Disclaimer :
Riichiro Inagaki&Yusuke Murata
Pairing:
AkabaXMamori
Genre:
Romance, Family, Humor
Warning:
TYPO, Gaje, BalBis(aBal aBis), humornya garing abis!
Chapter 2: The Amazing Baby
Setelah 2 minggu lahirnya si Youichi itu, Mamori dan Akaba pulang ke rumahnya. Di rumah mereka sudah disiapkan ranjang tidur bayi yang ada di kamar mereka berdua.
"Nah, akhirnya kita pulang ke rumah juga ya. Youichi, ini rumahmu! Lalu ini ranjangmu!" jelas Akaba. Youichi hanya melihat ranjang tidurnya yang begitu kecil lalu menggerakan tangannya seperti mengacungkan jempol lalu memutarnya ke bawah.
"lho? Tangan Youichi kok seperti meremehkan ranjangnya? Hahaha tapi mana mungkin ya" kata Mamori sambil tertawa kecil. Dan Youichi-pun mengangguk.
Mamori menurunkan Youichi diranjang.
"nah..tunggu sebentar disini ya sayang.. Ibu dan Ayah mau ke dapur sebentar. Membuatkan makanan untukmu" kata Akaba sambil mengelus rambut Youichi yang mulai terlihat bentuk spike-nya. Ketika Mamori dan Akaba keluar, Youichi hanya menjulurkan lidah.
"Youichi aaa..." ucap Mamori menyodongkan sendok kecil yang berisi bubur buatan. Youichi hanya menatap sendok kecil itu lalu membuang muka.
"lho kau tidak suka ini Youichi? Lalu kau mau makan apa?" tanya Mamori yang keheranan melihat sikap anaknya itu. Youichi melihat Akaba sedang memakan permen karet yang sedang digelembungkannya. "daa..daa!" seru Youichi sambil menunjuk permen karet.
"hah? Kau mau ini? Tidak boleh sayang. Kau masih terlalu kecil untuk makan beginian" larang Akaba membuang permen karetnya. Youichi menggerakkan jarinya sehingga berbentuk pistol yang hendak menembak Akaba.
"kau mau membunuhku sayang? Dengan pistol jarimu itu? Kau ini masih bayi! Bayi normal takkan mungkin kelakuannnya sepertimu! Jangan-jangan kau bayi...bayi.." tiba-tiba Akaba memberhentikan ucapannya lalu membuka bungkus permen karet lalu memasukkanya ke mulut Youichi.
"Hayato! Kenapa kau kasih Youichi permen karetmu!? Kau tahu kalau sampai tertelan permen karetnya akan nempel di usus kan!?" kata Mamori dengan panik. Sementara Youichi hanya mengunyah permen karetnya.
"tidak usah khawatir Mamori! Youichi itu anak yang kita bayangkan! Ia tidak berkelakuan seperti anak bayi pada umumnya! Dia sudah bisa menggerakkan jarinya seperti pistol, lalu mengacungkan jempolnya kebawah! Ini menandakan bahwa ia akan menjadi orang hebat!" kata Akaba dengan bangga. Mamori menatap Youichi yang sedang menggelembungkan balon.
"benarkah?"Tanya Mamori menatap Youichi dengan ragu.
~ooOOoo~
"aku berangkat kerja dulu ya sayang". Akaba mengecup kening Mamori dangan penuh sayang.
"nah Youichi, jangan repotkan ibumu ya. Turuti apa kata ibu! Jangan minta yang macam-macam oke? Nanti ayah kasih hadiah" janji Akaba pada Youichi. Youichi hanya memasang muka coolnya.
"jangan pulang terlalu malam ya Hayato" kata Mamori sambil melambaikan tangannya. Akaba membalas lambaian tangan Mamori.
BRUUUUM. Mercy hitam akaba keluar dari rumahnya. "nah Youichi, sekarang kita sarapan dulu ya" ucap Mamori mengelus rambut Youichi. Tapi karena rambutnya rada-rada spike, jadi dengan segera Mamori melepaskan tangannya.
"makan biskuit dulu ya Youichi. Ibu mau membuat buburmu dulu" kata Mamori sambil memakai celemek dan memberikan kotak biskuit ke Youichi. Youichi hanya menatap biskuit itu dengan muka cool-nya. Merasa penasaran dengan biskuit itu, AkhirnyaYouichi menggigit bisuit itu sedikit dan langsung mengunyahnya.
Tapi pada unyahan pertama, Youichi langsung memuntahkan biskuit itu dan sisanya langsung dibuang keluar. Karena takut ibunya curiga, Youichi mengambil 3 biskuit lagi dan dengan segera ia membuangnya keluar.
"wah kau makan banyak biskuit itu ya Youichi. Sampai habis 4! Nanti ibu belikan lagi deh!"kata Mamori tersenyum. Youichi juga hanya tertawa ala bayi.
