Disclaimer :

-Hetalia Axis Powers/Axis Powers Hetalia (c) Hidekaz Himaruya

-Tales of The Boys (c)

Warning : Lemon yang kebanyakan, Typos, OOC, OOT, PWP,MXM, agak sedikit atau banyak BDSM, (non) consensual, Shibari -Bondage.

A/N : untuk nama terakhir Ludwig itu memang disengajakan, artinya 'pria jujur' dan mungkin endingnya itu tidak sama...

Dan kemungkinan ini akan saya translate ke English


Setelah dua hari kejadian itu, mereka melakukan aktivitas yang biasa seperti Heracles yang tidur melulu kerjaannya sampai ke Ludwig yang kerjaannya menonton BDSM yang banyak mencambuk dan rantai atau BDSM yang disenangi Author, saat yang sama sekarang Lovino sedang menyirami kebun tomat yang sebesar satu Hektar. Walaupun panas atau tidak pasti dirinya akan menyirami kebun tomatnya tersebut, "uh...panas" kata Lovino yang mengeluh.

Setelah Lovino selesai menyiram kebun dan mengambil tomatnya, ia segera melepas bajunya dan mengelapi badannya yang penuh keringat. Setelah itu, ia segera masuk kedalam dan menuju kedapur untuk menaruh tomatnya, tetapi saat ia berada didapur ia melihat Ludwig yang sepertinya menunggunya bersama Heracles.

Sekarang penampilan Ludwig bisa dibilang hot sih, yaitu kaus hitam yang melihatkan bentuk tubuhnya dan boxer bergambar bendera jerman dan bertulisan 'Sanktion Schlägertyp' dan dibelakangnya ada tulisan juga 'Schmerz Ist Vergnügen Er Selbst' yup, kata kata yang enggak digo*gle translate, jadi maaf saja jika salah.

Memang dirinya melihat Ludwig, tetapi dirinya sangat tidak tertarik dengan apapun yang ia lakukan didapur (baca bokep, garuk garuk kepala, makan kentang (Lovino sangat Anti-Kentang)) dan ia terus melanjutkan aktivitasnya, saat ia sudah selesai menaruh semua tomat dikulkas. Ia segera berbalik, sehingga ia tak sengaja berhadapan dengan Ludwig dalam posisi yang sangat dekat.

"Wuaah!- maaf Potato Bastardo!" Kata Lovino yang kaget sambil memberikan kosakata yang agak kasar, "hmmp... Kau akan kumaafkan, asalkan kau..." Kata Ludwig sambil berpose berpikir, "mau menerima 'Sanktion Schlägertyp'" lanjut kata Ludwig sambil tersenyum ala iblis, "?" Bingung Lovino. "Berarti kau harus menerima hukuman yang keras..." Balas Ludwig sambil memegang kedua pipi Lovino.

Setelah itu ia langsung menghantam wajah Lovino dengan pukulannya sehingga Lovino mendesah dan mukanya berubah menjadi merah- tunggu? Mendesah buka kesakitan? Ah, tidak apa apa inikan BDSM, setelah itu Ludwig melepas lapisan pertama celana Lovino sehingga tinggal celana dalamnya dan Ludwig pun menggigit dan menghisap kejantanannya dari balutan celana dalam itu, saat ia menghisap kejantanannya Lovino mendesahnya sangat minta ampun! Seperti virgin yang keperawanannya baru direbut. Sedangkan, Heracles hanya menonton sambil memegang kotak kardus yang bertulisan 'Punya Ludwig' dan Ludwig terus menghisap kejantanan Lovino yang dibaluti satu kain itu sampai ia merasakan ada sesuatu yang basah atau fluidnya keluar.

Setelah keluar Ludwig melepas celana dalam Lovino (tangan Lovino dipegang kuat oleh tangan kanan Ludwig) dan memberikan isyarat kepada Herakles saat melihat isyarat Ludwig Heracles mengangguk dan mengambil sembarang barang, saat dilihat apa barang yang diambilnya... Saat ia mengambil sembarang barang akhirnya ia keluarkan..., saat ia keluarkan terlihatlah tali berwarna coklat lurus yang belum satupun pernah dia apa apain. Setelah itu, Ludwig mengambil tali itu dan terus mengunci gerakkan tubuh Lovino dan mulai menerampilkan tangannya dengan tali tersebut alias membuat pola bondage (tentu saja telanjangi Lovino dulu).

