Flaesy datang Minna~

Gomennasai karena Flaesy lama banget updatenya, karena ceritanya pendek, karena gaje banget, dan karena Kazune sangat OOC TT_TT

Langsung saja ini dia, You Are My Price chap 2... semoga menghibur para readers sekalian.. ^-^


Disclaimer: Kamichama Karin © Koge Donbo

Story: You are My Prince © Flaesy Kujyou

Rated: T

Genre: Romance

Pairing: KazuRin

Peringatan : Ancur, Gaje, OOC, de es be.

~Selamat Membaca~

.

.

~ You are My Prince ~

Setelah kejadian menabrak kemarin dan ditambah dengan mimpinya yang sangat indah tadi malam, Karin menjadi sangat semangat ke sekolah. walaupun hanya mimpi tapi Karin sangat senang karena mimpinya adalah bertemu dengan seorang pangeran bersurai blonde, wajahnya memang tak terlalu jelas tapi Karin yakin suatu saat nanti dia akan bertemu dengan pangerannya itu.

Suasana sekolah masih sedikit sepi, hanya ada beberapa siswa yang sudah datang. beberapa siswa berjalan masuk sambil tertawa dan ada juga yang terlihat murung seperti belum mengerjakan tugas. Karin melihat seseorang yang sangat dikenalnya selama bertahun-tahun sedang berjalan didepannya dengan santai, cool dan cuek.

Siapa lagi kalau bukan Kazune, idola sekolah mana yang cuek dengan sambutan para fansnya? Itu pasti Kazune. idola mana yang dikagumi murid perempuan Sakura Gaoka karena kepintarannya dan ketampanannya? Itu pasti Kazune. Idola sekolah mana yang takut dengan serangga? Itu pasti Kazune. Siapa lagi – (Kazune : Oi, Baka Flaesy! Lanjutkan ceritanya! *ngelempar Flaesy pake sandal tetangga*)

Karin langsung berlari untuk menghampiri Kazune yang ada jauh didepannnya dan memanggilnya, "Kazune-kun!"

Kazune pun menoleh karena merasa terpanggil. Masih dengan wajah datarnya yang tak lepas dari wajahnya yang tampan itu, Kazune menaikkan sebelah alisnya seperti bertanya 'Ada apa?'.

"Aku hanya ingin memanggilmu saja"ucap Karin yang mengerti maksud dari ekspresi Kazune.

Mereka berdua pun bersama-sama berjalan menuju kelas, Karin terus mengoceh tentang kegiatannya kemarin dan Kazune hanya menanggapinya dengan anggukan dan gelengan saja. simple? tentu. sebelum sampai dikelas , tanpa sengaja Karin menabrak seseorang saat terlalu asyik menceritakan komik yang baru saja dibelinya kemarin pada Kazune.

"Go-gomennasai"ucap Karin merasa bersalah sambil menunduk.

"Tak apa, jika kau yang selalu menabrakku"ucap orang yang ditabrak Karin.

"Ah?"Karin mulai menatap orang yang ditabraknya. "Jin-kun?"ucap Karin tak percaya.

"Ya, aku Jin"ucap Jin sambil tersenyum.

Wajah Karin langsung blushing saat melihat senyum Jin. Kazune yang tadi mendengar nama 'Jin' langsung menatap sinis laki-laki yang ada didepannya itu.

Jin yang merasakan aura kesinisan Kazune pun menatap Kazune dalam diam seperti meneliti apakah Kazune baik atau tidak.

Karin yang melihat kedua laki-laki yang ada didekatnya hanya bertatapan dalam diam pun berdehmn. "Ehmn.. Jin-kun ini sahabatku namanya Kujyou Kazune dan Kazune-kun, dia adalah Kuga Jin"jelas Karin untuk memperkenalkan mereka masing-masing.

"Hn,"sahut Kazune masih dengan tatapan sinis.

Jin tidak menjawab, dia masih menatap Kazune dan sedetik kemudian dia mengalihkan pandangannya kearah Karin. "Sepulang sekolah ada waktu?"tanya Jin tiba-tiba.

"Ah? Ti-tidak ada"

"Kau mau membantuku membeli sesuatu?"tanya Jin.

Karin terkejut sekaligus senang. "Ba-baiklah"

Jin tersenyum dan mulai mengalihkan pandangannya kearah Kazune, "Kau juga boleh ikut"ucap Jin. Kazune hanya diam tak ingin menjawabnya.

"Baiklah, nanti aku tunggu didepan sekolah. Bye"ucap Jin sambil melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Karin dan Kazune.

Sebelum Karin berkata apapun, Kazune langsung melangkahkan kakinya menuju kelas. sedangkan Karin ? dia senyum-senyum sendiri seperti kesambet setan #ditendang.

.

.

.

