Disclaimer:cuma aku pinjam.

Warning: Banyak typo,bahasa kurang jelas,oc,ooc, mainstream, OverPower Naru!,dll.

Genre :Adventure,Family,Romace.(kurasa)

Chapter 2

Keesokan harinya.

Terlihat Naruto, Kabuto dan Karin ada ditempat latihan kemarin, seperti nya mereka tengah membahas latihan Naruto.

"Sebelum kau memulai latihan, kau harus tau elemen apa saja yang kau miliki!" Ucap Kabuto sambil membenarkan posisi kacamata nya.

"Mengetahui elemen sendiri?, dengan apa aku bisa mengetahui elemen ku?" Tanya Naruto.

"Hm, dengan kertas Chakra ini!" Kabuto lalu menyodorkan sebuah kertas.

Naruto mengambil kertas itu, lalu memperhatikan kertas itu dengan intens, dan tampa sadar dia telah memasang raut wajah polos, dan itu membuat Karin gregetan.

"K-kawai!" Batin Karin.

"Kau hanya perlu mengalirkan Chakra secukupnya, pada kertas itu!" Jelas Kabuto. Naruto mengangguk mengerti atas penjelasan Kabuto.

"Ano, Nee-chan apa kau sudah sampai tahap ini?" Karin langsung tersadar dari lamunannya saat, mendengar pertanyaan Naruto.

"A-a. Ya, aku sudah sampai ketahap itu!" Balas Karin gelagapan.

"Jadi, jenis apa saja elemen Nee-chan?" Tanya Naruto lagi.

"Hm, Fuuton dan Suiton?" Jawab Karin, dan dibalas anggukan dari Naruto.

Naruto terlihat berkosentrasi pada kertas itu, lalu tiba-tiba kertas itu langsung terbelah jadi empat, setelah Naruto mengalirkan Chakra pada kertas itu.

Potongan satu terbakar, kedua menjadi air, ketiga terpotong-potong dan yang terakhir melebur menjadi abu.

"Orochimaru-sama memang tidak salah memilih, selamat kau memiliki empat elemen sekali gus, yaitu Katon, Fuuton, Suiton, dan Doton" Naruto cukup kaget mendengar dia memiliki empat elemen sekali gus.

"Apa itu, pertanda baik?" Tanya Naruto ragu.

"Ha'i, itu tandanya kau Special, jarang-jarang orang mempunyai empat elemen sekali gus, tanpa latihan yang panjang!" Jawab Karin.

"Baiklah aku akan pergi, dan selamat latihan selama tiga tahun ini!" Ujar Kabuto lalu pergi dari sana.

"Mari kita lihat, bagaimana cara membuat Kagebunshin!" Gumam Naruto, sambil membuka catatan kemarin, setelah dia mengetahui segel apa yang perlu, dia langsung membuka handseal yang ada dicatatan tersebut.

"Baiklah aku akan mulai latihan dari sekarang!"

"Kagebunshin no Jutsu"

Phoph..Phophh..Phohp..

Mata Karin membulat sempurna, saat dia melihat disekelilingnya sudah ada ratusan Naruto.

"N-Naru, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Karin Khawatir.

"Hm?, apa maksudmu Nee-chan?" Tanya Naruto bingung.

"Ya?, seperti pusing mungkin?" Tanya Karin ragu.

"Aku tidak merasakan apapun?" Jawab Naruto jujur.

"Hm, baiklah kalau kau tidak merasakan apa-apa" Balas Karin mengalihkan pandangannya.

Merasa Karin sudah tidak ada pertanyaan padanya, Naruto langsung mengalihkan perhatian pada bunshin nya, yang kini tengah menunggu perintah.

"Baiklah Minna!, mari kita berjuang bersama selama 3 tahun ke depan!" Ucap Naruto semangat.

""Ookkee/Haaaa'ii"" Balas para bunshin semangat. Karin yang melihatnya hanya terkekeh kecil.

"Hm, penuh semangat seperti biasa!" Gumam Karin.

Skip 2 tahun kemudian.

Dugh!

Buagh

Terlihat dua manusia surai merah saling pukul, atau lebih tepatnya si surai merah sebahu yang melancarkan serangan, sedangkan si merah satu lagi hanya menangkis pukulan gadis merah itu.

Srrrreet

"Hah, Kau memang hebat Naru-kun!, hah, aku bahkan tidak bhisa mendaratkan satu pukulan padamu!" Ujar Karin ngos-ngosan, saat dia menjaga jarak dengan Naruto.

