Another World
Genre: Action, Fantasy, Magic, Romance, Supranatural
Pair: Naruto
Crossover HighSchool DxD x Naruto
Disclaimer: Bukan punya saya, cuma meminjam tokohnya
Summary: Naruto yang merupakan murid sekolah Konoha harus ditarik ke dunia lain yang sebenarnya dirinya anak bungsu Klan Gremory, dan harus hidup di dunia yang hampir 180 derajat berbeda dengan dunia sebelumnya
Chapter 2
"Hhh... kenapa bisa jadi begini si." ucap Naruto yang hanya bisa pundung melihat sang kakak perempuannya bertengkar dengan kakak laki-laki yang masih saja menolak suaminya
"sudah cukup nii-sama aku tidak sudi menyerahkan keperawananku kepada nya walau dia sudah menjadi suamiku." ucap sang kakak perempuan bernama Gremory Rias
"Kau sudah menjadi istrinya Rias, kau harus menurut kepada suamimu.' balas sang kakak laki-laki bernama Gremory Sirzech
Sedangkan, Naruto masih saja menikmati makan malam disuasana yang bisa dibilang sangat tidak kondusif, 'Hhhh... kalau tahu begini mending ku ikut Sakura sebelumnya ke taman bermain daripada tinggal di tempat keluarga kandung ku yang sekarang.' Batin Naruto hanya bisa pasrah melihat kedua kakaknya saling adu argument
"Ne Naruto, kau pilih siapa?" ucap Rias
"Hah?" balas Naruto
"Saya atau Rias, kau dukung siapa?" ucap Sirzech
"Yang mana saja, aku tidak peduli dan aku belum melihat kakak ipar ku." balas Naruto
"Hoo... jadi kau mau melihat kakak ipar mu Naruto baik kalau begitu besok kau ikut nii-sama." ucap Sirzech dengan senyum penuh arti
"Tidak, aku akan membawa Naruto kedunia atas." balas Rias
'Hhhh... entah kenapa keluargaku yang sebelumnya lebih bersikap dewasa dan manusiawi.' batin Naruto yang sudah pasrah melihat kedua kakaknya. 'Oh, iya mereka ini iblis ya. Hhhh... ini akan merepotkan.' tambahnya
Flashback
"Aku pulang." ucap Naruto
"Oh selamat datang Naruto dan segera ganti baju mu." ucap Naruko mendorong Naruto ke kamarnya
'Tidak biasa, ada apa ya." tanya Naruto dalam hati melihat kakak perempuannya yang biasa bersikap dewasa menjadi ke kanakkan
Bahkan Naruko memilihkan baju untuk Naruto, "Ne Naruto, kau akan datang berkunjung ke sini lagi kan." gumam Naruko
"Ha! kau bilang apa Naru-nee." ucap Naruto
"Ah bukan apa-apa kok hehehe..." balas Naruko walau matanya tersirat kesedihan
Setelah selesai Naruto dan Naruko menuju ke ruang tamu mereka disana ada tamu yang tidak Naruto kenal, yang satu pria yang satunya wanita bahkan umurnya bisa Naruto prediksi hanya sekitar 30 tahunan. "Oi baka-Otouto cepat duduk sampai kapan kau menjadi patung dan menghalangi pintu." ucap Kurama
"Ck, dan siapa mereka." balas Naruto yang duduk disebelah Naruko
"Perkenalkan kami dari keluarga Gremory, ingin menjemput anda, Gremory Naruto-san." ucap sang pria.
"Hah!" balas Naruto
Minato pun menceritakan bahwa Naruto bukan anak dari dirinya dan Kushina, Naruto ditemukan bersama sosok iblis yang terluka parah, Minato dan Kushina pun merawat keduanya, sangnya iblis yang membawa Naruto harus meninggal karena lukanya yang cukup parah, sedangkan Naruto sendiri dirawat oleh keluarga Namikaze walau hanya sampai umur 6 tahun, disaat-saat terakhirnya Kushina bahagia telah merawat Naruto, Kushina sendiri menderita penyakit gagal jantung.