Saat ia membuat pola bondage, Lovino terus melawan tetapi, karena Ludwig juga mengikat talinya dikejantannanya sehingga Lovino '!' terkaget dan Ludwig lanjut memasangkannya kebagian yang lainnya, saat sudah selesai Ludwig segera mengambil barang dari kardusnya. Saat, ia mengambil barang yang dikardus Lovino mendesah oleh ikatannya yang kencang sekaligus mmm... Ini bukan untuk membuat yang makan atau yang bikin jadi kejijikan ya. Oleh adonan tart yang terbuat dari biskuit dan air perasan lemon sehingga menjadi solid itu diubahnya menjadi bentuk VR (dipanggang juga).

Setelah itu Ludwig sudah menemukan barang yang ia cari yaitu sebuah rantai dan cambuk yup, tipikal alat BDSM. Dan, ia memasangkan rantai yang berat itu dikejantannya dan diikatnya dipinggangnya sehingga Lovino 'ukhh!' Kesakitan sekaligus menyukainya. Ludwig lanjut mencari sesuatu sebelum menyambukkinya, saat ketemu kita dapa melihat alat tindik dan sebuah tali yang berunjungnya seperti anting anting, sehingga Ludwig mendekati Lovino dan 'cleck' menindik putingnya 'Aaaaah~' sekarang yang dapat dipikirkan Lovino hanyalah rasa sakit bercampur dengan kenikmatan oleh rasa sakit yang ditanggungnya.

Ludwig pun, lanjut menindik yang satunya 'Aaah~'. Setelah menindik puting Lovino ia memasangkan dua tali itu dan, sekarang penampilan Lovino itu memakai : Bondage (shibari), Rantai, Cincin dan lengkaplah penderitaan AKA kesenangan Lovino. Setelah itu, Ludwig menarik tali yang ada anting antingnya itu dengan kuat sehingga 'aaah' Lovino mendesah terus tetapi setelah itu...

"Heracles sekarang kau tarik tali ini, terserah dirimu mau kuat atau tidak"

Saat Ludwig mengatakan kata itu, Heracles bangkit dari tempatnya dan memegang tali tersebut. Dan, sekarang Ludwig kerjaannya *spank!* menyambuk Lovino...

*spank!*
'Ahh~'
*spank!*
'Aah'
*spank!*
'Aaaaa...hhh~'

saat menyambuk, Heracles juga ikut menarik tali tersebut sehingga Lovino terus mendesah tanpa henti, dan nasib kue yang tadi itu hancur sebagian didalam lkubang Lovino dan sebagian diluar lubang. Karena, rantai yang dikejantanan Lovino yang begitu berat sehingga jatuh dan *SPANK!* *SPANK!* *SPANK!* *SPANK* makin keras cambukkan Ludwig, setelah selesai mencambuk. Walaupun, sebagian bokong ketutupan bondage semua bokongnya merah dan Ludwig pun meremasnya 'Aaah~ aah' dan melepas rantai Lovino sehingga 'fyuuh' bunyi lega Lovino.

Setelah itu, Ludwig kearah depan walaupun ada tali tersebut. Oh ya, keadaan Heracles sekarang tertidur karena sudah waktunya tidur, ia pun menjilati lubang yang telah berhancuran kue tart tersebut. Ia memutar mutar lidahnya dengan secara profesional bagaikan anak kecil memutar mutarkan lidahnya ke lollipop dan terus membersihkan seluruh bagian yang ada kue tersebut. Ludwig akhirnya sudah selesai menjilati lubang Lovino, akhirnya ia menjilati kejantanan Lovino dengan memulainya dengan menjilati kepalanya dengan (lagi) memutar mutar dan menghisap kepalanya, setelah itu. Ludwig langsung memasukkan seluruh kejantanannya Lovino dimulutnya sambil memegang bir yang gak tahu dari mana.

Ia terus menghisapnya dengan tambahan ada bir sehingga Lovino kesakitan dan Ludwig terus menghisap dan membuat besar kejantannya, setelah itu. Fluidnya Lovino akhirnya keluar dengan jumlah banyak dimulut Ludwig dan bertetesan sampai dilantai walaupun sudah dipasangin cincin itu lagi, Ludwig menelannya dan menyolek fluid Lovino yang ada dilantai untuk memasukkannya kedalam mulutnya. Dan Lovino meresponnya dengan baik walaupun ada gigitan setelah itu Ludwig duduk di meja dan menunduk paksakan kepalan Lovino, sehingga Lovino secara tak sengaja memasukkan kejantanan Ludwig.

Saat kejantanan itu masuk, Lovino awalnya menggigitnya tetapi karena ditekan Ludwig berakhir menjadi menjilat, menghisap dan terus melakukannya sampai Ludwig memasukkan seluruh kejantanannya kedalam mulut Lovino, tentu saja Lovino susah bernafas karena 'bulu bulu' Ludwig agak mengganggu tetapi ia terus menghisapnya dan menggigitnya (pengecualian) sampai 'flash!' Keluarlah fluid yang berlimpah limpah, walaupun rata rata seme tak akan mengeluarkan fluidnya dengan cepat tetapi Ludwig mengeluarkannya dengan cepat.
Setelah itu, Lovino dipaksa menelan semuanya sehingga mulut Lovino ada bekas fluid seperti anak yang meminum susu secara berantakkan.

