Our Dormitory Life
.
.
a Wanna One Drabble Fic.
.
.
Disclaimer:
I don't own anything except this story
.
.
.
Character:
All Wanna One Member
All P101 Participants
.
Genre:
Family, Brotherhood, Slice of Life
.
Warning:
Typo, OOC, Randomness, Non baku, etc
.
.
.
Summary:
Selamat datang di Dorm Wanna one, kami akan menghabiskan kisah cerita kami selama 1,5 tahun kedepan. Intip keseruan harian para members dalam menjalani mimpi dan cita-cita!
All we wanna do Wanna One!!
.
.
.
.
.
2. Cucian Kotor
.
.
"Demi Tuhan!!! Siapapun yang meletakan Boxer kotornya diatas meja makan segera kemari!!!"
Teriakan Minhyun yang 'Indah' dipagi hari bukan lah Bukankah termasuk dalam hal yang ingin member Wanna One dengar di pagi hari, tapi itulah kenyataan pahit yang mereka harus hadapi hari ini.
Di depan pintu kamar perlahan-lahan mereka mulai keluar satu persatu sambil mengucek mata mereka yang terasa berat.
Jisung yang keluar pertama kali segera menghampiri Minhyun yang tampak mendengus menahan amarahnya.
"Ada apa Min, pagi-pagi kau sudah teriak-teriak seperti istri yang tidak dikasih jatah oleh suaminya"
"Yaa.. Jisung Hyung, lihat ini siapa yang berani-beraninya menaruh benda taboo seperti ini di atas meja makan kita!" ucap Minhyun penuh penekanan.
Jisung mengerjapkan matanya dan memandang tersangka yang ditunjuk oleh Minhyun, dia langsung menepuk dahinya dan mengumpat kesal di dalam hati.
'Dasar member sialan' batinnya.
"Kau tahu ya hyung, Siapa yang telah menaruh ini diatas meja kita??" selidik Min Hyun.
Ji Sung langsung menatap Salah Tingkah ke arah Minhyun.
"Tidak aku tidak tahu, Milik siapa ini.." Ucap JisungJisung sambil tertawa panik.
Minhyun menyipit mendengar jawabannya "Kau yakin Hyung??"
"Aku yakin 100%!!" Jisung menjawab lebih mantap, meski ia masih menghindari mata Minhyun.
Minhyun menarik nafas dalam dan berteriak "Berbaris siap!!!"
Para member yang awalnya mengantuk ini tampak Berdiri tegap dan langsung berlarian berbaris di depan Minhyun, mereka tahu saat ini hidup dan mati mereka Tengah dipertaruhkan pada hari ini.
Minhyun berjalan di depan para member bak jendral perang. Para member saling menegup ludahnya merasakan aura siap membunuh yang dipancarkan oleh Minhyun.
"Di pagi yang cerah ini aku menemukan sebuah benda laknat di atas meja makan kesayanganku, kalau kalian masih sayang nyawa dan hidup kalian, Aku ingin kalian mengaku Siapa yang telah menaruhnya di atas meja!" Ucap Minhyun berapi-api.
Para member saling berpandangan takut. Mereka mencoba mengintip benda laknat yang dimaksudkan oleh Minhyun yang kini berjalan mengelilingi mereka yang sudah mulai Berkeringat dingin.
Di sampingnya Ji-sung hanya menggelengkan kepalanya mengutuk perbuatan orang yang tidak terpuji tersebut meninggalkan celana diatas meja.
"Tidak ada yang mengaku?" tanya Minhyun.
"Oke kalau begitu cara kalian aku akan menghukum kalian semua!!"
Beberapa member tampak menjerit frustasi menedengar ucapan Minhyun, karena mereka tahu hukuman Apa yang dimaksud oleh Minhyun.
Jihoon yang merasa ia akan mati berdiri kalau terus menerus disini segera mengangkat tangannya takut-takut.
"Min-hyung, I-itu bukan punyaku! Sumpah Hyung!! Kau dan Jaehwan Juga juga tahu kan kalau semua boxerku berwarna pink, sedangkan warnanya tersangka itu bukan pink." Belanya.
