Halo.. Kawan kawan! Akhirnya bisa update. Ini dia chapter 2!
Disclaimer : Oh... Tite Kubo sensei! Ampunilah saya yang sengaja meminjam karakter karakter anda! #ditimpuk massa karena kegajean.
Happy Reading!
"Ruki! Bangun km! Gak tahu apa aku laper berat!" teriak Toushiro di depan kasur Rukia.
Toshirou sedang berusaha membangunkan Rukia yang malasnya minta ampun. Tapi, Rukia tidak bergeming dari kasur nyamannya.
"He…! Ruki! Aku tahu kamu dah bangun! Jangan pura pura lo!" Teriak Toushiro lagi.
Toushiro pun merasa sebal tidak di hiraukan oleh Rukia yang sebenarnya memang ngantuk berat.
Akhirnya dia punya ide. Dia langsung bangkit dari depan kasur Rukia menuju kamar mandi. Dia membasahi tangannya. Lalu, dia mengusapkan tangannya yang basah ke muka Rukia.
"Shi…ro….!" Teriak Rukia yang kaget.
"Syukur lho! Udah cepet buatin aku nasi goring! Lagian kemarin kamu gak masak sih! Aku jadi laper nih!" Ucap Toshiro melipat tangan ke depan dadanya sambil melihat adik kembarnya yang baru bangun.
"Shiro bodoh! Aku kan masih ngantuk!" Rukia mengelak.
"Dasar pemalas! Cepet masak!" Perintah Toushiro.
Rukia dengan muka merengut rengut bangkit dari kasurnya yang nyaman dan langsung pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka. Toshiro masih menghadap laptop putih kesayangannya saat Rukia masuk dapur dan memasak.
XXxxXX
"Shiro, Makanannya sudah siap. Cepat duduk!" panggil Rukia dari meja makan.
"Yo!" jawab Toshiro singkat.
Toushiro segera duduk di samping Rukia dan langsung menyambar sepiring nasi goreng buatan Rukia.
"Shiro, dah dapet kerjaan lum?" Tanya Rukia yang masih menyuap satu sendok nasi goreng.
"Belum. Susah juga carinya. Bagaimana dengan sekolahnya?" tanys Toushiro balik.
"Yah… kemarin dah dapet 3 sekolah. Tapi masih bingung. Oya, Kita belum kenalan sama penghuni kost ini lho!" ucap Rukia.
"Besok besok aja lah. Kita aja masih sudah selesai. Aku pergi dulu yah. Mungkin baliknya sore-an." Ucap Toshiro.
"Ha..! Rakus bener! Kan nasi gorengnya banyak! Tumben banyak! Biasanya ampe males makan." ucap Rukia heran.
"Diam kamu! Kemarin aku kelelahan. Dah…." Ucap Toushiro menyambar jaket putihnya dan pergi.
XXxxXX
Rukia POV
Hah….. Aku malas pergi kemana mana. Mending lanjutin tidur ah…!
Tok tok tok
Hah…. Ada tamu. Siapa yah? Aku langsung membukakan pintu. Dan di balik pintu ada seorang gadis berambut cokalt dan bercepol .
"Halo…! Aku penghuni kamar sebelah." Sapanya ramah.
"Ha- hai….! Silahkan masuk." Ucapku mempersilahkannya masuk dan kami duduk di sofa.
"Hai.. Kenalkan namaku Momo Hinamori kelas XI SMA Cordalia. Kau? Tanyanya ramah.
"Aku Rukia Kuchiki. Baru pindah kemarin. Sebenarnya saya baru lulus SMA dan akan melanjutkan SMA disini." Ucapku memperkenalkan diri.
"Kalau begitu masuk SMA ku saja. SMA ku cukup favorit lho! Oh maaf aku Cuma bisa kenalan aja. Soalnya aku udah ada janji." Ucap sedikit malu.
"Ok! Tidak apa apa koq! Kamu sudah mau ke sini aku berterima kasih. Nanti malam datanglah untuk makan malam bersama."Tawarku.
