"Naruto"
"…"
"Naruto!"
"…"
"NARUTO!"
"…"
"GRR! Naruto! Rasakan ini!"
BYURR
"GYAA! Banjir! Banjir!"
"Ini sudah jam 6 kurang 15, bocah! Kutunggu dibawah 5 menit lagi atau kau kutinggal."
BRAAK!
"Hoaam.. ini kan masih jam-"
1
2
3
"GYAA! Aku telat!"
Gomen semuanya! Neko telat banget update fic in i! Neko baru aja mengalami masa-masa sulit anak kelas senior! UJIAN! jadi gak bisa nulis fic sementara. oh ya! mulai sekarang, Neko hanya akan membeberkan pair(s) yang ada pada chapter ini aja. gak mbludak kaya kemarin di chapter 1, dan satu lagi! Neko kemarin lupa gak mendeskripsikan kelas Naruto. jadi, akan dibeberkan di chapter depan #ditabok!
Gomen! menurut Neko, fic ini uda terlalu panjang dalam ukuran Neko, jadi gak bisa. hehe!
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair(s) in this chap : ItaKyuu (ini yang paling Neko suka sekarang) HarashimaMito PeinNaru
Neko gak tau mau nulis apa lagi
pokoknya
Happy Reading
Special thanks to :
3yl
Rin nara seasui
Itazurayuuki
Kim D. Meiko
Zhee kun
"Gah! Kyuu-nii, kenapa kau tidak membangunkanku lebih awal?"
Pria berambut blonde itu berlari-lari di tangga sambil mengancingkan bajunya yang belum rampung. Sementara pria yang menjadi sasaran amukannya hanya mendegus.
"Itu kan salahmu sendiri, bocah! Sudahlah cepat! Aku tak mau terlambat. Kaasan, tousan, aku berangkat."
"tunggu sebentar, Kyuu. Naru belum sarapan. Kau harus sarapan dulu, Naruto."
"Tak usah, Kaasan. Aku sarapan di sekolah saja."
"Tidak. Cepat sarapan!"
Wanita keibuan dengan rambut merah dicepol itu tak akan membiarkan anaknya kelaparan sehingga tak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
"Kaasan, Naru sudah telat!"
"Sarapan!"
"Tidak"
"Sarapan"
"Tidak"
"Sara-"
"Miko, bagaimana kalau Naruto memakan sarapannya di perjalanan saja? Dia bisa membawa roti pangganganmu ini."
Akhirnya sang kepala keluarga menengahi permasalahan ibu-anak yang dijamin kalau tidak dihentikan akan memakan waktu lama.
"Ah, baik. Sebentar."
Uzumaki Miko, sang ibu segera menyiapkan bekal kecil untuk anak bungsunya itu.
"Ini. Hati-hati di jalan. Kyuu, jangan ngebut meski kalian telat. Kau lihat kan hasil perbuatanmu kemarin?" kata Miko sambil memandang kaki kanan putra sulung nya yang dibalut perban.
"Bukan aku yang menyetir, Kaasan. Si breng- maksudku Itachi meminta -memaksa- agar selama perban ini ada di kaki ku, dia yang mengantar-jemput."
"Oh.. kalau begitu, hati-hati."
"Ya."
"Oke, Kaasan! Tousan, Kaasan, Jaa!"
"Jaa, Naru-chan, Kyuu-kun." Balas Miko
"Jaa" jawaban singkat dari kepala keluarga, Harashima Senju.
Kedua anak lelaki beda usia itu segera berjalan atau lebih tepat setengah berlari ke halaman. Harashima Senju yang sedari tadi membaca Koran hariannya ikut bangkit dari tempat duduk dan menyeruput kopinya.
"Miko, aku berangkat juga." Katanya sambil mengecup lembut dahi istrinya dan berjalan keluar. Tadi, sebelum keluar, ia berbalik lagi.
"jangan lupa, ingatkan mereka. Pesawat mendarat pukul 4."
"Baik, Harashima. Pergilah, nanti kau terlambat."
