Cute Boyfriend

.

.

.

.

Tsuyoshi Naoe, Sakura Haruno

.

.

.

.

©Aomine Sakura

.

.

.

.

Masashi Kishimoto, Minami Mizuno

.

.

.

.

(Jika tidak suka dengan cerita yang di buat Author atau adegan di dalamnya. Silahkan klik tombol "BACK!") DLDR! DILARANG COPAS DALAM BENTUK APAPUN!

Selamat Membaca!

Ööö

Sakura tahu jika kekasihnya itu menyebalkan, tetapi dia tidak tahu jika kekasihnya bisa semenyebalkan ini.

Menopang dagunya, Sakura memandangi ponselnya. Seharusnya kekasihnya itu sudah datang dari lima belas menit yang lalu. Tetapi hingga waktu menunjukan pukul setengah sepuluh, kekasihnya belum datang juga.

"Onee-chan!"

Sakura mengangkat kepalanya dan memandang adiknya yang memandanginya. Di tangan adiknya itu terdapat boneka Teddy bear kesayangannya.

"Ada apa, Gaara-kun?" Sakura menggeser tubuhnya hingga adiknya bisa duduk di sebelahnya.

Haruno Gaara memandang kakaknya dengan seksama. Bocah kecil berusia lima tahun itu tidak mengerti mengapa kakaknya berwajah suram seperti itu. Kakaknya itu biasanya selalu berwajah ceria dan tersenyum, tidak biasanya kakaknya berwajah murung seperti ini.

"Apa ada yang mengganggu nee-chan?" tanya Gaara.

"Hm.. tidak ada." Sakura merasakan ponselnya bergetar dan segera mengambilnya. Emeraldnya memandang pesan yang masuk ke ponselnya sebelum berdecak kesal. "Nee-chan mau ambil jus jeruk dulu."

Gaara memandang kepergian kakaknya sebelum memandang ponsel milik kakaknya. Setelah memastikan kakaknya sudah menuju dapur, dia segera mengambil ponsel milik kakaknya dan membaca pesan yang masuk.

Tsuyoshi Naoe : Maafkan aku, Sakura. Aku tidak bisa datang ke rumahmu hari ini. Aku ada War game yang penting.

Gaara mengernyitkan alisnya. Sepertinya kakaknya sedang kesal dengan seseorang yang bernama Tsuyoshi Naoe ini.

.

.

"Tsuyoshi menyebalkan, Tsuyoshi menyebalkan!"

Mebuki yang sedang memasak memandang putrinya dengan pandangan bertanya. Sakura mengambil jus jeruk sebelum menuangkan di dalam gelas dan menghabiskannya dalam sekali tegukan.

"Ada apa, Sakura?" tanya Mebuki.

"Tsuyoshi-kun tidak jadi datang hari ini." Sakura mendudukan dirinya di salah satu kursi. "Padahal Saku sudah dandan cantik hari ini, tetapi dia tidak jadi datang."

"Kenapa dia tidak jadi datang?"

"Ada War game, katanya." Sakura mengerucutkan bibirnya. "Padahal Saku itu manusia, masa game lebih penting."

Sakura bukannya tidak tahu, jika Tsuyoshi sibuk dengan game yang sedang di mainkannya. Apalagi di saat sedang libur sekolah seperti ini, game sedang gencar-gencarnya mengadakan event.

Tetapi, ini kencannya selama Tsuyoshi sibuk. Apalagi sekolah mereka sedang libur panjang, jadi dia memiliki banyak waktu luang. Tsuyoshi sudah berjanji akan datang hari ini dan menemaninya nonton film seharian. Tetapi sepertinya pekerjaannya lebih penting.

"Sudahlah, Saku mau tidur saja."

Mebuki menggelengkan kepalanya dan melanjutkan acara memasaknya.

Dia sudah tidak asing lagi dengan Tsuyoshi. Pemuda tampan yang sopan itu beberapa kali datang ke rumahnya hanya untuk menemui Sakura. Lagi pula, dia juga sudah tahu tentang hubungan putrinya dengan pemuda itu.

.

Sakura melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan memandang Gaara yang sedang berguling-guling diatas kasurnya. Persis seperti anak kucing yang menggemaskan.

