FIND ME IN YOUR MEMORY
:
:
By : Hinamori vya
:
:
Pairing : LuNa ( Luffy x Nami )
:
:
Disclaimer : Eiichiro Oda
:
:
NB: Dific Ini Mungkin Luffy Sama Nami Agak Ooc Ya,Harap Dimaklumi Ya . Lalu Di Fic Ini Luffy Umurnya Lebih Tua Dari Nami . Jadi Disini Luffy Berumur 21 Tahun Sedangkan Nami Berumur 17 Tahun , Jadi Yang Masih Bingung Dengan Fanfic Ini atau sekedar kasih kritik dan saran Silahkan Tanyakan Dikolom Review Terima Kasih. Silahkan Membaca .
:
:
Chapter 2 : flashback ( 10 years ago until now )
Angin berhembus kencang menerbangkan rambut hitam seorang anak kecil berumur 11 tahun ,anak itu berdiam diri sambil memainkan ayunan ditaman yang terletak dipusat kota kecil di Hokaido, tidak ada yang menemani anak itu bermain, bahkan anak – anak yang sedang bermain ditaman tidak ada yang mengajaknya bermain .
"Huh, lebih baik aku pulang saja disini tidak seru. Tidak ada yang mau main sama aku ." kata anak itu sebal. Akhirnya anak itu berjalan pulang kerumahnya,namun saat dia berjalan ada yang memanggilnya dengan keras.
"Hei,kamu !" mendengar seseorang memanggilnya ,sentak anak itu memberhentikan langkahnya lalu menengok kebelakang. Dilihatnya seorang gadis kecil manis berambut oranye pendek berlari kepadanya.
Sambil tersenyum gadis kecil itu berkata ."Aku Nami, umurku 7 tahun. Ayo berteman !" . Mendengar gadis kecil itu memperkenalkan dirinya sontak anak itu memperkenalkan dirinya " Aku Monkey. D. Luffy,biasa dipanggil Luffy ,umurku 11 tahun shishishishi aku suka berteman ." .
"Wah ketawamu lucu sekali Luff-nii hahahaha." Kata gadis kecil itu yang namanya Nami.
"Luff-nii ?" kata Luffy bingung.
"Iya . Luff-nii ...karena Luff-nii lebih tua dari aku ,aku memanggilmu dengan sebutan nii gak papa kan ?" tanya Nami.
"shishishishi tentu saja gak papa."kata Luffy senang.
:
:
:
Selama kurang lebih setengah tahun Luffy kecil selalu bermain dengan Nami kecil hingga keluarga mereka sudah saling kenal. Luffy kecil selalu mengajak nami bermain dirumahnya begitu pula Nami kecil sering mengajak Luffy dirumahnya. Bahkan sampai – sampai orang tua mereka memasukkan Nami kedalam sekolah yang sama dengan Luffy. Seketika Nami diganggu oleh anak-anak nakal Luffy yang membelanya begitu juga sebaliknya bila Luffy terluka Nami yang mengobatinya. Hingga saat natal tiba mereka meranyakan dan saling bertukar kado bersama di rumah Nami.
"Nami, aku punya sesuatu untukmu.."kata Luffy dengan semangat.
"Aku juga punya sesuatu untukmu Luff – nii ." kata Nami tak kalah semangat.
"Luff-nii/ Nami ini untukmu."kata mereka bersamaan .mereka berdua akhirnya membuka kado masing – masing . Kado yang diterima Nami adalah sebuah kalung cantik yang berbandul buah jeruk , sedangkan kado yang diterima Luffy adalah sebuah syal buatan tangan berwarna merah yang berlogo topi jerami.
" Terima kasih Nami/ Luff-nii"kata mereka bersamaan hingga membuat seluruh keluarga mereka geli mendengarnya.
"Aduh... mereka serasi banget ." kata bellemere ibu Nami.
" Benar sangat serasi ." kata ibu Luffy.
Saking senangnya mereka berlari – lari berdua memperlihatkan hadiah yang mereka terima kepada orang tuanya.
"Okasan...otausan...nee-chan lihat nih aku dikasih kalung sama Luff-nii."kata Nami memamerkan kadonya.
"Kaachan ...touchan.. Ace-nii...Sabo-nii shishishi lihat aku punya syal week ." kata Luffy mengejek sedangkan yang lainnya ketawa melihat tingkah mereka. Dengan kesenangan dan kehangatan ini tanpa mereka ketahui ada malapetaka berada didepan mereka.