"Heheh... Tentu saja aku akan lebih kuat dari Nee-chan, karena aku yang akan melindungi Nee-chan dari bahaya!" Ujar Naruto membanggakan diri sendiri.

Karin yang mendengar nya tentu memerah, saat dia membayangkan Naruto menyelamatkan nya dari para penjahat yang menculik nya.

"Kyaa.." Teriak Karin kecil, Naruto yang mendengar teriakkan Karin tentu kaget, namun yang di lihat Karin tidak kenapa-kenapa, dia hanya memegang kedua pipinya sambil tersenyum sendiri, jangan lupakan wajahnya yang memerah.

"Nee-chan?, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto khawatir sambil menggoyangkan tubuh Karin.

"A-ah!, aku tidak apa-apa Naru-kun!" Balas Karin saat dia sadar dari khayalan nya.

Tap!. Tap!. Tap!.

Naruto dan Karin yan mendengar ada yang datang langsung melihat ke asal suara langkah kaki itu, dan mereka dapat melihat ternyata yang datang adalah Orochimaru, Orochimaru terus melangkah sampai dia didepan kedua bocah itu, barulah dia menghentikan langkahnya.

"Naruto, Karin persiapan peralatan kalian, kita akan pergi dari sini!" Ucap Orochimaru sambil menatap kedua bocah itu. Naruto dan Karin yang mendengar itu tiba-tiba, tentu saja bingung.

"Hm!?, kita akan pergi kemana Orochimaru-sama?" Tanya Karin mewakili Naruto.

"Kita akan pergi ke desa yang telah aku dirikan!, karena tempat ini telah diketahui, jadi untuk menghindari masalah kita harus pergi!" Jawab dan jelaskan Orochimaru.

"Tapi!, bagaimana dengan yang lainya?" Tanya Naruto pada Orochimaru.

"Hn, maksudmu percobaan yang lain?" Naruto hanya mengangguk menjawab nya.

"Kita tinggalkan saja mereka!" Jawab Orochimaru singkat, Naruto dan Karin sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan saat mendengar jawaban itu keluar dari mulut Orochimaru, karena mereka sudah terbiasa dengan sesuatu yang keji.

"Tapi, apa aku boleh membawa salah satu dari mereka?" Tanya Naruto berharap, Orochimaru yang melihatnya hanya menyeringai, saat dia tau siapa yang akan Naruto bawa.

"Hm, tentu saja!" Setelah itu Orochimaru langsung pergi dari sana, Naruto yang mendengar nya tersenyum, dan lalu dia langsung berlari berlawanan arah dengan Orochimaru.

"Haahh~" Karin yang melihatnya hanya bisa menghela nafas, saat Naruto pergi tanpa mengajak nya, tak ingin ketinggalan jauh Karin langsung menyusun Naruto.

Kini Naruto sudah berdiri didepannya pintu besi, pintu itu terlihat banyak kertas fuin supaya pintu itu tidak bisa dibuka dari dalam.

"Kai" Naruto langsung membuat handseal satu tangan, sambil menyebutkan Kai, dan kertas itu langsung terbakar habis.

Brakh!

Whush!

Naruto langsung melompat menjauh saat pintu itu dihancurkan dari dalam, saat debu menghilang terlihat ada bocah laki-laki mungkin lebih tua satu tahun dari Naruto, bocah itu memiliki surai oranye, dia memakai baju khas tahanan namun ada yang aneh dengan tubuh bocah itu, tubuhnya telah berubah seperti monster sebelah kiri, dengan tangan kiri yang aneh.

"Khakha.. Siapa yang berani menggangguku!?" Ujar bocah itu dengan suara yang berat.

"Jugo tenanglah, ini aku Naruto!" Balas Naruto tidak jauh berdiri dari bocah yang bernama Jugo tersebut.

"Hn!, Naruto ya!, aku akan membunuhmu disini!" Jugo langsung berlari kearah Naruto dengan kecepatan yang lumayan tinggi.

"Cih!" Melihat Jugo yang ingin menyerang, terpaksa Naruto juga menyiapkan diri untuk melawannya.

Srriingg!

Grabh!

Namun belum sempat mereka saling pukul, tubuh Jugo telah terlilit rantai yang cukup besar.

"Ughh.. Apa ini ke~napa tubuhku le~mas!" Baru saja Jugo ingin memberontak tapi dia harus membatalkan niatnya, saat tubuhnya telah kembali seperti manusia biasa.