Pria berambut coklat panjang yang agak berbeda dari seluruh anggota keluarganya itu segera berjalan menuju garasinya tanpa menoleh lagi.
-oOo-
-perjalanan menuju Konoha Junior High School-
10 menit perjalanan dilalui dengan diam. Kyuubi sedari tadi diam sambil mengalihkan wajahnya pada jalanan, Itachi Uchiha, menyetir dengan sekekali melirik pemuda disebelahnya dengan cengiran err.. aneh? Naruto? Dia masih sibuk dengan rotinya yang hampir habis.
"Itachi-nii, sebenarnya kau ada hubungan apa dengan, Kyuu-nii. Kenapa dari tadi kau senyum-senyum?" pemuda blonde bernama lengkap Uzumaki Naruto memecah keheningan setelah semua rotinya berpindah tempat menuju perutnya.
"Eh? Oh.. itu." Bukannya menjawab pertanyaan Naruto, Itachi malah tertawa -nyengir- kecil sehingga membuat Naruto manyun.
"Itachi-nii! Aku bertanya!" geram Naruto
"Haha. Kenalkan, Naruto. Aku Itachi Uchiha, calon kakak iparmu." Jawab Itachi dengan cengiran yang semakin lebar dan mata onyx melirik pemuda di sebelahnya yang masih memalingkan wajahya sehingga baik Itachi maupun Naruto tak bisa melihat wajahnya. Tetapi, Itachi masih bisa melihat kupingnya yang memerah.
"Kyuu-chan.. kenapa kupingmu memerah? Kau sakit?" Itachi berusaha merayu kekasihnya itu.
"H-Hn.."
"Hei, lihat aku, Kyuu-koi."
"Jangan panggil aku seperti itu, wrinkled!" Kyuu berbalik dan berteriak dengan muka merah
Itachi semakin terkekeh melihat wajah kekasihnya yang memerah. Kyuubi masih tidak menyadari perubahan wajahnya sampai ia melihat Naruto bengong memandangnya.
"Hey, bocah! Kenapa kau melihat dengan pandangan seperti itu, hah?"
"K-Kyuu-nii, wajahmu imut sekali kalau blushing"
"Blush-" menyadari perubahan wajahnya itu, Kyuubi segera memalingkan wajahnya dan menutupi mulutnya.
"How cute, koi.." Itachi masih menatap Kyuubi dengan wajah.. err.. terpesona?
"DIAM KAU!"
Itachi menelan salivanya yang sudah hampir jatuh.
"Kyuu-koi.."
"JANGAN PANG-" ucapan Kyuubi terpotong karna sesuatu yang basah dan lembut. Bibir Itachi. Namikaze sulung itu tak berusaha memberontak, dia hanya menatap kekasihnya dengan mata membelak. Itachi yang melihat kesempatan menikmati kekasihnya terbuka lebar semakin memperdalam ciumannya. Itachi mencoba memasuki wilayah kekasihnya itu. Sayangnya, suara Naruto menghentikan usaha bejatnya itu.
"Err.. Maaf mengganggu, tapi kita masih dijalan lho dan kita sudah terlambat."
1
2
3
"Gyaa! Apa yang kau lakukan, wrinkled brengsek!" Teriak Kyuubi sambil mendorong Itachi keras. Wajah Kyuubi semakin merah dibandingkan yang pertama.
"Aduh, sakit sekali, koi" kata Itachi dengan wajah manja yang dibuat-buat. Itachi langsung memandang ke arah depan dan kembali menyetir mobilnya yang sempat terhenti.
"Itachi-nii, bagaimana caranya kau bisa menaklukan monster seperti dia?"
Tanya Naruto sambil menunjuk Kyuubi yang kembali ke kegiatan awalnya
"Hahaha.. Tak ada trik khusus, Naru-chan-"
BUAGH!
Pukulan Naruto di kepalanya memotong ucapan Itachi
"Aduh! Sakit, Naru! Kenapa kau mengikuti anikimu ini?" Kata Itachi sambil memegang kepalanya dengan satu tangan.
"Kau bisa merasakan pukulan keluarga Uzumaki lagi jika kau memanggilku naru-chan lagi!" Kata naruto sambil tersenyum polos.