Selanjutnya, Ludwig mencium Lovino dengan kasarnya sehingga saat ia ingin membuka mulut Lovino ia menggigit bibirnya dengan kasar. Saat lidah itu masuk kedalam mulut Lovino, Lovino dapat merasakan sesuatu yang asin, ternyata sesuatu yang asin adalah fluidnya Lovino yang sebagian tidak ditelan Ludwig untuk mempoles mulutnya dengan fluidnya. Ludwig akhirnya menggerekan lidahnya dengan pelan tetapi seperti tertekan, ia pun menyelusuri seluruh mulut Lovino dan menghisap apapun, saat ia sudah menyelusuri semuanya, ia pun melepas tindikkan puting Lovino dan mengelap darahnya dengan saliva.

Eit!, tetapi sebelum ia menjilatnya. Ia memasukkan sesuatu dan ia mulai menjilatnya, saat ia menjilatnya Lovino merasa kesakitan karena ternyata Ludwig memasukkan garam kristal ukuran 1,5 milimeter kedalam mulutnya dan menyentuh luka lukanya. 'Ahhh' seperti yang kalian tahu garam akan memperkuat rasa dan juga memperkuat rasa sakit sehingga Lovino kesakitan dan memegang rambut Ludwig dengan kasarnya.

Saat sudah selesai membersihkan putingnya, Ludwig kembali kebelakang dan mengangkat satu kaki Lovino. Dan... ''Aaaah~" yup, ia memasukkan kejantanannya dengan cara tidak sopan yaitu langsung ia penetrasi tanpa memakai lube atau pun saliva. Tetapi, Lovino tetap menikmati segala hal tersebut sehingga tak masalah, saat masuk. Ludwig terus membiarkan kejantanannya tidak bergerak sambil memegang kepala kejantanan Lovino dengan kasarnya, ia pun terus meremasnya dengan satu tangan karena tangan satunya ia gunakan sebagai yang mengangkat satu kakinya.

Ia pun akhirnya menggerakan kejantanannya karena Lovino terus memarahinya untuk menggerakkannya. 'Cepat gerakkan, potata bastardo!' kata Lovino, setelah ia menggerakkan ia mengangkat lebih tinggi lagi kaki satunya walaupun tahu shibari akan mengganggunya. Saat kakinya Lovino sudah tinggi ia mulai mempercepat temponya, ia mempercepat temponya dan memperkasarnya sehingga munculah darah darah yang tak diharapkan.

Ia mulai mengerakkannya lebih kuat sehingga mata Lovino hampir terpejam, dan terus mendesah minta ampun. Dan lagi, desahan itu bertambah karena kakinya yang terbuka sehingga angin agak lumayan masuk dan membuat dirinya ereksi. Apalagi tekanan Ludwig pada pinggangnya untuk memperkuat dan memperkasar gerakannya, 'aaah~' itu adalah suara desahan Lovino yang menunjukkan bahwa Ludwig sudah menemukan sweet spotnya atau prostatnya, saat mengetahui hal itu. Ludwig mempercepat gerakannya sehingga Lovino terus mendesah.

Saat kejantanan Ludwig menghantam dinding prostat untuk terakhir kalinya, akhirnya. Fluid mereka berdua berhamburan dan fluid Ludwig mengisi lubangnya Lovino. Setelah itu, Ludwig lanjut memasukkan vibrator dengan kecepatan hard sehingga mulut Lovino terus berair dan terus mengeluarkan fluid dengan jumlah sedikit, tetapi Ludwig baru menyadari mengapa fluid itu keluar sedikit, karena ada cincin yang mengganggunya. Akhirnya, Ludwig melepas cincinnya tepat diwajahnya dan fluid dengan jumlah banyak itu bersimbur diwajah Ludwig.

Akhirnya Lovino menjilat semua fluidnya sampai bersih dan sampai kemulutnya walaupun dirinya masih memakai shibari, dan saat mereka berciuman dengan lidah...

'BRAAK!'

Suara pintu terbuka, "halo west!, aku datang mengunjungimu, bagaimana keadaanmu di Germany? Apakah kau sering latihan...?" Yaitu suara kakaknya Ludwig yang bernama Gillbert...

"Sepertinya menyenangkan" kata Gilbert sambil membersihkan bibirnya dengan lidahnya.


A/N : Fyuhh, akhirnya selesai juga Germano yang tak bermutu

Review please? Don't flame me!