Chapter 2 : "Wrong Choice"

Setelah mendengar permintaan Ayahnya untuk pergi ke Desa Han. Rin dibantu ayahnya menyiapkan perbekalan untuk perjalanan. Shinjie yang tetap khawatir melihat anaknya pergi ke desa memberikan perbekalan khusus.

"Hati-Hati Rin, gunakan ini jikalau ada yg tidak beres" Kata Shinjie sambil memberikan sesuatu

"Apa ini Yah...?" tanya rin dengan penasaran "Yaaccchhh... sepertinya saya kenal baunya".

"hehehe..."Shinjie tertawa "itu Smoke bomb(bom asap) dan Dung bomb(bom kotoran) sambungnya.

"...,oh pantas. Baunya sama seperti keringat ayah saat sedang bekerja" saut Rin dalam hati.

"Gunakan dan langsung lari ketempat yang aman, Rin. Jika kau melihat monster liar didekatmu, atau sesuatu yang mencurigakan" Tukas Shinjie, tentu dengan perasaan kwatir didadanya.

"Tenang saja, Yah. Aku tidak akan kenapa-kenapa"ujar RIndengan yakin.

"Sekali lagi, Hati-hati Rin. Dan ingat, pesan Ayah Rin" kata Shinjie

Forest and Hill

Bergegas Rin pun berangkat ke Desa Han menaiki Anteka milik dipersimpangan jalur bukit dan jalur hutan. Dengan nekad dan tanpa pikir panjang Ia mengambil jalur hutan dengan menghiraukan perkataan dari Ayahnya.

Ditengah perjalanan. Rin, yang memang berniat awal melewati jalur berbahaya untuk menjajal kemampuannya. Ia melihat anak Bullfango, dan kesempatan itupun tak disia-siakanya.

Dengan Sword and Shield ditanganya, ia mendekati anak Bullfango itu. Namun, kehadiran Rin pun diketahui...

"Uuupppssss,... Sial" Kata Rin bersamaan dengan anak Bullfango yang melihat kearahnya.

Melihat manusia, anak Bullfango itu langsung menyerangnya. Namun dengan sigap Rin menghindar sambil mengayunkan pedangnya tepat mengenai kaki kiri Bullfango tersebut.

"CCCRRRAAAATTTTTT..." suara cipratan darah dari Bullfango akibat serangan pedang Rin.

Rin terlihat sumringah melihat Bullfango yang jatuh tersungkur. Betapa tidak, ini monster pertama yang ia buru.

"Bbeeerrrhhaaaassiillll..., ini monster pertamaku" Kata RIn dengan gembira.

Tapi, Rin mendengar suara langkah kaki cepat menuju ke arahnya.

Namun sial bagi Rin, sepasang Velociprey yang berada didekat Rin pun datang, akibat mencium bau darah dari luka yang ditimbulkan Bullfango tadi.

Rin berusaha lari tapi kedua Velociprey sudah berada didepanya. dan sudah mengetahui kehadiranya.

"Oohh iya... Benda itu" sadar Rin dengan penuh was-was.

Namun sayang, Ia justru menggunakan Dung Bomb bukan Smoke bomb. Dung bomb tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya jikalau keberadaan sudah diketahui monster..

"BBBHHUUUSSSS..." suara asap berbau dari dung bomb yang dilemparkan Rin.

Ia langsung mendapat serangan, tapi dengan tamengnya ia menangkis serangan itu. Namun, kekuatan anak berumur 10 tahun tidak akan mampu menahanya.

"TTRRRAAAANNNGGGG..." Suara akibat hantaman serangan Velociprey mengenai tameng Rin

Rin pun terluka dan jatuh tersungkur, samar-samar ia melihat seseorang dan kilatan cahaya terang menyilaukan serta gumpalan asap tebal menyelimuti disekitarnya.

'WWHHHUUUUSSSSHHHHH..."

Rin pun pingsan dan tidak sadarkan diri...


TO BE CONTINUED,.,.,.,.,.

Penokohan :

Rin(NoerNtobi Hunterz)

Shinjie(Saruwatari Shinji)

Copyright 27 Nov 2011

Hak Cipta:NoerNTobi

Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan Cerita serta nama-nama tak lebih hanya kebetulan semataatau sudah mendapat persetujuan dari orang yang bersangkutan.

Kritik dan saran sekira dapat anda berikan untuk menjadikan karya saya lebih baik lagi.

terima kasih