He ruined my dream!
The Half Blood Vampire
Remake: The Half Blood Vampire by Tania Mayang Sari
Tulisan miring itu isi fikiran atau batin seseorang.
Selamat membaca!
Baekhyun mengeratkan pelukannya pada Kris saat pria itu sedikit bergerak. Ia benar-benar takut, menyebabkan ia tak tidur semalaman. Saat matanya hampir terpejam, Kris bergerak sedikit dan membuatnya kembali bangun.
Kris membuka matanya perlahan, ia mendapati Baekhyun tengah tertidur -pura pura lebih tepatnya-. Tidurnya semalam benar-benar tidak nyenyak, saat ia bergerak sedikit, Baekhyun langsung memeluknya. Bukan puas istirahat, tubuhnya malah bertambah sakit. Ia pun menggeser pelan tubuh Baekhyun, karena ia ingin mandi dan segera berangkat ke kekantor. Baru saja ia mengangkat tangan kanan Baekhyun yang melingkar diatas perutnya, namja mungil itu sudah mengerang pelan dan kembali merapatkan tubuhnya.
Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Kris. Adik bungsunya tidak pernah seperti ini setelah lulus dari sekolah menengah pertama. Dulu sikap Baekhyun yang seperti ini karena adiknya mengalami mimpi buruk. Selama seminggu, Baekhyun tidur dikamarnya persis seperti sekarang.
Umur Kris dan Baekhyun tidak terlalu jauh, tapi sikap manja Baekhyun benar-benar tidak bisa hilang. Sikap ketergantungannya membuat Kris sulit untuk menolak permintaan Baekhyun, apapun bentuknya. Sampai kadang membuat Kris berfikir jika adik bungsunya adalah seorang yeoja kecil. Salahkan sikap Baekhyun yang terlalu kekanak-kanakan diusianya yang sekarang, ditambah Baekhyun adalah seorang namja.
"Jangan tinggalkan aku." Ujar Baekhyun parau.
"Kau sudah bangun?" Baekhyun mengangguk dalam pelukan Kris.
"Tapi aku harus kerja. Kau juga kuliah bukan?" Baekhyun hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Kenapa?" Lagi lagi Baekhyun menggeleng.
Kris mendorong Baekhyun pelan agar ia bisa melihat wajah adiknya. "Kau tidak tidur semalaman?"
Lagi lagi Baekhyun menggeleng. "Aku tidak bisa tidur. Ku mohon kau jangan bekerja ya?"
Kris menarik nafasnya berat. "Aku harus bekerja sweety." Ujarnya sambil mengusak rambut Baekhyun.
"Jangan panggil aku sweety, aku bukan perempuan! Pokoknya kau tidak boleh bekerja." Bentak Baekhyun dengan mata berkaca-kaca. Tolong ingatkan Baekhyun jika sikapnya seperti perempuan dan ia barusaja membentak Kris karena memanggilnya sweety, tapi ia tidak membentak Chanyeol saat pria itu memanggilnya nona.
Untuk kesekian kalinya Kris menarik nafas berat. "Bagaimana bisa aku berenti memanggilmu sweety kalau sikap mu manja seperti ini? Dan baiklah, aku tidak akan bekerja, dan kau tidak kuliah. Bagaimana?" Wajah Baekhyun berubah cerah. Ia mengangguk senang.
"Setuju!"
"Sekarang kau tidur. Kalau kau tidur aku tidak akan kekantor." Baekhyun mengangguk lalu mulai memejamkan matanya.
Saat Baekhyun mulai terlelap, Kris melepaskan diri dari pelukan Baekhyun untuk mengambil ponselnya. Ia menghubungi sekertarisnya di kantor untuk memberi tahu jika ia tak bisa datang hari ini. Untung tidak ada meeting.
Kris kembali merebahkan tubuhnya disamping Baekhyun. Baru saja memasuki alam mimpi, Kris dibangunkan kembali oleh ketukan pada pintu kamarnya.
"Masuklah." Ucapnya sambil mendudukan tubuhnya dikasur. Pintu terbuka. Masuklah tuan dan nyonya Wu.
"Baekhyun?" Tanya Nyonya Wu tak percaya.
Mengerti denga nada bicara yang menyiratkan pertanyaan membuat Kris mengangkat bahunya. "Aku tidak tahu. Tadi malam ia berteriak histeris, lalu meminta untuk tidur denganku."
Kris terdiam sejenak, ia mengulang kembali kejadian dimana ia mendengar Baekhyun berteriak ketakutan saat adiknya tidur tadi malam, kemudian Baekhyun menangis dan memohon pada Kris untuk mengizinkannya tidur dikamar Kris.