Saat jam istirahat berlangsung, Karin langsung menarik Miyon ke taman belakang sekolah untuk menceritakan hal yang terjadi tadi pagi. Dengan hati yang tabah dan sabar, Miyon mengikuti Karin yang seenak jidatnya menarik Miyon yang tadinya ingin memakan roti yang sengaja dia bawa dari rumah.

Dengan seksama Miyon mendengarkan cerita Karin yang bisa dibilang tidak penting untuk beberapa orang. Karena Miyon adalah perempuan yang baik hati, dia pun dengan SUKARELA mendengarkan cerita Karin.

"Dan Jin-kun juga mengajak Kazune-kun"ucap Karin mengakhiri ceritanya yang dipanjang-panjangkan olehnya.

"Untuk apa Jin-san mengajak Kazune-san?" tanya Miyon sambil memberikan salah satu rotinya pada Karin, yang sengaja dia bawa.

Karin mengambil roti gratisannya. "Hmn.. entahlah,"ucapnya sebelum menggigit roti yang diberikan Miyon. 'Ternyata enak juga mempunyai teman yang memiliki usaha roti, setiap hari gratisan, hihihi'pikir Karin dengan nistanya.

"Tapi kalau dipikir-pikir, jika Jin-san menyukaimu. Pasti dia tidak akan mengajak orang lain saat bersamamu"ucap Miyon.

Karin yang baru saja menghabiskan setengah rotinya pun menoleh. "Hmn.. entahlah, aku juta tidak tahu. Tapi dalam mimpiku tadi malam, pangeranku itu bersurai blonde"ucap Karin sambil menggigit kembali rotinya yang masih tinggal setengah.

Miyon tersedak, dengan cepat dia meminum air yang dia bawa. "uhuk.. uhuk.. kau percaya mimpi?"tanya Miyon tak percaya.

"Memangnya kenapa? terkadang mimpi itu benar kan?"tanya Karin.

"Iya sih, tapi Jin-san kan bersurai gelap dan pangeran yang ada dimimpimu bersurai blonde"

"Apasalahnya jika aku mengakrabkan diriku dengan Jin-kun? Jika mimpiku salah, aku kan bisa dengan Jin-kun, hehehe"jelas Karin sambil nyengir.

"Dasar kau ini,"

Lain ditaman belakang, lain juga di kelas.

Dikelas, Kazune sedang berfikir atau lebih tepatnya tengah mengingat-ingat. Mengingat kejadian bertemu dengan Jin karena dia merasa sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Jin tapi masalahnya dia tidak ingat.

"Aku yakin, aku pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tapi dimana?"gumam Kazune sambil terus memutar otak untuk mengingat kejadian saat bertemu dengan Jin sebelumnya.

"Sepertinya aku harus ikut pergi bersama mereka agar aku bisa sedikit mengingat kapan dan dimana aku bertemu dengan Kuga"gumamnya lagi.

.

.

.

Kazune yang memutuskan untuk ikut bersama Karin dan Jin pun menyesali pilihannya karena Karin dan Jin seperti lupa akan keberadaan Kazune yang ada bersama mereka. Dan Kazune sama sekali tak mengingat apapun tentang Jin, apakah perkiraan bahwa dia pernah bertemu Jin sebelumnya adalah salah?.

Karin terus membantu Jin untuk memilih hadiah untuk seseorang dan tentunya perempuan. Kalau bukan perempuan, untuk apa meminta bantuan Karin untuk memilihkannya.

Selama itu pula Kazune hanya diam dan memperhatikan kegiatan Jin dan Karin untuk memilih hadiah. 'Aku pernah melihat Kuga , tapi aku lupa dimana!'ucap Kazune dalam benaknya.

Saat Jin sedang membayar hadiah yang dipilihkan Karin, Kazune mulai bertanya pada Karin. "Kau mengenalnya dari mana?"tanya Kazune seperti menyelidiki sebuah kasus.

Karin yang sedang melihat-lihat pun mengalihkan pandangannya pada Kazune, "Aku kan sudah bilang, saat itu aku tak sengaja menabraknya"

"hmn.. aku seperti pernah melihatnya"ucap Kazune lagi.

Karin menatap serius kearah Kazune, "Kapan? Dimana? Kau temannya? Kenapa tak mengatakannya?"

"Aku kan mengatakan 'seperti'! berarti aku tak ingat kapan dan dimana, bodoh!"celetuk Kazune.

Karin cemberut, ini untuk yang kedua kalinya Kazune mengatainya 'bodoh'. Sahabat macam apa yang akan mengatai sahabatnya 'bodoh'? pasti Karin akan menjawab 'sahabat macam Kazune-kun!'.

"Kazune-kun, bagaimana kalau kau membelikan Kazusa-chan hadiah? Bukankah sebentar lagi kalian ulang tahun"usul Karin.

Kazusa adalah kembaran Kazune, jadi setiap mereka ulang tahun. Mereka sama-sama membeli hadiah untuk kembaran mereka, seperti merayakan natal.

