"Nah, Kurama sekarang katakan dimana Naruto?"tanya Minato. Sepasang iris biru jernih miliknya menatap tak kalah tajam iris ruby milik Kurama, sedang yang di tatap hanya menghela nafas sambil berjalan keluar ruangan.

"Kumpulkan semua prajurit divisi satu, penyihir yang bisa menggunakan portal juga panggil Nara Shikamaru dan Hyuuga Neji."ucap Kurama pada seorang wanita dengan surai ebony. Segera wanita itu mengucapkan kata ha'I lalu menghilang di balik tikungan.

"Apa yang kau lakukan?"

Kurama hanya melirik sosok Minato yang berdiri di amang pintu, pemuda dengan jubah antique ruby segera beranjak tanpa memperdulikan eksistensi Minato disana.

"Maaf Minato-sama, divisi satu sudah dikumpulkan di lapangan depan, dan juga para penyihir pengguna jurus portal sudah dikumpulkan."seorang pria dengan tubuh kekar menjelaskan kepada Minato yang masih menatap jalan dimana Kurama lewat.

"Kerja bagus, kau juga segera lah bergabung dengan divisi, aku akan segera kesena."ucap Minato sambil meninggalkan pria itu.

Ia melangkahkan kakinya cepat menuju ruang pribadinya. Ia membuka sebuah lemari berbahan mahoni lalu membukanya, mengambil jubah kebesaran miliknya yang sudah lama tak terjamah tangannya. Jubah putih dengan aksen lidah api di bawah. Ia segera mengenakannya, tak lupa sarung pedang ia kaitkan di kanan dan kiri pinggangnya, lalu berjalan menuju halaman depan.

"Kita akan menyusuri perbatasan hutan Mongel dan kawasan arylide. Bunuh vampir baru yang kalian temui di jalanan jangan pedulikan apapun yang mereka katakan, bunuh saja, prioritas utama mencari keberadaan Naruto, mengerti!"

Saat Minato sampai di halaman depan, yang dilihatnya adalah Kurama yang sedang memimpin puluhan prajurit divisi satu serta para penyihir. Ia tersenyum miring kala melihat tatapan haus darah dari ke dua manik ruby milik Kurama.

"Ha'i."ucap mereka semua bersamaan, dan kemudian mereka berpencar entah dengan berlari, melompat, ataupun membuat portal.

Minato berjalan menuju Kurama yang masih ada ditempatnya, ia menepuk bahu calon menantunya dengan hati bangga. "Naruto memang beruntung memilikmu."ucapnya.

Kurama membalikkan badannya, alisnya berkerut aneh saat menemukan Minato dengan baju kebesaran yang ia ketahui sudah lama tak di pakai.

"Ada apa?"

"Minato–sama, lebih baik anda tidak turun tangan. Banyak vampir pureblood yang ikut ambil bagian dalam malam pertama vampir baru dan itu sangat lah membahayakan keselamatan anda, lebih baik anda diam di kastil sembari menjaga kastil dari sergapan musuh."

Minato hanya mampu mengangguk menanggapi ucapan Kurama, lidahnya kelu tak bisa menjawab ucapan Kurama yang kalau di resapi terdengar seperti sebuah perintah. Tapi tidak apa, Minato sudah bangga dan ia akan menuruti ucapan Kurama sebagai reward atas kesungguhan niat Kurama.

Halfblood

Pair : ***xNaru

Genre : supernatural, romance

Rate : T

Disc. : Naruto © Masashi Kishimoto

Warns. : YAOI. Boys Love. MxM.

"Kenapa ketua Kurama tiba–tiba menarik kita mundur seperti ini?" keluh pemuda dengan rambut brunette sepinggang, ia dan satu temannya masih melompati satu per satu dahan pohon menuju perbatasan hutan Mongel seperti yang di kabarkan seorang penyihir pembawa berita padanya.

"Aku tak tahu tapi itu pasti ada hubungannya dengan masa in heat Naruto–sama dan malam pertama perburuan vampir baru kan?"sahut pemuda satunya. Shikamaru masih melompat sembari mengecek persediaan peluru perak di pistol khusunya, juga belati perak yang ia sembunyikan di balik jubah kebesaran barn red dengan lambang setangkai bunga lavender.