"Kau tidak kekantor?" Kris menggeleng sebagai jawaban untuk Tuan Wu.
"Kau tau? Aku sudah mempercayakan sebuah perusahaan padamu. Tapi kenapa kau lalai? Harusnya kau berada dikantor, bukan menjaga Baekhyun yang sedang tidur." Tuan Wu tidak marah, hanya saja setiap kata yang ia keluarkan penuh dengan ketegasan.
"Tapi Baekhyun memintaku untuk tidak kekantor. Dan dia tak mau kuliah, aku khawatir, abeoji."
"Kau memenuhi permintaan konyol Baekhyun? Ya tuhan Kris, adikmu sudah besar. Kau sudah seperti ayahnya." Gerutu Tuan Wu.
"Baekhyun adikku.."
"Kau benar-benar terlihat seperti brother coplex Kris." Nyonya Wu menggelengkan kepalanya.
"Eomma..." Kris berdecak kesal mendengar ucapan Nyonya Wu.
"Sudahlah, sepertinya kau juga butuh tidur. Tidurlah, saat makan siang nanti, aku sudah melihat kalian berdua di ruang makan." Ucap Tuan Wu. Kris mengangguk, orang tuanya pun keluar dari kamar.
- The Half Blood Vampire -
Acara makan siang tidak buruk seperti yang Baekhyun bayangkan, orang tuanya tidak memarahinya karena tidak kuliah dan menyuruh Kris untuk izin kekantor. Walaupun tadi eommanya sempat bertanya apa yang terjadi, tapi Baekhyun bungkam dan hanya bilang ia takut tidur sendiri karena film horror yang ia tonton.
Lagipula, jika ia menceritakan yang sebenarnya, keluarganya tidak akan percaya. Mereka berpikir pasti ia sudah gila, ia punya resiko besar jika mengatakan semua. Mengatakan, jika Park Chanyeol teman sekelasnya adalah seorang vampire yang meneror mimpinya beberapa hari ini.
Baekhyun membuka pintu kamar Kris, sudah pukul 9 malam. Ia benar-benar tidak bisa tidur sendirian. "Aku ingin tidur bersamamu. Bolehkan?" Pinta Baekhyun dengan puppyeyesnya.
"Iya, kau boleh tidur denganku. Tapi jangan memeluk ku terlalu erat, kau membuatku tidak bisa bergerak dan susah bernafas." Kris mengajukan syarat.
Setelah mendapat persetujuan, Baekhyun naik keatas kasur Kris, lalu memejamkan mata dengan nyaman membuat Kris tersenyum kecil.
Baekhyun membuka matanya, ia melihat jendela kamar terbuka. Dengan jantung yang berdegup kencang ia beranjak dari tempat tidur menuju jendela kamar, menutup jendela. Baru saja membalik tubuhnya, ia merasa hawa dingin disekitar tengkuk. Ia berusaha tidak menjerit ketakutan karena tidak ingin membuat Kris terbangun.
Sebuah sentakan kasar membuat Baekhyun berbalik. Namun tetap saja, tidak ada orang yang terlihat. Air mata Baekhyun mulai berlinang. "J-jangan ganggu aku.." Ucapnya lirih.
"Aku tidak mengganggumu, sayang. Aku hanya ingin menikmati darahmu." Ujar suara itu.
Baekhyun merasakan benda tajam menusuk lehernya, kejadian ini sama persis seperti beberapa hari yang lalu saat di perpustakaan.
"AAAAARRRRRGHHHHHHH!"
- The Half Blood Vampire -
Kris terus menepuk pipi Baekhyun agar namja mungil itu terbangun. Adiknya seperti mengalami mimpi buruk, wajahnya penuh keringat dan ia terus menggelengkan kepalanya, sembari terus berkata.
"Jangan ganggu aku."
Sudah hampir 10 menit ia berusaha membangunkan Baekhyun, tetapi adiknya tak terbangun. Ia tak mungkin kekamar orang tuanya karena ini sudah tengah malam.
"AAAARGHHHHHHHHH!" Jerit Baekhyun tiba-tiba, ia langsung terduduk dari tidurnya.
"Kau kenapa?" Tanya Kris khawatir.
Bukannya menjawab, Baekhyun malah memandang sekeliling kamar Kris. Jendela kamar tidak terbuka, dengan perlahan Baekhyunn menyentuh lehernya. Tidak ada bekas apapun.
'Kenapa semuanya terasa nyata.'
