The Shadow Dark of Light

(影の暗闇の光) :Kage no kurayami no hikari
By : Lightning Shun & Vicky Chou

PART : 2 : (Glown Songs)

Rating : 17 +
Perhatian : Untuk mengetahui alur awal cerita ini, Silahkan untuk The Shadow Dark of Light (Aiden Lost Memory)

(Untuk kata-kata dan adengan - adegan yang mungkin menyinggung, mohon pengertianya)

Matanya menyapuku
Auranya seolah membiusku
Hawanya seolah mengalihkan fokusku.
Tingkahnya membangunkan rasa penasaran bagiku.


"Eh!,"Mata Sakura menyengit datar memandangi sosok pria yang penguna penutup mata layaknya bajak laut. Dan siapa orang aneh yang mengabungkan kacamata dan penutup bajak laut sekaligus, apa tak terlihat aneh.

Namun Sakura tak ingin mengamatinya lama-lama karna kondisi amigu dan sesuatu yang aneh dari pemuda pirang ini.

Sakura merasakan genggaman kuat dari kedua tangan lelaki itu, yang seolah memborgolnya, genggaman kuat kanan mencengkram kuat bahunya, genggaman kuat kirinya mengalungkan kuat diarah pinggang Sakura, gadis itu juga merasakan geraman layaknya suara binatang dari leli aneh ini . "Amm...Terimakasi sudah menolongku tapi bisa lepaskan tubuhku,"Tanya Sakura dengan tatapan datar.

"Shin..,"Suara datar seseorang terdengar tak jauh dari belakang lelaki disisi Sakura, mengabaikan keramaian sekitar yang sangat berisik dan terpusat pada panggung. "Lepaskan dia,"Desis lelaki itu, Pada lelaki yang mendekap Sakura atas nama 'Shin'.

"La Veria,"Desis Shin disertai erangan kecil dibibirnya, membuat Sakura menaikan sebelah alis saat mendengar bahasa somali yang berasal dari italia itu. Lelaki itu melepaskan Sakura perlahan seolah Sakura benda mudah hancur jika tak berdiri dengan posisi yang tepat atau seperti bom yang sedikit saja hancur jika tak diperlakukan dengan hati-hati(?) Note :Abaikan pernyataan terakhir.

Selepas Ia melepaskan Rengkuhan lenganya, dari Sakura akhirnya Sakura dapat menatap sosok penolongnya secara jelas. Lelaki penolongnya memiliki Vigur tinggi, bertubuh ideal, Surai rambut keemasan-pucat, mata yang berwarna kuning terang seolah menatapnya tajam, membuat Sakura merasakan perasaan aneh.

"Siapa namamu?,"Desis temanya pada Sakura, ia lalu menatap sosok Pink dihadapanya dengan tatapan menilai. Dan Sakura hanya terdiam beberapa detik memandang sosok pria yang lumayan mirip dengan Shin, memiliki rambut panjang sebahu dengan warna rambut serupa, ia mengenakankan sebuah jubah yang menutupi setengah wajahnya, mengingatkan Sakura dengan tetangga Saat ia masih dipanti bernama 'Shino', yang menyukai jacket dengan kera yang menutupi setengah wajahnya.

"Sakura haruno,"Jawab Sakura datar, lalu memandang sosok pemuda berambut panjang itu dengan datar.

Tampa disadari Sakura, melihat tulang pipi pemuda itu tertarik menandakan pemuda itu sedang tersenyum dibalik jubahnya, Saat Sakura menyebutkan namanya. "Namaku adalah Carla,"Ucapnya sembari memandang Sakura datar, lalu pandanganya teralih pada sosok 'Shin' yang sejak tadi nampak terlihat aneh. "Mungkin kita akan segera ketemu lagi,"Desisnya pada Sakura, lalu dengan cepat menghilang tepat didepanya tampa disadari oleh orang-orang disekitarnya mulai bergerak keluar dari aula.

"!."Sakura menyadari bahwa ia melewatkan pengumuman yang sudah berakhir, bersamaan lautan murid yang mulai nyaris memadati untuk menuju pintu gerbang. Sakura langsung merasakan aura yang mendominasi dibelakangnya membuat gadis pingk ini, menatap kumpulan para gadis yang nampak berkerumun untuk para Sakamaki dan Mukami, membuat Sakura harus menyingkir sebelum ia siap terinjak oleh massa.

"SAKURA!,"Sebuah teriakan ceria berunsur kelegaan terdengar dari rombongan pusat perhatian, yang nampak membahana, da suara ituberasal dari 'Kou' yang berteriak meneriakan namanya berkali-kali layaknya : Anak hilang yang bertemu ibunya.