"Apa yang kamu lakukan, hmm?" Sakura merebahkan diri di sebelah Gaara.

"Ada yang mengganggu nee-chan, ya?" tanya Gaara. Iris jadenya memandang emerald milik kakaknya.

"Tidak kok."

"Gara-gara Tcuyochi-can ya?"

Sakura mengernyitkan alisnya.

"Dari mana kamu tahu nama itu?" tanya Sakura.

"Aku tidak cengaja membuka hp nee-chan. Sepeltinya nee-chan kecal dengan orang itu."

Sakura mengernyitkan alisnya dan mengelus rambut adik satu-satunya itu. Dia tahu, jika adiknya yang menggemaskan itu pasti mengkhawatirkannya.

"Gaara-kun tidak boleh membuka ponsel seseorang tanpa izin. Karena itu tidak sopan," ucap Sakura.

Mata bulat Gaara memandang kakaknya sebelum memeluk kakaknya dengan sayang. Siapapun yang bernama Tsuyoshi Naoe itu, dia tidak akan memaafkannya karena membuat kakaknya kesal.

Ööö

"Menyebalkan sekali, Ino!" Sakura menggigit bantalnya dengan kesal.

Hari ini Ino datang ke rumahnya untuk meminta film di laptopnya. Ino mendengarkan curhat sahabatnya sembari memakan cemilan yang di suguhkan.

"Kenapa dia tidak bisa datang?" tanya Ino.

"Alasannya karena dia sedang ada War di game yang sedang dia mainkan. Demi Kami-sama, ini kencan kami, Ino! Apakah sebegitu pentingnya game itu dari pada aku!"

"Aku tahu perasaanmu. Tapi jika ada event seperti itu, dia bisa berjam-jam memainkannya."

Sakura merebahkan diri di samping Ino.

"Tapi, Ino. Apakah dia tidak bisa meluangkan waktu untukku?"

"Coba saja tanya padanya." Ino menutup laptop Sakura. "Sudahlah, tidak usah pikirkan dia. Sekarang, aku kan sudah berada disini dan menemanimu."

Sakura memeluk Ino dengan erat. Jika tidak ada sahabatnya. Entah apa yan akan dia lakukan sekarang.

.

.

.

Ting tong..

Gaara yang sedang bermalas-malasan di sofa mengangkat kepalanya. Telinganya mendengar suara bel di bunyikan dan dia memandang sekelilingnya.

"Kaa-chan! Ada tamu!" teriak Gaara.

Gaara menepuk dahinya. Dia lupa jika ibunya sedang pergi sedangkan kakaknya sedang mandi. Dengan langkah yang berat, dia meninggalkan kursi malasnya dan berjalan menuju pintu rumahnya.

"Hai'" Gaara membuka pintu rumahnya dan memandang pemuda dengan balutan kemeja biru tua berdiri di depannya.

"Apa Sakuranya ada?" tanyanya dingin.

Gaara mengernyitkan dahinya. Pemuda ini dingin tetapi tampan sekali.

"Nee-chan cedang mandi," ucapnya. Tiba-tiba dia teringat dengan orang yang membuat kakaknya murung. "Ciapa nama kakak?"

"Hn. Sasuke Uchiha."

Gaara menganggukan kepalanya dengan polos. Pemuda ini ternyata bukan pemuda yang membuat kakaknya murung.

"Gaara-kun, siapa yang datang?" Sakura muncul dengan rambutnya yang setengah basah. "Oh- Sasuke-kun, ada apa?"

"Aku mau mengembalikan buku fisikamu." Sasuke mengeluarkan buku tulis berwarna pink dari tasnya. "Aku menemukannya di lacimu, aku mau mengembalikannya tetapi aku lupa."

"Ah- pantas saja." Sakura menerima buku fisikanya. "Aku pikir bukuku hilang."

Gaara yang sedari tadi memandangi keduanya mengambil kesimpulan. Bahwa pemuda yang bernama Sasuke ini bukan pria yang buruk, dia bahkan bisa membuat kakaknya tersenyum.

"Namamu Gaara, bukan?" Sasuke menyamai tinggi badannya dengan Gaara. "Kapan-kapan, mau jalan-jalan ke kebun binatang?"

Gaara menganggukan kepalanya dengan semangat.

"Mau!"