"Percuma saja kau memberontak, rantai ini akan semakin kuat mengikat mu jika kau melawan, belum lagi rantaiku ini adalah rantai special yang bisa menghisap chakra!" Ujar Karin yang baru datang, ternyata dialah yang mengikat Jugo dengan rantai yang muncul dari pinggir nya.

"Arigato, nee-chan. Hm, kurasa nee-chan sudah bisa melepaskannya, bisa-bisa dia akan mati karena kehabisan chakra!" Ujar Naruto saat dia melihat Jugo sudah mulai pucat.

Brugh!

Tubuh Jugo langsung terkulai lemas. Naruto yang melihat Jugo sudah tidak ada tanda-tanda hilang kendali lagi melangkah ke arahnya, lalu dia berjongkok didepan Jugo.

"Apa kau tidak apa-apa?, Jugo!" Tanya Naruto khawatir.

"Ugh!. Maaf kan aku Naruto-sama, aku hilang kendali lagi!" Jawab Jugo, Naruto yang mendengar nya menggelengkan kepalanya.

"Tidak apa-apa, lagian aku tidak terluka!, dan lagi berhentilah memanggilku seperti itu!, lagian kita ini sama-sama anak buah Orochimaru-sama!" Jawab dan pinta Naruto.

"Tap-"

"Sudahlah ikut saja apa yang dia katakan!" Potong Karin sambil mendekat pada mereka berdua, Jugo pun mendongak menatap Karin.

"Dan cepat makan ini, supaya chakra mu cepat pulih!" Ujar Karin memberikan pil chakra pada Jugo, Jugo langsung mengambil pil itu, lalu dia memakannya.

Kilas balik aja, bagaimana Naruto dan Jugo bertemu, tepatnya mereka bertemu satu tahun yang lalu, saat itu Orochimaru membawa Jugo untuk penelitian, dan saat dia mengenalkan Naruto pada Jugo, Jugo langsung hilang kendali, lalu dia menyerang Naruto, lalu terjadilah pertarungan singkat yang dimenangkan oleh Naruto, dan mulai saat itu mereka mulai dekat, tapi terkadang Jugo masih bisa hilang kendali seperti tadi.

"Jadi?, untuk apa kau mengeluarkan ku dari sana?" Tanya Jugo setelah dia memiliki tenaganya kembali.

"Hm, sebenarnya Orochimaru-sama ingin kami mengikuti nya pergi dari tempat ini!, dan dari pada kau disini lebih baik kau ikut bersama kami!, apa kau keberatan?" Jelas dan tanya Naruto.

"Sebenarnya aku tidak keberatan!, tapi bagaimana dengan Orochimaru-sama?, apa dia keberatan jika aku ikut, padahal dia hanya mengajak kalian berdua?" Tanya Jugo sambil berusaha berdiri, Naruto langsung membantu Jugo untuk berdiri.

"Kau tenang saja!, aku telah membicarakannya dengan Orochimaru-sama, dan dia sama sekali tidak keberatan!" Ucap Naruto menenangkan Jugo. Jugo yang mendengarnya tentu saja senang, karena didalam hatinya sudah menentukan dia akan mengikuti Naruto kemampuan, sejak dia kalah bertarung dengan Naruto.

"Baiklah kalau sudah diputuskan, lebih baik kita bergegas jika tidak Orochimaru-sama akan marah!" Ujar Karin melangkah pergi.

"T-tunggu nee-chan!" Teriak Naruto sambil mengejar Karin, Jugo yang melihatnya tersenyum kecil lalu dia juga mengikuti mereka berdua.

Skip.

Kini Naruto, Karin, Jugo, dan Kabuto sudah ada diluar markas Orochimaru, mereka seperti menunggu seseorang.

"Kenapa Orochimaru-sama lama sekali?" Gumam Naruto.

"Ne, Naru-kun, apa kau merasa tegang?" Tanya Karin, Naruto yang mendengar nya mengangguk.

"Hm, aku sedikit tengang, karena baru ini aku akan melihat hal lain, selain tempat ini!, yah aku jadi merasa tegang dan senang bersamaan!" Ujar Naruto, benar apa yang dikatakan Naruto, dia sama sekali belum pernah pergi dari tempat ini, jadi wajar saja dia agak tegang saat memikirkan apa saja yang akan ditemui nya nanti.

"Hm, mari kita pergi!" Ujar Orochimaru setelah dia tiba, mereka berempat langsung mengikat Orochimaru yang telah melangkah lebih dulu.

Konohagakure.

