Kuroragi: hyahahahahaha... akhirnya chapter dua selesai juga... fuh 3 hari mikirin dapetnya malah gak bagus-bagus banget... hyahahahaha...
Uum: woi jangan banyak bacot reviews dah nunggu jawaban tuh! *Kuroragi*
Kuroragi: hah!? gimana lo kluar?Uum: emangnya itu penting sekarang? *rendam Kuroragi* ah... saatnya balas reviews...
Kuroragi: bluub.. bluub...
scarlet and blossom
Kuroragi: hyahahaha... Lu Xun ditanya tuh... Lu Xun: huh... aku tak akan jawab...
Kuroragi: hyahahaha tak usah cemas Blossom-chan aku dah jawab kok... liat aja di bawah...
Lu Xun: woi... *lempar Kuroragi*
Lee Xia
hyahahahaa makasih pujiannya... oke requestmu udah ku buat...
xtreme guavaniko
maaf wa-san... *nunduk* aku bukannya gak mau ajak tapi ongkosnya aja kurang kami malah ngutang di bandara... hiks... malangnya aku sebagai Author...
Evil Red Thorn
hyahahaha... Pang Tong itu kan emang encok *deathglare by Pang Tong* hyahahaha... weeek... aku iri padamu Lu Xun...
oke kita masuk ke cerita... please enjoy...
Normal POV : On
Setelah melihat keberadaan Sun Ce... Da Qiao segera menghampirinya.
" Tuan Sun Ce, apa yang anda lakukan? Kenapa berbuat keributan disini?" tanya Da Qiao dengan suara lembutnya.
" ah Da... kamu juga ada disini? Ah ternyata juga ada kamu Tuan Lu Xun... ah Adik ipar juga ada.." ucap Sun Ce begitu melihat istrinya yang di temani Lu Xun dan Xiao Qiao.
Author: " tunggu bentar... kok Da... doank? Bunyinya kek "Da Fuq gitu..."
Da Qiao: " brengsek Da itu nama kecil gue... *lempar Author pake kipas* *Sun Ce Shock* ah... tidak bagus... ini tidak indah... *bisik-bisik* *kembali tenang*"
Author: " wah ternyata cewek pemalu kalo marah serem yah... *usap-usap kepala*"
" Tuan apa anda bersama Tuan Zhou Yu?" tanya Xiao Qiao yang dari tadi kepayahan mencari suaminya.
" maaf Adik ipar, aku dari tadi tidak bersamanya..." ucap Sun Ce dengan raut muka memelas(?)
Author: " woi di skenario pake muka sedih bukan muka memelas... lho mau ngemis hah?" *lempar pake sendal* * Sun Ce lansung tukar raut wajah jadi sedih*
" Ukh begitu..." ucap Xiao Qiao lansung murung.
" Sudahlah Adik... nanti pasti kita bertemu dengan Tuan Zhou Yu..." ucap Da Qiao menenangkan adiknya.
" Baiklah nanti kita akan mencari anggota kita yang lain, tapi sebelumnya kita harus tau keadaan kita dulu... Tuan Lu Xun informasi apa yang telah anda dapatkan sejak dari tadi...? Tanya Sun Ce Menghadap pada Lu Xun
" baiklah Tuan... begini... kita berada di perfektur Hong Kong... pakaian perang kita di sebut kostum disini, senjata kita di sebut replika disini... dan pakaian kita dianggap aneh jadi kita harus mambelinya di toko itu..." ucap Lu Xun menunjuk toko tadi ia membeli pakaian tadi.
" baiklah... ah aku tidak pernah membawa uang bagaimana ini?" ucap Sun Ce dengan tampang bloon.
Author: " ah iya Lu Xun uang mu dari mana? Kan jarang banget anggota kerajaan bawa uang.." *lirik Lu Xun*
Lu Xun: " aku semalam abis ngopi di kedai sebelah makanya ada uang lebih"
Author: " wah ketauan kali kamu nya boong... kamu kan gak suka yang pahit... nyolon ya?" *lirik dengan tampang curiga*
Lu Xun: " bukan untuk apa aku nyolong... aku ini adalah ahli strategi yang handal... hahahahaha..."
Author: " trus dari mana donk..."
Lu Xun: "itu... anu... itu loh... aku ... itu... *dilempar sendal ama Author* aku abis jualan pakaian dalam yang imut... ah..."
Author: " hah?" *semua menjauh*
Lu Xun: " bukan... itu... aduh... akh..."
Sun Ce: " aku tidak peduli darimana datangnya uangmu... yang penting kita beli pakaian dulu..."
