Not Sensitive

Cast : Uzumaki Naruto , Gaara

Genre : Romance , Friendship , Drama , M-PREG , Humor(G.J)

Rate : saat ini masih T

WARNING : YAOI,BXB,LEMON,RAPE,M-PREG,ALUR GAKJELAS

Karna sekarang bulan puasa jadi kyuu tambahin bumbu humor agak asem,hahaha. Semoga minna-san suka okay ;-) RnR

Please enjoyed (y)

TAP..

"Hhh! Akhirnya sampai juga. Yosh, aku harus cepat-cepat menemui Gaara sekarang dan kembali ke Konoha" seru Naruto sambil mengepalkan tangannya di atas udara.

Naruto berjalan cepat dan tidak peduli pasir yang mengotori sandal dan pakaiannya. Dia harus cepat-cepat menemui Gaara dan menanyakan hal pribadi apa yang ingin di tanyakan padanya, lagipula sebenarnya dia tidak terlalu suka di desa penuh pasir seperti ini. Naruto berjalan cepat melewati lorong-lorong gedung dan mencari ruangan sang Kazekage.

BRUKK

"Ittaaiii…."

Tak sengaja Naruto menabrak seseorang, karna terlalu cepat berjalan.

"Ah maaf, anda baik-baik saja?" kata orang yang menabrak Naruto.

"Ya, aku baik-baik saja. Maaf aku yang salah karna terlalu cepat berjalan, heheheh.. iiite,,te,te,," ringis Naruto sambil memegangi pantatnya yang berciuman dengan tanah.

"Mari saya bantu berdiri".

Orang itu mengulurkan tangan dan membantu Naruto berdiri, sambil melihat Naruto dari ujung kaki sampai ujung kepala. Saat melihat ikat kepala Naruto, 'Konoha?' dia bertanya dalam hati.

"Aaahh terimakasih ya" ucap Naruto sambil tersenyum.

Orang itu masih melihat Naruto dengan pandangan menelisik.

"Anoo, anda dari Desa Konoha?" Orang itu bertanya.

Naruto mengangguk mantap.

Tiba-tiba mata orang itu berbinar-binar terlihat senang karena bertemu dengan orang Konoha, 'ini kesempatanku bertanya-tanya padanya' pikir orang itu.

"Ne ne, bukankah Uzumaki Naruto juga dari Desa Konohagakure? Apakah anda mengenalnya? Aku kagum sekali padanya. Jika ada kesempatan, apakah anda mau membantuku untuk bisa bertemu dengannya? Bla bla bla….."

Orang itu terus bicara dan tidak mempedulikan Naruto yang menatapnya bingung. 'Aku Uzumaki Naruto, bodoh' batin Naruto. Hahahah

"EHEMM.." Naruto berdehem keras supaya orang itu berhenti berbicara.

Tiba-tiba Naruto mengulurkan tangannya, orang itu menatapnya bingung.

"Kita belum berkenalan, jadi ayo berkenalan denganku. Namaku Uzumaki Naruto, kau?"

'Huh'.. Mata orang itu perlahan membesar "JANGAN BERCANDA! JIKA KAU INGIN TERKENAL, JANGAN MEMAKAI NAMANYA! SIALAN KAU! AKU TIDAK PEDULI JIKA KITA BARU SAJA BERTEMU DAN TIDAK MENGENAL SATU SAMA LAIN. TAPI AKU TIDAK TERIMA JIKA NAMA PENGGEMARKU KAU JADIKAN ACARA PENYAMARANMU SIALAN! Hah..hah..hah.."

Tiba-tiba orang itu berteriak panjang lebar dalam satu tarikan nafas, dan dia tidak sadar jika teriakannya merugikan orang lain. Lihat saja apa yang terjadi pada Naruto saat ini? Wajah tan yang awalnya terlihat kotor karena debu, sekarang menjadi mengkilat karena terkena cipratan air yang berasal dari goa hangat milik orang itu. (Hahahah poor My Baby Naruto)

"Gggrrrrrrr…. LIHAT APA YANG KAU LAKUKAN PADA WAJAHKU YANG TAMPAN INI SIALAAAANNNN?!" 'Geezz, orang ini benar-benar menyebalkan dan benar-benar menjijikkan' batin Naruto sambil mengusap-usap wajahnya dengan lengannya.