Sementara itu di ruangan hokage terlihat ada dua pria yang sepertinya membicarakan hal penting, pria yang lebih muda bersurai kuning memakai jubah bertulisan Yondaime tengah duduk dibangku hokage, yah dia adalah Hokage ke-4, Namikaze Minato.

Sedangkan pria yang lebih tua dari Minato tengah duduk di jendela, pria itu memiliki tubuh yang besar, surai putih panjang, yah dia adalah Jiraiya, sang Gama Sannin.

"Jadi kau membawa info apa kali ini?, sensei" Tanya Minato memandang Jiraiya.

"Ada dua yang kubawa, dan keduanya berita buruk!" Ucap Jiraiya serius. Minato hanya diam menunggu Jiraiya melanjutkan penjelasannya.

"Yang pertama adalah aku mendapat info dari mata-mata ku, bahwa Orochimaru telah mendirikan desa" Lanjut Jiraiya.

"Desa?, desa apa itu sensei?" Tanya Minato penasaran.

"Sayangnya aku belum tahu nama desanya, tapi kau tetap harus hati-hati, aku yakin dia masih dendam pada Konoha, dan aku yakin juga karena itulah dia mendirikan desa, supaya dia bisa mengumpulkan pasukan untuk balas dendam" Ujar Jiraiya sambil melihat keluar jendela.

"Ha'i, aku juga yakin dia masih memiliki dendam pada Konoha"

"Sudahlah kita tinggalkan dulu masalah itu, jadi apa berita satu lagi sensei?" Lanjut Minato.

Jiraiya tidak langsung mengatakan nya, dia lebih dulu mengalihkan perhatian pada Minato.

"Aku mendengar ada sebuah organisasi yang bernama Akatsuki!" Ucap Jiraiya menatap Minato serius.

"Akatsuki?, lalu apa yang membuat mereka berbahaya sensei?, apa mereka mengincar desa?" Tanya Minato penasaran.

"Bukan!, tapi mereka mengicar Bijuu!" Ujar Jiraiya, Minato yang mendengarnya tersentak.

"Dengan kata lain mereka juga mengincar!.."

"Hm!" Angguk Jiraiya seakan dia tahu apa yang akan dikatakan Minato.

"Tapi kau tenang saja, yang aku dengar mereka sama sekali belum bergerak, jadi lebih baik mulai sekarang kau melatih Naruko, supaya saat dia bertemu dengan mereka dia bisa melawan, paling tidak sampai bantuan tiba" Jelas Jiraiya menenangkan Minato.

"Ha'i, aku akan melakukannya mulai sekarang!. Tapi sensei apa kau masih belum tahu keberadaan Naruto?" Balas dan tanya Minato.

"Hahh~, maafkan aku, aku sama sekali belum tahu keberadaannya dimana!" Sesal Jiraiya.

"Ah, sensei tidak perlu minta maaf, lagian kita juga tidak tau bagaimana kondisinya saat ini!, apa dia masih hidup atau tidak" Ucap Minato.

"Tapi yang jelas, Kushina sangat yakin bahwa Naruto masih hidup, mungkin dia terlalu sedih sampai dia seyakin itu" Lanjutnya.

"Aku juga mengerti perasaan Kushina, lagian aku pernah mendengar batin ibu dan anak itu saling terhubung, mungkin saja memang benar Naruto masih hidup, siapa yang tau!" Ujar Jiraiya.

"Hm, kau benar sensei" Balas Minato.

"Ne, Minato, apa kau mau buku Icha-Icha ini, aku akan memberi gratis untuk mu" Ujar Jiraiya sambil mengeluarkan buku bersampul oranye, mencoba melupakan masalah tadi.

Minato hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, saat Jiraiya menyodorkan buku itu.

"Haha.. Gomen sensei, bisa-bisa aku dibunuh Kushina jika dia tau aku memiliki buku itu" Tolak Minato.

"Ambilah!"

"Tidak"

"Ambillah"

"Tidak"

Baiklah kita tinggalkan dulu dua orang yang lagi mendebatkan buku tabu itu, kita pindah ke rumah pemimpin desa ini, yang tak lain rumah Minato.

Terlihat didalam ada wanita bersurai merah panjang yang lagi bersih-bersih, dia adalah sang istri dari pemimpin desa itu, dia bernama Kushina.

"Hahh~, akhirnya selesai juga!" Ucapnya sambil melihat hasil kerjanya.

"Hm, lalu apa yang akan dikerjakan selanjutnya ya?, apa aku memasak saja?" Tanya nya pada diri sendiri.

