Halo di chapter 2 ini saya selaku author cerita ini ingin memperbaiki sekuat yang saya bisa saya lakukan dan saya ucapkan gomensai karena ga bisa update kilat karena para guru saya dengan sangat keji memberi PR seenak jidatnya sehingga jadi gunung tuh PR TT . TT untung saya bisa ngerjain ni chapter 2, saya juga ucapkan arigatou gonzamitzu bagi yang telah mereview ataupun membaca fic abal ini , oke tanpa basa basi langsung tancap
story before
" AAAAAAAAAAAAAA"Teriak seseorang yang ternyata perempuan itu
Mystery of sunagakure international high school
-Naruto tetap punya masashi kishamoto-
Mystery of SIHS:bencana awal pertemuan2
"Hah?! ada apa ini ? " tanya Gaara , tapi bukannya dapet jawaban malah tambah bingung ngeliat sophia udah ilang 'hah dasar ' rutuk Gaara dalam hati sambil mengejar sophia , awalnya dia bingung soalnya dia ga ada dimana - mana , tapi saat ia melihat dikerumunan orang - orang di gedung olah raga ia sempat melihat surai rambut biru menerobos para murid yang berkerumun di depan gedumg olahraga itu 'ah itu dia' batin Gaara , tanpa buang waktu ia segera mengejar gadis itu , usahanya ga tanggung tanggung! mulai dari terlempar beberapa kali karena ga bisa masuk ke barisan , pas masuk harus rela di kegencet gencet , trus harus menghindari para FGnya yang berteriak dengan suara yang dapat memekakkan telinga , 'demi sophia , semua ini demi dia ' itulah yang selalu menyemangatinya melewati segala cobaan-?- sampai akhirnya dia berhasil masuk ia menemukan sophia berada ditengah-tengah gepombolan itu , tapi entah mengapa ia mematung dan pandanganya lurus kedepan ,l ia pun ikut melihat kedepan juga, ia membelakkan matanya melihat apa yang ada disana , seorang anak laki-laki berambut coklat dan kulit putih yang terbaring tak berdaya di sana dan tentu ia sangat kenal siapa orang itu "hyuuga neji '' hanya dua kata itu yang bisa ia katakan sekarang , tak beberapa lama datang gadis bersurai indigo telah berdiri di depan barisan dari sisi satunya dengan air mata yang kini telah menggenang di bola mata lavendernya "NII-SAN!'' tangisan gadis itu pun pecah
Gaara's pov
Aku benar benar tidak percaya ketika melihat apa yang kulihat didepanku, satu satunya orang yang mengerti seluk beluk kehidupanku juga salah satu temanku yang terkuat tergeletak dihadapanku dengan kondisi tidak berdaya, oh siapa pun aku mohon katakan ini mimpi, siapapun! Tapi aku heran bagaimana ini terjadi, tapi yang penting aku akan menghajar siapapun yabg melakukan ini , tapi kenapa? Kenapa harus dia, tunggu apa dia tahu sesuatu? arrgghh! Semua Persoalan ini membuatku pusing!
Normal pov
Tangisan hinata pun semakin keras menggema di seluruh ruangan "Hiks...Nii-san apa yang terjadi...hiks...kenapa kau...hiks ...jadi begini...hiks"tangis hinata yang membuat dada sophia perih melihatnya , cukup perih sepertinya untuk membuat dia menjatuhkan bulir bulir bening yang hampir tak pernah ia keluarkan , jatuh dari iris sappihre itu.
satu tetes.
.
.
.
dua tetes
.
.
.
.
sampai akhirnya menyadi semakin banyak dan semakin deras. dia tau dia bukan siapa-siapa neji , tapi sebagai teman dari hinata , melihat hinata menangis seperti itu tentu saja membuat hatinya sangat sakit dan perih. tanpa sadar Gaara memeluknya , menenangkannya , bahkan ia lupa kalau sekarang banyak orang yang memerhatikan mereka.
setelah beberapa menit menangis Gaara ingat ia di perhatikan orang , Gaara ingin langsung melepas sophia , tapi tiba-tiba terbersit pikiran untuk menjahili dia "hey kita diperhatikan banyak orang loh , kau mau dikira pacarku huh?" kata Gaara tersenyum , tapi senyumanya langsung hilang ketika merasakan aura pembunuh yang kuat dari sang gadis , lalu...
BLETAK
.
.
.
.
BEDUAK
.
.
.
.
JEDUK
.
.
.
.
GEDEBUK
.
.
.
.
GEDEBUG
.
.
.
.
DUAK
.
.
.
.
DUAK
.
.
.
.
MEONG
.
.
.
.
MEONG
.
.
.
.
OING
.
.
.
.
OING
"APA KAU BILANG DASAR PANDA MERAH NARSISSSSSSSSSSSSSSSSS, RASAKAN INIIIIIIIIIIIIIIIII"teriak sophia yang menyebabkan seluruh panda merah di kebun binatang pada bersin semua+hujan lokal , untung ga banjir dan mari kita lanjutkan *Gaara :authoooorrrrr! loe mau bunuh gueeeeeee*
GUK
.
.
.
.
GUK
.
.
.
.
KUKURUYUK
.
.
.
.
MOOOO
sophia menepuk nepuk tangannya seusai menghajar gaara yang membuat seluruh laki-laki bergeridik ngeri 'dibalik kecantikanya ternyata ada keganasan luar biasa , harus hati-hati nih' batin mereka , sementara Gaara ? whoa jangan nanya , dia mukanya ancur banget! , bonyok ato semacamnya lah
apakah yang terjadi selanjutnya ?
mo tau ? wait the next chapter
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa , ouh readers dan Gaara kun aku kangen kalian ! *peluk readers and gaara , readers and gaara muntah berjamaah* gomen pendek aku soalnya lagi nyuri nyri waktu buat tancap ni story , jadi maklum kya kalo salahnya banyak , sekali lagi saya minta review nya readers sekalian jaa