:
:
:
Mereka bersenang – senang sepanjang waktu. Kehangatan diantara kedua keluarga begitu terlihat.
" Hei,Genzo ikut aku beli sake ." kata ayah Luffy aka Dragon sambil menarik lebih tepatnya menggeret paksa Genzo untuk ikut.
"Paman/otousan kami ikut ." kata kakak, sepupu Luffy serta kakak Nami secara bersamaan.
"Luffy ,kamu disini saja ya . Jagain Kaachan, Nami chan sama bibi ya ." kata dragon sambil mengacak – acak rambut Luffy.
" Yosh..tentu saja Touchan . Aku anak yang kuat , aku pasti melindungi mereka." Kata Luffy dengan semangat membuat ayahnya terkekeh mendengarnya.
"hahahaha..kau benar,kau anak yang kuat. Hati – hati dirumah ya , touchan tinggal dulu dadah." Kata dragon.
Setelah beberapa menit Dragon dan rombongannya pergi meninggalkan rumah Nami . Segerombolan pencuri datang masuk ke rumah Nami.
"hei,bukannya anak laki-laki itu anaknya Monkey .D. Dragon pemilik perusahaan New World dan wanita yang disebelahnya itu istrinya bisa untung besar kalau kita menculiknya lalu meminta imbalan daripada merampok rumah." Kata salah satu pencuri .
"Benar juga,lebih baik kita menculik mereka saja dan bunuh saja gadis kecil dan ibunya itu hahahaha." Kata pencuri lainnya.
" Malah menurutku lebih baik kita jual saja gadis kecil itu , lalu kita rampok rumahnya dan juga kita culik sekalian anak laki-laki itu dan ibunya , kan kita langsung untung banyak daripada kalian membunuhnya ." kata pencuri satunya lagi.
"hmm,benar juga ya .aku setuju rencanamu kawan."kata pencuri yang pertama. Tanpa disadari oleh ketiga pencuri tersebut,seorang yang mereka bicarakan , ya lebih tepatnya Luffy mendengar seluruh pembicaraan mereka. Dengan cepat Luffy berlari dan mengatakan hal tersebut kepada ibunya,hal itu sontak membuat ibunya Luffy kaget dan segera menyuruh Luffy dan Nami untuk lari menuju ayah mereka,namun Luffy menolak perintah ibunya Luffy ingin mereka berempat yang lari menyelamatkan diri dan dengan terpaksa ibunya mengikuti rencana Luffy yaitu lari menyelamatkan diri.
Dengan sangat hati- hati mereka berjalan menuju pintu belakang , pintu yang tidak disadari oleh ketiga pencuri itu,namun rencana nereka gagal karena salah satu pencuri dari ketiga pencuri sudah berada dipintu belakang rumah Nami. Ibu Nami yang dahulunya adalah angkatan laut langsung menembak pencuri ketiga menggunakan pistol yang sedari tadi dibawanya,namun sayang sekali pistol tersebut meleset , mendengar suara tembakan teman-teman pencuri lainnya langsung datang untuk membantu temannya. Dengan cepat ibunya Luffy menarik Nami dan Luffy untuk lari kearah pintu depan tapi tiba-tiba tembakan diluncurkan ke arah Luffy yang untungnya meleset dan hanya menimbulkan sedikit goresan dibawah mata tidak menghiraukan lukanya tersebut yang dipikirannya bagaimana cara menyelamatkan dirinya, ibunya, Nami dan bibinya. Namun naas tembakan terjadi lagi dan kali ini terkena tepat dijantung ibunya Nami dan ibunya Luffy. Dan dengan keadaaan setengah sadar ibunya Luffy menyuruh mereka berdua untuk lari dan menyuruh Luffy menggunakan kemampuan bela dirinya. Namun naasnya kepala Nami dipukul sangat keras dan membuat Nami pingsan dengan darah yang mengalir di kepalanya.
Luffy kaget Nami yang tadi digenggamnya sekarang jatuh tersungkur dengan darah yang mengalir deras, karena rencana pencuri ingin menculik Nami,Luffy serta ibunya Luffy gagal mereka marah kepada Luffy dan mereka menggedong Nami lalu menggeret Luffy yang akan dibawa kemarkasnya,namun dengan sirgap Luffy menendang pencuri yang menggeretnya secara paksa dan membuat pencuri tersebut mengaduh kesakitan.