Sakura tidak bisa menahan senyumnya melihat bagaimana antusiasnya Gaara bersama Sasuke.

Ööö

Tsuyoshi meregangkan tubuhnya ketika game yang sedang dia mainkan loading. Mengambil ponselnya, dia memandan pesan dari Sakura yang menanyakan keadaannya.

Haruno Sakura : Kapan kamu punya waktu untukku, sayang?

Tsuyoshi mendesah panjang dan memandang jam di kamarnya yang menunjukan pukul delapan malam. Mungkin dia bisa membawakan Takoyaki untuk kekasihnya itu. Lagi pula, dia sudah lama tidak datang ke rumah kekasihnya.

Satu kejutan kecil tidak ada salahnya.

.

.

.

"Oh." Gaara memandang pemuda di hadapannya dari atas ke bawah. Dia seperti mengenal pemuda yang berdiri di depan rumahnya sekarang. Dia beberapa kali melihat pemuda itu bersama dengan kakaknya.

"Apa Sakuranya ada?" tanya Tsuyoshi.

"Ciapa nama kakak?" tanya Gaara, mengabaikan pertanyaan Tsuyoshi.

"Tsuyoshi. Naoe Tsuyoshi."

Pandangan mata Gaara langsung berubah. Dia memandang Tsuyoshi dengan pandangan sengit.

"Tidak ada. Nee-chan cedang pelgi." Suara Gaara berubah menjadi dingin.

"Oh." Tsuyoshi tidak tahu harus merespon apa. "Pergi dengan siapa?"

Gaara terlihat berfikir. Dia harus menjauhkan serangga menyebalkan ini dari kakaknya.

"Cacuke-nii."

Tsuyoshi mencoba mencerna perkataan Gaara. Aksen suara Gaara yang masih cadel membuatnya harus mencerna lebih.

"Sasuke Uchiha maksudnya?" Tsuyoshi mencoba memastikan.

"Iya. Nee-chan pergi dengannya."

Tsuyoshi tidak tahu harus merespon apa. Jadi kekasihnya pergi dengan pemuda itu ya. Mendesah panjang, dia memandang Gaara.

"Baiklah kalau begitu. Terima kasih."

Gaara melipat tangannya di depan dadanya dan memandang Tsuyoshi yang pergi menjauh. Senyum kemenangan ada di wajahnya.

"Huh! Pelgilah, selangga menyebalkan!"

"Gaara?" Sakura muncul dengan piyamanya. "Siapa yang datang?"

"Bukan ciapa-ciapa." Gaara menghampiri kakaknya dan memeluk kakinya.

"Aku seperti mendengar suara Tsuyoshi." Sakura bergumam sendiri. "Mungkin hanya halusinasiku."

"Apa? Nee-chan bilang apa?" tanya Gaara mendongakan kepalanya.

"Tidak. Bukan apa-apa." Sakura tersenyum. "Ayo. Kakak akan mengajarimu membaca."

Sakura merasakan dadanya sesak. Dia seperti mendengar suara Tsuyoshi tadi. Tapi adiknya tidak mungkin berbohong.

Ööö

Tsuyoshi benar-benar malas untuk bangkit dari posisi tidurnya. Bahkan untuk berjalan menuju kamar mandi saja dia merasa malas. Perkataan adik Sakura dua hari yang lalu mengganggunya.

Apa Sakura benar-benar akan meninggalkannya dan pergi bersama Sasuke?

Sebenarnya, bukan salah Sakura jika gadis itu lebih memilih Sasuke dari pada dirinya. Beberapa hari ini dia disibukan dengan gamenya, bahkan tidak sempat membalas pesan yang dikirimkan Sakura. Tetapi bukankah, Sakura mengatakan akan menerimanya apa adanya.

Ataukah Sakura sudah bosan padanya?

Getaran ponselnya membuatnya mengalihkan pandangannya. Dia memandang telepon masuk dari Tomoya.

"Moshi-moshi, ada apa, Matsun?" tanya Tsuyoshi dengan malas.

"Apa yang terjadi padamu? Aku dengar kamu tidak ada kabar selama dua hari ini."

"Tidak ada apa-apa, Matsun."

