thx kepada Maeva zhara, Demon d. mino, Yuuto tamano, dan Icha yukina cylne yang sudah mengreview dan mengadd favo fic ini ^^
Semoga fic ini tidak mengecewakan kalian!
DISCLAIMER : GAKUEN ALIC BELONG TO HIGUCHI TACHIBANA
Natsu yang berjalan di dalam kantin sambil membawa mapan berisi makanan melihat sekelilingnya mencari sosok seorang gadis berambut coklat. Dia tersenyum saat menemukan gadis itu duduk seorang diri di samping ruangan kantin itu menyatap makanannya.
"Mikan-chan!" panggil Natsu kuat-kuat dan berjalan mendekatinya. Saat dia berjalan mendekati Mikan, dia bisa melihat semua mata yang ada di dalam kantin itu menatapnya.
Mikan menolehkan kepalanya menatap Natsu dan tersenyum "Ada apa Nastu?"
"Boleh aku duduk bersamamu di sini."
Semua murid yang ada di sana sangat terkejut mendengar ucapan Natsu. Natsu yang menyadari keterkejutan mereka hanya bisa menatap mereka dengan bingung. Beberapa diantara mereka mengeleng-gelengkan kepalanya sambil mengucapkan sesuatu. Natsu sama sekali tidak tahu apa yang mereka ucapakan dan memangnya dia mengucapkan sesuatu yang salah? Mengapa reaksi mereka semua seperti ini?
"Silakan, duduk." Senyum Mikan dan mempersilakan Natsu duduk di depannya.
Meski agak ragu karena pandangan para murid yang menatapnya dengan aneh, dia tetap saja duduk di depan Mikan. Namun, belum lama dia duduk di tempat itu tiba-tiba sebuah pisau kecil melesat melewati samping pipi kanannya.
Natsu, Mikan dan semua yang ada di sana sangat terkejut dengan apa yang terjadi, mereka menolehkan kepalanya menatap arah datangnya pisau tersebut. Seorang anak elementary school berambut abu-abu berdiri mentap mereka berdua dengan mata hijaunya.
"Yoichi! Apa yang kamu lakukan? itu berbahya tahu?" Ujar Mikan.
Yoichi sama sekali tidak mengatakan apapun, dia berjalan ke arah meja mereka dan berdiri tepat di hadapan Natsu.
Natsu yang sama sekali tidak kenal anak ini menyadari adanya aura yang mengintimidasinya "Angkat pantatmu dari kursi itu."
"Hah?" Natsu sama sekali tidak mengerti maksud Yoichi.
Yoichi tiba-tiba menarik kerah baju Natsu, mata hijaunya menatap Natsu dengan tajam "Angkat pantat busuk mu itu dari kursi ini sekarang juga, hanya ada satu orang yang boleh duduk di kursi itu."
Suasana kantin yang tadinya ramai seperti pasar kini telah berubah menjadi tenang seperti di kuburan. Natsu yang menatap Yoichi yang lebih kecil darinya bisa merasakan bahwa anak ini berbahaya dan sebaiknya dihindari.
Yoichi tiba-tiba menarik badan Natsu dan melemparkannya ke lantai kantin. Semua yang ada di sana sangat terkejut dengan apa yang terjadi begitu juga dengan Natsu. Meski badannya lebih kecil dari Natsu, dia sanggub melemparnya dengan mudah "Jangan berani kau duduk lagi di kursi itu."
"Yoichi, jangan bersikap seperti itu!" teriak Mikan sambil berlari ke arah Natsu dan membantunya berdiri.
Melihat Mikan membantu Natsu, mata hiajunya kini menatap Natsu dengan penuh kemarahan.
"Jangan mencontoh sikap jelek itu terus, Yoichi. Itu sama sekali tidak bagus." Lanjut Mikan sambil menatap Mikan dengan wajah cemberut.
"Hn." Balas Yoichi cuek.
"Yoichi!"