"Aduhhh...apa yang kau lakukan hei kuso gaki ?" tanya pencuri itu dengan marah.
"Arlong kau tak apa ?"tanya kawannya khawatir.
"Cih,aku tak apa Hody, baik kalian segera bawa anak itu dan hentikan pendarahannya sebelum dia mati kehabisan darah dan kita tidak bisa menjualnya nanti dan aku akan urus KUSO GAKI ini." Perintah Arlong kepada kedua temannya.
" Hei,anak kecil ibumu sudah mati disana jadi kamu milih mati atau ikut kami hahahaha." Kata Arlong dengan kejam. Namun hal itu tidak didengar oleh Luffy dengan cepat Luffy berlari kearah pencuri yang menggendong Nami lali dipukulnya pencuri itu sampai Nami terjatuh ke tanah. Dan Arlong tidak diam saja dengan cepat ia mengeluarkan pistolnya lalu mulai menembaki Luffy dan Luffy terkena tembakan arlong tepat diperutnya dan darah segar terus keluar dari perut Luffy. Tapi luka tersebut tidak digubris oleh Lufyy dengan cepat Luffy menggendong Nami dengan sisa tenaga yang dimilikinya dan ia tidak lupa menyobek bajunya lalu melilitkannya kekepala Nami berharap dapat menghentikan pendarahan dikepala ketiga pencuri itu tidak diam karena sudah muak dengan kelakuan Luffy mereka terus menembaki Luffy dan akhirnya kena tepat dikepala Luffy. Namun sebelum Luffy pingsan dan jatuh ketanah ayah Nami dan Luffy dengan sirgap membawa mereka kedalam pelukannya. Mereka terlihat menyesal telah meninggalkan rumah dan langsung melihat kejadian yang tak diduga duga ini.
" Ace , Sabo , Nojiko bawa Luffy dan Nami ketempat yang aman dan segera telpon polisi kami akan mencoba menahan mereka." Kata Dragon kepada ketiga remaja yang sama-sama berusia 15 tahun itu.
" Baik paman/tousan ."kata ketiga remaja itu secara serempak.
Setelah melihat anak-anak berlari menjauhi mereka. Genzo dan juga Dragon menatap mereka dengan pandangan marah.
" Hei kau pencuri kau apakan anakku dan juga istriku ?" tanya mereka berdua bersamaan.
" Cih, kalau ibu mereka kami bunuh dan rencananya kami ingin menjual anak-anak itu ke tempat penjualan anak,tapi Kuso Gaki itu mengggagalkan rencana kami." Kata Hody dengan kesal.
" Dan akhirnya kami muak dengan anak itu dan lebih baik anak itu mati saja." Kata Hamond. Mendengar hal itu Dragon dan Genzo marah besar dan memukul mereka dengan sangat keras. Mereka terus bertarung hingga polisi datang dengan Ace yang berlari ke arah mereka.
" Paman Dragon tak apa ?" tanya Ace dengan nada khawatir.
" Paman gak papa,Ace." Kata Dragon.
" Kalau Genzo san bagaimana ?" tanya Ace dengan khawatir.
" Gak papa Ace,cuma agak sakit tangannya kena tembak." Kata Genzo ." Oh ya bagaimana keadaan Luffy dan Nami ?" tanyanya kepada Ace.
"Kami bertiga membawanya ke dokter umum disekitar sini dan Nami langsung diobati disana tapi tidak dengan Luffy kata dokter peluru yang berada dikepalanya harus dikeluarkan dan Luffy dibawa ke rumah sakit dan Nami juga dibawa kesana bersama Luffy untuk mendapatkan perawatan yang maksimal,mereka ditemani Sabo dan Nojiko dan untuk keadaan sekarang dirumah dirumah sakit aku tidak tahu, Gemzo san ." jawab Ace.
" Maaf mengganggu percakapan kalian ,Tuan." Kata salah satu polisi.
" Iya tidak apa,ada apa ?." kata dragon
" Didalam rumah ditemukan kedua wanita yang sudah tak bernyawa lagi ,apakah Tuan-tuan disini kenal kedua wanita tersebut ? " tanya polisi itu.