'Dasar mengerikan, wajah polosnya benar-benar menipu!' Pikir itachi dalam hati
"Nah, lanjutkan jawabanmu, itachi-nii"
"Ya, ya. Sampai mana tadi? Oiya! Tak perlu trik khusus, 3 tahun yang lalu, sewaktu kami seusiamu, kami bertemu di kelas 1-1 dan aku jatuh cinta padanya sewaktu berlari bersamanya karna hukuman Gai-sensei. Semenjak itulah, kami selalu bersama dan akhirnya kemarin sewaktu dia kecelakaan, aku menolongnya. Dia sempat pingsan dan berkata 'ita-kun, ita-kun' terus menerus. Karna itu lah, aku tau kalau dia juga mencintaiku." Jelas itachi panjang lebar
"Hei! Aku tidak pernah memanggilmu dengan menjijikan seperti itu!" Protes kyuubi dengan nada teriak
"Kau melakukan nya, sayang. Akui saja."
"Tidak!"
"Iya, my devil. Kau melakukannya. Tak usah mengelak karna kau sedang tak sadar waktu itu. Lagipula, hanya aku yang mendengarnya. Tak usah malu padaku."
"Ehm.. Ita-nii, masih ada aku lho disini."
"Eh, iya Naru-chan- ADUH!" pukulan Naruto mendarat lagi di kepalanya.
"Gomen, Naruto! Kau manis se-" ucapan Itachi terpotong lagi. tapi, kali ini bukan karna selaan orang lain. Kyuubi yang sejak tadi diam mengeluarkan aura membunuh dan kedua orang itu segera sadar.
"Eer.. I-Itachi-nii, I-Itu.. aku sudah sampai! Iya! aku sudah sampai! Jaa! Kyuubi-niisan.. Er, aku pergi dulu ya" ucap Naruto gugup dan langsung berlari memasuki bangunan sekolahnya.
sepeninggal Naruto, Itachi menjalankan mobilnya perlahan sambil melirik orang disebelahnya yang masih mengeluarkan aura membunuh.
"Kyuu.."
"..."
"Kyuu.."
"..."
"Kyuu!"
"..."
"KOI!"
"..."
Itachi menghela nafas. Menghadapi seorang Kyuubi Namikaze yang sedang ngambek (?) bukan keahliannya. Itachi segera menepikan mobilnya. Itachi menatap punggung kekasihnya dan membalikan bahunya. Kyuubi menatap dengan pandangan marah.
"Kyuu-koi, kau marah padaku?"
"Menurutmu, Uchiha-san?" tanya Kyuubi dengan senyum lebar yang lebih mirip setan. melihat itu, Itachi malah tertawa. Kyuubi yang merasa dipermainkan tiba-tiba membuka pintu mobil dan berjalan keluar. Itachi kaget melihat hal yang terduga itu segera keluar menyusul kekasihnya.
"Kyuu!" Itachi berhasil menangkap lengan kekasihnya itu dan menyeret Kyuubi ke arah mobilnya lagi. disandarkan punggung Kyuubi ke mobilnya dan ditatapnya lekat. wajah serius Itachi yang sangat dekat dengan wajahnya membuat wajah Kyuubi memerah lagi.
"Kau cemburu, Kyuu-koi!" kata Itachi dengan tawa lebar secara tiba-tiba.
"si-siapa yang kau bilang cemburu itu, wrinkled brengsek!"
"Hm.. aku berbicara pada KEKASIHKU" jawab Itachi santai dengan penekanan di kata 'kekasih'. Hal itu membuat Kyuubi semakin blushing.
"Kau jadi cepat blushing sekarang, Kyuu-koi. tapi, aku suka itu!" Itachi mengelus pipi sang kekasih lembut.