"Ah Naruto-san, apa yang kau lakukan disini?" tiba-tiba gadis berambut coklat muncul di tengah-tengah pembicaraan mereka, serempak mereka menoleh kearah gadis itu.

"Siapa kau?" Tanya mereka serempak dan memandang gadis itu dengan tatapan bertanya.

"Hei Naruto-san, kau tidak ingat aku? Aku Matsuri. Ingat?" Tegur Matsuri.

Naruto tampak berfikir "hmm… aahh,, aku ingat sekarang."

Orang yang tadi ditabrak oleh Naruto pun hanya melihat percakapan mereka dengan pandangan terkejut. Akhirnya dia pun bersuara "Anoo, maaf sebelumnya nona. Apakah benar dia Uzumaki Naruto?" tanyanya orang itu pada Matsuri sembari menunjuk ke arah Naruto.

Matsuri mengangguk " "

Mata orang itu langsung berbinar dan menoleh ke Naruto, dan tiba-tiba… "Uwaaahhh,,, Uzumaki Naruto-saaannn akhirnya,,akhirnya,,akhirnya,, aku bisa bertemu denganmuuu…." Orang itu meloncat dan langsung menerkam Naruto, dan anehnya lagi pipi orang itu di gesek-gesekkan pada pipi Naruto. 'Benar-benar menjijikkan, Kami-samaa apa kau sangat membenciku hari ini' Naruto meratapi nasibnya dalam hati. (hahah sabar ya My Baby Naru,semua pasti ada hikmahnya).

Orang itu menjauhkan sedikit badannya dan mengamit tangan Naruto "Perkenalkan namaku Akiyama Aozora, yoroshiku Naruto-san" Aozora cengar-cengir tidak jelas.

Naruto mengamati Aozora dengan pandangan menelisik dari ujung kaki sampai ujung kepala. 'Mata coklat seperti madu, kulit putih dan halus, berambut panjang bewarna hitam, hmmm dan sepertinya rambutnya juga tak kalah halus dengan kulitnya. Seandainya dia wanita, mungkin sudah ku jadikan kekasihku saat ini. Tapi kenapa seperti orang IDIOT begini sih!' jeritan kecewa dalam hati Naruto.

"Oh ya Naruto-san , apa kau kemari untuk menemui Gaara-sama?" Matsuri menginstrupsi kegiatan Naruto yang sedang melamun dengan dunianya sendiri itu.

Setelah sadar dengan lamunannya, Naruto menoleh "ah ya, Gaara ada di ruangannya kan?".

Tiba-tiba ada beberapa orang dari para tetua yang berjalan dari kejauhan dan semakin mendekat. Samar-samar terdengar pembicaraan yang menarik perhatian mereka.

"Benar, aku tidak menyangka Gaara-sama menyukai anak itu. Lagipula tidak ada ruginya kan jika Kazekage Suna menikah dengan puteri dari Negri Matahari?"

Matsuri dan Naruto spontan membeku setelah mendengar pembicaraan para tetuah itu. 'Gaara/Gaara-sama akan menikah? Apa aku tidak salah dengar?' batin Naruto dan Matsuri.

Para tetua kaget dan tiba-tiba berhenti berjalan saat melihat Naruto yang tidak disangka akan berada di Suna.

"Apa yang kalian katakan tadi, kami tidak salah dengar kan? Bahwa Gaara-sama akan menikah?" Tanya Matsuri dengan wajah sedih. Hhh! Semua pasti tau bahwa rata-rata gadis di Desa Suna sudah terjerat dengan pesona sang Kazekage-nya. Jadi wajar jika Matsuri sedih jika tau Kazekage desanya akan menikah, mungkin lebih baik mereka merelakan Gaara untuk menikah dengan Shukaku. Tapi tidak mungkin terjadi, Shukaku kan jodohnya sama Bang Kurama. Hahahah,,

"Ah ya, maaf sebelumnya menyela pembicaraan anda sekalian? Saya adalah utusan dari Negri Matahari, saya mendapatkan misi untuk mengawal Kazekage-sama dalam perjalanan ke Negri Matahari. Karena Atsushi-sama ingin bertemu secara pribadi dengan Kazekage-sama, lalu saya juga akan membantu persiapan untuk keberangkatan ke Negri Matahari" Jelas Aozora .