Minhyun melihat kembali ke arah benda laknat tersebut, 'Benar juga' Pikirnya
"Oke Kau boleh kembali ke meja, Selanjutnya siapa yang ingin mengaku!!" Minhyun menatap tajam kepada 8 orang yang tersisa sambil menyrntakan penggaris kayu panjang yang entah darimana ia menemukannya.
GLUP
Dengan takut-takut Woojin mengangkat tangannya "Minhyunie hyung, itu juga bukan punyaku" Cicit Woojin.
"Jelaskan" jawab Minhyun.
"Hyung lihat kan kalau semua Boxer ku pasti bergambar Power Ranger..." Usai mengucapkan hal itu Woojin langsung menundukan kepalanya menahan malu. Minhyun mengangkat sebelah alisnya mendengar penjelasan Woojin.
"Kau yakin?" tanya Minhyun.
"Hyung bisa Kok mengecek lemariku sekarang" jawabnya dengan kepala masih tertunduk.
Minhyun menatap Woojin yang sedang menunduk sedih dan malu.
"Baiklah kau lulus, berikutnya siapa lagi!!" tanya Minhyun. Berkali-kali beberapa member mengangkat tangannya dan menyampaikan alasan mereka terhadap kepemilikan Boxer yang ada hingga kini hanya tersisa 3 orang saja yaitu Jaehwan, Daniel dan Seongwoo ketiganya tampak semakin pucat dan banjir peluh.
Sementara para member lain yang sudah terhindar dari maut hanya bisa menatap iba mereka bertiga.
"Oke, Sisa kalian bertiga.. Masih tidak ada yang mengaku??"
BRAK
Minhyun memukulkan penggaris kayunua kepada meja dengan keras membuat para penghuni dorm langsung misuh-misuh karena takut.
"Hyung, bukan aku juga hyung.. Kau kan tahu aku tidak pernah tidur memakai boxer... "
Krik.. Krik... Krik..
Seisi dorm diliputi keheningan mendengar ucapan Daniel.
"Yaa dasar otak mesum apa yang kau katakan!!"
Jisung langsung beringas ingin menghajar Daniel kalau tidak ditahan oleh Sungwoon.
Daniel menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat reaksi Jisung.
"Bagaimana lagi hyung, aku masih sayang nyawa" Sambungnya cepat.
"Ja-jadi maksud Hyung, sekarang kau tidak memakai ce-celana... "Daehwi mengarahkan arah pandangannya kepada sesuatu yang menonjol di antara kedua kaki Daniel
BRUK
Daehwi pun pingsan, membuat para member langsung histeris.
"Dasar kau Kang Mesum!!" Jisung melepaskan diri hendak menghajar Daniel yang kabur dari Sungwoon yang kini sibuk mengipasi Daehwi yang memerah maksimal. Sementara maknae line yang tersisa hanya bisa berpandangan risih saat mereka memandang Daniel yang telah bersikap tidak senonoh.
Minhyun menghela nafas, "Oke tinggal kalian berdua! " Minhyun menatap Jaehwan dan Seongwoo yang masih gemetaran di tempat mereka berdiri, seakan tidak terpengaruh oleh kekacauan yang ada.
Seongwoo merasakan dirinya perlahan mulai kehilangan akal sehatnya karena rasa tertekan yang ia rasakan. Ia yang sudah mengintip benda yang dimaksud oleh Minhyun langsung melengos saat melihat kalau benda tersebut adalah miliknya.
'Kamisama, kenapa kau amat membenciku!' Batinnya.
Nafas nya semakin memburu saat tiba-tiba wajah Minhyun berjarak hanya sejengkal dari dirinya.
"Well, Tuan Ong... " Minhyun langsung memasang ekspresi seduktif yang menggoda membuat Seongwoo menelan ludahnya pahit.
GLEK
Seongwoo berusaha terlihat tegar saat Minhyun kini menjilati bibir ranumnya dengan sensual.
"Kau tidak tahu milik siapa itu Ongiiee~~" Desahan Minhyun menyebut namanya diakhir membuat Seongwoo semakin panas dingin.
'Tarik Nafas Hembuskan'Batin Seongwoo.
Member lain bergidik ngeri melihat siksaan Seongwoo. Beberapa dari mereka memandang iri Seongwoo sementara yang lain mendoakan kesehatan jantung Seongwoo setelah ini.