"Kau marah karna aku mengatakan bahwa Naruto manis? Yah, aku tidak bohong kan? Dia memang manis"
perkataan Itachi membuat blushing Kyuubi menghilang dan digantikan aura membunuh. Itachi tersenyum kecil melihatnya dan mendekatkan wajahnya ke wajahnya Kyuubi. Itachi menempelkan bibirnya dan Kyuubi. Kyuubi berusaha memberontak tapi percuma saja karna kekuatan khas seme milik Itachi tidak akan membiarkannya kabur lagi. Perlahan ciuman Itachi semakin mengganas, Itachi melumat bibir kekasihnya tanpa ampun. 5 menit kemudian baru Itachi melepaskannya. Kedua pemuda itu bernafas dengan terengah-engah.
"Na-Narut-o ah.. a.. dia memang manis. tapi, kau yang begini, beratus-ratus ribu kali lebih manis darinya, my lovely devil. I love you." ucap Itachi sambil mengecup pipi Kyuubi lembut. Wajah sang uke kembali blushing.
"Ba-Baka! Aku tak mau jadi tontonan orang!" seru Kyuubi dengan volume suara yang cukup keras. Itachi yang tersadar dimana mereka berada, segera mendorong Kyuubi masuk ke mobilnya dan langsung pergi dari tempat itu.
-oOo-
sementara itu di Konoha Junior High School, Naruto terlihat berlari di sepanjang koridor menuju ke kelasnya. Ia tak mau terlambat di hari keduanya berada di sekolah. Karna tak melihat jalan, ia menabrak seorang pemuda yang membawa banyak barang. Barang-barang itu lepas dari tangan pemuda yang di tabrak Naruto, sayangnya malang bagi Naruto. Barang-barang yang ternyata pisau, cutter, dan gelas-gelas kaca laboratorium itu mengarah ke arahnya, sehingga tangan Naruto penuh dengan luka hasil sayatan pisau, untungnya hanya sayatan tanpa penusukan. Melihat Naruto yang meringis kecil, pemuda yang menabrak (atau ditabrak?) nya segera membantunya bangun.
"Ma-maaf! kau baik-baik saja?" seru pemuda berambut coklat keoranyean itu. "Aku antar kau ke UKS ya! kumohon!"
"It's okay! aku tak apa-apa kok. tenang saja." jawab Naruto, sejak dulu ia terbiasa ditindas oleh Kyuubi. Jadi luka yang baginya kecil itu tak dihiraukannya.
"Tak bisa! ayo ikut aku ke UKS! aku tak akan membiarkan seseorang terluka begini! apa lagi, penyebabnya adalah aku! kalau kau tak mau.." pemuda itu tiba-tiba mengangkat badan Naruto, dengan pinggang Naruto di bahunya.
"H-Hei! turunkan aku! aku benar-benar tak apa! Hei!" ocehan Naruto tak dihiraukan oleh pemuda tadi. Pemuda itu mengeluarkan ponsel dari sakunya, sepertinya ia menghubungi seseorang.
"Shino, bisa kau bereskan sedikit masalah di koridor depan kelas 1-8? tolong ya, aku ada keperluan. Dan tolong ganti semua kerusakan, aku ganti. Setelah beres, temui aku di UKS. Ok! Thanks!" pemuda dengan mata sama seperti rambutnya itu bersiul pelan sambil tetap menggendong Naruto menuju UKS.
-oOo-
-UKS-
"Nah, selesai." seru pemuda yang menggendong Naruto tadi. Ia baru saja selesai mengobati luka Naruto.
"Makasih, eer.."
"Namaku sebenarnya Yahiko. Tapi, tolong panggil aku Pain."
"Iya! thanks, Pein-san!"
"Tak apa, Uzumaki Naruto. Ini juga salahku yang tak lihat-lihat."
"Dari mana Pein-san tau namaku? nama panjang pula?"
"Itu.." ucapan Pein terpotong oleh suara dari pintu. Di depan pintu, berdiri seorang pria yang memakai jaket hitam dengan bordiran awan merah didadanya, dibagian bawah ada bordiran nama 'Aburame Shino' yang menutupi setengah mukanya, ia juga memakai kacamata hitam kecil. Ia membawa jaket hitam dan beberapa lembar kertas ditangnnya. "Ah, Shino. Masuklah." seru Pein pada pria itu.