"Untuk apa? Kazekage-sama belum memberikan jawaban untuk pernikahan itu. Karena Uzumaki Naruto sudah berada disini, mungkin Gaara-sama akan memberikan jawabannya setelah ini. Uzumaki Naruto cepat temui Gaara-sama, mungkin Gaara-sama akan membicarakan tentang pernikahannya denganmu juga". Kata salah satu tetua kepada Naruto.

"Baiklah, aku akan menemui Gaara sekarang. Hahahah, aku tidak menyangka Gaara akan menikah, aku ingin lihat bagaimana ekspresinya ya? Permisi .." pamit Naruto sambil berlalu pergi dan ketawa seperti orang gila. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana orang seperti Gaara yang minim ekspresi begitu bisa menikah mendahului dirinya. Rasanya dia tidak rugi jauh-jauh datang ke Desa Suna jika mendapatkan kabar yang seperti ini, benar-benar di luar pemikirannya saat perjalanan kemari.

"Ah, lebih baik aku harus cepat ke ruangan Gaara. Hahah, rasanya tidak sabar ingin menggoda Gaara lalu menertawakannya pasti seru" Naruto senyum-senyum tidak jelas. Orang yang melihatnya hanya menganggap Naruto sudah gila karena kepalanya terbentur tembok karet.

Drap…Drap…Drap…

Setelah sampai di depan pintu ruangan Gaara tanpa basa-basi Naruto langsung mendobrak pintunya.

BRAAAK! GAARA!

Hening

Hening

Hening

Naruto sedang menunggu penyambutan dari mereka.

"NARUTO!"

Teriakan membahana bak penyanyi paduan suara dari penghuni ruangan itu membuat Naruto menutup mata dan telinganya yang hampir membuatnya menjadi Tuna Rungu dalam waktu singkat.

Saat Naruto membuka matanya dan melepaskan tangan dari telinganya, dia melihat pemandangan di depannya yang membuatnya ingin marah.

"HEI, JANGAN MELIHATKU SEPERTI ITU?! Kalian seperti melihat hantu saja" Naruto berteriak marah. Bagaimana tidak marah jika kau di pandang dengan tatapan seperti orang ingin pergi buang hajat yang tidak dikeluarkan selama berminggu-minggu seperti itu. Tapi setelah mata Naruto tertumbuk pada seseorang berambut merah nyala itu rasanya dia ingin tertawa sekeras-kerasnya.

"HAHAHAHAHAHAHAHAH…. GAARA,, HAHAHA,, GAARA JANGAN MEMASANG WAJAH SEPERTI ITU,, AHAHAHAH… aduh aduh perutku sakit sekali" Benar-benar Naruto ingin sekali mengabadikan ekspresi yang di pasang Gaara saat ini.

Wajah pucat bak mayat, tubuh kaku kentara sekali seperti berada di kutub utara. Dan lucunya lagi saat Naruto menertawakannya, sontak wajahnya memerah sampai mengeluarkan uap panas di ubun-ubunnya. Naruto benar-benar sungguh menganggap ini keajaiban dunia dimana Kazekage Suna mengeluarkan ekspresi selain ekspresi datarnya bak tembok itu.

"Hahh,,hah,,hah,, sudah aku lelah tertawa terus. Cepat hentikan ekspresimu yang menggemaskan itu Gaara" kata Naruto sambil berjalan mendekat ke arah Kankuro, Temari, dan Gaara.

Gaara berdehem pelan menetralisir rasa malunya dan memutuskan untuk memperbaiki ekspresinya seperti semula.

Setelah hening beberapa saat, akhirnya Naruto pun membuka suaranya karena rasa penasarannya yang meluap-luap soal pernikahan Gaara yang dia dengar dari para tetua Desa Suna tadi.

"Jadi, benar kau akan segera menikah Gaara?" Tanya Naruto.

Pertanyaan Naruto sontak membuat Gaara mematung beberapa saat dan kembali mengendalikan dirinya.

"Temari, Kankuro bisa kalian tinggalkan aku dan Naruto?" perintah Gaara pada kedua saudaranya itu.

Temari dan Kankuro mengangguk menyetujui permintaan Gaara dan segera pamit keluar ruangan.

