Sekai no Hajimeru
Chapter II : How strange?
...
..
.
Lelouch POV
PLAKK! Tamparan keras mendarat dipipiku. Dengan wajah polosku, aku hanya bisa tercengang dalam kondisi wajah yang 'SHOCK'
"HENTAI." kata gadis itu sambil berlari meninggalkanku.
Mungkin, wajar kalau gadis itu mengataiku dengan sebutan 'Hentai' dan menamparku. Mengingat 'kecelakaan' yang baru saja kami alami, tapi aku sama sekali tidak bermaksud melakukan 'Hal itu. Yah, ciuman itu..'
Melihat gadis bermata emas itu menjauh dan pergi meninggalkanku, membuatku sangat kecewa, bahkan namanya saja aku pun belum tau, bagaimana bisa? Aku masih terdiam di tempat itu, walau gadis itu sudah pergi sangat jauh, aku tetap..
Drrr.. Jibun o sekai sae mo kaete shimaesouna… Ponselku berdering, tanda panggilan masuk. 'Nunnally' nama yang tertera di ponselku.
"Ee, Nunnally?" kataku ketika mendengar suaranya.
"Onii-sama wa doko desuka?"1 tanya adik perempuanku dengan suara imutnya.
"Uchi e kaeritai,"2 jawabku. "Sou desuka, watakushi toRollo, onii-sama o machimasu yo. Dakara hayaku kaete kudasai"3.
"Aa, wakatte iru.."4
Dan sambungan telepon itu berakhir, lalu aku bergegas pulang ke rumah.
OOooOO
Normal POV
Keesokan harinya, pria berambut raven itu menerima telepon dari Milly Ashford. Mungkin Milly berniat membicarakan tentang nasib pertunangan mereka? Sejujurnya Milly itu lebih cocok menjadi kakak Lelouch. Tapi bisnis berkata lain. Dan Lelouch juga tidak terlalu memikirkan hal itu, mau bertunangan atau tidak ia pun tak peduli. Tanpa wanita-wanita itu pun, ia bisa menjalankan perusahaannya dengan baik.. ya kan?
Pagi-pagi sekali, Lelouch pergi meninggalkan rumahnya, tanpa sarapan untuk yang kesekian kalinya. Ia menaiki mobil sport-nya, dengan kecepatan penuh dia melintasi jalanan yang masih sangat sepi dan sunyi itu. Sampai akhirnya ia tiba di sebuah sekolah bernama Ashford Academy. Di sana, terlihat gadis bermbut blondesendang menunggu kedatangannya.
"Akhirnya sampai juga." kata gadis itu saat melihat Lelouch yang sedang ke luar dari mobilnya.
"Aa.." jawab Lelouch singkat.
Gadis berambut blonde itu menghela nafasnya, "Sepertinya kau terpaksa datang ke sini.." tutur gadis itu dengan nada datar.
"Tidak juga.." jawab Lelouch "Memangnya ada apa? Kenapa tiba-tiba?" tanyanya pada Milly
"Hmm.. ini.." Milly memberikan sebuah foto, yang terlihat usam pada Lelouch, "Itu, hal yang kau cari kan?"
Lelouch melihat foto itu secara saksama, di dalam foto itu terdapat gambar dua orang gadis. Gadis pertama berambut panjang dengan warna dark brown, matanya violet. Dan gadis yang satunya lagi juga berambut panjang, hanya saja warna rambut dan matanya yang berbeda..
'Gadis ini' batin Lelouch.
"Dimana, kau menemukannya Kaichou?"5 tanya Lelouch langsung pada gadis itu.
"Di perpustakaan bawah tanah.." mendengar itu, Lelouch langsung bergegas, akan tetapi.. "Lelouch.."
Tiba-tiba saja Milly menarik tangan Lelouch, "Ya?" jawabnya sambil menoleh ke arah Milly.
"Soal pertunangan.." Milly mulai membuka pembicaraan, "Aku, ingin mengundurkan diri.." lanjut Milly terus terang.
Lelouch tersenyum, "Itu, terserah padamu."
Melihat Lelouch tersenyum Milly pun ikut tersenyum, "Kau.. ini benar-benar ya.."
"Hmm?"
"Aku berharap kau bisa bersama Shirley.." pinta Milly.
"Aku tidak bisa berjanji.."
Lalu Lelouch meninggalkan Milly, dan berjalan menuju perpustakaan tua yang ada dibelakang gereja Ashford Academy. Kemudian, ia membuka pintu tua yang hampir rubuh. Dalam perpustakaan tua tak terurus itu terpampang puluhan rak buku, yang diisi ratusan buku per raknya.