"Hhhh... jadi aku anak siapa?." ucap Naruto
"Kau anak kami Naruto-san." ucap sang pria
"Hhhh... jangan bercanda SIALAAN. Sampai kapanpun nama ku NAMIKAZE NARUTO." bentak Naruto tidak menerima dan segera masuk ke kamarnya walau saat itu juga Naruko mengejarnya
"Sudah ku duga kalau ini mendadak." Ucap Kurama
"Bagitu, maaf ya." ucap sang pria
"Tidak apa-apa kok cepat atau lambat dia juga harus tahu." ucap Minato
"Seandainya ada Rias, pasti dia akan membujuknya." ucap sang wanita
"Rias?" ucap Kurama
"Dia seumuran dengan Naruko, ya dan dia juga yang paling ingin bertemu Naruto." ucap sang wanita
"Baiklah kalau begitu besok aku kami akan kembali." ucap sang pria
"Kalau begitu hati-hati Lord dan queen Gremory." ucap Minato
Kamar Naruto
"Naru." ucap Naruko sambil membuka pintu kamar Naruto
"Oh Naruko-nee." balas Naruto sambil mengusap matanya dengan kasar
"Kau menangis?" tanya Naruko dengan berjalan mendekati Naruto
"Ti..tidak kok." balas Naruto
"Hei Naru, apa kau akan kembali ke tempatmu yang sebenarnya." ucap Naruko sambil menjatuhkan kepalanya dipundak Naruto
"Aku tidak tahu." balas Naruto sambil menundukkan kepalanya
Naruko yang melihat sang adik langsung mencangkup kedua pipi Naruto dengan kedua tangannya. "Dengar ya Naru sampai kapanpun aku akan tetap menjadi kakakmu dan ini akan tetap menjadi keluargamu. Aku juga selalu menunggu mu pulang, karena aku tidak suka melihat adikku sedih, karena Naruto yang ku kenal tidak akan merasa sedih atau pun terguncang karena ini. Naruto yang ku kenal adalah anak kuat, dia akan melakukan apapun yang ingin dia lakukan, dia juga anak yang keras kepala dan berani bukannya anak cengeng seperti ini." ucap Naruko kepada sang adik
Keesokan harinya sama seperti sebelumnya lord Gremory bersama sang istri sudah menunggu Naruto, Naruto yang melihat kedua orang tua kandungnya hanya menghela dan beralih kepada Naruko yang tersenyum. Melihat sang kakak Naruto tidak mau ada masalah lagi
"Baiklah malam ini aku akan segera membereskan pakaianku dan aku akan ikut dengan kalian Gremory-san." ucap Naruto yang segera masuk ke kamarnya
"Kau tenang saja, soal Sakura biar aniki yang tampan ini yang memberi-"
BUAGH... ucapan Kurama terpotong akibat lemparan sepatu dari Naruto tepat mengenai wajahnya
"Lebih baik kau cari pacar sana Baka-Aniki-teme." balas Naruto
Flashback End
"Jadi ini tempat kakak iparku, tidak terlalu buruk." ucap Naruto melihat kastil megah milik keluarga phenex
Naruto bersama Sirzech masuk ke dlaam istana tersebut setelah dipersilahkan masuk oleh salah satu pawn milik Raiser. Naruto cukup tidak nyaman dengan beberapa pandangan kepadanya yang penuh selidik. "Oh selamat datang Sirzech-sama atau lebih baik sekarang aku menyebutnya kakak ipar." ucap sosok yang menuruni tangga bersama beberapa gadis
Naruto yang melihat sosok tersebut langsung tidak menyukainya, yang benar saja jika kakaknya menjodohkan kakak perempuannya kepada cowok bajingan dihadapannya, Sirzech sendiri hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat merasakan atmosfir disekeliling Naruto, walau disatu sisi Sirzech cukup beruntung karena Naruto belum mengetahui cara menggunakan kekuatannya, jika Naruto sudah bisa dijamin ini tempat sudah menjadi tempat bersejarah.
"Bagaimana kabar mu Raiser? dan oh iya ini perkenalkan adikku Gremory Naruto dia-" ucap Sirzech terpotong melihat kecepatan Naruto yang bis dibilang terlalu cepat bahkan untuk sekelas dirinya . Sedangkan Raiser yang masih dalam posisi santai juga terkejut dengan gerakan Naruto dan Naruto sendiri langsung menghajar pipi kiri Raiser hingga terpental walau tidak jauh.
"Hei apa-apaan kau brengsek, kau mau mati." ucap Raiser tidak terima
"Sampah seperti mu tidak cocok untuk Rias-nee." balas Naruto
"CUKUP HENTIKAN." Teriak Sirzech yang mengeluarkan auranya "Naruto mereka sudah menikah dan kau tidak berhak ikut campur dan juga kita kesini hanya untuk melihat Raiser bukan menghajarnya." Tambahnya
"Kalau begitu aku akan menantanngnya jika ku menang dia harus menceraikan Rias-nee." ucap Naruto yang sudah ada disamping Sirzech dan membuat Raiser dan juga Sirzech kembali terkejut dengan kecepatan Naruto.