Mereka berjalan menuju ke toko pakaian tadi... setelah beberapa saat mereka keluar, Sun Ce menggunakan baju merah dan jas hitam serta celan panjang hitam dengan kain yang membalut pinggang berwarna putih, Lu meng menggunakan Jaket kulit coklat dengan serabut di krahnya da celana kulit juga berwarna coklat, Ding Feng menggunakan baju kemeja berwarna putih dan memakai rompi coklat.
"Kruk~" bunyi perut seseorang
"ahah haha hahahaha... iu bunyi perutku... aku sudah lapar hahaha..." ucap Din Feng sambil garuk-garuk palanya yang botak.
" huh dasar perut gentong... baiklah... kita cari makanan dulu... ayo berangkat..." ucap Sun Ce sambil memegang perutnya.
Author: " alah gayamu Sun Ce... padahal kau juga laparkan hahahaha..."
Sun Ce: *buang muka*
Ukh... aku di cuekin, ya sudah pergi lah kalian makan, aku pergi saja... lebih baik aku melihat keadaan wei... *habis capek jalan 2 jam* fuh... dimana sih mereka jatuhnya? Mana aku lupa ngambil uang di bank lagi... hah... hah... ah apa itu ribut-ribut? Ah itu... aku melihat Cao Cao pembaca sekalian yei... baiklah ayo kita lansung kesana. Fuh akhirnya... baiklah aku lansung naik keawan biar jadi orang penulis yang tau jalan ceritanya (hahahaha skenario... OK, toa... Ok, popcorn... OK, jus...? hah mana jus tadi? Oh shit... aku lupa beli jus kenapa aku harus gini? Ukh... sudahlah)
Dari atas sini nampak Cao Cao sedang ribut dengan dua polisi. Di belakang para aparat itu nampak seorang gadis cantik yang tengah ketakutan.
" hei apa-apaan kalian, pergi sana dasar tikus hutan, berani-beraninya kalian menganggu urusan percintaanku dengan nona cantik itu... kalian tidak tau telah menantang siapa, hah? aku adalah Cao Cao raja yang paling kuat di daratan China ini" ucap Cao Cao kesal.
" Hah!? Kalau kau raja aku adalah dewa bodoh..." ucap salah seorang polisi yang bertubuh besar.
" aku tidak pernah percaya dengan keberadaan dewa, bangsat.." ucap Cao Cao sambil menghunuskan pedangnya.
"hahahaha... dasar maniak bodoh kau kira kami takut dengan senjata replika seperti itu... hah?" ucap polisi yang lain yang bertubuh jangkung.
" brengsek..." teriak Cao Cao, ketika ia akan menyerang polisi itu ia lansung ditahan oleh Cao Pi.
"sabar ayah, ini tidak ada artinya, kita tidak perlu meladeni para ikan teri in... *lady lock: on* *lari kearah Lady* wah Nona yang cantik, sedang apakah dikau sendiri berjalan disini? Sudikah engkau ku antar ke tujuanmu?" ucap Cao Pi begitu melihat seorang wanita yang berusia... etto... bentar... itu siapa yah? Duh... ah ini dia... usianya... hah 35 tahun? Wah... parah... ah biarlah!
" woi anak tolol, beraninya kau tadi menahanku untuk menikah dengan gadis itu sekarang kau malah berani meninggalkan ku untuk wanita ini? Dasar anak kurang ajar" Cao Cao berucap sambil menjitak kepala Cao Pi.
" aduh ayah, aku sedang usaha tau... ah no... lho? Mana nona tadi?" tanya Cao Pi kebingungan karena wanita yang ada di depannya satu detik yang lalu sudah raib.
" huh dia sudah pergi dari tadi... jadi beraninya kau menghentikanku sedangkan aku tidak boleh menghentikanmu ya... bocah tengik..." ucap Cao Cao yang marah dan menghunuskan pedangnya.
" ah maaf ayah, bukan begitu maksudku, kita berada ntah di daerah mana, kita bahkan tak punya uang untuk membeli kuda" ucap Cao Pi menahan kemarahan ayahnya.
Author: wah zaman dah pake honda dia masih niat beli kuda... wah wah... *plak* aduh... siapa yang berani tampar Author woi...*plak* aduh... sialan... *plak* *buk* *buk* *teng* aduh ampun aku kabur aja deh...
Cao Cao POV : On
" Lalu apa yang mau kita lakukan?" ucapku sambil mengelus-elus jenggot kesayanganku.