"DAM-,"Teriak Sakura dalam hati meruntuki dengan segala umpatan dalam hati, saat Kou menyebut namanya, memancing para siswi dan siswa langsung memandangi dirinya. "AWAS KAU KOU!,"Jerit dalam hati lalu berlari dengan cepat meninggalkan keramaian.

BRAK!

Sakura berlari kencang dan sampai keruang musik yang ada di selatan sekolah untuk menenangkankan diri, tempat ini sangat aman untuk hari ini karna ruangan ini jarang digunakan untuk bebas terkecuali saat pelajaran music gabungan, karna para siswa biasanya mengunakan ruangan music dilantai pertama yang tidak terlalu luas. Mata Sakura terfokus pada piano besar classic ditengah ruangan, meski Sakura terbiasa memainkan biola Sakura juga bisa memainkan beberapa alat musik selain Biola yaitu Gitar, koto dan Juga Piano ia juga mendapat pujian oleh para ibu-ibu panti saat ia masih dipanti.

Do

Sakura memandang Piano tua yang kurang terawat itu, lalu menepis debu dengan tanganya pada tempat duduk dan Tuts Piano yang juga begitu berdebu, setelah cukup bersih ia lalu duduk disana dan memikirkan melodi apa yang cocok untuk dimainkan disana.

Beberapa Cuplikan Nada langsung teringat diotaknya pada sontrack musik sebuah game-lama yang memiliki instrumen bagus dan ngena dihati, yang dulu ia melihat salah satu anak panti memainkanya, membuat ia sering mendengar dan menghapal nadanya, ia juga memainkan lagu itu untuk menghibur. Mainkan saat ia merasa dikesepian. ia mulai memainkanya tampa gangguan meski tak mengunakan kertas not ia menghapal tangga lagunya dengan baik.

To the moon -Moon To River

Sakura menutup matanya, dengan senyuman tipis samar dibibirnya, ia membiarkan jemari tanganya bergerak diatas tuts Piano, dan terbuai dalam permainan Pianonya sendiri tampa menyadari seseorang sedari tadi ikut mendengarkan suara Piano yang dia mainkan dari awal.

Flasback (Sakura haruno Pov)

Kelegaan kembali kurasakan saat Reiji menyerahkan sebuah botol ditanganku untuk menyelamatkan Yui, dan Botol Poison yang sudah tercampur sempurna dari serpihan helai rambut Corderia, aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga itu. dan aku tak tahu mengapa Yui Menjadi korban untuk menjadi inang pembangkit untuk Ibu Ayato, Kanato dan Raito.

Semua rasa penasaran memuncah dikepalaku, dan setiap kali aku mengetahui fakta baru, maka aku pasti aku akan menemukan fakta lain yang jauh lebih dalam dan lebih besar.

Akhirnya Sakamaki dan Mukami mulai menjelaskan fokus masing-masing padaku.
Akan tetapi mereka tetap saja, tidak pernah akrab satu sama lain meskipun mereka sering bertemu.
Mukami memiliki sisi lembut saat itu menyangkut Yui seolah ingin memonopoli, dan anehnya itu berlaku padaku, kenapa mereka bersikap seperti itu padaku. Aneh memang namun aku tak peduli dengan perlakuan mereka.

Selama libur-panjang selama sebulan, perlakuan kasar Sakamaki dan Mukami pada Yui mulai berkurang, jujur aku lega melihatnya.

Dengan begini Eve akan menemukan belahan-jiwanya disalah satu diantara mereka. Aku berharap semoga Yui menemukan pilihan terbaik.

Lalu...Fokusku...ingatanku.

[{Normal Pov}]

"Mengapa kau berhenti, aku masih ingin mendengar permainan piano itu,"Mata Sakura membulat saat mendengar suara seseorang jauh dibelakangnya, Sakura lalu berbalik mendapati sosok Shuu tengah berada disana dan tengah berdiri dan menatap Sakura intens.

"Mengapa kau bisa disini?,"Sakura menyegitkan mata saat Gadis itu melihat sosok pengganggu yang seolah merusak kenyamananya. lalu benar-benar berhenti bermain piano saat Shuu nampak bergerak melangkah kearahnya dan menatap Sakura intens. pemuda itu menyeret kursi lain berwarna hitam dan memegang sebuah biola dipundaknya, sejak kapan pemuda ini membawa biola.