Yoichi sama sekali tidak mempedulikan Mikan, dia menatap semua siswa yang berada di dalam kantin yang dari tadi menonton mereka dan mengirimkan tatapan tajam "Apa yang kalian lihat?"
Semua yang di sana segera menolehkan wajah pada makanan mereka dan tidak berani lagi menatap mereka.
"Ada apa kau kemari, Yoichi?" tanya Mikan sambil berjalan mendekati Yoichi.
"Mikan-neechan, aku ingin mengunjungi Bear. Maukah kau ikut dengan ku?"
Mendengar ucapan Yoichi, senyum lebar menghiasi wajah cantiknya "Mau! Ayo kita pergi! Sudah lama aku tidak mengunjunginya!"
"Mikan-neechan, bukankah lebih baik kau membawakan sesuatu untuk Bear saat mengunjunginya."
"Benar juga, Yoichi. Tapi, apa yang harus aku bawakan untuknya?"
"Kurasa kau bisa membawakannya madu, Mikan-neechan. Bukankah kata orang beruang menyukai madu."
"Benar juga. Kau tunggu di sini sebentar Yoichi, aku akan segera kembali," perintah Mikan sambil berlari meninggalkan Yoichi dan saat melewati Natsu dia tersenyum "Sampai nanti, Natsu."
Natsu yang sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi, hanya bisa terbengong dan menatap Mikan berlari keluar dari ruang kantin ini.
"Natsu Yoshimura, murid senior high school kelas 1-B." Ujar Yoichi tiba tiba dari belakangnya.
Natsu segera membalikkan badannya menatap Yoichi, dia sama sekali tidak mengerti kenapa Yoichi mengenalnya.
"Pemilik amflicatio alice, alice yang mengingatkan ku dengan sesorang yang telah lama lulus dari sekolah ini. Para pemilik alice ini pasti merupakan cowok genit, bodoh dan tak berguna" lanjut Yoichi sambil berjalan mendekati Natsu.
"Siapa kau? Jangan sembarangan menghina orang seperti itu!" balas Natsu kesal, dia sama sekali tidak kenal anak ini dan dia juga sama sekali tidak merasa pernah mengganggu anak ini. Mengapa anak ini kelihatanya sangat memusuhinya?
Yoichi kembali menarik kerah baju Natsu dan dengan menatapnya dengan tajam "Jangan dekati Mikan-neechan lagi."
Mendengar ucapan Yoichi, Natsu sadar apa penyebab anak sd ini begitu membencinya. Dia segera meleaskan dirinya dari Yoichi "Jangan memerintah ku anak kecil! Tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan aku untuk mendekati Mikan."
Semua yang ada di dalam kantin sangat terkejut mendengar ucapan Natsu tersebut. Murid baru ini sama sekali tidak tahu siapa yang dihadapinya.
"Aku tetap ak…" teriak Natsu. Tapi, sebelum kalimatnya itu terselesaikan dia melihat adanya roh yang tiba-tiba terbang menyerangnya. Ketakutan menyelimutinya dan tanpa membuang waktu lagi dia berlari meninggalkan ruangan kantin ini sambil berteriak ketakutan.
o00o
Natsu berdiri sambil bernapas terengah-engah. Dia baru saja berhasil melarikan diri dari roh-roh yang menyerangnya.
"APA SIH YANG SEBENARNYA TERJADI!" teriak Natsu kesal. Dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi, mengapa dia tiba-tiba bisa melihat roh dan mengapa roh itu tiba-tiba menyerangnya.
"Kau mau tahu?" tanya Hotaru tiba-tiba.
"Kau lagi, berapa lagi yang harus aku bayar!" teriak Natsu semakin kesal begitu melihat Hotaru.
"Seperti biasa, 10.000 rabbit perinformasi." balas Hotaru cuek.
Natsu mengacak-acak rambutnya saking kesalnya. Namun, pada akhirnya dia membayar juga 10.000 rabbit kepada Hotaru untuk informasi yang diinginkannya.