" menurutku ayah, sepertinya bukan hanya kita yang datang ke tempat yang tidak jelas ini, aku merasa anggota kerajaan yang lain pun ikut kesini soalnya tadi aku bersama dengan Zhen Ji, kami sedang berpegangan tangan dan ketika terhisap oleh lubang aneh tadi aku masih merasa tanganku masih memegang tangan Zhen Ji." Ucapnya dengan mantap.
" hmm, baiklah kalau begitu ayo kita berkeliling sebentar, aku berharap kita tidak bertemu dengan dia..." ucapku, aku tidak ingin bertemu dengan Zhang He. Dia adalah anggota yang paling aku hindari karena dia huh memikirkannya saja aku sudah mual.
" siapa maksud ayah..." tanya anak bodoh ini dengan tatapan bodohnya juga.
" kau tak perlu tau" ucapku mulai berjalan.
Setelah berjalan cukup lama aku melihat seseorang yang sedang di keroyok oleh beberapa orang yang bertubuh besar, awalnya aku penasaran tapi setelah melihat dengan seksama aku melihat hiasan kepala yang sangat ku hapal. Hiasan kepala Zhang He. Ketika menyadari itu aku lansung beranjak dari tempat itu.
" Tuan... Tuan Cao Cao tolong akyu... akyu di keroyok nih..." terdengar suaranya yang bikin sakit kepala memanggil namaku. Lebih baik aku tidak usah mengabaikannya.
" ayah... apa ayah tidak dengar ada yang minta tolong pada ayah? Hah!? Itu kan tuan... eh nona... eh... ahhh... itukan Zhang He... ayo ayah kita harus menyelamatkannya." Ucapnya lansung bergerak menuju tempat Zhang He. Huh anak bodoh kenapa kamu harus kesana... ukh sekarang aku malah harus menolongnya...
ketika sampai di dekat Zhang He, dia lansung berlari sebenarnya aku malas menolong orang ini.
" apa yang telah kau lakukan hingga mereka mencoba mengeroyokmu...hah?" ucapku kesal karena dari tadi dia memegang bajuku di bagian punggung.
" anu Tuan, akyu Cuma gak kuku liat tangan oom pegang, eh gak taunya oom itu lansung marah Tuan."yang berotot itu tuh * nunjuk salah satu orang dalam gerombolan* lansung deh eike
"kau itu jendralku kenapa kau takut hanya melawan para ikan teri begini hah?" bentakku padanya.
" maaf Tuan akyu gak mau kulit kyu yang indah ini rusak melawan mereka... lagi pula akyu tak membawa senjata kesini Tuan, soalnya akyu habis mandi susu, begitu baju akyu terpasang eh akyu malah nyampe disini Tuan." Ucapnya menjelaskan dengan logat yang membuat aku pusing.
"hoi orang tua ngapain lo? Mau bela bencong itu? Kalo iya ayo gue hajar lo.." ucap salah satu ikan teri yang ada di depanku.
Mendengar itu Cao Pi lansung menerjang ikan busuk yang berbicara demikian, ia memukul tepat di hulu hati ikan busuk itu dan membuatnya terkapar pingsan. Aku yang melihat itu hanya tersenyum, ternyata orang di daerah sini sangat lemah hanya dalam satu terjangan ringan seperti itu ikan busuk ini lansung pinsang. Lalu salah seorang yang nampak seperti pimpinan mereka menyuruh maju anak buahnya yang tengah terpana melihat aksi dari anakku. Ada yang menerjangku dengan tangan kosong. Bagiku itu bukanlah masalah aku cukup menarik tangannya yang menyerang lalu dorong kembali dengan sekuat tenaga. Lansung setelah aku melakukannya ikan teri itu lansung terjungkang ke belakang. Pertarungan ini tidak berlansung lama hanya dalam beberapa saat sudah banyak ikan teri yang bergelimpangan di dekat kakiku.
" jadi kau yang terakhir... hah?" teriakku pada ikan teri yang berlagak seperti bos tadi.
" ampun tuan jangan pukul saya, saya akan melakukan apa saja..." ucapnya sambil memelas dengan tampang yang menjijikan.
" huh... kalau begitu berikan aku uang untuk membeli kuda... aku ingin pulang ke istanaku."
" hah? Maaf tuan saya tak punya uang segitu saya hanya punya uang... segini tuan" ucapnya setelah ia mengork-ngorek kantong para ikan teri yang lain.
" apa ini? Hanya ini uangmu? Apa yang dapat dengan uang segini bodoh..." teriakku, aku kesal karena dia hanya memberiku uang yang tak seberapa jika aku perkirakan.
