Cast:

· Hong Jisoo

· Hansol Vernon

Genre:

Romance,

Rated:

K+

Length:

Oneshoot

Chapter 2

Cake

Vernon – Jisoo

My name is Hansol Vernon Chew, tapi banyak orang yang memanggil ku hansol ku kira. Ya, itu karena aku tinggal di korea saat ini jadi hansol sepertinya cukup mudah untuk di lafalkan oleh orang korea. It's not bad i think, tapi ada satu orang yang tetap memanggil ku Vernon dan aku sangat suka saat dia melafalkan namaku, sangat manis.

Dia adalah pria yang sangat istimewa menurutku, dia baik, pintar, dan yang jelas dia memiliki wajah yang tampan sekaligus cantik. Namanya Hong Jisoo atau di amerika dia sering di panggil Joshua. Ya, kami lahir di amerika tapi orang tua kami memutuskan untuk pindah ke korea, pertama kali kita bertemu saat masuk sekolah dasar dan aku sudah terpesona olehnya saat itu.

Kami sering mengobrol dan bermain bersama sampai sekarang. sampai kedua orang tua kami juga sudah merestui kedekatan kami walau untuk tahap yang lebih kami harus menunggu sampai kami cukup umur. Tapi sepertinya kedekatan kami sedang di ganggu oleh seorang pria aneh yang selalu menempel seperti perangko pada jisoo, bahkan dia berani-beraninya mencium pipi 'JISOO-KU' ! ingat PIPI JISOO-KU ! . aku saja belum berani menggenggam tangannya sampai saat ini walaupun kita sudah resmi pacaran saat kelas 1 SMP, tapi si kuda jantan itu malah se-enak jidatnya saja.

Itu bermula saat kami memutuskan untuk masuk ke SMA yang sama, dan saat masa orientasi berlangsung jisoo banyak di goda oleh lelaki 'menjijikan' i think, dan salah satunya adalah si kuda jantan tidak tahu malu itu. Dia sering sekali berbuat modus pada jisoo tapi selalu gagal karena aku akan dengan sigap melindungi jisoo-ku dari serangan hama hama berbahaya seperti mereka. Tapi tetap saja, setelah masa orientasi sampai saat ini kami resmi jadi kelas 1 SMA si kuda liar itu tetap mendekati jisoo-ku walau jisoo sudah menolaknya beberapa kali dan mengatakan dia sudah mempunyai pacar yaitu aku.

Jisoo benar-benar mengerti aku kan ? jelas saja dia kan memang yang paling the best for me. Makanya aku menyukainya sangat sangat sangat menyukainya. Kalau bisa, agar jisoo tidak tergoda atau digoda oleh lelaki lain aku akan membawanya pergi sejauh-jauhnya darisini ketempat yang tidak ada satu orang pun yang akan menyentuhnya atau pun berani melihatnya lalu mengurungnya saja di kamar ku. Tapi sayangnya aku tidak bisa setega itu pada jisoo-ku, dan maka dari itu aku sudah membulatkan tekad ku untuk lebih berjuang extra keras untuk melindungi jisoo.

Seperti sekarang ini, aku sedang kesal sekali pada si kuda itu rasanya ingin sekali aku melesat menuju kelasnya dan memukulnya telak saat itu juga. Tapi jisoo jelas tidak akan pernah mengijinkan ku memukul orang, jadi yang bisa kulakukan hanya mengumpat menyumpahi si kuda itu yang tidak-tidak. Karna apa ? karena dia bisa bisanya mengetahui nomor ponsel jisoo dan langsung mengajaknya jalan bersama ouh shit dia ingin mati muda rupanya.

"Ouh shit you fucking jerk !" umpatan itu langsung meluncur mulus begitu saja dari bibirku saat membaca pesannya yang isinya sudah berani se-enak jidatnya itu. Gerakan tangan jisoo yang mengelus lembut rambutku pun sukses berhenti begitu dia tau aku mengucapkan kata kasar.