"Anak elementary school yang kau temui di kantin tadi adalah Yoichi Hijiri, satu-satunya murid special star di elemetari school, pemilik dari sprit controller alice yang termasuk dangerous power dan juga merupakan murid yang paling ditakuti di elementary school. Dia sangat dekat dengan Mikan dan menanggabnya seperti kakak kandungnya. karena itulah dia tidak akan membiarkan cowok-cowok tidak dikenal yang memiliki maksud tertentu untuk mendekatinya."
"Jadi roh-roh yang tadi menyerangku itu ulahnya ya?"
"Semua murid elementary school sangat menghormati dan selalu mengikuti perintahnya. Bisa dikatakan dia adalah orang no 2 yang paling berpengaruh di elementary school setelah kepala sekolah elementary school yang gay itu." Lanjut Hotaru tanpa mempedulikan pertanyaan Natsu.
"APA!"
"Dan selamat. Kini kau telah berhasil masuk ke dalam daftar blacklist orang paling berpengaruh dan ditakuti di elementary school, middle school dan juga high school." Lanjut Hotaru tanpa mempedulikan pertanyaan Natsu.
"APA!" teriak Natsu.
Hotaru sama sekali tidak mempedulikan teriakan Natsu, dia hanya diam melihat Natsu yang terus saja berteriak akan keadaannya sekarang.
"Kenapa kau masih di sini? Bukankah biasanya kau akan segera pergi begitu selesai memberikan informasi?" tanya Natsu tiba-tiba sambil menatap Hotaru.
"Aku hanya akan berada di tempat yang menurut ku akan menghasilkan uang." Jawab Hotaru dengan wajah tanpa ekspresi.
"Apa maksud mu?" tanya Natsu binggung.
Hotaru sama sekali tidak menjawab apa-apa dan tiba-tiba mata Natsu menatap sesuatu yang bergerak mendekati mereka dari kejauhan. Natsu sama sekali tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, sebuah boneka beruang berlari mendekati mereka dengan kecepatan yang luar biasa cepat.
"Apa it…" ujar Natsu. Namun, sebelum kalimatnya itu terselesaikan boneka beruang itu telah mengupper cutnya.
"APA INI!" teriak Natsu pucat dan boneka beruang itu sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Natsu untuk melarikan diri, dia terus menendang, meninjunya tanpa ampun.
"10.000 rabbit untuk informasinya." Ujar Hotaru.
"Aku bayar..uh…" Balas Natsu yang sama sekali tidak bisa menghindari pukulan boneka beruang itu.
"Boneka beruang itu bernama Bear. Dia adalah Boneka buatan pemilik alice yang bisa menghidupkan boneka yang dibuatnya. Dia adalah penghuni north forest yang paling berbahaya dan ditakuti oleh semua murid sekolah alice ini. Dia sangat menyanyangi Mikan dan sama seperti yang lainnya, dia tidak akan membiarkan cowok tidak dikenal dengan maksud tertentu mendekatinya," jelas Hotaru sambil menatap Natsu yang terus di pukul Bear "Dan kurasa Bear mendapatkan informasi mengenaimu dari Yoichi karena mereka berdua cukup dekat."
Natsu sama sekali tidak bisa mendengar penjelasan Hotaru lagi akibat pukulan dan tendangan Bear "To…tolong…"
"100.000 rabbit untuk menolong mu."
"Aku… aku ba…bayar…." Balas Natsu lemah.
Mendengar ucapan Natsu, Hotaru tersenyum dan berjalan dengan pelan mendekati Bear. Dia membungkuk dan membisikkan sesuatu pada telinga Bear "Dia sudah pulang."
Mendengar bisikan Hotaru, Bear segera menghentikan aksinya dan menolehkan kepalanya menatap Hotaru. Hotaru menangguk kepalanya tanpa berkata apapun, dia mengerti sekali maksud pandangan Bear itu.
