Kyoto, Jepang

.

Sementara itu di Jepang, kelompok μ's yang membawa Kisaragi Chihaya melanjutkan perjalanan mereka dengan naik Bus menuju kota Kyoto untuk mengikuti Festival Seni Kyoto yang dilakasakan dalam rangka mempromosikan sekolah mereka disamping event Love Live!. Saat ini mereka berada di Rest Area untuk beristirahat sejenak sambil mempersiapkan hal yang diperlukan dalam perjalanan di kota itu.

"Anoo, Kisaragi-san..."

"Apakah kamu yakin dengan keputusanmu ini?" tanya Ayase Eli ragu-ragu.

"Hmmm?"

"Maksudku, disana nanti grup kami akan menampilkan pertunjukkan lagu Enka?"

"E-Enka? Ehh? EEEHHH?!"

"T-T.. Tapi, Bukankah kalian ini adalah grup idol?! M-Mengapa menyanyikan lagu enka?!"

"I-I... Iya, sih. Tapi karena ini permintaan dari ketua asosiasi wanita budaya jepang di kota ini kepada Umi-chan secara pribadi makanya kami ikut menyanggupinya." jawab Kotori sambil menggaruk belakang kepalanya.

"A.. A-Aku... Aku sama sekali tidak tahu apa-apa tentang lagu Enka! Seandainya disini ada Takane-san, mungkin dia akan lebih dapat membantu kalian." ujar Chihaya tertunduk lesu namun sang pemimpin μ's segera merangkulnya untuk menenangkannya.

"Tenang saja, Chihaya-san! Kamu gak sendirian, kok! Bahkan, sebenarnya selain Umi-chan, Semua orang di grup μ's juga tidak ada yang paham tentang lagu Enka. Makanya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tehehehe..." timpal Honoka sambil tertawa lebar.

"H-Honoka, kata-katamu barusan malah membuat kita semua tambah khawatir, tahu..." Sindir Maki ketus

"E-Ehh... Iya juga, yah. Tehehehehe... Ya sudahlah, selain itu... Kotori-chan, tentang kostumnya?!"

"OK! Sudah tidak ada masalah!"

"Ukuran badan Kisaragi-san ternyata tidak jauh berbeda dengan Umi kok. Jadi, pasti muat." jawab Kotori yang sedang sibuk mengukur pinggang Chihaya.

"Lalu untuk make up, Nico-chan?!"

"Yosh.. Sipp, Tinggal atur poni rambutnya sedikit.. Nah, sudah mirip kan?!" seru Nico yang bertugas mengatur style rambut Chihaya di depan kaca rias.

"Yosh, kalau begitu... Minna, Ayo kita berangkat!" komando Honoka penuh semangat. "Fight~o!"

"HOOO...!"

.


.

.

Bandara Taoyuan, Taiwan

.

Pesawat rombongan 765 Pro ini pada akhirnya telah mendarat di negara separatis tiongkok ini dengan selamat. Tidak ada seorangpun yang curiga bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi di dalam pesawat ini sehingga Haruka dan Miki bisa membawa Umi keluar dari kendaraan ini dengan selamat. Bahkan di ruang pemeriksaan pun tidak ada seorang pegawai bandara yang curiga dengan wajah Umi yang mirip dengan Chihaya sehingga dia bisa lolos ke negeri ini dengan identitas palsu.

"S.. Sonoda-san, apakah kamu yakin dengan keputusanmu ini?" tanya Haruka canggung.

"Umm, Tidak apa-apa..." Gadis berambut hitam biru gelap itu menganggukkan kepala. "Walaupun aku sebenarnya juga tidak terlalu mengenal kalian, tapi aku juga tidak berniat menghancurkan karir Chihaya-san. Apalagi sewaktu aku mendengar dari om itu bahwa dia memiliki banyak fans di negara ini, aku hanya berpikir pasti akan ada banyak fans yang kecewa seandainya mereka tidak dapat melihat kedatangan idolanya yang sudah dinanti-nantikan."