"Baek, jawab aku. Apa yang terjadi padamu? Apa kau mimpi buruk?" Baekhyun menggeleng dan memeluk tubuh Kris. Melihat sikap Baekhyun membuat Kris prihatin.
"Baiklah jika tidak mau bercerita. Sekarang kau harus tidur, besok kau kuliah." Baekhyun mengangguk paham.
"Tapi kau harus memeluk ku."
Kris terkekeh kecil mendengar permintaan Baekhyun. "Deal, aku akan memeluk mu sampai kau kehabisan nafas."
Setelah mimpi buruk yang mengganggunya Baekhyun kembali terlelap dengan memeluk Kris. Akhirnya ia bisa tidur dengan nyenyak setelah beberapa kali mimpi yag sama menghantuinya. Mimpi bertemu dengan vampire, ah maksudnya digigit oleh vampire.
- The Half Blood Vampire -
Baekhyun keluar dari mobil setelah Kris membukakan pintu mobilnya, sebenarnya sudah bekali-kali Baekhyun bilang pada Kris untuk tidak membukakan pintu mobil saat ia sedang mengantar Baekhyun ke kampus. Wajah tampan Kris sudah menjadi bahan perbincangan -kata Luhan- karena beberapa kali siswa kampusnya melihat Kris mengantar Baekhyun.
Baekhyun menggelengkan kepalanya melihat Kris yang tersenyum kecil. "Jangan sering melakukan itu okay? Tapi terimakasih."
Kris mengangguk. "Sama sama sweety." Baekhyun menggembungkan pipinya kesal lalu menghembuskan nafas kasar.
"Ya, aku masuk dulu. Hati-hati dijalan." Pamit Baekhyun yang kemudian mendapat usakan dikepala dan cubitan dipipi dari Kris sebelum ia pergi.
"Bye!"
Baekhyun berlari kecil masuk kekampus saat melihat Luhan, ia tersenyum kecil.
"Mesra sekali." Goda Luhan saat Baekhyun jalan disampingnya.
Baekhyun terkekeh. "Kau cemburu?" Goda Baekhyun. Luhan memang kelihatan menyukai Kris, tapi pria berdarah China itu tidak pernah mau mengakui.
"Cemburu? Jangan asal bicara." Dengus Luhan membuat Baekhyun kembali terkekeh.
"Benarkan?" Goda Baekhyu.
"Hentikan Baek, aku pergi keruang dosen dulu. Bye, sampai bertemu dikelas."
Setelah kepergian Luhan, Baekhyun berjalan sendiri menuju kelasnya sambil terus mengedarkan pandangan. Namun, matanya malah bertemu dengan tatapan tajam Chanyeol. Laki-laki itu tengah duduk dibangku taman. Baekhyun merasa wajahnya memucat, ia segera berlalu dari tempat itu menuju kelas.
'Sudah cukup dia menghantui ku lewat mimpi!'
Chanyeol mendengar suara tawa yang familiar disampingnya, namun orang itu tak terlihat. Chanyeol mendengus kesal.
"Sehun, tunjukan dirimu! Jangan sampai manusia disini mendengar tawamu, tapi tidak melihat wujudmu. Aku tidak ingin kampus ini geger karena ulahmu." Orang yang bernama Sehun itu menunjukan dirinya sambil terus terkekeh.
"Apa yang lucu?" Tanya Chanyeol tak mengerti. Sehun masih saja terkekeh, tanpa mempedulikan pertanyaan Chanyeol.
Chanyeol menghelas nafasnya panjang, kadang ia kesal melihat tingkah adiknya ini.
"Aku sedang menertawai namja idamanmu itu. Siapa namanya?"
"Baekhyun, ingat dia bukan namja idaman!" Chanyeol menekankan kata namja idaman.
Sehun mengibaskan tangannya. "Kau lihat tadi? Aku berhasil membuatnya tak berani menatapmu."
"Memang, tapi kau berlebihan Sehun. Kau lihat tadi? Dia begitu pucat melihatku."
"Berlebihan bagaimana? Kau sendiri yang menyuruhku melakukannya."
"Tapi..." Chanyeol terdiam.
"Ingat hyung. Kau tidak suka melihatnya, karena ia terus memperhatikanmu. Jadi kau ingin dia takut padamu agar tidak berani memperhatikanmu lagi."
"Memang. Tapi kau berlebihan, karena ulahmu ia sampai tidak masuk kemarin. Dan karena kau menemuinya dilorong perpustakaan, ia jadi tau kalau kita vampire."