"Iringi aku, aku tahu kau menghapal lagunya!,"Pintanya. lalu menaruh sebuah not kertas dipenyangga not piano tampa permisi didepan Sakura, lalu memainkan ais biola, dan juga mulai menatap Sakura intens, membuat Sakura Merasa risih dan mau tak mau gadis Pink itu mengabulkan permintaan lelaki dihadapanya. Sakura fokus menatap kertas not dan beralih pada Tuts piano dihadapnya, dengan wajah bingung.

"Kenapa Shuu mengetahui jika aku hapal dengan lagu Scarborough Fair dalam Kertas not ini?,"

Song :
Are you goin' to Scarborough Fair?
Parsley, sage, rosemary, and thyme.
Remember me to one who lives there,
He once was a true love of mine.

Tell him to make me a cambric shirt,
Parsley, sage, rosemary, and thyme.
Without no seams nor needlework.
Then he'll be a true love of mine

Tell him to find me an acre of land,
Parsley, sage, rosemary, and thyme.
Between salt water and the sea strands,
Then he'll be a true love of mine.

Are you goin' to Scarborough Fair?
Parsley, sage, rosemary, and thyme.
Remember me to one who lives there,
He once was a true love of mine.

Shuu menutup matanya dengan serius membiarkan Sakura bernyanyi dan mengiring suara Sakura dentingan piano yang selalu membuat ia terpesona, saat mendengarnya, baik sengaja atau tidak sengaja ia dengarkan, tak ada yang tahu jika pemuda kalem satu ini menyimpan beberapa rekaman suara Sakura diponsel pribadinya saat gadis itu tengah bermain piano, atau menyanyi lagu Classic dalam bahasa barat atau Jepang, secara diam-diam. baginya Suara Vokal Sakura begitu lembut dan dapat menenangkan pikiran serta jiwa.

Sejujurnya Shuu punya alasan mengapa ia sering mendengarkan music klasik, selain karna ia menyukai musik klassik ia memiliki beberapa memori kelam yang menghantuinya sampai saat ini membuatnya, trauma dan ia bisa mendengarkan musik klassik tampa berhenti bahkan sampai ia pergi kealam mimpi.

Ingatan tentang Sang ibu yang sekarat ditangan Seorang hunter, suruhan Corderia dan kenyataan Reiji harus mengakhiri nyawa, ibu mereka yang mereka cintai dari tubuhnya demi kedamaian sang ibunda, benar-benar menyakitkan baginya.

Mungkin bagi Sakamaki lainya sudah bisa menerima kematian ibu mereka masing-masing nyatanya yang sesuai tradisi, Shuu belum bisa menerimanya hal itu. sebenarnya sisi Rapuh dari dalam, dan terlihat tangguh dari luar.

Lagu diakhiri begitu saja, namun terlihat kepuasan yang terlihat dari wajah Shuu, namun Sakura Merasa bingung mengapa Shuu tersenyum begitu lembut sehabis mendengarkan suara dan permaian Pianonya. "Suara mu indah!,"Ucap Shuu lalu meletakan Biola yang dipegangnya kepangkuanya. "Arigato,"Ucap Shuu dengan tatapan datar.

"Haah!?,"Sakura menatap bingung saat Shuu malah mengucapkan terimakasi pada Sakura, sementara gadis tak peka satu ini justru bingung dengan tingkah-laku lelaki vampir dihadapnya, "Aku tak melakukan apa-pun yang mengharuskan kau berterimakasih,"Ucap Sakura datar lalu bangkit dari kursinya.

TAP

Mata Sakura menatap datar saat Shuu membenamkan wajahnya dipinggang Sakura, dan memeluk pinggang Sakura secara posessif.

"Keberadaanmu benar-benar sangat berharga, setelah kau datang dikeluarga kami!,"Ucap Shuu memeluk pinggang ramping Sakura secara erat. "Detakan jantung adalah melodi hidup yang selalu ingin kudengar,"Bisik Shuu sembari menutup matanya.

"..."Sakura diam dalam kebekuan, memandang Surai lelaki pirang yang selalu kalem, dan bertampang malas itu, memperlihatkan sisinya yang lain. "Shuu,"Ucap Sakura dengan datar.

"Aku tahu kau tak nyaman dengan pelukanku, aku tak bermaksut untuk membahayakan dirimu, izinkan aku untuk seperti ini sebentar saja,"Ucap Shuu.

Mendengar ucapan Shuu yang terdengar sedikit rapuh, membuat Sakura hanya menghelah nafas. "Baiklah,"Ucap Sakura lalu mengusapkan surai pirang Shuu dan tangan lainya mengenggam punggung bidang Vampire muda itu.