"Aku, entah mengapa bisa sedikit mengerti perasaan kecewa itu." imbuhnya. "Jadi, meskipun sebentar, Mohon bantuannya, yah!." tegas Umi sambil membungkukkan badan kepada Haruka dan Miki. Melihat respon tulus tersebut maka Miki menjadi tidak kuasa menahan perasaan haru hatinya dan segera berlari memeluk erat Umi.

"Umi, kamu itu ternyata adalah orang yang baik, yah?! Huhuhu..."

"E-Ehehehe... M.. Miki-san?"

Dengan mengendarai Taxi, Mereka bertiga segera pergi meninggalkan bandara menuju hotel tempat mereka menginap sembari menunggu waktu briefing yang telah ditetapkan oleh sang manager. Sekitar 60 menit mereka akhirnya sampai di Hotel Starlight yang berada di tengah kota Taipe.

Pada dasarnya Umi sama sekali tidak tahu harus berbuat apa dengan keadaan ini karena ini adalah pengalaman pertama kalinya bagi Umi pergi ke luar negeri, dengan menggunakan identitas palsu, tanpa bersama sahabatnya melainkan orang asing yang baru dikenalnya 2 jam yang lalu.

Di dalam Hotel, Umi terus menempel erat dibelakang Haruka dan Miki berusaha menghindari kontak mata terhadap para gadis idola 765 Pro lainnya sebisa mungkin. Keadaan ini tentu membuat bingung member 765 lainnya namun Haruka berusaha meyakinkan mereka bahwa Chihaya sedang kelelahan saja.

Karena Chihaya berada satu kamar dengan Haruka maka Umi juga tinggal satu kamar bersamanya. Sebuah situasi yang sungguh sempurna untuk menyembunyikan identitas Umi di tengah-tengah para member 765 Pro lainnya. Umi hanya berharap agar tour ini cepat selesai dan dia bisa kembali ke Jepang secepatnya.

.

Meeting Room.

.

"Nah, Kalau begitu, ini adalah rincian jadwal kegiatan acara Live Tour kalian selama di Taipe."

"Aku harap kalian semua tidak banyak keluyuran kemana-mana yah?! Terutama untuk Ami dan Mami! Ingat, kalian itu Idol jadi harus menjaga attitude kalian selama berada disini." terang Akizuki Ritsuko, produser wanita 765 Pro yang sedang memberikan pengarahan.

"Siap boss!" seru mereka berdua memberikan salam hormat salut.

"Mou, aku harap kalian benar-benar serius dengan kata-kata kalian itu. Kalian tahu ini adalah perjalanan luar negeri pertama kita semenjak debut besar kita 1 tahun yang lalu. Jadi aku harap kalian bisa membuat sukses acara ini tanpa masalah. Kalau tidak, aku tidak tahu lagi harus berbicara bagaimana saat menghadapi Presiden Takagi."

"Ehehehe... Ritsuko-san, kamu tidak perlu khawatir seperti itu deh, tenang saja!" tutur Produser-san, lelaki itu seraya membujuk Ritsuko.

"Selanjutnya untuk grup Ryuuguu Komachi!"

"Haik..."

Di sisi lain, terlihat Umi berusaha menarik perhatian Haruka yang fokus memperhatikan pengarahan pada hari ini. "Psstt.. Haruka-san?" bisik Umi kepada Haruka disampingnya

"Hmm?"

"Ryuguu Komachi itu siapa?"

"Ahh, itu adalah sub-unit yang paling populer di 765 Pro mereka terdiri dari Iori Minase, Azusa Miura, dan Ami Futami. Yang duduk di sebelah sana. Mereka adalah pionner di grup kami."

"Umm... Aku kira memang wajar yah hal seperti itu ada di dunia ini?"

"Hmm?"

[Aku tidak menyangka para gadis cilik itu juga adalah idol top disini. Aku pikir mereka hanya gadis-gadis cilik biasa. Siapa yang sangka, gadis seusia mereka sudah meniti karir sukses sebagai idol? Mou.. Aku memang tidak terlalu mengerti tentang dunia ini!]