Meakipun sedih tapi Dragon tetap menjawab pertanyaan polisi itu." Iya , Pak polisi yang bergaun merah itu istri saya serta yang berkemeja biru itu istri teman disamping saya ini."
"Kalau begitu Pak polisi bisakah kau urus,urusan disini kami ingin kerumah sakit menemui anak kami." Kata Genzo dengan nada sedih.
" Baik tuan itu sudah tugas kami." Kata polisi itu
" Terima kasih ya pak ." balas Genzo.
:
:
:
Dirumah sakit umum kota cocoyashi hokaido ini Sabo dan Nojiko sangat khawatir didepan ruang operasi yang mengoprasi kedua adik mereka, sedaritadi mereka tak henti hentinya mondar – mandir didepan ruang operasi sambil berdoa untuk keselamatan mereka berdua.
" Sabo...Nojiko...hah...hah...hah..gimana keadaan Luffy dan Nami ?." tanya Ace dengan napas yang tersenggal – senggal.
" Kami tidak tahu Ace .sedari tadi dokter tidak keluar dari ruang operasi dan aku mulai khawatir." Kata Nojiko kepada Ace.
" Ace mana tousan dan Genzo san ?" tanya Sabo kepada Ace.
" Paman dan Genzo san tadi diseret sama dokter untuk diobati lukanya." Kata Ace sementara Sabo dan Nojiko sweetdrop mendengarnya. " yang benar saja diseret ." pikir mereka berdua.
" Dokter kami tidak mau diobati,kami mau menemui anak kami ." teriak Dragon.
" Woi dokter jangan tarik -tarik tanganku, ini masih sakit tahu." Protes Genzo.
Melihat kejadian tarik menarik antara dokter dan pasiennya itu Ace,Sabo dan Nojiko sweetdrop melihatnya.
"Benar- benar diseret." Pikir Sabo dan Nojiko.
Satu jam pun berlalu, Dragon, Genzo , Ace, Sabo serta Nojiko masih menunggu didepan ruang operasi dengan sabar hingga kesabaran mereka pun akhirnya terbalas dokter akhirnya keluar dari ruang operasi.
"Syukurlah keduanya bisa selamat, anak perempuan Cuma mengalami gagar otak ringan tapi tidak membahayakan nyawanya." Kata dokter dan mereka senang mendengarnya.
"Dok bagaimana keadaan adik saya Luffy ?" tanya Ace dan semuanya menunggu jawaban dari dokter.
Dengan nada agak berat akhirnya dokter pun menjawab," anak laki-laki itu meskipun selamat tapi keadaannya sangat kritis,kemungkinan besar dia akan koma ."
Setelah mendengar ucapan dokter tersebut mereka semua terdiam shock. Dokter yang melihat mereka memutuskan untuk undur diri dan tak lupa Ace mengucapkan terima kasih kepada dokter itu.
"Tousan jangan sedih begitu Luffy akan baik – baik saja dia anak yang kuat aku yakin itu lebih baik kita mengurus pemakaman kaasan dan belemere san ." hibur Sabo.
"Kau benar Sabo,Luffy anak yang kuat dia pasti bisa menghadapi masa kritisnya." Kata Dragon menguatkan dirinya.
"Ace,Sabo ,Nojiko bisakah kalian disini menjaga Luffy dan Nami. Kami akan mengurus pemakaman dulu." Kata Genzo dan mereka mengangguk mengiyakan.
:
:
:
Pemakaman dilaksanakan dengan lancar, meskipun Dragon dan Genzo terlihat kuat mereka sejujurnya sangat sedih dalam pemakaman ini bahkan setelah mendengar berita ini orang tua Ace dan Ayahnya Dragon pun langsung datang ke Hokaido.
"Dragon nii kami turut berduka." Kata Rouge adik Dragon dan Dragon hanya mengangguk sembari memeluk adik satu satunya ini.
" Genzo san kami turut berduka atas kematian belemere." Kata Garp dan Rojer .
" Terima kasih Garp san , Rojer san." Kata Genzo.
Setelah pemakaman selesai dilaksanakan mereka dengan cepat kembali kerumah sakit setelah mendengar telpon dari Sabo bahwa keadaan Luffy semakin kritis.