"Apa kau yakin tidak mau mengaku Oppaa~~"
Seongwoo lamgsung menegang, ia bisa merasakan kewarasannya perlahan meluntur dan saat ia sampai di titik akhir pertahanannya, Jaehwan langsung bersimpuh memeluk Kaki Minhyun.
"Hyung Maafkan Aku Ini semua salahku! Kumohon lepaskan, kumohon lepaskan SeongWoo Hyung!!" Jaehwan pun memeluk kaki minhyun erat .
Minhyun pun melepaskan diri dari Seongwoo yang kini telah membatu akibat godaannya.
"Oh jadi semua ini adalah ulahmu, Jaehwan..."
Minhyun memandang Jaehwan yang tengah memeluk erat kakinya.
"Iya Hyung, tapi kumohon dengarkan penjelasanku dulu sebelum kau menghukumku!" Pinta Jaehwan memelas.
Minhyun hanya memandang dingin jaehwan.
"Coba jelaskan padaku..." Minhyun menatap Jaehwan seakan menunggu ia untuk menjelaskan.
Jaehwan langsung melepaskan pelukannya pada kaki minhyun dan bersimpuh "Kemarin aku lupa menjalankan perintahmu untuk mencuci cucian kotor kita hyung, aku baru mau melaksanakannya subuh tadi. Tapi saat aku akan pergi ke tempat cuci baju, tiba-tiba aku melihat sosok monster yang terbang dari arah kamar Ongniel, aku yang histeris refleks melempar keranjang baju dengan tiba-tiba membuat baju kotor kita saling bertebaran di dorm ini. Tapi Aku bersumpah aku sudah memunguti semuanya Hyung, Namun sepertinya Boxer milik Seungwoo Hyung tertinggal di atas meja makan. Tapi aku benar-benar tidak berniat meninggalkannya Hyung!!Tolong jangan hukum aku ataupun Seongwoo hyung kumohon. Please..." Jaehwan memohon sambil memeluk kaki minhyun erat.
Seongwoo yang kini telah membatu berusaha disadarkan oleh Ji Sung dan kawan-kawan.
"Mihyun yang apa yang kau lakukan pada Seongwoo sampai ia membantu seperti ini!!" Jisung histeris saat Melihat Seongwoo yang kini membatu.
Minhyun hanya menatap singkat Jisung yang sedang kebakaran jenggot.
"Oke kalau ini memang karena kesalahanmu jaehwan, segera bersihkan sekarang!! Habis itu, karena kau bilang kau menyebarkan cucian kotor ke sekeliling dorm maka aku mau kau mengepel dorm kita keseluruhan.. SEKARANG!!" ucap Minhyun penuh penekanan.
Jaehwan bergidik mendengar hukuman minhyun.
"Tapi itu semua salah makhluk terbang itu Hyung!" Pintanya iba. Minhyun hanya mengedikkan bahu nya seakan tidak peduli.
"Siapa suruh kau lupakan tugasmu!" jawabnya.
Dan backsound suara Ratapan anak tiri kini mengiringi Jaehwan.
"Oke pelaku sudah diketemukan, Sekarang mari kita makan!!" Jaehwan menangis guling-guling saat Minhyun mengabaikannya.
"Hyyng ampuni akuuu... " Jaehwan memanggil-manggil nama Minhyun, Tangisannya sungguh menyayat hati.
Tapi Minhyun hanya acuh tidak peduli dan pergi meninggalkannya, namun langkahnya terhenti saat ada sesuatu yang terbang melintasi depan wajah minhyun, membuatnya langsung terpaku di tempatnya.
Para member pun ikut membeku di tempatnya masing-masing sebelum mereka semua sama-sama berteriak "KYAAAA~ KECOAAAK!! "
.
TBC
.
.
Hi Guys terimakasih lil ucapkan untuk kalian semua yang sudah baca dan review cerita ini, Love u guys *
Trimakasih juga buat kalian yg sudah memfollow dan memfavoritkan cerita ini.. meski lil bakal lebih senang kalau kalian meninggalkan jejak di kolam review mengenai fic ini XD
Kritik dan saran yang membangun sangat lil butuhkan untuk terus berkembang dan menambah semangat menulis :D
With Love,
Lilcutebear