Setelah Temari dan Kankuro keluar ruangan dan menutup pintu akhirnya Gaara menatap Naruto "Jadi kau sudah tau?" Tanya Gaara.

"Hum yah, aku sudah tau baru saja saat menuju ruanganmu aku bertemu dengan para tetua desamu. Dan aku juga bertemu dengan orang suruhan calon mertuamu, kalau tidak salah dia dari Negri apa ya aku lupa, sebentar hmmm…" Naruto memasang pose berfikir sambil matanya di gerak-gerakkan kesana kemari, sedangkan Gaara hanya menatapnya datar-datar saja.

"Negri Matahari" sahut Gaara saat dia mulai jengah melihat wajah menyebalkan Naruto seperti itu.

"Ah ya! Negri Matahari. Wah, aku tidak menyangka kau akan menikah mendahuluiku Gaara. Hahahah,, aku jadi iri padamu Gaara" canda Naruto sembari tersenyum pahit.

"Apakah semenyenangkan itu? Menikah dengan orang yang tidak kau cintai, bahkan kau tidak mengenalnya dan bahkan sama sekali belum pernah bertemu dengannya. Lagipula aku belum member jawaban atas pernikahan ini, aku ingin membicarakannya denganmu." Jelas Gaara.

"Aku? Lalu apa yang ingin kau bicarakan denganku Gaara?" Tanya Naruto sambil menunjuk dirinya.

Gaara diam sejenak dan berfikir.

"Suruh dia istirahat sejenak Gaara, setelah ini kita bicarakan permainan kita" Shukaku dalam diri Gaara tiba-tiba berbicara.

"Perlu ku perbaiki kalimatmu, ini adalah permainan gilamu Shukaku" jawab Gaara dalam hati.

"Aaahh ya ya tersera kau saja, cepat suruh dia beristirahat. Lagipula dia baru saja sampai, dia pasti lelah. Apa kau tega melihat calon pujaan hatimu sakit,huh?" goda Shukaku.

"Apa maksudmu? Aku harap permainanmu tidak merepotkanku,Rakun. Aku tidak segan-segan mengizinkanmu untuk tidur" ancam Gaara

"Ahahahahah,, ya ya ya baiklah terserah kau saja. Aku tidak menyangka kau akan secerewet ini jika berhubungan dengan Naruto"

"Sudahlah kita bicarakan nanti" sahut Gaara.

"Naruto, ikut aku. Istirahatlah dulu, kita bicarakan ini nanti. Kau pasti lelah, menginaplah dirumahku" ajak Gaara pada Naruto.

Naruto pun mengangguk dan berjalan mengikuti Gaara.

Dan saat Gaara akan membuka ruangannya untuk keluar tiba-tiba berdiri Aozora tepat di luar pintu.

"Huh? Kenapa berhenti Gaara? Tanya Naruto yang berada di belakang Gaara.

"Uh, kau? Pesuruh calon mertua GaAww.." tiba-tiba Gaara menyikut perut Naruto yang bisa dibilang tidak pelan.

"Ittai Gaara, kenapa kau menyikut perutku?" ringis Naruto sambil mengusap-usap perut bekas sikutan Gaara.

Gaara menoleh ke arah Naruto yang berada di belakangnya dan berkata "Itu salahmu, kenapa bicara sembarangan. Lagipula kau ninja, sakit karena hal sepeleh seperti itu saja kau kesakitan."

Naruto merenggut dan menggerutu tidak jelas, sedangkan Gaara memandangnya dengan wajah stoicnya.

Gaara kembali mengalihkan pandangannya pada pemuda yang tiba-tiba muncul di depan ruangannya.

"Ah, selamat siang Kazekage-sama. Ore wa Akiyama Aozora desu, saya adalah utusan Atsushi-sama selaku Raja Negri Matahari untuk mempersiapkan anda Kazekage-sama. Raja ingin bertemu anda secara pribadi, Kazekage-sama." Jelas Aozora seraya menundukkan kepalanya.

"Angkat kepalamu, jangan terlalu formal padaku" perintah Gaara.

Aozora pun mengangkat kepalanya dan mengangguk kecil.

"Aku akan mengirim surat pada kepada Rajamu, jadi sekarang kau ikut aku dan istirahatlah. Kita akan membicarakan ini nanti, ikuti aku" Gaara pun berjalan melewati Aozora yang memberi hormat padanya.