"Pasti juga akan ada vampir pureblood bukan? Kalau bukan karena alasan itu Kurama–sama tak mungkin turun langsung malam ini."ucap Neji lagi. Ia masih memperhatikan depan sambil mengaktifkan sihir mengelihatan miliknya.

"Bagaimana? Ini sudah tiba di perbatasan hutan Mongel bagian selatan."ucap Shikamaru sambil memperhatikan Neji yang masih sibuk dengan sihirnya, ia sendiri sudah selesai mengecek peralatan membantu dengan memperhatikan sekeliling.

"Ada satu di timur laut, dua di barat daya, dan tiga di depan, menuju kearah kita. Total ada enam target."ucap Neji. Ia meng–nonaktif–kan kembali sihir pengelihatannya lalu mengeluarkan pedang berbahan perak murni dari balik punggungnya.

Shikamaru membuat segel tangan kemudian menembakkan pistol berwarna perak miliknya ke arah depan, tak lama kemudian terdengar suara ledakan dan rintihan dari arah barat daya dan timur laut.

"Sekarang ayo kita tangani mereka, tanganku ini rasanya gatal sekali ingin menghabisi mereka sekarang juga."

Twilight Lavender

Kelopak matanya terbuka. Iris air superiority blue miliknya memperhatikan sekeliling. Ke dua matanya seketika membulat saat melihat seorang prajurit dengan lambang mahkota raja sedang bertarung di depannya dengan seorang vampir baru.

Naruto yang saat itu menyadari kalau ia masih dalam sihir menghilang menghela nafas lega. Ia membuat segel tangan lalu menutup matanya seketika ia sudah berada di tempat berbeda, tepatnya berada di atas lembah dengan air terjun.

Ia melepaskan sihir menghilang lalu jatuh terduduk, staminanya sudah hampir terkuras habis karena menggunakan sihir menghilang selama hampir lima jam. Ia membasuh mukanya dengan air yang berasal dari air terjun lalu duduk bersandar pada sebuah pohon.

"Tebak siapa ini?"

Suara asing yang tak di kenalnya membuat Naruto langsung berada pada mode bertahan. Matanya yang mulai berkilat menatap sekeliling, mencari sosok yang membuatnya cukup terganggu.

"Cepat tunjukkan dirimu! Pengecut!"teriaknya. Ia masih dalam mode bertahan sampai seseorang tiba–tiba menendang punggungnya hingga ia jatuh tersungkur.

Naruto membalikkan tubuhnya, sepasang iris berkilat miliknya menatap nyalang sosok dengan rambut raven panjang dan jubah berlambang Uchiha. Ia segera berdiri dan memasang mode bertahan kembali.

"Apa yang kau inginkan?"tanya Naruto. Ke dua alisnya berkerut bingung menatap sosok jangkung di depannya. Merasa tak kunjung mendapat respon Naruto akhirnya menyerang duluan, ia mengarahkan telapak tangannya yang telah bersenjata sihir yang tak kasat mata.

Serangan tiba–tiba yang ia lakukan rupanya berbuah baik, pipi kiri sang sulung Uchiha tergores hingga mengeluarkan sedikit darah. Tak lama kemudian Naruto mengarahkan kepalan tinju ke arah pipi kanan si Uchiha yang sialnya bisa di tepis dengan mudah dengan si sulung Uchiha.

"Katakan apa yang kau inginkan?"tanya Naruto kembali. Ke duanya tak berhenti saling mengarahkan kepalan tangan ke arah masing–masing. Naruto bersalto sambil mengarahkan kakinya untuk menyerang si sulung Uchiha yang masih bisa di tepis dengan mudah oleh si sulung Uchiha.

"Tak kusangka, seorang shalott yang sedang in heat bisa menyerang dengan begitu baik."ucapnya dengan nada mengejek. Naruto membuat segel tangan lalu menyemburkan gumpalan–gumpalan api dari mulutnya ke arah sang sulung Uchiha.

"Tutup mulutmu! Katakan apa yang kau inginkan!"

Naruto berhenti namun kuda–kudanya terlihat tak bergetar sedikit pun. Ia masih dalam mode bertahan, ke dua alisnya berkerut tak suka memandang Uchiha yang dengan entengnya mengira dirinya seorang shalott.