Sehun melipat tangannya didepan dada. "Biarkan saja, yang penting ia tidak berani buka mulut. Percayalah."
"Tapi..."
"Kenapa kau terus menyangkal? Apa kau mulai menyukai manusia?" Chanyeol memutar bola matanya jengkel mendengar ucapan Sehun.
"Tidak! Aku tidak akan menyukai manusia."
Sehun mendengus kencang. "Didarah kita juga mengalir darah manusia, ingat?" Chanyeol hanya diam menanggapi fakta yang baru saja Sehun katakan.
- The Half Blood Vampire -
Baekhyun POV
Dengan perasaan senang, aku keluar dari kelas. Hari ini Kris menjemputku. Dia bilang akan mengajaku makan siang. Awalnya aku mengajak Luhan untuk ikut, tapi ia sibuk dengan beberapa tugas yang harus ia selesaikan. Tidak masalah, setidaknya hari ini aku bisa bernafas lega, karena aku tak sekalipun melakukan kontak mata dengan Chanyeol, kecuali yang tadi pagi itu. Aku berharap ia tidak mengganggu hidupku lagi.
"Baekhyun." Aku berhenti saat Chanyeol menyebut namaku, tunggu, barusan Chanyeol memanggilku? Ya tuhan aku tidak bisa mengontrol keringat dingin ini. Jangan biarkan dia mengganggu hidupku.
"Ada apa?" Tanyaku setenang mungkin, Chanyeol menyeringai. Dasar pria aneh, seringainya sangat menakutkan.
"Didepan ada kekasihmu, dia menyuruhmu segera keluar." Kekasih?
"Apa?" Aku bisa melihat Chanyeol menatapku dengan tajam, matanya itu seperti pisau, menakutkan tapi sangat indah. Okay, aku urungkan kata terakhir.
"Digerbang ada kekasihmu, cepat kesana." Aku mengerutkan dahi.
"Memakai mobil sport hitam?" Chanyeol mengangguk lalu melangkah pergi tanpa sepatah katapun. Ngomong-ngomong pasti yang dimaksud Chanyeol adalah Kris! Akhirnya ia datang tanpa membuatku menunggu, aku sangat menyayanginya.
Author POV
Meskipun Chanyeol sudah melangkah sedikit jauh dari Baekhyun, ia masih bisa membaca perkataan batin Baekhyun. Kris! Chanyeol menyimpan nama laki-laki itu di pikirannya.
"Jadi itu kekasihnya?" Tanya Sehun yang tiba-tiba berdiri disamping Chanyeol.
Chanyeol melonjak kaget. "Dasar anak kecil! Kau membuatku kaget, memangnya kau tidak masuk kelas?" Chanyeol mengalihkan pembicaraan.
"Jangan mengalihkan topik!" Sungut Sehun.
"Apa maksudmu?"
"Pria yang menjemput Baekhyun tadi kekasihnya bukan?"
"Kelihatannya begitu. Tadi pagi aku sempat melihat pria itu bermesraan dengan Baekhyun." Ck, bagaimana bisa Chanyeol menyebut cubitan dipipi adalah 'bermesraan.'
"Oh, siapa namanya?" Tanya Sehun semakin penasaran.
"Kris."
Sehun tertawa mendengar ucapan Chanyeol. "Kenapa kau ketus sekali saat menyebut nama Kris?"
"Tidak." Bantah Chanyeol.
"Kau menyukainya kan?" Dasar Sehun.
Chanyeol berdecak jengkel. "Aku tidak mungkin menyukainya, dia penakut."
Sehun mengangguk kecil mendengar bantahan Chanyeol. "Apa kau tidak takut kalau ia menceritakan tentang rahasia kita pada kekasihnya itu?"
Chanyeol terdiam. "Dia tidak akan melakukannya." Ucapnya final.
"Baekhyun kan penakut, pasti ia akan bercerita pada kekasihnya."
"Itu teori dari mana?" Tanya Chanyeol sambil mengangkat satu alisnya.
"Bagaimana kalau benar?"
"Gampang, kau teror saja kekasihnya itu, seperti yang kau lakukan pada Baekhyun. Atau mungkin, kau bisa membunuh kekasihnya sekaligus." Ujar Chanyeol santai.
"Benar juga. Setelah kekasihnya ku bunuh, kau kan bisa mendekati Baekhyun dengan mudah." Sahut Sehun sambil menganggukan kepalanya untuk -berpura pura- menimang.
Chanyeol menatap Sehun. "Jaga ucapanmu!" Ujar Chanyeol kesal, matanya mulai berubah menjadi warna merah pekat membuat Sehun menelan ludah.
