidak bercerita apa-apa padanya.
"Wookie! Ini tidak seperti yang kau pikirkan!" pipiku memerah,aku malu…Kyu terlihat kecewa ketika mengerti apa yang aku maksud dari perkataaku, eh kok?
"Baiklah! Tapi kau harus menceritakannya padaku,Minnie….aku tunggu…" Wookie tersenyum evil melihat kelakuan dua orang di depannya.
" Ya…aku akan menceritakannya, Wookie…sekarang kau pulang, aku juga mau pulang soalnya" aku benci kalau Wookie sudah ngambek begini.
" Hyung, pulangnya sama aku,ya?" Kyu menempel padaku. Pipiku memerah lagi untuk kesekian kalinya ketika bersama dengan Kyuhyun.
"Arraseo…kalian sedang ingin berduaan kan? " Wookie langsung kabur ketika melihat aku membulatkan matanya. Lucu sih, tapi Wookie takut juga.
Sungmin pov end