"Apa kamu ada masalah dengan Sakura? Jangan membohongiku, Tsuyoshi. Ino menceritakan semuanya pada kami. Aku akan menjemputmu dan kita ke rumahnya Sakura."

"Tapi-"

Belum sempat dia menjawab, Tomoya sudah memutuskan sambungan telepon. Tidak ada pilihan lain selain datang ke rumah Sakura.

.

.

.

Sakura memandang ponselnya dan meletakannya kembali. Kekasihnya benar-benar tidak memberinya kabar selama dua hari ini. tidak membalas pesannya, tidak mengangkat teleponnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada Tsuyoshi. Apa Tsuyoshi marah padanya?

"Kenapa kakak ada dicini?"

Sakura mendengar suara adiknya dan keributan di ruang tamunya. Dia segera bangkit dan berlari menuju ruang tamunya. Disana, kekasihnya berdiri bersama ketiga sahabatnya.

"Tsuyoshi-kun?"

Gaara yang melihat kedatangan kakaknya segera memeluk kaki kakaknya.

"Kakak menyebalkan itu datang lagi, nee-chan!" adu Gaara.

"Menyebalkan?" Keiichi membeo.

"Padahal kami tidak melakukan apapun," ucap Natsuki kebingungan.

"Kakak itu cudah membuat nee-chan cedih!" Gaara menunjuk Tsuyoshi. "Aku tidak akan membialkanmu menyakiti nee-chan!"

Tomoya menarik napas panjang. Sepertinya dia sudah mengerti keadaan yang terjadi disini. Dia tidak tahu adik dari Sakura itu tahu dari mana permasalahan kakaknya, tetapi sepertinya dia membenci Tsuyoshi.

"Hei, anak nakal!" Tomoya mengambil paksa Gaara dan menggendongnya. "Ayo kita jalan-jalan. Ayo, Natsuki, Keiichi."

"Tidak! Nee-chan! Meleka jahat! Tolong aku, nee-chan!"

Sakura hanya bisa terdiam di tempatnya. Otaknya masih mencerna apa yang terjadi. Tetapi sepertinya, memang yang terbaik sekarang adalah Tomoya membawa adiknya pergi.

"Ano.." Sakura sekarang paham dengan apa yang terjadi. "Tsuyoshi-kun marah padaku?"

Tsuyoshi terdiam dan mengalihkan pandangannya.

"Tidak."

Sakura mengerucutkan bibirnya. Inilah yang susah dari Tsuyoshi. Kekasihnya itu susah sekali untuk jujur pada perasaannya sendiri.

"Lalu, kenapa tidak membalas pesan dan teleponku?" tanya Sakura.

"Bukankah kamu sibuk dengan Sasuke?" Tsuyoshi melirik Sakura.

"Sasuke? Apa maksudmu?" Sakura benar-benar gagal paham dengan apa yang dikatakan Tsuyoshi.

"Kemarin adikmu bilang jika kamu pergi dengan Sasuke."

Sakura mencoba mengingat-ingat kejadian yang dia alami.

"Gaara! Dasar anak nakal!" Sakura mengerucutkan bibirnya dengan kesal. "Dia membaca pesan yang kamu kirimkan. Kalau kamu tidak bisa datang dan itu membuatku kesal. Lalu, dia jadi ikut-ikutan kesal padamu.

Soal Sasuke, memang dia datang kesini untuk mengantarkan buku Fisikaku. Tapi, aku tidak pernah pergi dengan Sasuke-kun. Itu hanya akal-akalannya Gaara."

Tsuyoshi terdiam. Dia mengalihkan pandangannya dan membuat Sakura tersenyum hangat. Dia mendekati kekasihnya dan menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya.

"Tsuyoshi-kun marah karena itu, ya? Bukankah aku sudah bilang, apapun yang Tsuyoshi-kun lakukan aku akan tetap mencintai Tsuyoshi-kun."

Tsuyoshi memandang kekasihnya dan mengangkat dagu Sakura. Dia mendekatkan wajahnya hingga mempersempit jarak diantara mereka.

"Akan aku adukan pada Nee-chan jika kakak menyikcaku!"

Tsuyoshi dan Sakura sama-sama menjauhkan diri ketika Gaara masuk dengan es krim di tangannya. Di belakangnya, Tomoya mendesah lelah dan memandang setan cilik yang membuatnya kelelahan itu.