"Baiklah aku akan memasak, tapi sebelum itu aku lebih baik mandi dulu" Gumamnya saat dia merasakan gerah.

Namun sebelum dia melangkah, perhatian nya langsung teralihkan pada bingkai foto yang tergeletak di atas meja. Lalu dia melangkah le arah bingaki tersebut, Kushina pun mengangkat foto itu, dan dia melihat ada dua bayi, dan dirinya di foto itu.

Bayi pertama memiliki surai merah jabrik, sedangkan satu lagi memiliki surai kuning lembut, dan tanpa sadar air mata Kushina telah melewati pipinya.

"Hiks.. Dimana kau sekarang Naru?, apa nanti jika kita bertemu, hiks, apa kau akan mengenal Kaa-san lagi!" Gumamnya sambil mengusap foto bayi surai merah itu.

"Aku pulang!, Kaa-chan, apa kau dirumah?" Kushina cepat-cepat menghapus air matanya, saat dia mendengar Naruko sudah pulang.

"Kaa-chan!"

"Ah, Kaa-chan ada diruang tamu, Ruko-chan" Ucap Kushina agak keras supaya Naruko mendengarnya.

Tap!..Tap!..Tap!"Kaa-chan"

Grabh!

"Hiks!, hiks!"

"Eh?, ada apa Ruko-chan?, kenapa kau menangis?" Tanya Kushina heran campur khawatir, saat Naruko memeluk nya sembari menangis.

"Hiks, apa benar aku ini monster?" Tanya Naruko sambil melihat ke atas, atau lebih tepat ke wajah Kushina.

Deg!

Kushina terdiam mendengar pertanyaan Naruko tersebut, dia jadi teringat saat masa-masa dimana dia di jauhi dan di sebut monster saat dia jadi Jinchuriki, dan kini anaknya mengalami hal tersebut.

"Jadi benar ya!" Gumam Naruko menundukkan kepalanya sedih.

"Siapa yang mengatakannya, sayang?" Tanya Kushina lembut, sambil menyamakan posisinya dengan Naruko.

"Hm, tadi aku mendengar teman sekelas ku menggosipkan aku, mereka mengatakan aku ini jelmaan monster rubah, apa benar itu Kaa-chan?" Tanya Naruko sedih, Kushina tersenyum lembut untuk menenangkan anaknya tersebut.

"Bukan sayang, kau itu special, mereka yang mengatakan kau begitu karena mereka hanya tidak tau!" Ujar Kushina lembut.

"Apa kau mau mendengarkan cerita Kaa-chan?" Tanya Kushina sambil menuntun Naruko ke sofa.

"Hm, cerita?, cerita apa?" Tanya Naruko penanda, dia kini duduk disamping Kushina.

"Dulu sebenarnya Kaa-chan tidak tinggal di Konoha, Kaa-chan dulu tinggal di sebuah desa bernama Uzushiogakure, dan Kaa-chan memiliki chakra yang yang langka, itulah mengapa Kaa-chan dibawa ke Konoha untuk di jadikan wadah Kyuubi!" Ujar Kushina.

"Kyuubi?, apa itu?, dan dimana sekarang desa Uzushiogakure itu Kaa-chan?" Tanya Naruko penasaran.

"Hm, Kyuubi adalah sekumpul chakra yang berbentuk hewan, para Shinobi menyebut mereka Bijuu, dan Kyuubi sekarang ada padamu. Lalu desa Uzushiogakure sekarang sudah hancur saat perang dunia shinobi ketiga!" Jelaskan Kushina, namun Naruko hanya tertunduk.

"J-jadi be-"

Grabh!

"Kaa-chan juga dulu sama seperti mu!, dihina, dikucilkan, bahkan dipukuli!" Mata Naruko membulat kaget saat mendengar penderitaan Kaa-chan nya dulu.

"Tapi Kaa-chan tidak menyerah, dan Kaa-chan bertekad merubah pandangan mereka pada Kaa-chan, dan benar saja satu persatu Kaa-chan mulai punya teman, dan teman pertama Kaa-chan di Konoha adalah Tou-chan mu, jadi kau jangan menyerah ya!, kau harus kuat dan buktikan pada mereka bahwa kau bukan seperti yang mereka katakan!" Ujar Kushina memberi semangat pada putrinya itu.

"Lagian kau sudah punya teman di academy, seperti Sasuke-kun, Hinata-chan, jadi kau jangan bersedih lagi ya?" Lanjut nya sambil melepaskan pelukannya pada Naruko.