'Sebaiknya aku kabur' Pikir Sehun.
Chanyeol tersenyum. "Tidak aku biarkan." Ujar Chanyeol kemudian mencengkram pergelangan Sehun.
"Astaga, aku lupa kau bisa baca fikiran." Ingatkan Sehun untuk menjaga fikirannya.
Chanyeol mengangguk. "Tepat sekali."
Sehun menendang kaki Chanyeol, berlari menjauhi Chanyeol lalu membuat dirinya tak terlihat. Dengan mudah Chanyeol menangkap Sehun, ia memeluk erat sesuatu yang tak terlihat. Tak lama, Sehun menampakan wujudnya.
"Sepertinya kau juga lupa, kalau aku mewarisi kecepatan appa." Chanyeol tersenyum penuh kemenangan.
"Hyung, maafkan aku. Aku tidak akan menggodamu dengan Baekhyun lagi. Juga tidak akan membahas masalah kekasihnya itu."
Chanyeol tersenyum puas. "Bagus, Sekarang, masuklah kekelasmu."
Park's family:
Tuan Park: Kepala keluarga, seorang vampire murni. Memiliki banyak kemampuan, seperti membaca fikiran, merubah dirinya menjadi kabut, memiliki kecepatan hebat, mendengar ucapan dalam jarak jauh, merubah diri dan membuat dirinya tidak terlihat.
Nyonya Park: Seorang manusia, Tuan Park tidak pernah berniat untuk merubah istrinya menjadi seorang vampire.
Lahirnya anak mereka yang memiliki darah campuran, setiap pagi sampai malam menjelang mereka hidup layaknya manusia biasa. Saat malam menuju pagi mereka berburu hewan liar. Tuan Park tidak pernah mengizinkan anak mereka untuk meminum darah manusia dengan sembarang.
Park Junmyeon: Anak pertama, bisa mendengar suara dalam jarak jauh dan merubah dirinya menjadi kabut.
Park Chanyeol: Anak kedua, membaca fikiran, kecepatan bergerak dan membuat dirinya tidak terlihat. Untuk yang akhir, Chanyeol belum mendalami itu.
Park Sehun: Anak ketiga, merubah dirinya menjadi orang lain, masuk kedalam mimpi dan membuat dirinya tidak terlihat.
Park Seojun: Umur 7 tahun, membuat dirinya tidak terlihat.
Park Seoeon: Kembaran Seojun, merubah dirinya menjadi kabut.
TBC!
Note:
Disini aku mau jelasin dulu, untuk cerita ini bxb bukan gs. Untuk part awal kenapa Baekhyun dipanggil nona itu hanya karena Chanyeol berniat untuk ngegoda, tapi saking takutnya Baekhyun gak ngebantah ucapan Chanyeol~
Dan ada lagi nih, aku mau sedikit memberi penjelasan biar kalian tidak bingung. Pada awalnya yang ditemuin Baekhyun dilorong perpus itu emang Chanyeol, nah pas mau masuk tiba2 tangannya ditahan kan? Nah itu sebenernya Sehun yang berubah wujud jadi Chanyeol. Untuk nakutin Baekhyun.
Kenapa gak Chanyeol aja yang nakutin? Sebenernya Chanyeol bisa, tapi dia bukan tipikal orang yang gitu. Nah kebetulan Sehun jail, jadilah begitu~ Sehun neror Baekhyun.
Sehun juga yang selalu hadir kemimpi Baekhyun. Kelakuan Sehun itu Chanyeol yang minta biar Baekhyun gak kepo dan merhatiin Chanyeol terus~ Ya itulah, salah satu caranya neror lewat mimpi. See? Behasil!
Hufy! Terimakasih untuk kalian yang sudah review, follows atau fav. Karena apa yang kalian lakukan membuat semangat ku bertambah yipiy /cubit pipi jongin/ .lho. Tetap review dan berikan aku saran untuk cerita. Terimakasih lagi untuk kalian yang bener bener sudah bertanya dan merhatiin cerita aku dengan detail, kalau kurang paham bisa ditanya di kolom review~
Special thanks to:
Jisooisbae - sehunboo17 - exindira - Asmaul - Zahra427 - pinkpurle94 - Hanna Byun614 - Chel VL - fizah1220 - chanbyun0506 - Restikadena - phantom.d'esprit - BaekkiPark - Hyurien92 - fwxing - Fany Hwang - shamphony - KimRyeona19 - minhaaa - taolinna6824
(Maaf apabila ada typo dalam penulisan cerita atau user pembaca)