"Aku tidak membawa uang sepeserpun"ucap Kazune. Dia memang ingin membeli sesuatu untuk adik kembarnya itu, tapi dia sama sekali tak membawa uang. Mungkin besok atau 3 hari lagi dia akan membelikan hadiah, karena ulangtahunnya masih seminggu lagi. Jadi tak masalah kapan dia akan membelinya, tentunya sebelum ulang tahunnya.

Jin sudah kembali dari kasir dengan sebuah benda yang sudah dibungkus oleh kertas kado didalam sebuah kantung plastik ukuran sedang.

"Ayo, aku akan mentraktir kalian karena sudah mau membantuku"ucap Jin.

Karin baru saja akan membuka mulut untuk berbicara, tapi Kazune dengan cepat berbicara. "Aku tidak ikut, aku ada urusan dirumah"ucapnya dingin. walaupun dia masih ingin tahu siapa Jin sebenarnya, tetap saja rasa bosannya karena hanya menjadi patung berjalan yang selalu mengikuti Karin dan Jin mengalahkan keinginannya. 'aku yakin Karin akan ikut pulang bersamaku'pikir Kazune.

"Eh?"Karin bingung harus menerima ajakan Jin atau pulang bersama Kazune. Dan keputusannya adalah, "Kau duluan saja Kazune-kun, aku mau meminta upahku dulu"ucap Karin sambil nyengir. jawaban itu langsung menumbuhkan rasa iri yang sangat mendalam dihati Kazune. Kazune tahu, Karin bukan tipe perempuan yang meminta imbalan. jadi Kazune tahu maksud Karin adalah agar dia tetap bersama Jin.

Kazune hanya mengangguk dengan wajah datar dan pergi meninggalkan Karin dengan rasa iri pada Jin. Dengan mudah Jin bisa meluluhkan hati Karin, atau mungkin karena hati Karin yang sangat mudah luluh pada seseorang?.

Apakah Karin melupakan perkataan Kazune semasa kecil? Saat mereka pertama kali bertemu? Saat Karin menangis dan menceritakan hal yang membuatnya menangis?.

.

.

.

TBC


Review :

Yukari Hanashita : udah lanjut Yukari... Review lagi ya ne! kamu harus review! hihihi XD

Miku : berbeda? sungguh? oh, terimakasih... ini udah lanjut, gomenne kalau nggak bisa kilat, review lagi ya ne~

Ryuuka Mikan : Yoroshiku ne, terimakasih sudah bilang ini fic keren dan Kazune memang sangat OOC, entah kenapa Flaesy suka buat Kazune jadi OOC -_-. mohon reviewnya lagi ne~

Misami Ray : hihihihi XD, ini udah next. gomenne membuat Ray-san menunggu lama, mohon review lagi ya,

mo : ini udah lanjut dan terimakasih sudah menunggu... mohon review~

SinthiyaNI98 : Arigatou ne~, ini udah next. mohon reviewnya lagi..

Yumi Azura : hihihihi XD , arigatou Yumi-chan. ini udah next, gomenne kalau lama.. nanti ajarin Flaesy bahasa alien ya, soalnya nii-chan Flaesy juga pake, hehehe XD , review lagi ya ne~

Sofia. siquelle : hihihi XD , Flaesy dipanggil nona Kujyou *tersipu , gomenne kalau Flaesy lama banget updatenya (_ _) dan mohon review ya ne~

Kujyou athena : ini udah next.. maaf membuat Kujyou-san menunggu, review lagi ya ne

dci : iya Kazune memang kashian .. u.u , mohon review ya

MimikoManaka : Yoroshiku, Miko-chan. mohon reviewnya lagi ya

Carol Hanazono : Yoroshiku ne~, hihihi XD gomennasai Carol-san, Flaesy lama banget updatenya.. jadi membuat Carol-san penasaran berlama-lama, review lagi ye ne~

elikavika : Oke, ini udah lanjut dan gomenne kalau lama. mohon review ne~

dhldr : karin emang lemot banget kurang diinstall ulang *digebukinKarin . mohon review lagi ya ne~


Gomennasai minna ~, hanya segini saja yang bisa Flaesy buat. mohon maafkan Flaesy ya ne~

dan chap kedua ini sangat hancur kan? iya kan? iya kan? TT-TT

dan satu hal lagi, Flaesy mungkin akan lama updatenya. sama seperti di Fic yang satunya. Flaesy mungkin akan update 3 minggu lagi atau lebih kalau tidak ada halangan berupa tugas yang menumpuk dan ulangan yang menghantui mimpi Flaesy ,, hiiiii.. *takut

jadi mohon maklum ya ne~, Flaesy janji akan terus melanjutkan Fic Flaesy sampai selesai..

Okelah.. akhir kata.. Mohon Reviewnya ne~