annyeong...

aku bawa chapter 2nya nih

maaf ya kalo lama..

tapi kalo cepet alhamdullilah

dan makasih buat yang udah review

lanjut baca aja ya...

" sehun apa yang kau lakukan disini!"

" tidak apa-apa manis, jangan takut."

" sehun kau mau apa?"

" huft.. aku hanya mimpi."

" tapi kenapa mimpinya seperti itu."

"ah..sudahlah lebih baik aku tidur lagi."

KRING...KRING...KRING...

Alarmku berbunyi menandakan hari sudah pagi. Aku pun mandi dan bersiap pergi kesekolah.

At Dining Room

" Luhan ." panggil appaku

" ne,appa." jawabku

" mulai hari ini kau sekolah diantar jemput oleh mobil pribadi milik tuan Oh." Kata appaku

" untuk apa ? aku bisa berangkat jalan sendiri appa."tanyaku

" tapi mobil itu sudah menunggu mu dari tadi."jelas appa

" haruskah appa?"tanya ku kembali

" ya gimana lagi, mobilnya sudah menunggumu." Jelas appa singkat

" baiklah appa." jawabku

" eomma, appa, aku berangkat." Kataku sambil mencium tangan mereka

"ne" jawab mereka ber dua

" silahkan masuk nona!" kata supir mempersilahkan ku

" panggil aku luhan saja."kataku

" baik. Silahkan masuk luhan."kata supir kembali

" ne."jawabku sambil masuk kedalam mobil

" AHHH." Teriakku kaget ketika aku melihat sehun juga yang ada didalam.

" kau kenapa?" tanya sehun

" kenapa kau disini?" akupun berbalik tanya

" appaku menyuruh sopir pribadiku untuk menjemput mu juga. Lagi kenapa kau lama sekali?" jelas sehun

" itu bukan urusan mu! Memangnya kenapa kalau aku lama? Apa urusannya dengan mu?" jawabku dengan terus bertanya

" kau lama akan membuat kita terlambat. Urusannya dengan ku karena aku tidak ingin terlambat." Jawab sehun

" yasudah lagi ini kan masih pagi."balasku

" yasudah pak kita berangkat." Lanjut sehun menyuruh supir untuk segera berangkat.

" baik tuan muda."balas sopir

At School

Luhan POV

Kami pun turun dari mobil.

" terima kasih pak."kataku

" ini." Kata sehun sambil memberi tasnya padaku

" apa?" tanyaku

" bawakan tasku!" jelas sehun

" kalau bukan karena perjanjian itu aku takkan sudi membawanya." jawabku

" yasudah bawakan ini. Kita sudah telat."lanjut sehun

" baik baik tuan muda..." jawabku meledek

" jangan panggil aku tuan muda." Sahut sehun

" memangnya kenapa?" tanyaku

" aku tidak suka jika kau memanggilku tuan muda. Panggil aku sehun." Jawab sehun

" iya iya ,kenapa kau bawel sekali sih . melebihi bawelnya wanita."kataku sambil jalan ke kelas

" sudah cepat taru tasku di meja ku aku ingin ke toilet." Suruh sehun.

" iya sehun." Jawabku meledek.

Akupun menaruh tas sehun di mejanya. Lalu ketika aku ingin keluar ada yang menjegatku di depan pintu. Itu baekhyun. Aku tahu dia suka sama sehun dan seluruh isi sekolahpun tau itu.

" mau apa kau menjegatku?" tanyaku.

" tidak aku hanya ingin bermain main sebentar denganmu." Jawab baekhyun sambil memainkan jarinya di wajahku.

" minggir aku ingin ke kantin." Sahutku.

" Eitsss... tunggu dulu akukan hanya sebentar saja." Lanjut baekhyun sambil menjambak rambutku.

" minggir." Ringisku kesakitan.

" hentikan." Tiba-tiba sehun datang dan melepas tangan bekhyun yang ada di rambutku.

" se sehun... " kata baekhyun kaget melihat sehun yang tiba tiba datang.

" apa? Kenapa kau menjambak rambut luhan?" tanya sehun.

" a...aku tidak ... aku tidak.." jawab baekhyun gugup.

" alah tidak usah bicara lagi kau aku sudah lihat semuanya sekarang kau pergi dari sini." Jelas sehun.

"luhan kau tak apa apa?" Tanya sehun panik

" kenapa kau yang panik?" jawabku

" yasudah, aku kan hanya bertanya." Jawab sehun

" yasudah." Lanjut ku

" Lu, datang kerumahku nanti malam bersama orangtuamu." Seru sehun.

" untuk apa?" tanyaku

" aku tidak tahu aku hanya di suruh appa." Jawab sehun

" iya, kalau aku tidak sibuk." Kataku

" issh... sok punya kesibukan." Seru sehun

" biarin. Udah minggir aku ingin kekantin." Kataku

" eitss.. tunggu dulu."

" minggir." Seru luhan panik karena sehun memojokkannya ke sudut kelas. Ini seperti yang ada di mimpi luhan waktu itu.

" tenang. Aku hanya ingin memberi tahu sesuatu." Seru sehun dengan seringaian has nya.

" sehun jangan berbuat macam-macam. Atau akan.." kata luhan yang tambah panik

" akan apa? Lagi memang aku berbuat macam-macam apa? Aku hanya ingin memberitahumu jangan sampai lupa datang kerumahku malam ini karena kalau tidak appa akan memarahiku." Seru sehun.

" ish lepaskan aku, aku tahu cadel aku dan keluargaku akan datang malam ini. Sekarang minggir aku ingin kekanti." Jawab luhan dengan blushingnya karna salah paham pada sehun.