DIRUMAH SAKIT
"Luffy...Luffy yang benar saja touchan sudah kehilangan ibumu dan touchan tidak ingin kehilanganmu." Kata Dragon frustasi. Mendengar hal tersebut Garp selaku ayah Dragon memukul anaknya dengan tinjunya dan berkata," hei , Luffy tidak akan mati. Apa yang kau pikirkan hah kau pikir cucuku akan mati dengan mudah ."
" Tousan...Jiisan...sudah jangan bertengkar disini, ini rumah sakit lebih baik kita berdoa untuk keselamatan Luffy." Kata Sabo melerai.
Terjadilah pertengkaran antara mereka berdua dan akhirnya ibu dari Ace mejewer telinga mereka berdua dan berkata," Otousan dan juga Nii san kalian umur berapa sebenarnya hah, tidakkah kalian tahu situasi ini hah benar kata Sabo chan kita sebaiknya berdoa bukan berkelahi seperti ini mengerti." . Setelah dimarahi oleh anak dan adik perempuannya ini Garp dan Dragon mengelus telinganya sambil mengangguk sementara yang lainnya sweetdrop melihat mereka.
Beberapa saat kemudian dokter pun keluar dari ruang ICU ruangan tempat Luffy dirawat. Dokter berkata ," Luffy sudah melewati masa kritisnya namun kami sarankan leboh baik Luffy dirawat dirumah sakit lebih besar yang memiliki peralatan lengkap dirumah sakit ini peralatannya tidak selengkap rumah sakit besar yang berada dikota besar maupun luar negeri ."
" Bagaimana keputusanmu Dragon ?" tanya Garp.
" Kalau ini yang terbaik untuk Luffy aku akan memindahkannya kerumah sakit yang terbaik ." kata Dragon
:
:
:
London , ibu kota negara Inggris ini yang terkenal atas menara jamnya ini terlihat indah pada malam hari Dragon berdiam diri di salah satu rumah sakit terbesar di London . Sudah satu bulan anaknya tak kunjung sadar .
"Luffy buka matamu, touchan dan nii chanmu sudah kangen sama suaramu lah Luffy buka matamu." Kata Dragon putus asa.
"Hisk...hisk...Touchan minta maaf tidak bisa melindungi kalian, sekarang buka matamu Luffy ." kata Dragon sambil menangis
" Tok...Tok..Tok..Tousan."suara ketukan pintu berbunyi sentak Dragon langsung menghapus air matanya.
"Masuklah Sabo." Kata Dragon.
" Tousan tadi Jiisan bilang Tousan disuruh kembali ke Jepang biar jiisan yang menjaga Luffy disini ." kata Sabo.
" Tousan tidak akan pulang ke Jepang sebelum Luffy sadar ." kata Dragon
"Tousan, aku kangen Luffy,meskipun aku bukan kakak kandung Luffy tapi Luffy sudah seperti adik kandungku sendiri." Kata remaja berambut pirang itu.
" Tousan juga kangen Luffy, tetap anak Tousan, Tousan senang merawatmu dari saat kecil jadi kau tetap kakak Luffy ok " Kata Dragon. Tanpa mereka sadari jemari tangan Luffy bergerak menunjukan respon untuk sadar dan tiba- tiba mata Luffy terbuka sedikit demi sedikit.
"umm...Touchan...Sabo nii." Kata Luffy yang telah sadar dari komanya. Mendengar hal itu Sabo dan Dragon senangnya bukan main .
" Luffy,kau sadar Touchan panggilkan dokter dulu. Sabo tolong jaga Luffy." Kata Dragon dan dibalas anggukan oleh Sabo.
Tak beberapa lama Dokter pun datang diikuti oleh Dragon dibelakangnya.
"How is my son,is everything ok ,doc?" tanya Dragon.
" Your son is in good shape but maybe his head is a bit dizzy . How do you feel,kid ?" tanya dokter kepada Luffy. Karena Luffy sedari kecil sudah belajar berbahasa inggris jadi dia tidak kesusahan saat ditanya oleh dokter berambut pirang tersebut.
" i feel dizzy, doc." Kata Luffy .
" I see. You have to rest okay and then don't force your self to do heavy activities." Kata dokter itu sambil tersenyum.
" Thank you doctor." Kata Sabo dan dijawab dengan senyuman sebelum meninggalkan ruangam Luffy dirawat.
