Stage 2: Practice!

Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi © KnB, Snow White and Seven Dwarfs © Disney
Warning: OOC, OC, humor gagal, saya usahakan EYD, aneh, possible typo, dan untuk keamanan(?) semua character saya masukan kedalam sekolah dan kelas yang sama, yaitu Teikou Gakuen, Sho-Ai, dan kata bergaris miring artinya narrator.

A/N: waaa~~! Ngga nyangka bakalan ada yang ngereview sama ngefav cerita ini *sob* omong-omong, saya mau balas review kalian…

: Woaahh kalau Snow Whitenya Kuroko, itu udah mainstream hahaha.. lagian aku lebih suka uke!Kagami hehe.. maaf ya kalau mengecewakan *bow* dan makasih sudah mereview
Rakshapurwa: iya ini sudah update~ terimakasih mau mereview
Loliconkawaii: HimuKaga? Gimana yaa? *kedip maut* nanti kamu juga tau kok XD tetep ikutin cerita ini ya~ terimakasih sudah mereview
TheTsubasaYuki: menarik? Yang bener? Aduh makasih ya! Ini aku terinspirasi dari pin Akashi lho XD /yaterus/ iya Kagami jadi kena batunya sendiri XD makasih sudah mereview

Susunan pemain:
Snow White: Kagami Taiga.
Pangeran: Himuro Tatsuya.
Kurcaci: Aomine Daiki, Akashi Seijuuro, Midorima Shintarou, Murasakibara Atsushi, Kise Ryouta, Kuroko Tetsuya (Generation of Miracle).
Ratu: Kazunari Takao.
Cermin: Furihata Kouki.
Nenek Sihir: Momoi Satsuki

~Kuroko no Basuke Drama: Red Tigers and Six Miracles~

Teikou Gakuen, sepulang sekolah, Kagami berjalan lunglai memasuki teater lama yang terdapat dibelakang gedung sekolahnya. Sungguh! Demi Eren yang lagi mainin PVPnya Katsuragi! Kagami ingin membolos latihan dan melesat ke Amrik dan curhat kepada kakak tersayang-namun-suka-menciumnya, Alex, tentang kejadian naas ini…

Tapi kata-kata Akashi membuatnya berpikir dua kali untuk terbang ke Amrik.

"Yang tidak latihan, kujamin hidupnya tidak akan tenang."

Sedih sekali hdupku, batin Kagami. Andaikan saja Akashi keselek gunting(?) kesayangannya, mungkin dunia ini akan damai, tentram, dan sejahtera…

Oke Kagami mulai ngelantur.

KRIEEETTT

Pintu kayu mahoni berukiran lambing Teikou itu terbuka saat didorong Kagami. Pintunya besar dan hitam, juga dipenuhi debu. Kagami melangkah masuk. Tempatnya suram dan hening, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Kagami menoleh menatap kanan kiri. Gelap, tidak ada penerangan satupun. Entah kenapa, rasanya aka nada sesuatu yang muncul.

PLOK

"AAAAHHH!" Kagami menjerit tidak elit. Tangan seseorang mencengkram pundaknya.

"Hoi! Kenapa kau menjerit!? Ini aku!" Kagami menoleh dan menatap seorang pemuda berambut navy-blue dengan seragam Teikou yang tidak dikancingi, memperlihatkan tubuh atletisnya. Kagami menatapnya terkejut.

"A-Ao-Aomine?" Kata Kagami terbata. Aomine mengangkat sebelah alisnya. "K-kau Aomine? Bukan hantu?"

DUAK!

Tangan Aomine dengan suksesnya menyapa kepala Kagami. Yang dipukul mengaduh sakit.

"Tentu saja aku manusia, Bakagami! Aku bukan hantu! Yang hantu itu Tetsu!" Hardik Aomine. Kagami nyengir bersalah.

"Siapa yang hantu, Aomine-kun?" Suara seseorang yang amat sangat dekat membuat Aomine dan Kagami melojak kaget.

"Te-Tetsu!? K-kau!? S-s-sejak kapan!?" Aomine menunjuk-nunjuk Kuroko yang menatap datar Aomine.
"Sejak Kagami-kun menjerit seperti anak perempuan yang diperlakuan tidak senonoh, Aomine-kun." Jawab Kuroko.

Kagami blushing.

"A-aku tidak bersikap seperti perempuan yang diperlakukan dengan tidak pantas, Kuroko!" Bentak Kagami malu. Kuroko baru ingin membalas sebelum sebuah gunting melesat, nyaris menggores pipi Aomine.

"Jangan bertengkar, Daiki, Taiga, Tetsuya. Ayo kita latihan." Perintah seseorang yang author yakin readers sudah tau.

"Ba-baik." Jawab mereka bertiga serentak.

