"Tidak. Aku hanya mau mendisiplinkan kamu Rin. Tapi tidak sekarang." Kata Len.
"Mendisiplinkanku? Atas hak siapa kamu melakukan itu?" tanya Rin yang mulai kebingungan.
"Sudahlah. Capek aku ngomong sama orang bodoh. Sampai jumpa di rumah Rin." Kata Len yang pergi meninggalakan Rin yang masih mencerna kata-kata Len.
"Huh? Sampai jumpa dirumah?" tanya Rin bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Desclaimer :
Vocaloid © Yamaha Corp.
The Angels and The Devils story © Megumi Claire
.
Rated : T
.
Warning :
Typo, Alur kecepetan pake banget, Bahasa labil (?)
Summary :
Rin Kamine, ketua kelompok berandalan yang biasa disebut The Devils dan Len Kagamine, ketua OSIS dari kelompok OSIS yang biasa disebut The Angels. Apa jadinya kalau orang tua Rin meminta tolong Len untuk mendisiplinkan Rin sekaligus menjadi calon tunangan Rin dan tinggal satu rumah dengan Rin? RnR?
~ Chap. 1 : Tinggal satu rumah dengan dia?! ~
"Kita sudah sampai Rin-sama." Kata Haku, supir keluargaku.
"Loh dimana mobil yang lainnya? Dan mobil siapa itu?" tanyaku pada Haku ketika sampai di Mansion.
"Sepertinya Rin-sama belum diberitahu Rinto-sama." Kata Haku.
"Soal apa?" tanyaku penasaran.
"Rin-sama akan tau saat sudah memasuki Mansion." Kata Haku yang langsung meninggalkanku didepan pintu mansion.
"Eh?! Haku? Mau kemana kamu?-" tanyaku kaget.
"Saya mau kembali ke Mansion Rinto-sama-"
"Hey! Ini rumah Otou-sama. Kalau bukan rumah dia ya rumah siapa lagi?" kataku yang mulai kesal.
"Maaf, Rin-sama. Saya tidak diperbolehkan memberitahu apa yang terjadi. Silahkan masuk kedalam kalau anda semakin penasaran." Kata Haku sopan dan langsung membawa mobil keluar dari mansion.
Huh?!
Sebenernya ada apa hari ini?
Otou-sama dan Oka-sama tidak mengatakan sesuatu sebelumnya.
Ya udah lah yang penting aku masuk dulu.
"Tadaima." Kataku sambil meletakkan sepatu dan memakai sandal rumah.
Loh?
Kenapa tidak ada maid dan butler yang menyambutku?
"Oh, Okaeri Rin." Kata seseorang.
Sekarang apa lagi?
Kenapa aku mendengar suara Len disi-
"Sudahlah. Capek aku ngomong sama orang bodoh. Sampai jumpa di rumah Rin."
'Sampai jumpa di rumah'?!
.
.
.
Ah, itu tidak mungkin.
"Hey Rin, kenapa kamu bengong disitu? Sini cepat bantu aku memasak untuk dinner."
"L-len?! Hah?! Kenapa kamu disini?!" kataku kaget.
"Loh, bukannya aku udah bilang kita akan ketemu lagi dirumah?" kata Len dengan muka polosnya yang minta kutendang itu.
"Hey! Jelaskan semuanya shota! Kenapa kau ada dirumahku?! Kenapa kau ada didapurku?! Kena- Shota! Kau mendengarku?!" teriakku kesal melihat Len yang memainkan smartphonenya.
"Ini, biar Oji-san yang menjelaskan semuanya." Kata Len sambil menyerahkan smartphonenya.
"Moshi-moshi? Rin-chan?"
"Ah iya. Ini aku. Sebenernya apa yang terjadi disini Otou-sama?"
"Aku meminta pertolongan Len-kun untuk mendisiplinkanmu. Kebetulan dia anak dari teman Otou-sama. Oh ya,Otou-sama dan Oka-sama pindah mansion."
"A-apa?! Pindah? Kenapa Otou-sama tidak mengajakku?"
"Kau akan tinggal di mansion lama bersama Len. Semua maid dan butler , otou-sama bawa ke mansion baru. Sebenernya otou-sama tidak ingin membawa semua sih. Tapi Len-kun bilang dia tidak membutuhkan mereka. Jadi otou-sama membawa semuanya. Semua mobil juga otou-sama bawa kecuali mobil pribadimu yang masih ada di garasi itu."
"T-tunggu! Kenapa harus Len yang mendisiplinkanku?!"
"Haa.. apa kau tidak sadar Rin-chan? Semua orang yang otou-sama suruh untuk mendisiplinkan kamu itu belum sampai 1 hari saja sudah mengundurkan diri. Oh ya satu lagi, Len akan menjadi calon tunanganmu loh."
"A-apa otou-sama tidak tau bagaimana hubunganku dengan dia disekolah?!" kataku yang mulai kesal.
"Aku sudah tau. Len-kun menceritakan semuanya. Tapi dia tidak keberatan kok jadi pendisiplin kamu."
"Ha-hah?! Dia bersedia?!" kataku sambil memberikan tatapan tajam ke Len yang berdiri dihadapanku.
"Oh ya, kamu gak boleh ke mansion baru sampai kamu tunangan sama akan bertemu lagi saat pesta tunanganmu. Jaga dirimu baik-baik ya. Huhu Otou-sama dan Oka-sama akan merindukan kamu Rin-cha-"
Aku putus panggilan Otou-sama dan memberikan (baca : melempar) smartphone itu ke Len.
"Aku ngantuk. Mau tidur." Kataku dingin.
"Kau yakin tidak mau makan Rin? Apa mau kubawakan ke kamarmu?"