"Benar apa yang di katakan Kaa-chan, kehidupan lebih berat dari pada aku, dan dia dapat melalui semuanya, sedangkan aku memiliki semua nya, Tou-san, Kaa-chan, dan teman, aku tidak boleh cengeng, aku harus kuat seperti kaa-chan" Tekad batin Naruko.

"Um, Arigatou Kaa-chan, aku lebih baik sekarang" Ucap Naruko sambil tersenyum cerah. Kushina yang melihatnya ikut tersenyum, lalu dia kembali memeluk putrinya tersebut.

Skip Time.

Gerbang Otogakure.

Sudah seharian Orochimaru, Naruto, Kabuto, Karin dan Jugo berjalan, dan kini akhirnya mereka sampai juga di depan gerbang Otogakure saat matahari sudah tak terlihat lagi.

"Woooiii... Itu Orochimaru-sama, cepat buka gerbangnya!" Teriak penjaga gerbang dari atas, pada temannya.

Tanpa banyak bicara, dua penjaga yang diperintahkan tadi langsung membuka gerbang itu.

Kreeeett!

""Selamat datang Orochimaru-sama"" Ucap penjaga gerbang tadi menunduk ala anbu.

Tanpa berkata apapun Orochimaru dan Kabuto langsung melangkah masuk kedalam desa itu, tak mau tertinggal Naruto, Karin dan Jugo langsung mengikuti mereka dari belakang.

"W-waaaaahhhh..." Mata Naruto langsung berbinar saat melihat banyak orang yang lalu lalang, belum lagi para pedagang makanan yang ada di pinggir jalan.

"Karin-Nee!, Karin-Nee!, ini apa?" Tanpa memperdulikan Orochimaru dan Kabuto, Naruto langsung berhenti di kedai Ramen, dia penasaran saat mencium bau yang enak dari sini, belum lagi dia melihat cukup banyak orang masuk kedalam.

Karin yang melihat tingkah Naruto yang seperti anak kecil tertawa geli." Ehm, itu adalah kedai ramen Naru-kun" Jawab Karin.

"Waahhh... Ayo Nee-chan, kita masuk" Tanpa menunggu jawaban Karin, Naruto langsung masuk kedalam.

"Haahh~, dia itu!" Ucap Kabuto menghela nafas.

"Haha.. Itu wajar saja kan, baru kali ini dia pergi ke desa, dan Karin cepat temani Naruto, kau juga Jugo, ikutlah dengan mereka!" Ucap Orochimaru, namun Karin dan Jugo masih ada ditempat nya.

"Hm, ada apa lagi?" Tanya Orochimaru.

"Hm, ano, tapi Orochimaru-sama, kami sama sekali tidak memiliki uang" Ucap Karin mengutarakan masalahnya.

"Kau sebut saja namaku, tidak akan ada yang berani meminta bayaran pada kalian, HAHAHA..." Karin dan Kabuto langsung sweatdrop saat melihat kelakuan Orochimaru yang oc tersebut.

Sementara itu didalam kedai terlihat Naruto duduk disalah satu meja disana, tempat itu cukup luas untuk sekedar kedai ramen saja.

"Anda mau pesan apa anak muda?" Tanya salah satu pelayan wanita disana.

Naruto menatap pelayan itu bingung, padahal dia tidak memiliki pesan yang mau dia sampaikan pada wanita itu, tapi kenapa wanita itu mau dia beri pesan, itulah yang dipikirkan Naruto.

"Kawaaii" Batin wanita itu saat melihat wajah polos Naruto.

"Maaf Nee-san, aku tidak memiliki pesan padamu!, aku datang kesini hanya ingin ramen, karena bau ramen itu sampai keluar" Ucap Naruto serius.

"Eh?"

""Pphhff... Hahaha"" Sedang kan pelanggan yang lain mati-matian menahan tawa saat mendengar ucapan Naruto, namun mereka tidak bisa menahan tawa itu lebih lama, karena baru ini mereka mendengar pelanggan yang bicara seperti itu.

"Hm, kenapa mereka tertawa?" Tanya Naruto bingung.

"Hum, mereka hanya lucu melihat pelanggan unik seperti mu" Jawab wanita itu lembut.

Nyiitt!

"Itteiteitei" Naruto langsung mengaduh kesakitan saat telinganya ditarik seseorang.

"Hm, ini balasan karena kau meninggalkan kami" Ucap Karin yang ternyata penarik telinga Naruto.