"Baiklah, aku setuju tapi jika aku menang kau harus menjadi budak ku selamanya." ucap Raiser
"Baik, aku setuju." balas Naruto
'Ini akan lebih sulit dibanding saat Issei melawan Raiser. dan juga sejak kapan kecepatannya bangkit bahkan bisa dibilang menghilang dikarenakan aura keberadaannya benar-benar hilang dalam sekejap, sepertinya ini harus ku laporkan kepada tou-sama.' Batin Sirzech melihat kecepatan adik bungsunya
Sirzech dan Naruto pun kembali ke istana Gremory, aat itu lord Greory bersama sang istri sedang menyantap makan siang mereka hingga Naruto membuka gerbang dengan kasar, membuat Sirzech menggelengkan kepalanya. "Sirzech-kun ada apa dengan adikmu?" ucap sang ibunda
"Begini saat kami sedang mengunjungi Raiser, Naruto langsung naik pitam melihat Raiser bersama para peerage dan langsung menghajar Raiser bahkan menantang Raiser untuk berduel kaa-sama." ucap Sirzech dan segera duduk
"Dia lebih para darimu, benar-benar penderita siscon adikmu itu dan dia lebih parah dari mu." ucap sang ayahanda.
"HHH... tapi aku boleh bertanya sebetulnya kekuatan Naruto itu apa ya, soalnya tou-sama bilang bahwa Naruto itu istimewa, ya walau aku juga sempat tahu sedikit karena saat menghajar Riaser dan juga berlari kearahku seoalh-seolah dia memiliki kemampuan berpindah dalam sekejap bahkan aura keberadaannya juga menghilang saat dia melakukannya." ucap Sirzech
"Kau akan tahu saat kau menyetujui pertarungan Naruto melawan Raiser." ucap ayahanda
"Baiklah jika begitu tou-sama dan aku harus melatih Naruto soal kekuatan power of destruction kepadanya." ucap Sirzech dan membuat sang ayahanda tersedak
"Lebih jangan kau lakukan itu uhuk. jika kau tidak mau melihat underworld itu hancur berantakan." ucap ayahanda
"Maksud tou-sama?" tanya Sirzech yang benar-benar bingung sebetulnya san adik bungsunya se-istimewa apa sampai-sampai sang ayahanda bisa menjamin kehancuran dunianya jika Naruto bisa memiliki kekuatan klannya
"Adikmu itu berbeda, nanti biar tou-sama yang melatih adikmu." ucap ayahanda
"Baiklah kalau begitu saya pamit." ucap Sirzech
Kamar Rias
"Belum tidur." ucap Sirzech memasuki kamar sang adik
"Bisa kau lihat sendiri kan." balas Rias
"Begini, em.. gimana ya," ucap Sirzech sambil memikirkan kata-kata yang cocok
"Jika tidak ada urusan lebih kau keluar, aku tetap tidak akan tinggal bersama 'dia'." ucap Rias
"Hhhh... baiklah lagipula nanti akan ada pertarungan kembali untuk memperjelas hubunganmu dengan Raiser." ucap Sirzech
"Maksud nii-sama?" tanya Rias yang bingung
"Tadi Naruto saat di tempat raiser menghajar pipinya dan menantang Raiser berduel dimana jika dia menang Raiser harus membatalkan pernikahannya denganmu." ucap Sirzech
"Lalu kenapa nii-sama tidak melarangnya." ucap Rias dimana sang adik yang baru saja tinggal bersamanya harus langsung berduel demi dirinya
"Seandainya bisa juga ku lakukan, tapi ini sudah kesepakatan keduanya, dtambah aku penasaran dengan kemampuan apa lagi yang akan ditunjukkan kepada ku selainkecepatannya yang dalam hanya dalam sekejap sudah berpindah tempat." ucap Sirzech. "Kau tenang saja tou-sama akan langsung melatihnya." tambahnya melihat ekspresi cemas dari sang adik perempuannya
Kamar Naruto.
'Sial sekarang apa yang harus ku lakukan, aku amsih belum tahu soal kekuatan ku dan juga gerakan tadi itu masih dilaur kesadaran ku. aaaarrgghhh... harusnya aku bisa menahan diri. eh tidak-tidak aku akan meminta orang yang menjadi ayahku sekarang untuk melatihku.' Batin Naruto penuh keyakinan. 'Lihat saja akan ku habisi ku.' tambahnya
Halo minna-san apa kabar, wah sudah hari senin semangat ya buat yang baru saja memulai kelasnya di kelas 1 SMP dan 1 SMA.
itu saja, Yui-san out sampai ketemu di chapter berikutnya
