PROLOG.
Aku menghapus air mataku. Aku memang ketakutan, tapi kau tidak harus berhadapan dengan anak-anak sekolah dasar yang berbadan besar-besar itu, kan? Kita kan masih sekolah di taman kanak-kanak!? Lihat sekarang! Kulihat sikunya berdarah karena di dorong hingga terjatuh. Untung mereka tidak memukulimu.
" Ya! Byungjoo-ya!"
" Wae, Hansol-a?" Kaki-kaki kecilnya bergerak cepat menghampiriku. Lalu berhenti di depanku dan tersenyum lima jari.
" Neonbaboya!"
Tittle : Someday - Nobody But Extra Story
Author : Cheres Kim
Rating : T (tidak aman #lhoo)
Genre : Friendship, Romance
Cast : Topp Dogg with main cast Hansol and B-Joo
Disclaimer : Stardom Ent.
TING TONG
SIIIINNGG
Hufft..
CKLEK
BLAM
Kulepas sepatuku. Lalu tanpa permisi aku langsung masuk dan berbelok ke kiri, menuju lantai dua. Karena aku baik hati, hari ini kuputuskan untuk membangnkannya dengan cara –yang menurutnya- lebih sopan.
Kubuka pintu kamarnya dan kulihat si pemilik kamar ini masih bergelung di atas kasurnya. Selimutnya menutupi seluruh tubuhnya, kecuali wajahnya. Bahkan suara pintu yang baru saja kututup hanya mampu membuatnya bergerak berganti posisi, berbaring terlentang. Pemalas!
Aku berjalan mendekatinya lalu membungkuk. Tangan kananku yang terulur untuk membangunkannya tiba-tiba terhenti. Pandanganku teralih ke wajahnya.
Aku terpaku. Aku sendiri bahkan tidak yakin dengan apa yang sedang kupikirkan. Yang kutahu aku menikmatinya, menatap wajah tidurnya. Sedikit banyak aku menyadari perubahan dirinya. Tentu saja! Kami sudah saling kenal sejak kami masih bermain robot-robotan. Bahkan tingkat kebodohannya pun juga berubah, menjadi meningkat tiap detiknya.
Aku menarik tanganku lalu menegakkan tubuhku lagi. Wajah itu… Aku tahu dia tidak setampan pangeran dalam fairy tale. Bahkan aku akan berkata kalau aku lebih tampan. Aku juga tidak bilang dia manis, imut, atau apapun itu, hey! B-Joo itu laki-laki. Memangnya ini apa? Yaoi fanfiction? Yang aku tahu, aku selalu memperhatikannya, dirinya yang apa adanya.
Entah berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk menatapnya. Aku hanya bertanya-tanya dalam hati 'apa jadinya kalau B-Joo membuka matanya dan mendapatiku menatapnya dengan tatapan melankolis? 'Euwh! Tiba-tiba saja aku merasakan tubuhku condong kedepan, kemudian perlahan-lahan wajahku semakin mendekat. Aku bahkan bisa mendengar hembusan nafasku yang menerpa wajahnya.
Tinggal beberapa senti lagi aku akan merasakan benda kenyal itu. Oh, kenapa aku seperti yeoja dalam drama picisan yang mencuri ciuman sang pujaan hati. Dan…
CUP
" Ungh~"
" Palliireona, baboya." Kataku tajam.
" Uhmph~" dan B-Joo akhirnya membuka matanya.
PLAK
" Ya! Neo michittne?!" serunya sambil mengusap-usap mulutnya.
" Mwo?" tanyaku dengan nada datar.
" Bagaimana bisa kau membangunkan orang dengan membiarkan telapak kaki nistamu mencium BIBIRKU?!" katanya histeris.
" Salahmu tidak bangun-bangun."
" Memang sejak kapan kau membangunkanku?!"
" Ah, aku haus~" dan aku meninggalkannya menuju dapur.
" YA! SAEKKI-YA!" teriakannya sedikit teredam setelah kututup pintu kamarnya.
Susah sekali menyadarkan orang bodoh sepertimu.
Aku menunggunya di depan pagar rumahnya. Tak lama, diakeluar. " Kajja!" ujarnya.
Yah, salahkan aku mengapa menyukai orang bodoh ini. Tapi, suatu hari akan kubuat kau menyadarinya.
EPILOG.
" Hansol-a, lain kali bangunkan orang dengan cara yang lain."
" Geurae! Lain kali aku tidak akan lepas sepatu."
Kemudian tangannya sukses menggeplak bagian belakang kepalaku.
END.