"G-gomen Nee-chan, aku hanya penasaran saja tadi" Pelayanan tadi hanya tertawa canggung, saat melihat hal tersebut.

"Haahh~, sudahlah" Ucap nya sambil melepaskan telinga Naruto, lalu dia duduk disamping Naruto, Jugo juga langsung duduk didepan mereka berdua.

"Jadi, kalian mau pesan apa?" Tanya ulang pelayan tadi.

"Sudah aku katakan Nee-chan, kam-"

"Kami pesan tiga makok ramen, dengan air putih biasa saja" Karin langsung memotong perkataan Naruto.

"Ha'i, tiga makok ramen dan air putih biasa segera datang" Ucap pelayan tadi, namun sebelum berbalik dia menyempatkan mencubit pipi Naruto, lalu dia langsung pergi kebela menyiapkan pesanan mereka.

"Nee-chan itu kenapa mencubit ku?, dan lagi Nee-chan, apa kau mengenal wanita tadi?, kenapa kau memiliki pesan padanya? Bingung Naruto.

"Haahh~ itu tadi namanya pelayan disini, dan pesan yang dia maksud adalah, mau pesan makanan, bukan pesan rahasia seperti latihan" Jelaskan Karin.

"Ooohh.." Naruto hanya ber oohh ria, sembari mengangguk-angguk.

Tap! Tap!

"Boleh aku duduk disini?" Mereka langsung melihat kesumber suara tersebut, dan mereka bisa melihat gadis bersurai pink, dengan kepala kepala dililit perban.

"Boleh aku duduk disini?" ulang gadis itu.

"Ah!, silahkan" Jugo langsung bergeser supaya gadis itu bisa duduk.

Hening tidak ada yang memulai pembicaraan, seperti nya kedatangan gadis itu membawa kecanggungan pada Karin, sedangkan Naruto jangan tanya, dia kini sibuk melihat para pelayan yang yang melayani pelanggan.

"Jadi, kalian ini dari desa mana?, aku belum pernah melihat kalian disini?" Tanya Gadis itu memulainya pembicaraan.

"A-a!, benar kami bukan dari desa ini, kami dari pulau terpencil, jadi wajar jika anda beli pernah melihat kami" Jawab Karin.

"Hm!" Gadis itu menatap Karin curiga.

"Maaf menunggu lama" Ucap pelayan tadi sambil membawa napan yang berisi tiga mangkok ramen, dan tiga gelas air putih, lalu dia meletakkan ramen itu pada meja mereka.

"Waahhh... Jadi ini namanya ramen itu!. Selamat makan!" Baru saja masuk satu suapan, nata Naruto langsung berbinar-binar.

"Hmm.. Ini enak sekali!" Ucapnya senang, Karin hanya tersenyum melihat kelakuan Naruto tersebut, lalu di juga ikut memakan ramen nya, begitu juga dengan Jugo, sedangkan gadi pink itu hanya menatap mereka curiga dari tadi.

Pelayan itu tersenyum lucu saat melihat tingkah Naruto yang lucu menurut nya, lalu pandangan teralihkan pada gadis pink yang duduk di meja yang sama dengan Naruto.

"Ah!, Tayuya-sama anda mau pesan apa?" Tanya pelayan tadi tegang saat dia baru sadar siapa gadis pink itu.

"Tidak, aku hanya ingin duduk disini saja!" Jawab gadis tadi yang ternyata bernama Tayuya.

"H-ha'i" Balas pelayan tadi, lalu dia langsung pergi dari sana.

"Srruuph.. Haahh~, ini benar-benar enak!" Seru Naruto setelah dia menyirup kuah terakhirnya.

Brak!

Naruto dan yang lainnya langsung mengalihkan perhatian mereka pada gebrakan meja tersebut.

"APA YANG KAU LAKUKAN!, LIHAT KAU MENGOTORI BAJU KU!" Teriak marah pengebrak meja tadi pada seorang pelayan.

Kelihatannya pria itu ada seorang Shinobi, terlihat dari pakaian nya yang memakai pakaian khas Shinobi Otogakure.

"G-gomen, a-aku tidak sengaja, dan lagi a-aku sekarang tidak enak badan" Maaf pelayan tadi, pelayan itu terlihat masih muda, palingan dia berumur 15 tahunan, dia memiliki Surai coklat panjang di ikat twintail.

"Heh!, aku tidak peduli!, sekarang kau ikut aku, kau akan menerima balasan atas semua ini!" Ucap pria tadi sambil menarik pelayan tadi keluar.