Selama seminggu Luffy dirawat dirumah sakit dan selama itu dia ditemani oleh Sabo , beruntung Sabo bersekolah di London. Sedangkan Dragon ayah Luffy pulang ke Jepang untuk mengurus cabang perusahaan disana dan hari ini Luffy sudah diperbolehkan pulang ,namun Luffy tidak pulang ke Jepang tapi tetap menetap di Inggris karena paksaan Kakeknya. Kakeknya menyuruh Luffy untuk di Inggris sampai lulus Sekolah Menengah Atas dan Luffy diperbolehkan memilih sendiri perguruan tingginya. Selama seminggu dirumah sakit Luffy selalu menanyakan ibunya dan juga Nami. Awalnya Luffy sedih kehilangan ibunya tapi ia biaa menerimanya . Nami itu terus yang ditanyakan Luffy hingga keluar rumah sakit.
" Sabo- nii, Nami mana ?" tanya Luffy pada Sabo.
" Nii-chan juga gak tahu Luffy, saat Tousan pergi kerumah Nami,rumahnya sudah dijual." Jawab Sabo.
" Aku kangen Nami Nii-chan." Kata Luffy.
"Kita semua juga, Ayo segera berkemas kita pulang ,bukannya kamu ingin makan daging yang banyak." Hibur Sabo sambil mengacak – acak rambut hitam Luffy.
:
:
:
Waktu terus berjalan Luffy yang dahulu masih bocah berumur 11 tahun sekarang sudah menjadi remaja yang baru masuk peguruan tinggi berumur 18 tahun. Yah disinilah Luffy sedang mengikuti tes universitas tokyo dan disini pula Luffy bertemu dengan teman- temannya yang setia terhadapnya.
" Dimana ruangan A4 ya,aduh harusnya tadi aku tanya orang, mana gak ada orang lagi." Kata Luffy pada dirinya sendiri. Akhirnya Luffy memutuskan untuk terus berjalan sampai menjumpai 2 orang laki – laki yang satu berambut hijau dan satunya lagi berambut kuning dengan alis yang unik,tapi anehnya kenapa mereka saling melempar tatapan tajam ,karena tidak ada orang lagi selain mereka akhirnya Luffy memutuskan untuk bertanya kepada mereka.
" Sumimasen, apakah kalian tahu ruangan A4 ?" tanya Luffy kepada mereka.
"kamu mau ikut tes ya,kebetulan kita satu ruangan ayo ikut kami saja." Kata pria beralis unik.
"Cih,sok akrab ." kata pria berambut hijau.
"Apa masalahmu ,MORIMO."kata pria beralis unik kesal.
"Shishishishi... kalian lucu sekali." Kata Luffy ketawa senang ,sepertnya dia akan akrab dengan kedua orang ini.
" Oh ya namaku Monkey.D .Luffy ,panggil saja Luffy,kalau kalian ?" kata Luffy.
" Zorro,Roronoa Zorro dan pria dengan alis kriting ini Sanji." Kata pria berambut hijau.
"Apa kau bilang MORIMO,hah mau bertarung denganku." Ucap Sanji kesal.
"Dengan senang hati ero-cook."kata Zorro dengan nada menantang. Sedangkan Luffy hanya ketawa mendengarnya.
Sementara mereka hampir bertengkar,datanglah gadis cantik berambut hitam melerai mereka berdua.
"fufufufu Zorro,Sanji kalian kenapa masih disini ujian sebenyar lagi dimulai,ayo segera masuk." Kata gadis itu. Mendengar itu Sanji segera masuk ruangan tak lupa mengucapkan terimakasih dengan mata yang berbentuk love kepada kepada gadis itu.
"Teriiiimaaaa kaaaasihhh Robiiin Swaaan." Kata Sanji dengan senangnya.
Begitulah awal persahabatan mereka terjadi. Saat Luffy memasuki umur 20 dia sudah disuruh ayahnya memegang anak perusahaan yang terletak di Tokyo ditemani Sanji dan Zorro sebagai seketarisnya serta Robin sebagai pengacaranya. Meskipun mereka berempat masih berstatus mahasiswa , namun perusahaan yang dipimpin oleh Luffy mengalami perkembangan sangat pesat bahkan Kakek Luffy sangat bangga sekali kepadanya.
:
:
:
Kantor New World Tokyo
Seorang remaja laki-laki gagah berumur 20 tahun berjalan memasuki ruangan CEO yang merupakan ruangannya. Dia tampak sedang memikirkan sesuatu yang selama ini selalu ada itu akhirnya memanggil kedua seketarinya untuk masuk kedalam ruangannya.
