Naruto © Masashi Khisimoto
Pair :SasuNaru
Rate : T
Genre : Romance, Hurt/comfort
War : Typo, BL, Shounen-ai, Sad ending
LAST CHAP
.
.
Seperti biasa Naruto selalu hadir untuk menemani kekasih nya Uchiha Sasuke bekerja, bukan karna Naruto tidak pinya kesibukan lain namun untuk saat ini Naruto hanya butuh Sasuke untuk mendampinginya. Bagi Naruto, Sasuke saja sudah cukup membuatnya bahagia
"Apa kau tidak bosan setiap hari kesini" tanya Sasuke tanpa memandang Naruto
Naruto tersenyum dan berjalan ke arah Sasuke
"Aku tidak akan pernah bosan jika itu kua Teme" jawabnya dengan senyum lima jari khas Naruto. Sasuke menatap Naruto dan mengelus pipi pemuda blonde kesayangannya dengan pinggung tangan
"Terima kasih sebelumnya, apa kau sudah makan"
Naruto menggeleng singkat "Aku makan jika kau menemani ku Sasuke" pintanya manja. Sasuke mendengus lalu memulai kerjaannya lagi
"Aku belum selesai bekerja Naru"
Naruto cemberut lalu memegang lengan Sasuke "Teme apa salahnya berhenti sebentar. Lagi pula Shikamaru tidak akan marah padamu"
Sasuke menggeleng, tidak tau kah pemuda ini yah walaupun Shika tidak marah tapi Sasuke juga kan tidak enak hati terhadap rekan-rekan kerjanya
"Tidak bisa Dobe. Kau makan lah dulu setelah itu aku menyusul"
"Ck, aku tetap tidak mau" Naruto melipat tangannya di depan dada. Kebiasaan Naruto saat sedang marah
"Temani anak manja itu Sasuke" tiba-tiba sebuah suara mengintrupsi pasangan Sasuke dan Naruto
"Tapi"
"Kau dengar, Shika saja mengijinkannya. Ya kan Shika" Naruto berbicara dengan nada senang saat sahabatnya memperbolehkn kekasihnya menemaninya makan
"Mendokusai na"
Tanpa ba bi bu lagi Naruto menyeret lengan Sasuke untuk duduk di salah satu bangku. Naruto tentu saja selalu membawa bekal saat ia berkunjung ke bengkel Shikamaru. Dan tentu saja makanan tersebut untuk Sasuke tentunya
Melihat bento yang Naruto bawa membuat Sasuke menghela nafas lelah 'benar-benar orang kaya' batin Sasuke
"Kenapa kau hanya menatapnya saja. Kau tau aku sendiri yang memasak, aku sakit hati jika kau tidak mau" ucap Naruto kesal
"Bukan begitu Naru, aku sangat senang kau memasak untuk ku. Lihat tangan ku kotor bisa kau suapi aku" Naruto tersenyum di ambilnya sumpit oleh Naruto dan memulai untuk menyuapi sang kekasih
"Bagaiman? Apakah enak "
Sasuke mengangguk pelan, membuat Naruto terpekik senang. Dengan senang hati Naruto terus menyuapi Sasuke dn sesekali mereka bertengkar hanya karna membahas hal sepele
.
.
"Sasuke! "
Sasuke menoleh ke arah Naruto, di lihat kekasih pirangnya yang sedang bersender di pundak Sasuke
"Hn"
Naruto melirik wajah Sasuke dengan ekor matanya "Aku mencintai mu Teme"
Sasuke terdiam atas ucapan Naruto, sebagai seorang manusia Sasuke bukanlah makhluk yang sempurna ia mempunyai rasa takut,ya takut akan kehilangan sosok yang di cintainya, belahan jiwanya. Naruto
"Teme, apa kau tidak mencintaiku"
Sasuke mengusap kepala Naruto dengan lembut "Aku sangat mencintaimu Dobe" jawabnya jujur. Naruto tersenyum dan memeluk Sasuke erat
Dan petaka pun menghampiri pasangan Sasuke dan Naruto. Saat sang ayah dari pihak Naruto mengetahui hubungan anaknya dengan se orang yang menurut Minato tidaklah sederajat. Siang itu Naruto membawa kedua orang tuanya untuk menemui Sasuke. Tidak tau bahwa hubungan mereka akan kandas pada saat itu juga
Sasuke pov#
Entah kenapa perasaan ku tiba-tiba tidak nyaman. Naruto yang biasanya sudah datang pada jam segini belum juga menampakan batang hidungnya, ck si Dobe itu membuat ku khawatir saja
"Di sana Tou-san" aku mendengar suara Naruto namun yang membuat ku bingung apa maksud ucapan Naruto. Mataku membola saat melihat Naruto datang menghampiriku, dia Naruto datang membawa kedua orang tuanya
"Sasuke" Naruto tersenyum senang saat melihat ku dan mau tak mau membuatku tersenyum paksa, jujur aku takut sekarang. Pandangan mata ayah Naruto benar-benar tidak bersahabat
"Ayah, kenalkan ini Sasuke. Kekasihku"
Yang membuat ku tidak percaya adalah ucapan Naruto, astaga bukannya aku tidak senang tapi ini bukanlah saatnya. Aku mencoba sesopan mungkin, aku mengulurkan tanganku