"Hiks, tolong maafkan aku!, hiks!" pria itu langsung melepaskan tangannya dari gadis itu, gadis itu merasa lega saat dia berfikir bahwa pria itu akan mengampuninya.

Plak!

Bibir gadis itu langsung berdarah d

saat pria itu menampar nya dengan keras, lalu dia menarik rambut gadis itu ke atas.

"Kau terlalu berisik!"

"Hiks!. Hiks!" Gadis itu hanya bisa menangis menerima perlakuan pria itu. Sedangkan para pelayan dan pelanggan yang lain tidak bisa berbuat banyak, karena mereka terlalu takut berhadapan dengan pemuda tadi.

"Hei kau!, lepaskan dia!" Karena tidak kuat lagi melihatnya, Karin pun bangkit dari kursinya, lalu dia mengahapiri pria itu.

"Heh?, apa kau seperti ini juga Ojou-chan!" Ucap pria itu menguatkan tarikannya pada rambut gadis.

"Hiks!"

Karin mengeram melihat kelakuan pria itu, bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu pada gadis remaja.

"Aku bilang lepas!" Karin langsung menarik tangan pria itu, dia berusaha melepaskan tangan pria itu dari rambut sang gadis.

"Kisama!" Pria tadi langsung menarik tangannya, lalu dia melayangkan tangan kanannya siap menampar Karin.

Grabh!

Namun tangannya langsung terhenti saat Naruto menangkap tangan pria itu, dan tentu itu membuat mereka yang disana kaget,(kecuali Karin dan Jugo tentunya) terutama Tayuya, karena dia tadi melihat Naruto masih ada didepannya.

"Jauhkan tangan kotormu dari Nee-chan!" Ucap Naruto datar, sambil mengerat kan genggam nya pada lengan pria itu.

"Ughh, Kuso Gaki!" Marah pria itu, baru saja pria itu akan meninju Naruto dengan tangan kirinya, tapi terlebih dahulu ada suara yang patah.

Krak!

"Aaaggghh...!" Pria itu langsung berguling-guling di lantai sambil memegangi tangan kanannya saat Naruto sudah melepaskan tangannya.

Para pelayan, pelanggan dan Tayuya menatap horor Naruto, mereka sama sekali tidak menyangka dengan mudahnya Naruto mematahkan tangan Shinobi itu, belum lagi ekspresi yang di tunjukkan Naruto sama sekali tidak menunjukkan penyesalan.

"Ughh... Ak-uggh...!" Pria itu tidak jadi melanjutkan kata-katanya, saat Naruto menginjak tangan kiri pria itu.

Krak!

"Aaaagghh...!" Hanya dengan sekali tekan, tangan kiri pria itu langsung patah.

"Kyaaaa...!" Karena sudah tidak kuat, para pelanggan dan pelayan termasuk gadis tadi langsung berhamburan dari sana.

"Ayo kita pergi Nee-chan, Jugo!" Ujar Naruto melangkah ke arah pintu, Jugo dan Karin langsung mengikuti Naruto dari belakang.

Tayuya hanya bisa membatu di tempat, baru kali ini dia melihat ada bocah seperti itu, lalu dia tersentak saat menyadari bahwa dia lupa bisa saja mereka itu adalah mata-mata dari desa lain, belum lagi saat melihat kekuatan bocah tadi, sudah dipastikan dia ada ditingkatkan Jounin, itulah perkiraan Tayiya saat melihat bocah surai merah tadi.

"Kalian, bawa dia ke rumah sakit" perintah nya pada pelayan disana, lalu Tayuya langsung berlari keluar dari kedai itu, dan saat dia diluar dia sama sekali tidak melihat ketiga remaja tadi.

"Aku harus melaporkan hal ini!" Gumam, lalu dia langsung hilang menggunakan Sunshin.

BERSAMBUNG.

vvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvv

vvvvvvv

vvvv.

Yoooo... Apa kabar kalian?, baik kah? Sehat kah?, ya harus dong. Untuk doujutsu Naruto sepasang, tapi yang sebelahnya hanya Sharinggan, jadi doujutsu baru nya cuma sebelah.

Oh iya, aku juga mau nanya, mana yang bagus nama matanya,(Kamirengan) Atau (Uzurengan) Tolong bantu aku ya, soalnya aku sangat buruk dalam membuat nama hehehe...

Dah sampai sini aja dulu, sampah jumpa di chap Selanjutnya.(Jangan lupa baca juga fic ku yang lain hehehe..) Bye..Bye.. Dattebayou..