"Tak ada, sampai ketemu lagi, Naruto."

Pemuda dengan tanda lahir melintang di kedua sisi hidungnya itu menghilang tiba–tiba. Seperti terbawa angin lewat, tapi Naruto yakin kalau pemuda itu pasti pengguna teleportasi sepertinya.

Twilight Lavender

Di sebuah tanah lapang dengan ilalang yang tingginya hampir satu meter terlihat dua orang beda warna rambut saling bertatapan. Satu pemuda dengan kulit alabaster dan rambut raven terlihat meludah ke sembarang arah, di tangan kanannya sudah ada sebilah pedang dengan ukiran.

"Siapa yang akan menyangka kita akan di pertemukan seperti ini, eh Kurama?"sosok dengan jubah alizarin crimson berlambang kipas merah itu menatap sosok Kurama dengan pandangan meremehkan.

"Apa maumu, Uchiha?"tanya Kurama. Dahi juga kedua alisnya sudah berkerut tanda tak suka, desisan keluar dari mulutnya meningkahi suara angin yang bergesekan dengan ranting pohon. Tangan kanannya perlahan mengambil pedang dengan mantra khusus miliknya dari sarungnya.

"Sabar dulu, Kurama. Aku disini bukan untuk bertarung denganmu, oke?"

Kurama hanya diam, tak mengindahkan pernyataan yang baru saja di lontarkan oleh Uchiha bungsu. Ke dua kakinya yang berbalut jins arsenic juga boots se mata kaki membuat kuda–kuda andalannya.

"Jadi kau tak mau bicara baik–baik ya?"

Sasuke perlahan mengeluarkan pedang dari sarungnya, tangan kirinya berbalut sarung tangan hitam dengan bubuk mantra yang bisa Kurama lihat dengan sihirnya. Sang Uchiha bungsu juga mulai membentuk kuda–kuda bertahan, ia menutup ke dua kelopak matanya sekejap sebelum terbuka kembali dan nampak lah sepasang iris merah darah dengan tiga tomoe yang mengelilingi pupilnya.

"Hya!"

Twilight Lavender

Naruto masih pada tempatnya, bersandar pada sebuah dahan pohon dengan kelopak matanya yang hampir tertutup, nafasnya terdengar tersengal sebelum akhirnya ia batuk beberapa kali hingga akhirnya darah keluar dari sana.

"Apa kau baik–baik saja?"

Naruto tak tahu siapa yang bertanya padanya, matanya menangkap sejumput warna brick red sebelum akhirnya jatuh pingsan.

Ia membuka matanya, melahirkan sepasang iris air superiority blue yang memandang polos sekitar. Pengelihatannya hanya menangap sebuah kain perca yang di gunakan sebagai selimut juga sebuah pakaian yang ia gunakan sebagai bantal.

"Ugh." Kedua tangannya memijat pelan pelipisnya, matanya kembali menyapu sekitar. Tak ada seorang pun, hanya ada dirinya di dalam sebuah tenda yang lumayan luas dengan tanah sebagai alas tidurnya.

"Kau sudah bangun?"

Suara asing yang bertanya padanya berhasil menyita perhatian Naruto, pemuda dengan jins bistre membalut kakinya berjalan kearah Naruto.

"Si–siapa kau?"

Naruto mengalihkan pandangannya, ke dua pipinya bersemu merahmuda –yang untungnya sedang gelap–hingga tak terlihat. Pemuda dengan sepasang iris jade itu duduk di samping Naruto dengan bertelanjang dada. Pemuda dengan kulit pucat itu mengangkat satu telapak tangannya hingga kini sudah ada di atas dahi Naruto.

"Kau sudah baikan, kekuatanmu juga sudah mulai pulih bukan?"tanya pemuda itu. Ia melepaskan tangannya dari dahi Naruto lalu beranjak berdiri. Tapi sebelum pemuda itu bisa berjalan keluar Naruto sudah terlebih dahulu menangkap pergelangan tangannya.

"Tu–tunggu sebentar, siapa namamu?"tanyanya. Naruto memandang pemuda itu dengan alis berkerut ragu, ia memandang pemuda itu dengan pandangan memohon.