Natsu hanya menatap Hotaru dan Bear tanpa bergerak sedikitpun.
Bear tiba-tiba melepakan tangannya yang menarik baju Natsu dan berjalan menjauh meninggalkan mereka.
"Apa yang kau bisikkan kepadanya?" tanya Natsu yang sudah babak beluk di pukul Bear.
"100.000 rabbit jika kau menginginkan informasi itu."
Natsu sangat kesal dengan apa yang dikatakan Hotaru. Sudah berapa banyak uang yang dihabiskannya hanya untk mendapatkan informasi dari Hotaru "AKU TIDAK PERLU INFORMASI DARI MU LAGI!"
Hotaru tersenyum menyeringai menatapnya dan berjalan menjauh "Baiklah. Tapi, Ingat untuk mentransferkan 110.000 rabbit ke rekening ku.
o00o
Natsu berjalan dengan pelan sambil berusaha mencerna keadaanya sekarang. Dia telah masuk dalam blacklist kepala sekolah middle school dan kepala sekolah high school. Dia juga telah masuk ke dalam blacklist Yoichi yang merupakan orang no 2 paling berpengaruh di elementary school ditambah blacklist Bear yang merupakan makhluk paling berbahaya di North forest. Bagaimana kehidupannya di sekolah ini untuk ke depannya? Apakah dia bisa bertahan?
Natsu sadar, semua ini terjadi karena dia berusaha untuk mendekati Mikan. Apakah dia berhenti saja untuk mendekatinya demi keamanan kehidupannya di sekolah ini?
Natsu mengangkat tangannya dan mengacak-acakkan rambutnya. Dia sama sekali tidak mau melepaskan Mikan, gadis itu begitu berbeda dengan semua gadis yang pernah ditemuinya. Dia begitu cantik, polos, hangat dan baik hati, tidak mungkin dia bisa melepaskannya begitu saja.
Mata Natsu tiba-tiba menemukan gadis yang sedang dipikirkannya duduk menyandarkan badannya pada sebatang pohon sakura. Dia segera berlari mendekati Mikan tanpa berpikir panjang lagi.
Mata Mikan tertutup dengan rapat, dia sedang tertidur dengan pulasnya, dia sama sekali tidak menyadari keberadaan Natsu yang telah berada di sampingnya.
Natsu menatap wajah tidur dan mengangumi kecantikan Mikan.
Tiba-tiba Mikan tersenyum bahagia dan bergumam pelan di dalam tidurnya "Aku mencintai mu… Natsu…"
Natsu sama seali tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Gadis cantik ini memimpikannya dan juga mengungkapkan cinta kepadanya. Kegembiraan memenuhi hatinya dan tanpa membuang waktu lagi dia menutup matanya dan mendekatkan wajahnya kepada wajah Mikan, berusaha untuk menciumnya yang sedang tertidur.
" Aku mencintai mu… Natsu…me…." gumam Mikan lagi.
"Natsume?" Ujar Natsu bingung sambil membuka matanya dan tiba-tiba dia merasakan seseorang menarik kerah bajunya dari belakang.
"APA YANG KAU LAKUKAN!"
Natsu segera membalikkan badannya menghadap belakang dan menemukan seorang cowok tampan berambut hitam seusianya menatap dirinya dengan penuh kemarahan. Matanya yang berwarna merah seperti darah menatapnya dengan penuh niat membunuh.
Ketakutan menyelimuti Natsu saat dia menatap mata merah darah itu "Le….lepaskan aku…"
Pemuda bermata merah itu meninju perut Natsu dan melemparkannya ke belakang dengan kasar.
"APA YANG KAU LAKUKAN! SIAPA KAU?" teriak Natsu penuh kemarahan sambil memegang perutnya.
"Hm…" gumam Mikan sambil membuka matanya akibat suara ribut yang didengarnya.
Pemuda itu membalikkan wajahnya menatap Natsu "AKU ADALAH TUNANGANNYA!"