"Kaichou-sama, ini laporan kerusakan barang di koridor 1-8 dan anda lupa memakai jaket anda. Silahkan." kata Shino singkat.
"Ya. Terima kasih, nanti sepulang sekolah semua biaya aku transfer ke.. err? sekolah atau kau?"
"Sekolah, Kaichou-sama."
"Baik. Kau boleh pergi, Shino. Terimakasih."
"Ya, Kaichou-sama. Permisi."
"Eer.. Pein-san? Kaichou-sama? maksudnya?" tanya Naruto keheranan.
"Yup. Aku ketua osis disini, Naruto-kun." Kata Pein sambil memakai jaket yang diberikan Shino.
"APA? Maaf kelancanganku, Pein- ah! Kaichou-sama!"
"Tidak usah sungkan, Naruto. Kau tetap boleh memanggilku Pein jika kau mau." sahut Pein lembut. "Ayo, aku antar ke kelasmu. Aku akan menjelaskan pada Kakashi-sensei mengenai keterlambatanmu."
"Bagaimana juga kau tau yang sedang mengajar di kelasku?" tanya Naruto heran. Pertama, nama. Kedua, Guru pengajar. Pein tak menjawab, ia hanya tersenyum misterius.
-oOo-
-Kelas 1-1-
"Yang terakhir, kaki mikroskop yang digunakan sebagai penyangga mikroskop. Sekarang, ambil mikroskop kalian masing-masing dan mulai gambar semua bagian-bagian mikroskop, jangan lupa tulis apa saja yang kalian ketahui tentang bagian itu." tiba-tiba terdengar ketukan pintu. Kakashi berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Kakashi-sensei. Maaf mengganggu jam mengajar anda. Saya mengantar murid ini, ada sedikit kecelakaan tadi." Kata Pein sambil melirik tangan Naruto yang dibalut.
"Baik. Aku tak mau tahu alasannya. Sekarang, masuklah Naruto. Kerjakan tugasmu, istirahat dikumpul. Tanyakan pada salah satu anak untuk tau apa tugasmu."
"Saya permisi, Kakashi-sensei." sahut Pein setelah Naruto masuk dan duduk di tempatnya.
"Baik, Pein. Silahkan."
Pein segera pergi dari kelas itu, Kakashi duduk di meja guru sambil mencatat sesutu. Naruto bangkit dari tempat duduknya ke tempat duduk di bawahnya, tempat Gaara. Dia ingin bertanya tentang tugas yang baru saja diberikan. tanpa ia sadari, sedari tadi sepasang mata onyx menatapnya tajam.
-oOo-
TBC
Review dan flame sangat diterima
Arisu kuroNeko
Balesan Review
3yl : wah, makasih ya! senang rasanya. Neko merasa cerita ini suram dan kaku banget soalnya! gak nyangka masih ada yang bilang cerita ini hidup! XD
hm.. bisa diatur kok! aku juga suka ItaSasu incest walau sekarang jadi maniak ItaKyuu. tapi, gak janji deh kalau humor. aku gak ngerti bikin humor, terkesan kaku banget. tapi, pasti diusahakan deh.
Rin nara seasui : Iya, hehe. SasuNaru? mungkin..
aku memang SasuNaru lover, tapi akhir2 ini, rasanya benar-benar dilema. endingnya berubah-ubah terus. dan SasuNaru termasuk salah satu ending yang kupikirkan selain Bla.. bla..(s)Naru (Yang jelas, aku tak akan bikin Naruto jadi seme!)
Itazurayuuki : Haha. It's okay kok. kadang flame emang nyakitin, tapi Neko bakal terima dengan senang hati. pengen balesin flame(s) dari mereka #smirk
Neko sengaja di bikin kaya gitu, soalnya masih prolog. ini baru yang beneran.
Zhee kun : makasih banyak! gak nyangka rasanya fic ku bisa disukai orang! KYAA!
ini udah update. sorry ya, lama banget. Neko baru selesai ujian soalnya. Neko kan masih kelas 9.
jadi, gak bakal nulis dulu sampai ujian mengerikan itu lewat.