"Vernon shut up" suara lembutnya langsung menyadarkan ku kalau sekarang aku sedang bersama kekasih tercintaku, ah aku lupa kalau dia tidak suka aku berkata kasar. Aku pun mendongak menatap wajah cantik jisoo.

"but honey, he's so jerk you know ?" bela ku, karena pada dasarnya aku benar kan ?

"Vernon please keep up your mouth" jisoo meletakan telunjuk manisnya di bibirku, mengisyaratkan kalau aku benar-benar harus berhenti mengumpat jika tidak mau melihat jisoo mengabaikan ku berhari-hari. Argghhhttt aku tidak bisa kuat diabaikan makhluk seindah dia.

"but, please look at his message for you" ujarku bangkit dari pangkuan jisoo dan menunjukan betapa tidak sopannya pesan dari si kuda itu.

"you just need to ignore his message vernon ok, can you do it for me ?" oke damn, aku sepertinya kalah telak dan daripada jisoo marah padaku lebih baik aku mengalah saja. Ku anggukan kepalaku dan memberikan ponselnya kembali namun sebelumnya aku sudah membelokir nomor sialan itu dari ponsel jisoo.

"kau tidak selingkuhkan ?"

"tidak vernon, jangan berpikir yang tidak-tidak. Lagian ia baru mengirimku pesan hari ini kan ? dan jika dia muncul kau akan segera menjadi pagar betis ku jadi kapan kita bisa bertemu ? lagi pula aku tidak menanggapi nya karena aku sudah punya kau, i'm yours. Memangnya kau yang sering tebar pesona" ku lihat jisoo mulai merengut sepertinya dia cemburu karena banyak wanita yang tertarik padaku, ouh jisoo manis sekali kan ? apalagi bibirnya yang mengerucut itu serasa ingin ku lahap ops.

"hm jisoo-ku cemburu rupanya ?" aku pun menggodanya dengan mencubit kedua pipinya, dan menggesekan hidungnya dengan hidungku.

"siapa yang tidak cemburu kalau kekasihnya di dekati orang lain ?"

"nah itu juga yang kurasakan, aku harus menahan diri agar tidak memukul telak muka mereka yang se-enak jidatnya mendekatimu seperti itu aku tidak suka"

"tapi aku kan tidak meladeni mereka, tidak seperti kau" ujarnya kesal namun terkesan lucu bagiku, wah betapa beruntungnya aku punya malaikat seperti jisoo

"baiklah aku janji tidak akan melakukannya lagi"

"janji ?" dia pun menunjukan jari kelingkingnya dan langsung aku sambut dengan menautkannya dengan kelingking ku.

"oiya, sepulang sekolah nanti temani aku ya"

"hm, baiklah tapi tunggu aku selesai latihan basket ya"

"oke, aku juga ada janji dengan club musik nanti"

Cake

Tidak terasa waktu sudah beranjak sore dan aku sudah tidak sabar untuk berduaan saja dengan jisoo. Latihan sore ini juga selesai lebih awal, maka dari itu aku masih menunggu jisoo selesai urusan club musicnya sambil bermain basket. Setelah cukup lama aku menunggu akhirnya jisoo datang dengan terburu-buru sambil berlari menghampiriku .

"sorry i'm late" ujarnya sambil masih mengontrol nafasnya yang terengah – engah

"tidak masalah, duduklah dulu" aku pun menuntunya agar duduk di bangku dekat lapangan sambil memberikannya air minum . sedang asiknya dengan acara 'mari memandangan wajah cantik jisoo' tiba-tiba seseorang mengintrupsi ku, dan setelah ku lihat ternyata dia adalah orang yang sangat malas aku temui.

"Jisoo-ah aku mencarimu kemana mana" ujarnya sambil langsung memposisikan dirinya untuk duduk di sebelah jisoo lengkap dengan cengiran anehnya.

"apa ada sesuatu yang penting sampai kau mencariku seokmin ?"