" yasudah lewat tinggal lewat." Seru sehun

" ish..." seru luhan kesal

Malampun tiba aku dan keluargaku bergegas kerumah sehun untuk makan malam.

" oh iya luhan," seru ayah memulai percakapan di mobil.

" ne appa." Jawabku

" nanti kau masuk duluan ya, karena appa dan eomma akan membeli buah dulu." Kata appa

" yah appa, untuk apa? Mereka juga pasti punya banyak buah." Seruku

" apa kau tidak tahu? Sehun sakit, jadi kami ingin membelikan buah untuknya."

" sehun sakit, perasaan tadi di sekolah baik-baik saja." Batinku

" luhan!" seru appa meghilangkan lamunanku

" ah ne..ne appa" seruku kaget

" yasudah. Kita sudah sampai kau masuk duluan, appa dan eomma akan membeli buah." Kata appa

" ne appa. Hati-hati." Seru ku

Akupun masuk dan mengetuk pintu rumah sehun.

" tok...tok...tok.."

" ah...luhan, masuk masuk, sehun ada dikamar dia sedang sakit, dari tadi tidak mau keluar kamar coba kau panggil." Seru paman kris

" baik paman, permisi." Kataku

" tunggu jangan panggil aku paman panggil saja aku kris appa." Kata kris

" iya kris appa" kataku. Untung aku orangnya mudah akrab.

" tok..tok..tok sehun apa kau ada di dalam?"

"..."

" tidak dikunci mungkin sedang tidur lebih baik aku masuk." Seruku

" sehun apa kau AAA..." teriakku kaget

" sedang apa kau disini?" tanya sehun yang sedang topless

" tadi..tadi kata appamu kau sakit dan tidak mau keluar dari kamar,dan aku disuruh untuk memanggil mu." Kataku gugup

" lalu kenapa kau masih disini!" jawab sehun

" oh iya iya aku keluar." balasku

" sehun..." kataku

" apa lagi?"

" pintunya..." sambungku

" pintunya kenapa? Pusing? Demam? Mual?" tanya sehun

" ish... bukan bodoh. Pintunya terkunci." SERUKU

" MWO! APPA...APPA BUKA PINTUNYA ." teriak sehun sambil memanggil appanya

" memang kau tidak punya kunci cadangannya?" tanyaku

" kuncinya ada di jaketku dan jaketnya ada di sofa bawah." Jawab sehun

" ah bagaimana ini" ucapku

" ish aku lupa kamarku kedap suara." Ucap sehun

" MWO! Lalu bagaimana kita keluar?" jawawbku

" ah entahlah." Ucap sehun

AUTHOR POV

In Dinning Room

" bagimana tuan oh? Apakah berhasil?" tanya ayah luhan

" tentu sekarang mereka sedang dikamar sehun" jawab tuan oh

" yasudah saya titip luhan disini saya akan pergi ke australia besok." Ucap ayah luhan

" dengan senang hati. Saya akan menjaga luhan disini." Ucap appanya sehun

" kalau begitu kami permisi." Ucap kedua orangtua luhan

" silahkan." Jawab tuan oh

In Sehun's bedroom

" ah entahlah aku ingin tidur." Ucap sehun

" lalu aku giimana?" tanya luhan

" terserah aku ingin tidur aku lelah. Lagi pula di situ ada sofa tidur saja di sofa." Ucap sehun

" jahat. Baiklah " ucap luhan sambil mempoutkan bibirnya

Mereka pun tidur dikamar sehun namun sehun tidur dikasur dan luhan tidur di sofa. Sehunpun bangun untuk buang air kecil. Dia melihat luhan yang tidur merasa iba lalu menggendong luhan dan dipindahkannya di kasurnya. Dan sehunlah yang tidur di sofa.

" HOAAAMMM. Eh kenapa aku dikasur bukannya semalam aku tidur disofa?" luhan yang barusaja bangun kaget karena dirinya tidur dikasur.

" sudah bangun TUANPUTRI?" kata sehun mengejek

" kenapa aku tidur di kasur? Kau apakan aku? Eomma! Appa! Sehun macam-macam denganku!" teriak luhan histeris

" suttttt diam berisik sekali kau. Memangnya aku tertarik padamu. Aku memindahkanmu semalam karena aku iba melihat muka melasmu itu." Seru sehun

" ah sudahlah. Apa pintunya sudah dibuka aku lapar." Ucap luhan

" sudah. Pergi kau sana aku bosan melihatmu." Seru sehun

" lagi siapa yang mau disini? Aku juga bosan melihatmu!" jawab luhan

Luhan pun turun untuk pamit kepada tuan oh. Eh appa kris untuk pulang kerumah

" luhan tunggu!" panggil kris appa

" ne, waeyo appa?" tanya luhan

" appa mu berpesan agar kau tinggal disini untuk beberapa hari akrena appamu perigi ke australia" jawab kris appa

" MWO APPA KE AUSTRALIA?" tanya luhan

" ne. Apa kau keberatan?" tanya kris appa

" ah a..ani...ani" jawab luhan

" baiklah. Oh ya appa mu juga sudah membawakan pakaianmu. Sekarang sudah ada dikamarmu." Jelas kris panjang lebar

" ehm appa tapi dimana kamarku? Tanya luhan

" kamarmu ada di sebelah kamar sehun. Kalau begitu saya pergi kekantor dulu." Jawab kris

" ne, hati-hati appa." Ucap luhan

LUHAN POV

Akupun pergi kedapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. Namun tak satupun kutemukan makanan. Lalu akupun akhirnya memasak untuk kumakan. Setelah selesai akupun makan lalu pergi kekamarku.

" MWO! " seruku terkejut

TBC