"Uchiha Sasuke"
Seperti yang ku duga, tatapan mencemooh itu benar-benar membuatku muak
"Jadi ini kekasihmu Naruto" ayah Naruto memegang baju lusuh ku dengam jijik "Punya apa kau berani-berani nya menjadikan anakku sebagai kekasihmu ha"
Naruto menatap ayahny tidak percaya "Tou-san apa yang kau katakan" aku tau Naruto mencoba membelaku
"Diam Naruto, kau tidak usah ikut campur. Dengar orang miskin " katanya seraya menunjukku "Baju saja seperti ini, kau mau mendapatkan anakku. Benar-benar menjijikan"
Aku tersenyum getir, sudah ku duga akan begini jadiny. Yah mau bagaimana lagi aku memang orang miskin makan sehari satu kali pun aku harus bersyukur. Naruto aku terlalu mengharapkan mu
"TOU-SANN"
"Pemuda sepertimu mana pantas berdampingan dengan anak raja seperti Naruto. Sadarlah wahai sampah kau hanya beruntung mendapat cinta anakku" belum puas juga ayahmu Naru menghinaku
"Hentikan" aku bisa melihat mata biru Naruto mulai berkaca-kaca, astaga Naru sayang kau jangan menangis aku tidak apa-apa
"Naruto, Tou-san harap kau meninggalkan pemuda miskin ini jika tidak maka kau tau akibatnya" setelah mengucapkan kata-kata itu ayah Naruto pu pergi dengan memandanganku sambil meludah. Sehina itu kah aku di matanya
Grebbb
"Hiks, hiks,... Sasuke" Naruto memelukku erat. Oh Kami-sama kenapa dadaku sesak sekali
"Sttt... tidak apa-apa Naru" aku mengelus punggung kecil kekasihku. Namun Naruto masih saja menangis, semua rekan-rekan ku memangdang dengan iba termasuk bos ku Shikamaru
"Hiksss...hiks... maafkan aku Sasuke" suara tangisan Naruto membuat mataku basah, sial apa aku menangis
Naruto melepas pelukannya dan memandangku dengan mata yang di penuhi oleh air mata
"Sasuke"
"Hn"
Naruto menghapus air mata yang mulai turun di kedua pipiku. Ah benar aku menangis, Naruto mencium bibirku pelan lalu memelukku erat. Dan tak lama kemudian pengawal dari suruhan ayah Naruto datang untuk membawa kakasihku
"Lepaskan aku, Sasuke tolong aku" aku tidak bisa apa-apa Naru, maafkan aku. Dan aku hanya bisa melihat Naruto meronta meminta untuk di lepaskan
"SASUKEEE"
Aku jatuh terduduk, nafasku mulai sesak. Naruto pergi kekasih ku pergi. Naru untuk apa cinta kita, sekian lama kita bina hanya berbuah derita, betapa besar cinta kita yang telah terbina namun terhalang dinding pemisah begitu tingginya
Naru aku pun tau kau pasti berat memilih aku atau pun keluargamu. Aku hanya bisa berdoa agar kau selalu di beri kesabaran, Naru yang harus kau tau aku sangat mencintaimu akan aku buktikan bahwa aku mampu di sampingmu
Puk
Aku menoleh, Shikamaru tersenyum padaku "Berdirilah kawan, kau laki-laki jangan tunjukan kelahanmu" aku mencoba tersenyum. Pasti saat ini aku benar-benar menyedihkan
"Hn"
"Pergilah ke Suna, Sasuke. Uruslah salah satu bengkel ku, jika kau berhasil maka bengkel tersebut jadi milikmu"
Sasuke menatap Shikamaru tidak percaya "Shika"
"Kau temanku Sasuke, aku tidak bisa melihatmu seperti ini. Jadilah sukses buktikan bahwa kau pantas untuk Naruto"
Sasuke memeluk Shikamaru tanda persahabatan "Arigatou Shika, arigatou"
Sasuke pov end#
.
.
Satu jam sebelum keberangkatan Sasuke
"Kau sudah siap Sasuke" tanya Shikamaru. Sasuke hanya mengangguk kecil. Yang tidak terduga ialah Naruto. Dia berhasil membekukan pengawalnya dan saat ia hendak ke bengkel Shika, Naruto melihat Sasuke akan pergi jadilah ia mengikuti kemana kekasihnya akan pergi
"SASUKEEEE" kaget, Shika dan Sasuke menoleh. Naruto berlari ke arah Sasuke
"Pergi Sasuke, sekarang! " perintah Shikamaru "aku yang akan mengurus Naruto"
Sasuke berlari menjauh masuk ke dalam bandara "SASUKEEEE"
Shikamaru menangkap pinggang Naruto "Naruto, tenanglah"
"Lepaskan aku Shika, lepas. Sasuke jangan tinggalkan aku" mencoba menenulikan pendengarannya Sasuke terus melangkah menjauh
"Hiks...hiks.. Sasuke..jangan tinggalkan aku.. SASUKEE"
Akhirnya pesawat yang di tumpangi Sasuke lepas landas meninggalkan Naruto yang terus memanggil nama Sasuke
"Maafkan aku Naru"
Tamat...
Errrr... bagaimana menurut minna.. apakah endingnya gaje atau gemana :v ... oh ya kata2 yang