Lelouch kembali melihat foto tua yang diberikan Milly padanya, tentunya ia mengenali gadis bermata violet di foto itu, karena gadis itu adalah Ibunya, Marianne Lamperouge. Namun, gadis bemata amberyang di sebelah Ibunya itu, kenapa bisa mirip.. 'Gadis Komedi Putar.' Gadis itu..
Lelouch berusaha kembali untuk focus dan mulai mencari data dari buku-buku itu satu persatu. Ia memulai dengan buku sejarah kerajaan Inggris, lalu ia membuka lembar demi lembar dari buku kuno itu. Saat dihalaman dua ratus tiga belas, terdapat secarik kertas, sepertinya surat..
Belle, maaf sudah lama tidak mengabarimu.
Aku di sini baik-baik saja, ku dengar kau telah melahirkan seorang bayi perempuan?
Siapa namanya?
Aku yakin ia akan tumbuh menjadi anak yang cantik..
Sepertinya aku terlalu banyak berbasa-basi ya?
Sebenarnya aku ingin menjodohkan..
Menjodohkan anak laki-lakiku dengan anak perempuanmu.
Kalau mereka menikahkan, kita bisa jadi saudara..
Saudara untuk selamanya..
Marianne Lamperouge
'Apa ini?' batinnya, "Belle?" gumam Lelouch, "Jangan-jangan nama gadis berambut lime ini.." pikirnya.
Wajah pria bermata violet itu pun terlihat bingung, rasa penasaran kini menghantui dirinya.
DRRRR! DRRR! Tiba-tiba saja handphone-nya bergetar, pertanda email masuk "Kallen?" lalu Lelouch pun membukaemail-nya.
Inbox
Re : Kall_SatKoz
Subject : Read please
Lelouch, maaf akhir-akhir ini aku sibuk dengan pemotretan. Jadi aku tidak bisa menemanimu.
Aitakatta, kallen.
Mengingat pekerjaan calon tunangannya yang satu ini sebagai artis, Lelouch pun mekmaluminya. Jadwal Kallen sangatlah padat membuat mereka jarang bertemu, tepatnya setamatnya mereka dari Ashford Academy. Lelouch yang merupakan siswa jenius dikala itu dalam waktu singkat lulus dengan peringkat tertinggi, sedangkan Kallen memilih melanjutkan study-nya di dunia desain.
Pria kakkoi itu pun terdiam sejenak, lalu memutuskan untuk pergi ke café langganannya.
Sesampainya di café, ia langsung menduduki meja paling pojok. Lalu, si pelayan memberikannya daftar menu, Lelouch memilih coffe au lait dan waffle sebagai makan pagi menjelang siangnya. Yang membuatnya suka dengan café itu karena tempatnya bagus, dekor ruangannya unik karena dipenuhi bunga segar, makanannya enak, suasana café itu hidup, dan ditambah lagi dengan nama café itu, 'Marianne..'
Setelah menunggu lima belas menit pesanannya pun datang, Lelouch memasukan cube gula ke dalam gelas dan mengaduknya. Saat ingin meminumcoffe-nya tiba-tiba saja terdengar suara seorang gadis yang familiar ditelinganya..
"Sayang, jangan di sini.." kata gadis itu pada seorang pria yang terlihat seperti pacarnya itu.
Pria berambut pirang itu, tidak meng-iya-kan kata-kata gadisnya. Di depan umum ia mencium pacarnya itu.
Semua mata orang yang ada di café saat itu mengarah pada pasangan yang sedang berciuman itu, "Dasar anak zaman sekarang.." bisik salah satu pengunjung café. Lelouch yang juga berada di tempat itu pun hanya bisa melongo. Ketika melihat kejadian itu, apalagi saat melihat wajah gadis yang tak asing lagi di matanya, "Kallen.."
Gadis yang merasa namanya dipanggil itu pun menoleh, dan melihat ke arah Lelouch.
Sedangkan pria yang tadi menciumnya masih memeluknya, "Lelouch.." gumam Kallen pelan. Mimik kaget menghiasi gadis berambut pendek itu.
Lelouch yang kehilangan nafsu makannya pun memilih untuk meninggalkan tempat itu,
"Lelouch, matte.."6 pinta Kallen. Tapi Lelouch mengabaikannya.
OOooOO
Sekarang hari sudah mulai senja, langit terlihat berwana ke-orange-an. Terlihat burung-burung membentuk symbol huruf V berterbangan di angkasa sungguh pemandangan yang sangat indah. Angin sore terasa sangat dingin, seperti jarum yang menusuk kedalam kulit. Angin itu menerbangkan dedaunan yang berguguran.
'Dingin..' batin Lelouch, 'Bodoh, kenapa aku tidak membawa mantel..' pikirnya. Lelouch pun memutuskan untuk masuk kedalam mobilnya, dan kembali ke Tokyo. Akan tetapi..