XXX

"Ah! Kagami! Aomine! Kuroko! Akhirnya kalian datang! Ayo, ayo, kita latihan! Lihat, naskahnya sudah jadi lho!" Arisawa memamerkan naskah yang dilambai-lambaikannya.

"Yah…" Aomine bergumam. Ingin rasanya dia mengambil naskah itu dan membakarnya sekarang juga.

"Ayo! Nah, kita akan mulai saat si Red Tigers masuk kedalam hutan lalu tersesat ya!" Kata Arisawa penuh semangat sambil menyodorkan naskah kepada Kagami yang ragu-ragu.

CKRIS

"Ambil, Taiga, atau guntingku akan menyapamu." Perintah Akashi. Kagami buru-buru merebut naskah dari tangan Arisawa dan menuju panggung.

-Panggung (latar: hutan)-

Red Tiger (Kagami) berputar-putar mencari arah. Matahari mulai menyingsing, membuat pengelihatan menjadi kabur. Angin berhembus, membuat dedaunan saling bergesek dan menimbulkan bunyi yang misterius. Red Tiger ingin pulang, ingin kembali kerumahnya.

"Aku dimana?" Kata Kagami sambil membaca naskahnya. Matanya melirik semua orang yang menatap dirinya serius. "A-aku ingin pulang." Katanya malu setengah mati, membuat efek kyuuunnn yang anehnya membuat peranannya semakin bagus.

"Seseorang…" Kata Kagami lagi sambil mengusap mataya, berpura-pura menangis. "Siapapun… tolong aku…"

Red Tiger semakin memasuki hutan yang makin lama juga makin gelap. Kakinya gemetar takut. Dalam hati Red Tiger berdoa supaya dia menemukan rumah. Siapa saja boleh asal mau menerima dirinya yang sudah terlihat menyedihkan ini.

Dan tuhan mengabulkan. Dari kejauhan, cahaya remang-remang mulai terlihat. Kebahagiaan Red Tiger berkumpul. Dengan semangat, dirinya menuju asal cahaya itu.

Ternyata itu adalah sebuah gubuk. Gubuk kecil namun indah. Tempatnya terang dipenuhi oleh kunang-kunang yang berkumpul. Red Tiger terpesona sebentar, kemudian memutuskan untuk mengetuk gubuk kecil itu.

Knock knock.

Tidak ada jawaban.

Red Tiger mulai was-was, tapi dengan cepat dia menenangkan dirinya sendiri. Mungkin pemilik gubuk ini sedang pergi, pikir Red Tiger positif. Red Tiger kemudian membuka pintunya dan melangkah masuk.

Seperti yang sudah diduga, isi gubuk itu kecil. Terdapat banyak lilin disekat-sekat tembok yang sudah lapuk dan lantai kayu yang mulai bolong, membuat celah-celah kecil. Red Tiger terus melangkah masuk sampai menemukan enam buah ranjang mungil yang berjejer rapi.

Siapa gerangan yang mempunyai kasur sekecil ini?

Red Tiger berpikir, tapi tak lama kemudian dia duduk dipinggir kasur kemudian merebahkan dirinya dan tertidur lelap.

"CUT!" Arisawa berteriak dan Kagami yang tadinya pura-pura tertidur dilantai panggung langsung berdiri. "Aktingmu keren sekali, Kagami! Menyayingi Kise, sungguh!" Puji Arisawa.

Kagami tersipu sementara Kise mencibir.

"Akting yang hebat, Taiga," Himuro mendekat kearah Kagami dan mendekatkan mulutnya ketelinga Kagami. "Aku ingin cepat-cepat adegan Pangeran yang mencium si Red Tiger." Katanya dengan nada seduktif.

BLUSH!

Wajah Kagami memerah semerah tomat. Dia speechless. Baru saja Kagami ingin mengatakan sesuatu, seseorang sudah menginterupsinya.

"GERAH WOI, GERAH!" Bentak Aomine tak suka. Bagaimana tidak? Kagami kan miliknya! Mana mau miliknya diambil orang?

Kagami mendorong tubuh Himuro pelan dan langsung melesat menuju toilet, walau sebenarnya dia tidak tahu toilet letaknya dimana di teater lama ini.

"Kagami imut-imut sekali ya," Komentar Arisawa tersenyum saat melihat wajah Kagami yang tersipu. "Sangat tidak cocok untuk seseorang yang berhati iblis." Arisawa kemudian mendelik kepada seseorang yang sedang sibuk memelototi Himuro yang sedang bersiul-siul seakan tidak terjadi apa-apa.

"Sudahlah. Ayo lanjut latihannya!" Kata Arisawa lagi.

TBC

Oke cliffhanger._.)

Sabodo lah! Ide udah mentok disitu! Satu kata untuk para readers-tachi, RnR?

-BakaFujo-