"Hei hei Gaara tunggu aku! Aozora ayo" teriak Naruto dan mengajak Aozora untuk mengikuti Gaara.

oOo

"Tadaimaa~" ucap Gaara saat sudah berada di depan rumahnya.

"Okaeri" sahut seseorang dari dalam rumah dan berjalan menghampiri Gaara.

"Oi Temari, aku akan menumpang disini untuk beberapa waktu bisakan? Sapa Naruto.

"Gaara, apa mereka akan mengungsi disini?" Tanya Temari pada adik bungsunya yang sedang melepas sepatu ninjanya dan tidak menghiraukan sapaan Naruto.

"HEI, KAMI MASIH PUNYA RUMAH!" teriakan Naruto dan Aozora yang tidak terima jika difitnah akan mengungsi dirumah Gaara. 'Memangnya aku korban Tsunami?' batin mereka berdua.

"Cepat kalian masuklah. Temari, bisakah kau tunjukkan kamar untuk mereka berdua. Aku akan pergi membersihkan diri dulu, kalian juga harus membersihkan diri, lalu turunlah ikut makan malam bersama kami" perintah Gaara.

'Dasar Kazekage, tidak di kantor tidak dirumah seenaknya memerintah' batin mereka bertiga.

oOo

Setelah selesai dengan urusan masing-masing, mereka pun segera berkumpul untuk makan malam. Gaara merasa makan malam kali sedikit berbeda, apalagi ada si biang kerok Naruto. Gaara yang sedari tadi memperhatikan Naruto yang tidak ada henti-hentinya berbicara itu kadang ikut tersenyum tipis saat kakak-kakaknya membully Naruto yang tingkahnya sedikit konyol dan tidak bisa diam.

Naruto yang merasa ada yang melihatnya pun akhirnya mengalihkan pandangannya pada Gaara dan tersenyum. Setelah sekian detik mereka saling pandang, Gaara pun memutuskan kontak mata mereka secara tiba-tiba dan memulai memakan makanannya. Sedangkan Naruto menatapnya bingung, sedikit Naruto melihat rona merah di wajah Gaara. 'Apa dia demam? Kenapa wajahnya memerah begitu?' batin Naruto. Akhirnya Naruto memutuskan untuk kembali menyantap makanannya dan berfikir bahwa Gaara adalah ninja, jadi tidak mungkin terkena demam kan?. Oi oi, Gaara juga manusia Naruto no Baka!.

Dan meja makan pun kembali ramai dengan canda tawa dan suara sendok, garpu, dan piring yang bergesekan. Sesekali Gaara juga melirik Naruto melalui ekor matanya, 'ada apa denganku? Aneh sekali, ya sudahlah' batin Gaara.

Selesai dengan acara makannya, Temari memutuskan untuk segera membersihkan meja makannya. Tiba-tiba sebuah tangan menghentikannya "biar aku saja Temari, kau istirahatlah dan temani mereka".

"Tidak, aku juga ingin membantu Gaara. Kalian tunggulah kami di ruang tengah,kami akan menyusul". Pinta Naruto

Akhirnya Naruto membersihkan meja makan dan Gaara mencuci piring di wastafel. Tapi saat Naruto membawa piring kotornya pada Gaara dan hendak menaruhnya ke wastafel, tiba-tiba Gaara berbalik secara reflek Naruto yang berada tepat di belakang Gaara pun terjungkal ke belakang dan piring-piring yang di bawanya pun melayang dan hamper terjatuh pecah jika pasir Gaara tidak spontan menangkapnya,

"Huuwaahh…" Zzzrraazz!

Karena Gaara terlalu berkonsentrasi pada pasirnya, tubuhnya pun limbung karena terkena senggolan tubuh Naruto yang memang siap untuk terjun ke lantai.

BRUKK!

"Gaara, Naruto kenapa gaduh sekali? HAHH?" tiba-tiba Temari muncul dengan kekagetannya dengan berbekal mulut yang menganga lebar setelah melihat pemandangan yang ada di depannya.

Yang lainnya pun ikut menyusul di belakang Temari dan ikut terkejut dengan pemandangan di depan mata mereka.

.

.

.

GAARA/NARUTO/NARUTO-SAN!