"Tasukette.. tasukette…"7 teriak seseorang.
Lelouch pun berlari ke arah sumber suara itu berasal, dilihatnya seorang gadis kecil yang terjebak di atas pohon. Gadis itu terlihat rapuh dan lemah, belum lagi ia menangis. Sungguh malang gadis kecil itu.
Pria bermata violet itu pun langsung memanjat pohon, dan menyelamatkan anak peremuan itu, "Daijoubu ka?" tanya Lelouch cemas. Anak itu mengangguk kecil, "Unn.." balasnya sambil memeluk Lelouch.
"Rumah kamu dimana, adik kecil?" tanya Lelouch sembari menenangkan gadis kecil bermata ruby itu. Tatapan polos terpampang diwajah anak perempuan itu. "Kemarin ada kakak malikat yang menolongku.." ucap anak itu.
Alis Lelouch pun terangkat, "Kakak bertanya dimana rumahmu? Kakak akan mengantarmu sampai rumah.." jelas Lelouch.
Saat Lelouch berkata seperti itu gadis kecil itu pun terlihat sedih, "Aku tidak punya rumah.." katanya lirih, "Aku tidak punya mama dan papa.. aku cuma punya kakak malaikat.." tambah gadis itu.
"Kakak malaikat?" Lelouch pun kembali bertanya. Anak itu mengangguk, "Kakak itu sangat cantik dan baik.."
Mata violetitu pun terheran, "Lalu dimana kakak itu sekarang?" tanyanya lagi.
Gadis kecil itu terlihat seperti berpikir keras, "Umm. Aku tidak tau.." jawabnya terus terang, "Kakak itu sangat cocok dengan kakak.."
Kebingungan kembali menghantui Lelouch, 'Apa anak ini kubawa pulang saja?'
"Kalau kamu memang tidak punya tempat tinggal, kamu ikut kakak saja.."
Gadis kecil itu pun mengangguk, "Umm, t-tapi.. kakak malaikat bagaimana? Aku takut dia cemas."
Lelouch pun tersenyum kecil, "Hmm, kalau memang sudah takdir.. kamu pasti akan bertemu lagi dengan dia.." ucapnya, "Agar dia tidak cemas kita tinggalkan note disini.. bagaimana?"
Anak itu pun meng-iya-kan perkataan Lelouch, Lelouch meninggalkan secarik surat yang menjelaskan gadis yang bernama Flory itu bersamanya, ia juga meninggalkan kartu nama sarta alamatnya, dan semua itu digantungkan di ranting pohon.
Tak lama kemudian, setelah Flory dan Lelouch beranjak pergi. Terlihat seorang gadis mendekati pohon itu, ia pun membaca surat kecil yang ditinggalkan Lelouch itu.
"Yokatta.."8 kata gadis itu sedikit lirih.
OOooOO
Sesampainya di rumah
"Ara?"9 mata violet Nunnally berbinar-binar saat melihat gadis kecil yang dibawa sang kakaknya itu, "Onii-sama, adik kecil ini siapa?" tanyanya.
Flory yang terlihat pemalu itu pun bersembunyi dibelakang Lelouch, "Sudah.. sudah tidak apa-apa, Flo.. ini kakak Nunnally dan yang satunya lagi kakak Rollo.." jelas Lelouch.
Flory pun menatap polos kearah Lelouch, "Papa.." gumamnya pelan.
"HEEEEEEEEEEEHHHH.." teriak Rollo dan Nunnally bersamaan.
Ketegangan pun sempat terjadi, ketika Flory memanggil Lelouch dengan sebutan 'Papa' secara alamiah kedua adiknya itu mengira Lelouch mempunyai hubungan gelap tanpa sepengetahuan mereka. Lelouch pun menjelaskan semuanya pada Nunnally dan Rollo, dan kesalahpahaman itu terselesaikan.
Seusai dimandikan Sayoko dan diberi makan, Flory tertidur lelap di kamar Nunnally. "Kakak malaikat…" igaunya.
"Kakak malaikat?" Nunnally heran, "Aku juga tidak tau siapa itu.." jelas Lelouch.
"Mama…" ucap Flory dalam keadaan tertidur.
OOooOO
Kekacauan bertubi-tubi menghampiri Lelouch Lamperouge kemarin. Mulai dari permasalahan dengan kedua orang calon tungannya, sampai-sampai masalah dengan seorang anak yang menganggap Lelouch sebagai ayahnya. Sungguh aneh bukan?
"Ohayou gozaimasu, Onii-sama.."10 ucap Nunnally sambil meletakan secangkir tea di meja. Walaupun ia lumpuh dan hanya bisa berjalan menggunakan kursi roda, tapi Nunnally terlihat sehat dan bahagia.