"APA! TIDAK MUNGKIN!" teriak Natsu terkejut.
"Natsume…" Panggil Mikan yang masih setengah sadar begitu melihat pemuda yang berada di hadapannya.
"Akan ku buktikan padamu!" Ujar Natsume sambil memeluk tubuh Mikan dan mencium bibirnya dengan penuh nafsu.
Mata Mikan terbelalak karena terkejut akibat ciuman Natsume. Namun, dia sama sekali tidak berusaha melepaskan dirinya, dengan pelan dia menutup matanya sambil melingkarkan tangannya dan membalas ciuman Natsume.
Natsu yang sangat terkejut melihat pemandangan itu hanya bisa berdiri diam di tempatnya dengan mulut terbuka.
Setelah beberapa menit mencium Mikan, Natsume akhirnya melepaskan ciumannya karena dia dan Mikan memerlukan oksigen untuk bernapas. Namun, ia sama sekali tidak melepaskan pelukannya, dia mempererat pelukannya dan menatap Natsu yang masih shock dengan tajam "Aku akan membunuh mu jika aku melihat mu mendekatinya lagi."
Api tiba-tiba muncul membakar rambut dan pakaian Natsu dengan cepat. Natsu yang sangat terkejut hanya bisa berlari meninggalkan tempat itu sambil berteriak untuk mencari air untuk memadamkan api tersebut.
"Natsume…" panggil Mikan dengan wajah merah.
"Jangan pernah kau tidur di sembarangan tempat lagi, Polkadot." perintah Natsume sambil menatap Mikan
"Natsume! Aku sudah tidak mengguna…" Teriak Mikan. Namun, dia sama sekali tidak bisa menyelesaikan teriakannya itu karena Natsume telah kembali menciumnya.
o00o
Shiki masachika, Kazumi Yukihira, Yoichi Hijiri sedang duduk meminum teh yang disajikan Bear dengan tenang sambil mendengar teriakan Natsu.
"Kurasa, cowok itu tidak akan berani lagi mendekati Mikan setelah bertemu Natsume." Ujar Shiki sambil meminum tehnya.
"Benar. Yang paling ampuh untuk mengusir cowok yang mendekati Mikan hanyalah Natsume." Balas Kazumi singkat.
"Natsume nii pasti akan membunuhnya jika dia berani mendekati Mikan nee-chan lagi. Benarkah Bear?" tanya Yoichi sambil menatap Bear.
Bear yang sedang menyajikan teh menangguk kepalanya mendengar ucapa Yoichi.
"Kau sama sekali tidak perlu mencari pemuda itu lagi, Persona. Natsume pasti sudah membereskan semuanya." Ujar Shiki sambil menatap seorang pria berambut hitam yang mengenakan sebuah topeng menutup wajahnya.
"Sayang sekali. Aku juga ingin melihat bagaimana rupa pemuda yang berani mendekati Mikan. Jika saja aku bisa menyelesaikan misiku lebih cepat." Balas Persona pelan.
o00o
"YES! Aku akan kaya!" Ujar Hotaru gembira di balik semak-semak tidak jauh dari Natsume dan Mikan sambil merekam semua yang terjadi dengan sebuah kamera digital di tangannya. Dia telah menduga ini akan terjadi jika Natsume melihat Natsu.
"Memangnya siapa yang mau membeli video ciuman mereka berdua, Hotaru?" tanya Ruka sambil menghela napas.
Hotaru membalikkan wajahnya menatap Ruka dan tersenyum menyeringai "Kau tidak tahu betapa terkenalnya mereka berdua. Ada ribuan orang yang bersedia membayar mahal untuk video ini, Ruka."
Ruka hanya mengeleng kepalanya "Dunia ini memang aneh."
"Jika kau mau mencari uang dengan mudah, tetaplah berada di samping Mikan. Karena itulah cara tercepat." Senyum Hotaru.