"Kalau begitu, akan aku katakan kalau kamu menyukai-"

"Iya! Aku akan diam, puac?!" Gaara mendenguskan wajahnya sebelum memeluk Sakura dengan erat.

Sakura tidak bisa menahan tawanya dan memandang Tsuyoshi dengan lembut. Setidaknya, hubungannya baik-baik sekarang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sakura memandang ponselnya dan meletakannya sembarangan. Dia mengerucutkan bibirnya ketika mendapatkan pesan jika Tsuyoshi tidak bisa datang ke rumahnya.

"Menyebalkan!"

"Nee-chan!" Gaara muncul membawa bonekanya. "Ada ceceolang yang mencalimu."

Sakura mengangkat satu alisnya. Mencarinya? Dia sedang tidak ada janji dengan siapapun.

Dan ketika sampai di ruang tamu, dia tidak bisa menahan senyum bahagianya. Disana, Tsuyoshi berdiri membawa Takoyaki.

"Sakura, aku membawakanmu Takoyaki."

Dia tidak tahu, jika kekasihnya bisa seromantis ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

-Owari-

Haaaaaaayyyyy! Datang lagi dengan TsuyoSaku disini.. yuhhuu~

Seharusnya, fict ini bisa di up lebih awal. Tapi, berhubung pacar Saku datang ngasih kejutan, lalu Saku bisa apa? :3

Tadinya, Fict ini di buat karena Saku keseeeelll banget karena pacar Saku gak bisa datang buat kencan gitu.. gara-gara ada war gamenya gitu.. :3 tapi tadi, pacar Saku tiba-tiba datang dan ngasih kejutan. Gak di sangka banget tiba-tiba dia muncul di depan pintu rumah.. hehe..

Endingnya tadinya gak kayak begini.. tapi berhubung pacar Saku tiba-tiba datang.. endingnya jadi berubah :3

Balasan Review :

Sjxjs : wkwkwkw.. pengennya masukin Sasuke.. biar kamu baper :p *ditimpuk*

Cihuyy93 : Makasih kak.. :) siipp.. nunggu ide tapi ya kak.. :D

Yukumpme : Sudaaahh..

Ichachan21 : Iyaa.. itu kisah pacarku yang nunggu aku lima tahun *plaakk* hehe.. siap kak! :D

Uchiha Junkie : Iya.. pacarnya Yukirin :3 aku suka sama Tsuyoshi karena dari segi goldar sama kayak Sasuke. Dan kebetulan pacarku mirip aja sama Tsuyoshi sifatnya :3

Bang Kise Ganteng : ini special chap untukmu Fiz :* sengaja masukin Gaara karena aku tahu kamu suka sama dia :) ya boleh deh, nanti kirimin bbm yaa.. kalo ada mood aku bikin deh.. tapi gatau pairnya siapa yaa.. XD karena aku gabisa menuhi reqmu buat Death Note, jadi aku masukin Gaara disini. biar nyempil-nyempil dikitlah :D

Inka Bluecherry : alasannya kenapa SasuSaku buatanku kurang ngefeel karena aku udah hampir setahun gak lihat Naruto. Ketinggalan banyak banget, jadinya gak bisa memahami peran Sasuke lebih dalam. Soalnya, kalau fict buatanku mau ngefeel, aku harus lihat filmnya berulang-ulang, terutama bagian karakter yang mau aku buat ceritanya. Kalau kayak Tsuyoshi Naoe, Aomine Daiki, Hiruma Yoichi dll. Aku ulang-ulang terus filmnya karena chapnya pendek juga.. aku bahkan hafal setiap dialog di setiap chap Nijiiro Days, makanya bisa lebih ngefeel untuk TsuyoSakunya..

Chochosleep : Hehe.. doain aja yaa.. niatnya aku juga mau bikn TsuyoSaku buat kedepannya.. di tunggu aja yaaa..

Khusus untuk fict ini, aku gabisa buat bayangan bakal ada chap selanjutnya atau gak.. soalnya tergantung pacar Saku berulah apalagi wkwkwkw.. jadi, di tunggu aja yaaa.. :3

Dan arigatou buat responnyaa.. Sampai ketemu lagi yaaaa!

-Aomine Sakura-