"Gaara. Kau istirahat lah, aku akan kembali saat makan malam tiba."ucap Gaara lalu berjalan meninggalkan Naruto yang hanya bisa mengangguk dengan mata yang menatap punggung lebar Gaara dengan pandangan bingung.

Twilight Lavender

"Aku tak heran kenapa julukanmu Kyuubi eh, Kurama."

Sasuke bangun dari duduknya, tangannya yang kosong mengusap jubahnya yang terkena tanah liat. Kemudian pandangannya kembali jatuh pada sosok Kurama yang terengah–engah dengan sebilah pedang yang masih di genggamannya.

Sasuke menutup matanya, kemudian membukanya dan terlihat lah pola bintang enam sudut yang menggantikan tiga tomoe sebelumnya. Ia tersenyum miring, tangan kirinya menarik pedang lainnya dari sarungnya.

"Aku heran kenapa vampir sepertimu bisa kalah denganku?"ucap Kurama meremehkan. Ia menghembuskan nafas pelan lalu meregangkan otot lehernya hingga terdengar suara 'kratak' dari sana.

"Bagus lah jika kau sudah mulai serius, aku sudah muak dengan permainan anak kecil ini."ucap Kurama lagi. Ia mempersiapkan kuda–kudanya, pedang yang sebelumnya ia pegang sudah hilang dari genggamannya. Kini ke dua telapak tangannya dengan lihai membuat berbagai segel khusus klan Uzumaki. Perlahan tubuhnya di kelilingi oleh cahaya berwarna oranye dengan rambut dan kukunya yang mulai memanjang.

"Rupanya kau menunjukkan wujud aslimu, Kyuubi?"ucap Sasuke. Ia yang tak mau kalah membuat sebuah segel tangan, lalu mengarahkan satu telapaknya pada mata kirinya. Perlahan kelopak kirinya terbuka hingga menunjukkan mata sewarna amethyst dengan beberapa tomoe yang mengelilinginya.

Keduanya berlari ke arah satu sama lain sampai akhirnya seorang pemuda jangkung dengan surai raven panjang hadir di antara mereka dan melepaskan mantra pengunci.

"Seharusnya dua legenda vampir seperti kalian tak perlu bertarung satu sama lain, eh?"ucap sosok itu. Jubahnya berkibar seiring dengan kakinya yang menapak di tanah.

"Aniki"rintih Sasuke. Satu tangannya memegangi lehernya yang terasa seperti tercekik, tak lama kemudian rasa sakit itu mulai memudar dan iris aneh–nya juga menghilang. Sedang Kurama sendiri, cahaya oranye yang semula menyelimuti tubuhnya kini menghilang, terganti dengan iris ruby–nya menatap sosok Uchiha lain dengan tajam.

"Bukan kah kau kemari mencari calon istrimu, Kyuubi? Dia ada di tebing dekat air terjun."ucap Itachi setelah melepaskan mantra pengunci pada Sasuke dan Kurama.

Kurama yang mendengarnya langsung bergegas pada satu tempat yang di katakan oleh Uchiha sulung.

"Apa alasanmu telah menghentikanku? Aku sudah lama ingin membunuh vampir rendahan itu."

"Jangan membunuhnya, setidaknya ini belum waktunya, Sasuke."

Twilight Lavender

Kaki–kaki Kurama dengan mulus mendarat di tanah lapang yang di bicarakan Itachi. Iris ruby–nya menyapu sekeliling, berharap bisa menemukan sosok yang di cintainya dengan mudah. Matanya tertarik dengan sebuah gelang yang tergeletak di bawah pohon.

"Ini milik Naruto."gumamnya. ia segera menyimpan gelang itu di saku celananya lalu mambuat segel tangan untuk memanggil seseorang.

"Ha'I Kurama–sama."ucap tiga orang itu bersamaan. Gadis dengan rambut indigo berjubah Byzantium khas seorang imp juga dua lelaki dengan jubah yang sama berlutut di hadapannya.

"Cepat lacak di mana Naruto berada, aku yakin dia belum jauh dari sini."ucap Kurama sambil memberikan gelang milik Naruto guna di jadikan sebagai petunjuk.

"Ha'I Kurama–sama."ucap ke tiga orang itu kemudian menghilang bersama dengan serbuk peri yang tertinggal di antara Kurama.