"Ohayou.."11 balas Lelouch, "Rollo wa doko?"12 tanya pada Nunnally.
Nunnally tersenyum, "Rollo masih tidur, Onii-sama.."
"Souka.."13 jawab Lelouch sambil meminu tea buatan Nunnally. "Etoo, Onii-sama.." ucap Nunnally ragu.
Violetdanviolet pun bertemu, "Aa, doushite?"14 tanya Lelouch pada Nunnally.
"Umm, ini masalah Flory.." Nunnally mulai membuka pembicaraan, "Bagaimana kalau Onii-sama adopsi sebagai anak saja?" ungkapnya.
Lelouch sedikit kaget dengan pertanyaan adiknya itu, "Bukannya kakak tak mau, hanya saja untuk mengadopsi anak dianjurkan menikah terlebih dahulu.." jelasnya.
Sebuah ide, tiba-tiba saja terpintas di kepala Nunnally, "Bagaimana kalau kakak menikah saja,," ucap Nunnally.
Lelouch yang mendengar hal itu pun kaget, "Apaa?"
"Yang suka sama Onii-sama kan banyak.." ucap Nunnally sambil tertawa kecil.
Pagi yang aneh pun telah berlalu, Lelouch yang kini berada di kantornya disibukan oleh berbagai macam jenis proposal. Ditengah kesibukannya tiba-tiba saja ia teringan perkataan Nunnally, 'Menikah?' batin Lelouch.
KRIINGG KRIING! Suara telepon kantor pun bebunyi, "Hallo.." kata Lelouch sambil memegang gagang terleponnya. "Lelouch-sama, Sherly-san ingin menemui Anda.."
"Oghi, bilang padanya kalau aku sedang tidak berada disini.."
"Baik, Lelouch-sama.."
OOooOO
Lelouch pun meninggalkan kantornya, tepatnya melarikan diri dari Shirley. Sekarang jam menunjukan pukul satu siang. Secara alamiah perut Lelouch pun berbunyi, mengingat dirinya tadi tidak sempat sarapan pagi. Saat menyelusuri jalan terlihatlah sebuahrestaurant fast foodyang cukup terkenal, 'Pizza Hut'
"Mungkin, pizzatidak terlalu buruk.." kata Lelouch pada dirinya sendiri.
Pria kakkoi itu pun memasuki Pizza Hut, "Aku pesan small meat lover dengan topping dan pinggiran keju.." ucap Lelouch tanpa melihat menu.
"Ettoo, sumimasen ga..15 karena tempat dudukya sudah sangat penuh.. apakah Anda bersedia duduk bersama orang lain.." kata si kasir ragu.
Karena perutnya tidak bisa ditoleransi, terpaksa Lelouch menyetujuinya. "Baiklah.."
Si pelayan pun membimbingnya menuju meja yang ada dipojokan restaurant itu, si pelayanya menjelaskan kalau orang yang duduk dikursi yang sama dengan Lelouch itu sedang berada di toilet.
Lima belas menit pun berlalu, pesan pizza Lelouch tiba. "Pesanan Mr. Lelouch, Small meat lover with chesse, dan minumannya Coca-colla Zero.." kata si pelayan itu, "Lalu, Ms. C.C large seven chesse, dan minumanya strawberry juice, right?" tanya si pelayan..
'C.C? nama yang aneh,' batin Lelouch. "Aku ti—"
"Itu pesanananku.." sahut seorang gadis yang tiba-tiba muncul dari belakang si pelayan.
Saat melihat gadis yang tiba-tiba muncul dari belakang pelayan itu, Lelouch pun tercengan kaget.
"Kau?" kata mereka besamaan.
Violet dan amber pun bertemu, kebingungan sama-sama menghiasi wajah kedua orang itu.
OOooOO
Terjemahan dialog
1 Onii-sama wa doko desuka?: Kakak sedang dimana?
2 Uchi e kaeritai : Aku ingin pulang ke rumah
3 Sou desuka, watakushi to Rollo, onii-sama o machimasu yo. Dakara hayaku kaete kudasai : Begitukah? Saya dan Rollo menunggu kakak di rumah. Jadi, tolong pulang sesegera mungkin.
4 Aa, wakatte iru..: Ya, aku mengerti..
5 Kaichou? : Ketua?
6 Lelouch, matte.. : Lelouch, tunggu..
7 Tasukette.. tasukette…: Tolong.. tolong..
8 Yokatta..: Baguslah..
9 Ara? : Heh?
10 Ohayou gozaimasu, Onii-sama. : Selamat pagi, kak.
11 Ohayou.. : Pagi
12 Rollo wa doko? : Rollo dimana?
13 Souka.. : Begitukah..
14 Aa, doushite? : Ya, kenapa?
15 Ettoo, sumimasen ga.. : Maaf, permisi..