"Tidak perlu shota! Aku tidak lapar." Kataku ketus.
"Oke, aku akan menemanimu makan dikamarmu nanti Rin-chan.~" Kata Len dengan nada menjijikan.
Aku tidak membalas ucapan bodohnya itu dan langsung kekamarku.
Banyak hal yang terjadi dan itu membuat kepalaku pusing-
Haah.. kenapa semua ini harus terjadi padaku?
Len POV
Hmm, sepertinya dia benar-benar tertekan.
Sudahlah nanti dia juga terbiasa.
Sekarang aku masak dulu.
.
.
.
.
.
.
Aku membawa makanan yang kumasak kekamar Rin.
KREEK (?)
Ah dia benar-benar tidur nyenyak ternyata.
Kalau saja dia lebih feminim pasti banyak laki-laki yang mengincarnya.
Wajahnya benar-benar cantik kalau lagi tidur.
"Rin, kau benar-benar berbahaya." Gumamku.
Aku meletakkan makanan Rin dikamarnya dan keluar untuk menonton TV.
Normal POV
Dikamar Rin
"Engh? Baunya enak." Kata Rin sambil melihat kearah meja belajarnya.
Disana sudah terdapat 1 piring nasi, 1 mangkok sup hangat dan 1 gelas air putih.
"Dia benar-benar memasaknya untukku." Gumam Rin sambil duduk dimeja belajarnya itu.
Setelah Rin selesai memakan masakan Len itu, dia membawa piring dan gelas kotor itu keluar kamar.
"Len?" panggil Rin pelan saat melihat Len yang asyik mengubah channel TV.
Len yang mendengar panggilan itu langsung menenggok sang pemanggil dan tersenyum.
"Rin, letakkan itu didapur dan duduklah disini." Kata Len sambil menepuk sofa sebelahnya.
"Tanpa dibilang pun aku akan melakukannya. Dan jangan main asal memerintahku!" kata Rin ketus.
Len hanya tersenyum miring menanggapi perkataan Rin itu dan mulai memfokuskan matanya ke TV.
Rin yang melihat tingkah Len itu hanya mengendus dan pergi kedapur.
.
.
Setelah selesai meletakkan dan mencuci piring dan gelas kotor itu, Rin duduk di sofa yang ada di ruang TV itu.
"Sebenarnya apa tujuanmu menjadi ketua The Devils, Rin?" tanya Len yang masih memfokuskan matanya ke TV.
"Tujuan ya.. Sebenarnya aku cuma mau menghajar orang-orang yang meledekku, temanku dan sekolah kita, Len. Kau tau kan? Sekolah itu-"
"Milik pamanmu, bukan? Tentu saja aku tau. Semua murid mengetahui hal itu Rin. Tapi apa kamu tau dampak dari perbuatanmu itu?"
"Tentu saja aku tau Len. Tapi sebenarnya masih ada alasan lain kenapa aku berbuat begitu." Kata Rin sambil membenamkan mukanya di lututnya.
"Alasan lain?" tanya Len yang memalingkan wajahnya ke TV dan menghadap ke Rin.
"Hmm, aku ingin otou-sama dan oka-sama memperhatikanku. Mereka selalu bilang kalau mereka mencintaiku tapi aku tidak pernah mendapat kasih sayang mereka. Dari kecil aku selalu di urus oleh Maid. Aku bahkan sampai ketiduran di sofa waktu menunggu mereka pulang." Kata Rin yang mulai terbuka ke Len.
"Orang tuaku juga bekerja tapi berbeda denganmu. Aku ingin melakukan yang terbaik agar diperhatikan mereka. Caramu memang salah tapi, tanpamu mungkin sekolah kita tidak akan setentram ini." Kata Len sambil mengelus kepala Rin.
Rin semakin menenggelamkan wajahnya dilututnya agar tidak ketahuan kalau wajahnya mulai memerah.
"Kepala sekolah meminta kita untuk merahasiakan pertunangan kita ini." Kata Len sambil berdiri dan berjalan kekamar, meninggalkan Rin yang masih memeluk lututnya.
"Baka Angel." Gumam Rin yang masih memerah.
.
.
.
.
TOK TOK TOK
"Rin, bangun!" teriak Len di depan pintu Rin.
Tapi tidak ada jawaban.
"Rin, aku masuk ya?!" tanya Len dengan suara yang lebih dikeraskan.
Tetap tidak ada jawaban.
Len mencoba masuk kekamar Rin dan melihat Rin masih tertidur pulas.
Muncul perempatan siku dikepala Len.
"SAMPAI KAPAN KAU MAU TIDUR TERUS RIN KAMINE?!" Teriak Len kesal sambil menarik selimut dan bantal jeruk (?) yang dipeluk Rin itu.
"Egh, kembalikan jerukku." Kata Rin sambil menarik-narik tangan Len.
"Tidak mau! Cepat bangun, nanti kita terlambat." Kata Len yang mulai risih dengan sikap Rin.
"Aku bilang KEMBALIKANNN!" teriak Rin sambil menarik tangan Len lebih keras.
Karena kaget dengan teriakan Rin yang super cempreng itu (?) , Len kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Rin.
Tanpa disangka, seseorang yang bersandar dibibir pintu kamar Rin dan melihat semua kejadiannya itu tersenyum miring.
"Wah, kalian benar-benar romantis ya."
"EH?! OKA-SAMA?!"
.
.
.
.
.
~TBC~
Hai hai halo minna-san~
Hayo tebak itu emak siapa /?
Sorry gak bisa update kilat x3
Thanks buat yang uda Review n Fav ~~
Saia memutuskan untuk memanjangkan fanfic ini xD
Oke, sekian~
Bayy ^o^