~ooOOoo~
"Youichi sekarang tidur siang ya..." ucap Mamori dengan penuh sayang menaruh Youichi di ranjang Youichi. Mamori mengambil guling khusus bayi hadiah dari Unsui.
"ibu pergi dulu ya. Dadah sayang". Mamori mengecup kening Youichi.
"Buu..Buu!".Youichi merengek
"Kau mau apa lagi You? Kau mau permen karet lagi? Jatahmu sudah abis untuk hari ini!" larang Mamori yang sudah tahu Youichi mau apa. Youichi hanya diam lalu mencoba tidur. Mamori keluar kamar.
Youichi yang pura-pura tidur itu bangun lagi dan membuka pagar ranjangnya dan turun dengan hati-hati kebawah. Youichi membuka pintu kamar sambil merangkak lalu merangkak kearah dapur.
Ia membuka kulkas yang sudah ada pegangan dibawahnya, Sengaja dibuat untuk Youichi. Ia melihat ada telur, keju, susu, apel, yoghurt strawberry, roti sobek, lasagna beku, dan sebungkus sedang permen karet.
Youichi mencoba mengambil permen karet yang ada di tengah-tengah kulkas. Karena susah, Youichi mencoba meloncat tetapi tidak berhasil. Youichi menatap jendela dan ternyata ada Suzuna yang sudah menjadi tetangganya sedang mengobrol dengan tetangga-nya yang lain.
Youichi menaiki meja makan yang berada di samping jendela. "Zuu!Zuu!" teriak Youichi memanggil Suzuna. Merasa dirinya sedang dipanggil, Suzuna berpamitan dengan tetangganya lalu menghampiri Youichi.
"ada apa Youichi?" tanya Suzuna sambil tersenyum. Youichi menunjukkulkas yang pitunya terbuka.
"ooh kau mau mengambil sesuatu dari kulkas itu? Baiklah!". Suzuna masuk ke rumah Mamori melalui jendela.
"kau mau apa? Susu?" tanya Suzuna ke Youichi sambil menggendongnya. "en et!en et!" kata Youichi lagi memegang permen karet berwarna biru.
"ooh itu. Kau tidak boleh makan itu Youichi! Kau masih terlalu kecil! Susu saja ya?" tawar Suzuna menurunkan Youichi di lantai.
Tidak sengaja, Suzuna menyenggol kotak permen karet. "gawat!". Suzuna mengambil kotak itu dan menaruhnya di deretan paling bawah. "Nah, tunggu ibumu dengan tenang disini ya Youichi. Dah!". Suzuna keluar rumah lalu berlari ke rumahnya sendiri. Youichi membuka kulkas lagi lalu mengambil sekotak permen karet lalu ia bawa ke ranjangnya.
~ooOOoo~
"Hayato aku lupa bilang, besok Sena dan Suzuna mengundang kita ke sekolahan anaknya, Airo. Yang perempuan itu lho. Ia akan tampil dalam pensi di sekolahnya sebagai Three Musketeers. Kau mau datang tidak?" tanya Mamori
"hmmm...baiklah. Youichi kita ajak juga ya"kata Akaba.
Keesokan harinya, mereka pergi ke sekolah Akatagawa. Sekolah anaknya Sena dan Suzuna. Mereka berkeliling dulu mencari Sena dan Suzuna. Akhirnya mereka menemukan Suzuna dan Sena.
"Mamo-nee! Sini sini! Acaranya sebentar lagi lho!".Suzuna melambai-lambai tangannya. Mamori dan Akaba langsung berlari ke arah Suzuna.
Mamori mencari tempat duduk yang nyaman untuknya. Airo dan kedua anak lelakinya sedang menundukan kepala tanda hormat. Lalu, mereka mengucapkan kata-kata sesuai dialog yang diucapkan.
~ooOOoo~
" Ceritanya seru ya Hayato! Aku jadi ingin menontonnya lagi!" kata Mamori sambil tersenyum.
"eh ah i..iya seru..". gak tau seru apa enggak lagian selama drama tadi aku tidur doang kok ucap Akaba dalam hati.
" Tante Mamori! Wah..bayinya lucu banget~!". Tiba-tiba anak perempuan berambut pendek yang memakai baju Three Musketeers berwarna biru datang .
"maaaf ya kak Mamori! Ini anakku Airo Kobayakawa" kata Sena.
"ah jadi ini anakmu? Mmm dia perempuan kan?" tanya Akaba ragu.
"ahahahaha, tentu saja. Dia anak perempuan yang berbeda dari anak perempuan lainnnya" jelas Sena.
Airo menggendong Youichi lalu mengangkatnya ke atas. Youichi hanya menanggapinya dengan muka datar. Lalu tersenyum menyeringai memamerkan giginya yang agak tajam.
"Anakmu semangat sekali Suzuna-chan"ucap Mamori.
"yahh.. begitulah. Dia ingin sekali mempunyai adik" kata Suzuna.
"makanya kubilang kau juga cepetan buat anak keduamu ya!" (baca Chap 1).