Saat itu Umi hanya bisa merenung bahwa sepertinya dia telah mengambil tindakkan yang salah dengan melibatkan diri masuk ke dunia idola sebenarnya. Sebuah dunia yang benar-benar berbeda dengan grup idol school yang dikenalnya. Keadaan itu membuatnya murung karena semakin lama dia memikirkan itu, Umi hanya menjadi lebih sering mengela nafas panjang.

"Dan ini adalah setlist konser kita untuk hari minggu..." seru Ritsuko yang masih terus memberikan arahan. "Meskipun waktu kita singkat dan padat tapi aku harap kalian bisa meluangkan waktu untuk melakukan latihan dan gladi resik semaksimal mungkin. Khususnya untuk Kisaragi-san, karena kamu adalah Diva di acara ini!"

"Jadi, Kisaragi..?"

"Uhmm!... Kisaragi Chihaya?!"

"Psstt... Umi-chan" bisik Haruka membuyarkan lamunan Umi.

"Ehh, Ehh... H-Haikk!"

"Chihaya-san, tolong fokus yah! Apakah kamu masih tidak enak badan? Aku tahu kamu memiliki penyakit mabuk udara apalagi setelah perjalanan panjang tadi. Tapi, setidaknya tolong jangan mengabaikan pertemuan kita saat ini!."

"B-B... Baik!" Ujar Umi tergagap-gagap. "M.. Maafkan aku!"

"Hahahaha..." Sahut gelak tawa dari member 765 Pro lainnya saat melihat tingkah laku kikuk Umi.

"Onee-chan aneh deh hari ini, kenapa tidak tampak seperti biasanya yah?!" Tanya Ami bingung yang hanya disambut gelak tawa oleh Umi.

"E... Ehehehehe!"

Selama tiga puluh menit para gadis 765 Pro mengadakan meeting untuk membahas kegiatan mereka selama berada di Taipe. Umi yang baru kali ini mengikuti kegiatan idola profesional hanya bisa diam tercengang selama mendengarkan pembahasan tersebut.

Umi masih tidak tahu harus berbuat apa bahkan setelah diberikan pengarahan khusus oleh Ritsuko. Bahkan dia masih duduk terpaku di tempatnya sambil terus melihat kertas schedule acara setelah rekan-rekan yang lain telah meninggalkan tempat meeting.

"Umi... Umi-chan, kamu tidak apa-apa, kan?" Tanya Miki.

"Ahh! Enggak, aku cuma sedikit terkejut, kenapa setlist lagu kalian ada sebanyak ini?, dan Chihaya harus menyanyikan 6 lagu solo!"

"Yah, karena dia bintang utama kali ini sih. Ada masalah?"

"A-A.. Aku sama sekali tidak tahu tentang lagu kalian!"

"Memang, kamu belum pernah tahu grup kami?! 765 Pro?! Sebegitu parahkah grup kami sehingga belum terkenal di Jepang?" keluh Miki.

"Maaf, aku sebelumnya sama sekali tidak pernah tertarik dengan lagu idol. Jadi..."

"Lho, bukannya kamu bilang kalau kamu juga adalah seorang idol, school idol, kan?!"

"I-Iya, itu benar... Tapi itu juga baru-baru ini sih, dan... itu terjadi karena ulahnya yang mengajakku bergabung di dalam grupnya."

"Dia?! Siapa?!"

"Umm, dia... Sahabatku yang paling Baka!" Jawab Umi sambil tersenyum tipis menahan air matanya.

"Umm, Tenanglah, Umi!" kata Haruka merangkul pundak Umi.

"Tenang saja, kamu tidak perlu merisaukan tentang itu. Kamu tinggal mengikuti langkah gerakan kami saja selama latihan bersama di sore ini."

"Aku yakin kamu pasti bisa menguasai gerakan tarian kami dengan cepat. Mudah kok!"

"Ummhh..."

"Baiklah, setelah makan siang kita akan mulai latihan perdana. OK?!" seru Miki sambil merangkul kedua gadis tersebut.

"Umm, Mohon bantuannya..." jawab Umi sambil membungkukkan kepala.

.

Bersambung