"Arigatou Sakura,"

"Mnn.."Sakura menghembuskan nafas membiarkan pria pirang ini memeluknya untuk menenangkan dirinya dan menatap langit senja dari jendela dengan pemikiran kemana-mana.


[DITEMPAT LAINYA]

"Sakamaki sama,"

"AYATO SAMA!,"

"SUBARU SAMAAAAA,"

"AAAH BERHENTI RAITO SAMAAA,"Teriak Para gadis bergerilia mengejar dibelakangnya
Sementara dilain tempat. Disebuah koridor sosok Ayato tengah kelabakan berlari dari kejaran para gadis yang sembari matanya sibuk mencari sosok Gadis bersurai pink, yang tadi menghilang dikerumunan massa. Dia berlari tidak sendirian ia tengah bersama Subaru dan Raito. "SAKURAA DIMANA KAU JIDAAT!,"Teriak Ayato dengan kesal karna ia tak bisa teleportasi sekarang, untuk menjaga image manusianya tetap aman.

"Kenapa Cherry-chan malah kabur dari kita!,"Ucap Raito mengembungkan pipinya dengan cemberut.

"Cih! Sakura kabur karna sialan itu,"Ucap Subaru bernada kesal.

"Ayato!Subaru!Laito! Kesini,"Teriakan Naoto dipersimpangan koridor menghimbau ketiganya, mengikutinya agar mereka bisa segera teleportasi dari sana.

Setelah mengecoh para gadis, kempat lelaki itu berhasil melewati ruangan lain tampa disadari orang lain. Mereka bergerak cepat mencari sosok Sakura dengan mengandalkan incest mereka. "Bagaimana dengan Reiji?,"Tanya Subaru.

"Dia juga masih mencari Sakura! Sementara Kanato sedang menjaga Yui dan Mukami ikut membantu kita mencari Sakura,"Jawab Naoto.

"Lalu bagaimana dengan Shuu?,"Tanya Raito pada Naoto.

"Entahlah, dia ta kbisa dihubungi meskipun sudah ditelepati,"Ucap Naoto.

"Ayo segera kita cari dia!,"Ucap Ayato mempercepat langkahnya.

[Bersambug]
[Sabtu-15-july-2017]


Note : Hai gua Vicky chou, gua ngubah sedikit bahasa gua agar kalian ngenalin gaya bahasa gua dan Ryou (lightning Shun).
Gua pengen ngejelasin kenapa beberapa minggu ini gak ada cerita, begini alasanya.

Alasan salah satunya adalah kesibukan masing-masing yang dibilang sibuk, dimana kami pelajar dan juga bekerja hingga membagi tugas adalah hal yang susah.😑😑😑
Dan selain itu ada pula yang ngebuat mental Ryou-kun sebagai penulis drop guys! Ini terjadi gara-gara dia menemukan beberapa penulis ternyata dengan sengaja mem Playgiat cerita lightning Shun atas nama dia! Bayangin aja dia Shock banget dengan cerita yang diplaygiat dengan mengatas namakan nama penulis lain.

Dan Kesalnya ia memplaygiat seluruh isi cerita, SELURUHNYA, baik judul, tema, tulisan ampe alur di copy tampa kurang satu apa-pun. Ini bukan hanya sekali tapi ini juga berlaku pada beberapa karya yang dibuatnya sebelumnya.

Bayangin aja guys kalian adalah penulis yang siang malam capek ngetik, merah-otak buat buat bikin chapters cerita, tapi tau-tau cerita hasil kerja keras kalian dengan seenaknya di Playgiat dengan nama orang lain. Kalau dikopi alurnya dengan maksut inspirasi atau kebetulan sama, Si Ryou mah gak masalah banget, justru dia nyuport karna dia juga masih merasa Newbie. Biar ia sama belajar ama kalian.

Tapi kalau penulis itu justru mengkopi semua cerita Lightning Shun, 😐
Why bung harus kenapa ngeplaygat!
hei gua harap jadilah penulis yang jujur, tulisan jelek, alur ngopi dikit sama penulis yang udah terkenal gak apa-apa, asal lo bisa menuangin isi pikiran lo kedalamnya, gak ada penulis yang langsung bagus kok, si Ryou itu awalnya dibully juga kok karna tulisan jelek banyak missnya, tapi dia ngambil tantangan itu, dan nerima omongan haters yang ngebuli tulisan dia.

🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇
Akhir kata gua
Vicky Chou dan Daaah~