" Ok!"Dia pun berlalu. Yah… Untung cepat pulang. Sekarang aku sudah tidak bingung mau ke sekolah mana lagi. SMA Cordalia, I am coming! Tapi, gara gara ada tamu aku jadi gak ngantuk. Aku mau ke perpustakaan kota lagi lah.
Akhirnya aku memutuskan pergi kesana. Dengan berbekal Ipod silver kesayanganku, aku menempuh perjalan dengan bersenandung.
Sampai sana aku langsung mencari buku History. I like History. Setelah aku mendapatkannya, aku membacanya dengan cermat. Aku begitu menghayati buku ini. Tapi hari semakin sore dan aku mulai merasa diperhatikan. Walau pun aku memperhatikan buku, aku tetap memperhatikan sekitar ku. Dan akhirnya aku menangkap seorang pria berambut kuning. Dia tinggi sekali. Aku sedikit iri melihatnya. Bayngkan saja aku yang pendek ini. Huhuhu….
Lalu tiba tiba menghampiri ku.
"Hai… Aku Ichigo Kurosaki. Kelas X SMA Cordalia. Kau?" dioa memperlihatkan senyum manisnya.
"Aku…" Belum sempat aku menjawab pertanyaannya Shiro sudah menarik keah belakangku.
"Aku pinjam dia ya? "Ucap Shiro. Dia langsung menarik ku keluar dari perpustakaan. Aku mencoba melawannya. Tapi ternyata tubuh yang tak pernah olah raga ini kalah dengan tubuh Shiro yang sering main basket.
"Apa apaan sih?" Ucap ku sebal pada Shiro setelah kami keluar dari perpustakaan.
"Mama nelpon kamu terus. Tapi gak diangkat angkat. Dia khawatir dan meminta ku mencari kamu. Dasar ngerepotin." Jelasnya panjang lebar.
"Iya iya. Nanti aku telpon balik. Oh ya, temenin belanja yuk!" ajakku.
"Ok. Kemana?" tanyanya balik.
"Ya, ke pasar lah! Masa ke rumah sakit." Jawab ku sedikit mengejek.
Eh… Dia malah njitak aku.
"Dasar! Maksudku pasar mana?" ucapnya kesal masih berwajah dingin.
"Umm… Terserah kamu lah." Jawab ku sekenanya.
Kami pun meluncur dengan motor matic super keren punya Shiro.
XXxxXX
Toshiro POV
Hah…. Ruki emang super cerewet. Yah tak apa apa lah. Dari pada dia pendiam, aku malah takut..
"Shiro….. Ayo ambil tepungnya di atas tuh!" seru Rukia pada ku sambil menunjuk ke arah tepung yang ada di atas ku.
"Iya…" Jawabku biasa sambil mengambil sekarung tepung yang lumayan berat.
Kami berdua sedang belanja. Kata Rukia, dia mengundang teman se kost dating makan malam. Aku malas berhubungan dengan mereka. Aku sebal melihat orang orang yang menganggapku lucu dan suka mencubit cubit pipiku. Tapi untungnya kini aku sudah besar, jadi bisa ngelawan cewek cewek yang menyebalkan itu. Dulu, aku selalu dilindungi oleh Ruki dari gadis gadis menyebalkan itu. Mungkin sekarang aku yang harus melindunginya. Aku memang selalu bersikap dingin oleh semuanya kecuali keluarga. Tapi hanya ada seseorang yang bisa membuatku tersenyum bebas. Ya, dia adalah Rukia. Dia bukan gadis kebanyakan. Dia tidak biasa. Tak kusadari aku mencintai adik kembarku sendiri. Aku tahu ini tidak benar. Tapi rasa ini tak mau hilang. Aku hanya bisa memendamnya.
"Shiro….! Ngapain sih melamun? Cepet jalan dan Bantu aku membawa semua plastic ini." Seru Rukia.
Dengan malas aku membawa plastic plastic itu.
tbc
Ha? Bagaimana ini? Maafkan saya yang telah membuat banyak tipo. Saya harap anda sekalian mau me Review?