" tuan dapat membeli pakaian yang keren untuk bertiga jika dengan uang itu tuan."ucapnya dengan bahasa yang kurang ku mengerti.
" apa maksud ucapanmu... woi ikan teri jawab aku.." darahku mulai naik ke ubun-ubun.
" maksud saya, tuan bisa membeli pakaian yang bagus dan indah..." ucap ikan teri ini.
Tapi begitu menengar kata indah bulu kudukku lansung berdiri tak karuan...
" indah kamyu bilang" ucap Zhang He yang ntah dari mana memunculkan kepalanya dari belakang bahuku. Tanpa sadar aku lansung memukul kepala yang muncul itu.
" aih, tuan apa yang tuan lakukan pada muka indah kyu?" ucapnya yang lasnung memegang hidungnya yang kena pukulanku.
" ah... itu salahmu sendiri, kenapa kamu malah muncul di belakangku..." ucapku tak acuh.
" yah tak apalah yang penting kita beli pakaian yang indah yang dia bilang tuan, pukulan tuan juga bisa akyu elak kok... ayo tuan..." ucapnya yang dengan cepat lansung memegang tanganku dan entah dengan cara apa dia melopat jauh sambil memegang tanganku serta Cao Pi, dia terus menyeret kami hingga berhenti di suatu tempat.
" bodoh... apa yan kau lakukan? Kenapa kau... menyeret kami hah?' ucapku yang dari tadisusah bernafas.
"iiih, maaf tuan akyu Cuma semangat mau lihat pakaian yang indah, tapi dah ketemu Tuan ityu..." ucapnya menunjuk sebuah toko. Tapi yang membuat ku heran bukanlah pakaian aneh yang terpajang disana melainkan patung wanita yang terpajang disana... hehehehe manis juga... aku akan ambil itu...
" ayo tuan..." ucap banci aneh ini, lansung masuk... aku yang punya kepentingan untuk mengambil patung wanita muda tadi pun ikut masuk Tapi begitu masuk, semua yang ada di dalam terkejut. Aku pun terkejut, karena yang didalam semuanya wanita, kami semua terdiam.
" GYAAAAAAAA... MEEESUUUUMMM..." teriak seorang wanita yang ada didalam, bagaikan tersadar mereka lansung melempari kami dengan benda yang ada di dekat mereka, aku yang di lempari begitu bukannya marah tapi malah kabur keluar.
"hoi Zhan He kau membawa kami ketempat apa hah?" begitu kami sudah agak jau dari toko tadi.
" hehehe... tak masalah tuan, yang penting aku dapat penutup kepala yang inda ini..." ucapnya sambil memperlihatkan pakaian yang aneh dengan renda di sekelilingnya.
" apa itu? Menjijikkan... sudah kita cari pakaian yang cocok untukku saja..." setelah melihat sekeiling aku melihat sebuah toko yang memampangkan nama pakaian pria keren... " nah disini saja!" ucapku lansung masuk.
Setelah beberapa lama kami akhirnya keluar dengan memakai baju yang aneh, aku memakai pakaian yang disebut pelayan didalam sebagai kemeja biru dan jas hitam dengan garis-garis putih serta syal berwarna putih, dan juga celana panjang hitam, serta topi berwarna hitam yang cukup bagus aku kira. Chao Pi menggunakan baju pakaian yang disebut kaos hitam dan jaket hitam srta celana yang banyak kantongnya. Sedangkan Zhang He... ukh... dia menggunakan kemeja berwarna ungu yang di buka dadanya sertadi gulung lengannya, dan celana panjang hitam yang menkilat dengan bulu-bulu di pinggangnya serta sebuah kain yang putih yang melilit di sekeliling pinggangnya.
Cao Cao's POV: Off
~tsuduku~
~ artinya TBC ~
A/N: sekian dulu buat chapter ini... hiks *drop*
Uum: makanya kalau buat tu yang dah di pikirkan dengan baik donk...
Kuroragi: aku tau... hiks... *tambah drop*
Liu Bei: WOI... GUE KAPAN KELUARNYA NIH? GUE MAU CEPAT BALIK KE MASA LALU... PACAR GUE DAH NUNGGU... DARI TADI DIA NELPON...
Kuroragi: woii... bego lo kira masa lalu dah punya hp hah!?
Liu Bei: gue gak peduli yang penting gue kapan keluarnya?
Kuroragi: chapter selanjutnya... tabun... *lari*
Liu Bei: brengsek... *kejar Kuroragi*
Uum: yah mereka pergi... ya udah... tolong repiew-nya ya... matta ne~ *lambai-lambai*