"Tante tante! Dia boleh kuajak berkeliling sekolah?" tanya Airo yang tiba-tiba muncul.
"ya boleh. Hati-hati ya.." pesan Mamori.
Dengan cepat Airo berlari sambil menggendong Youichi ke dalam sekolah.
"bagaimana kalau kita makan Takoyaki dulu? Itu di sebelah sana!" kata Suzuna bersemangat.
"ok Ayo!" ucap Akaba.
~ooOOoo~
" Hei Airo! Itu anakmu!? Buhahahahhahaha!"teriak anak lelaki yang bernama Kouji.
"Berisik! Bukan tau! Ini anak dari teman orang tuaku! Makanya jangan sok tau ya!" teriak Airo.
Airo berjalan lagi ke sekolahnya sambil menjelaskan apa yang dilihatnya. Youichi hanya tersenyum-senyum saja mendengarnya mengoceh. Lalu saat sampai di kelasnya...
"Nah Youichi...ini ruang kelasku! Disini tempat kita belajar, bermain,dan lain-lain!" ucap Airo.
Youichi merasa tertarik dengan pedang kecil yang ada di dalam kardus berwarna coklat besar. Ia pun lalu mengambil pedang kecil itu.
"wah Youichi! Kau ingin bertarung ya? Keren!" teriak Airo. Youichi menyondongkan pedang kecilnya ke arah Airo. Airo yang kaget dengan cepat(atau refelks tepatnya) langsung menepis pedangnya Youichi.
"hei hei! Bahaya! Kau tidak boleh main-main pedang ini lagi! Ayo kita ke Ibumu saja!". Airo kembali menggendong Youichi lalu berlari ke tempatnya semula tadi.
~ooOOoo~
"Suzuna-chan, Airo kalau di rumah bagaimana?" tanya Mamori.
"wah anak itu benar-benar susah diatur! Komik-komiknya berantakan dimana-mana! Buku-bukunya dibiarkannya terus di meja. Yang disentuhnya seharian itu biasanya, komik, laptop, bola basket, bola sepak. Dia sama sekali tidak mau disuruh membersihakan rumah! Susah sekali dibujuknya!" keluh Suzuna.
"oh iya bagaimana kabar Taki?" tanya Akaba.
"ahh...aku sudah tidak mau mengurusinya lagi! Kakakku yang bodoh itu sepertinya masih di Amerika" keluh Suzuna lagi.
"ah aku beli minum dulu ya!" kata Sena langsung berlari dengan kecepatan cahayanya.
"oh iya! Bagaimana dengan Sena?"tanya Akaba lagi.
"yaah dia masih seperti biasa! Selalu ceroboh! Ia selalu bikin repot aku saja!" keluh Suzuna lagi.
"Tabah ya Suzuna" kata Mamori sambil menepuk pundak Suzuna.
"tapi kau mencintainya kan?" tanya Akaba sambil cekikikan.
"Yah..tentu saja kan?" jawabnya sambil malu-malu.
"Tante! Ini Youichinya!" teriak Airo sambil melambaikan tangan.
"ah iya! Bagaimana perjalananmu Youichi?" Tanya Mamori.
"haah.. tak kusangka ia bisa main pedang lho tante!" seru Airo keras.
Mamori hanya bengong saja. Akaba yang sedang minum cola langsung muncrat. "ha? Youichi? Main pedang? Bagaimana ceritanya?" Tanya Akaba sambil membersihkan sisa-sisa cola di mulutnya.
Airo menceritakan semua tentang Youichi di sekolahnya. Tak henti-hentinya Suzuna berkata 'wow!'.
"wahahahaha! Hebat sekali anakku ini!"teriak Akaba.
"wah...bahaya sekali! Kau tidak boleh begitu ya Youichi!" larang Mamori.
"ya kan? Hebat kan? Keren kan?"kata Airo.
"Banget. Eh sudah sore nih! Kami duluan ya Sena, Suzuna, Airo! Sampai jumpa lagi!" teriak Akaba.
~ooOOoo~
To Be Continued
Ya-Ha!
Fuuh.. selesai juga ini chapter! Sory kalo lama! Cuma boleh main laptop sabtu minggu doang . Oi oi readers gimana ceritanya? Jelek? Abal? Ancur?. O iya Fic ini kubuat dan kuselesaikan pas lagi nonton Masterchef 2! Jadi kalo ada kata-kata yang ancur atau TYPO, itu karena saya lagi nonton Masterchef sambil ngetik(soalnya pas episode go to Hongkong!). ok sebenernya chap ini diselesaikan tanggal 30 sep. CUMA! Pulsa modem abiss pas mau ngepublish!
Ok ok kayaknya ini fic bakal berakhir di Chap 3! Gak tau juga Akhirnya gimana -_-". Bingunggg! Padahal udah dapet chap 3 nya! Cuma keapusssss!Sialan!
Ok deh jangan lupa Reviewnya ya!
_Ichizaki_