Tangannya kembali membuat segel tangan, kini mulutnya juga merapalkan mantra khusus untuk memanggil dua tangan kanan kepercayaannya.

"Ha'I Kurama–sama."ucap ke dua pemuda yang mengenakan jubah burn red. Satu dari dua pemuda itu terlihat memasukkan sebilah pedangnya yang berlumuran darah ke dalam sarung pedang yang tergantung di punggungnya, sedang satu orang lainnya mengambil pistol silver mengilapnya guna mengecek sisa amunisi yang tersisa disana.

"Kita mundur, imp sudah kukerahkan untuk mencari Naruto di sekitar tempat ini."ucap Kurama.

Kedua pemuda itu hanya mengerutkan alis tak mengerti, "Di sekitar… sini?"

"Tadi aku menemukan gelang milik Naruto, jadi aku pikir dia tak mungkin sudah pergi terlalu jauh, bukan?"

To be continue…

Glosarium:

Chalice/dewi cahaya/phoenix : tugasnya menyelamatkan hidup semua makhluk supernatural, dan juga sumber kehancuran. Mampu membunuh penyihir sampai hancur berkeping–keping. Hanya vampir satu–satunya yang tidak menyembah phoenix.

Shalott: makhluk yang mendapat kutukan misterius, darah shalott bisa menyembuhkan sekaligus membangkitkan gairah kaum vampir karena bersifat afrodisiak.

Imp: makhluk penyerupai peri yang dapat menyihir dan biasanya bergerak di bidang mata–mata.

(Source: Realm of Darkness)

A/C : holla! Ini udah apdet cepet karena banyak reader yang ripiu, suka deh. Makasih yang udah sempetin baca fanfik yang less perfect ini, tapi cukup kaget juga baru chapter satu ripiunya udah sebanyak itu. Hehehe, makasih ya minna–san, yang mau tanya ato kenal lebih deket sama saya bisa PM .

Ahari (Guest)(sasunaru ama itakyuu ya, ehm ntar saya pikirin deh. Btw makasih udah ripiu.) Naru (Guest)(iya ini udah lanjut makasih udah ripiu). Aiko Michishige (Ini yaoi dek aiko, yes naru tetep bot kan saya ukenaru addict). BlackCrows1001 (Iya ini udah saya ubah rate–nya jadi T, ntar kalo puasa udah kelar baru lanjut M–nya, makasih udah ripiu). Guest (iya ini udah lanjut). Neko Twins Kagamine (makasih udah ripiu). PoisonRen (gak tahu yah chap ini lebih panjang dari pada sebelumnya, harem tuh apaan yah?. Soal chalice itu udah saya jelasih di glosarium. Buat Rated M–nya ntar habis puasa aja yah. Makasih udah ripiu). (buat mutusin pairnya saya belom bisa kasih tau, gomen. Makasih udah ripiu). onyx sky (Guest) (iya ini udah lanjut, makasih udah ripiu). andika yoga (Apanya yang dimari, yoga–san? Iya ini masih chap 1 gomen kalo ceritanya masih ambigu. Makasih udah ripu). Yukayu Zuki (Iya Kyuunaru keren kok, saya pokoknya AllxNaru addict XD. Iya ini udah lanjut, makasih udah ripiu). little lily (Guest) (kalo buat seru ato gak kan itu relatif, tapi makasih udah ripiu, iya ini udah lanjut). mifta cinya (Iya ini udah lanjut, makasih udah ripiu). seryl (Guest) (ini udah lanjut, makasih udah ripiu). choikim1310 (req kamu udah saya kongkritkan kok XD, iya pairnya naru emang belom di tentuin secara jelas, semua hepotesa kamu bisa aja bener XD yang pasti naru tetep bot. makasih udah ripiu). Indah605 (iya ini udah lanjut, makasih udah ripiu). uzumakinamikazehaki (iya ini uda lanjut, makasih udah ripiu). sivanya anggarada (maaf buat itu gak saya jelasin kemaren tapi disini udah, ini udah lanjut. makasih udah ripiu).

Makasih buat semua yang udah fol fave yang gak bisa saya sebutin satu–satu, I love you guys.

Peluk kecup, twilight lavender.