"Zorro,Sanji bisa keruanganku sebentar." Perintah Luffy. Tak lama kemudian mereka pun datang ketempat Luffy.
" Ada apa ini belum masuk jam makanmu Luf,dan tidak ada rapat juga ." kata Sanji.
" Aku setuju dengan alis keriting ini, tidak ada rapat yang harus kau hadiri,kenapa memanggil kami." Kata Zorro
Mungkin menurut orang yang belum mengenal mereka pasti dikira aneh tidak sopan berbicara seperti itu kepada bosnya , namun menurut orang-orang yang bekerja diperusahaan ini hal itu biasa saja.
" Tolong carikan informasi tentang gadis kecil ini." Kata Luffy sambil memperlihatkan foto masa kecilnya bersama Nami.
" Siapa dia Luff ?" tanya Zorro.
"Namanya Nami dulu dia sahabat kecilku ,sekarang aku tak tahu dimana dia. Oh ya satu info lagi Sanji kau tak boleh jatuh cinta padanya." Kata Luffy dengan tegas.
"kenapa aku harus jatih cinta kepada anak kecil hah aku bukan pedhofil ?" tanya sambil membentak Sanji.
"hmm,pedo." Lata Zorro dengan nada mengejek.
"Huh...APA MAKSUDMU MORIIIMO."bentak Sanji
" Mungkin dulu dia masih kecil,sekarang pasti dia sudah masuk SMA." Kata Luffy melerai mereka.
"Yoshhh aku akan segera mencarinya." Kata Sanji setelah mendengar kata SMA.
"Ah tidak aku membatalkannya Zorro kamu saja yang cari dan juga suruh Robin untuk menemanimu agar kamu tidak tersesat." Kata Luffy membuat Sanji kecewa .
" Cih, tanpa kau suruh pun aku sudah pasti mengajaknya." Kata Zorro dengan pipi yang memerah.
" ok aku serahkan padamu." Kata Luffy.
Satu tahun pun berlalu Luffy sekarang telah menginjak usia 21 dan bahkan kuliahnya sudah menginjak semester akhir. Disinilah Luffy sekarang berada disebuah apartemen mewah di daerah shibuya Tokyo, Luffy membaca berkas yang diberikan oleh Zorro beberapa bulan terakhir, karena sangat sibuk ia tidak sempat membacanya saat berkas itu diberikan pertama kali. Berkas itu berisi tentang data data tentang Nami dari data tempat tinggal hingga sekolahnya. Tanpa pikir panjang Luffy segera berlari menuju mobilnya dan berencana bertemu Nami.
" jam segini pasti sebentar lagi dia pulang sekolah." Pikir Luffy.
Tak lama kemudian Luffy sampai di sebuah SMA terbaik di Tokyo ,ia menunggu Naminya keluar gerbang sekolah. Namun saat ia bertanya kepada penjaga sekolahnya katanya murid disini pulang sekitar 10 menit lagi dan Luffy memutuskan untuk menunggu didepan pintu gerbang sekolah Nami.
Selama 10 menit Luffy menunggu dan terjawab pula kesabaran Luffy,siswa-siswa pada keluar gerbang. Awalnya agak kesusahan mencari Nami ,tapi setelah melihat gadis berambut oranye panjang yang sangat cantik seperti foto yang diberikan Zorro kepadanya dan tanpa pikir panjang ia langsung memegang tangannya .
" hey !" kata Luffy sambil menahan tangan Nami . Nami hanya tersenyum menanggapi Luffy lalu berkata,
" Maaf tuan , apakah saya mengenalmu ?" Tanya Nami kepada Luffy dengan ramah. Hal itu membuat Luffy kaget . "kenapa dia tidak mengenalku."pikir Luffy.
" Mungkin kau tidak mengenalku , tapi aku mengenalmu shishishi ."kata Luffy sambil tertawa ah lebih tepatnya menyeringai.
" Akhirnya aku menemukanmu , Nami," bisik Luffy kepada Nami, tapi Nami hanya memandang Luffy dengan tatapan bingung . Nami terus menatap Luffy hingga Luffy pergi dari sekolahnya mengendarai mobil bugatti veyron merahnya.
TO BE CONTINUE IN CHAPTER 3