"ah tidak juga sih, hanya rindu saja" dan dengan se-enak pantat nya dia merangkul tubuh kecil jisoo-ku ke dalam dekapannya, auh shit dia tidak tau kalau ada aku ? hey bung singkirkan tangan mu darinya sekarang atau aku akan benar-benar memukul wajahmu

"honey, i'm hungry now. Let's eat something" ujarku sambil menarik jisoo untuk meninggalkan tempat laknat itu sekarang juga daripada berlama-lama disana, bisa-bisa lapangan ini jadi ring tinju nanti

"oh iya, maaf aku harus pergi dulu permisi" what the ? jisoo sayang jangan terlalu sopan padanya nantinya dia minta lebih padamu.

GREBB

"kenapa terburu-buru ? aku datang kesini untuk berbicara dengan mu, setidaknya temani aku dulu" ok kesabaran ku benar-benar di uji saat ini, betapa lancangnya dia menarik lengan jisoo seperti itu. Bagaimana kalau tangannya terluka nanti ?

"maaf tapi kami sudah ada janji" ku lihat jisoo susah payah melepaskan genggaman tangan si kuda itu yang ku lihat tangannya sudah mulai memerah.

"aku tidak mau tau, aku ingin kau menemaniku" masa bodo kalau lapangan ini benar-benar jadi ring tinju sekarang aku sudah tidak tahan kekasihku di perlakukan seperti itu apalagi oleh orang lain. Ku dorong bahunya cukup kuat

"hey brother, take off your hand from him" ujar ku penuh penekanan dan menatapnya tajam, aku dalam mode siaga saat ini.

"itu bukan urusan mu" ia mendorong ku tidak kalah kuat sampai aku agak terhuyung ke belakang, what ? dia benar-benar, aku sudah mengepalkan tangan ku sampai buku-buku jariku memutih bersiap untuk membalasnya.

SLAP

Keajaiban pun terjadi, tanpa ku duga jisoo menampar si kuda itu telak membuat senyuman penuh kemenangan ku tidak bisa ku redam.

"berhentilah seokmin, kau tau aku sudah punya kekasih. Hargai dia sebagai kekasihku dan jangan mengganggu ku lagi" ujar jisoo-ku lantang

"let's go vernon" ia pun berbalik menggenggam tangan ku dan menarik ku pergi menjauh dari sana, sebelum kami benar-benar meninggalkan tempat itu ku lihat wajah si kuda liar jantan itu memasang wajah kesal dan shocknya, aku benar-benar menang telak jisoo ku memang yang paling hebat.

"arrrgghhhhh sial sial sial SIAL !"

Cake

"hahahahahahahahahaha" kini kami sedang berada di restoran yang biasa kami kunjungi untuk sekedar mengisi perut yang sudah mulai keroncongan, aku tertawa terbahak mengingat kejadian tadi. Untung saja kami duduk di lantai atas yang memang tidak banyak orang yang duduk di sana dan beruntungnya hanya ada aku dan jisoo hari ini.

"vernon stop laughing" jisoo menampilkan wajah merengutnya yang lucu, ah aku harus menahan diri untuk tidak menerkamnya di sini.

" i can't, seharusnya kau lihat wajah si kuda itu hahahaha menyedihkan sekali"

"itu karena dia mulai tidak sopan padamu" tambah jisoo

"thank's honey" aku pun tersenyum padanya

"hm for what ?"

"trimakasih karena sudah mau menjadi sesorang yang paling berharga dalam hidup ku, dan juga sudah membuat si kuda itu diam seribu bahasa" tambahku sambil terus memandangi kekasih manis ku ini.

"aku jadi tidak enak padanya"

"salah sendiri kan ? sudahlah aku tidak mau membahas dia lagi, lebih baik kita makanan saja ok, aku lapar" karena tidak mau membahas si kuda tidak sopan itu aku pun menyuruhnya untuk makan.

"hm baikalah"

"kau hanya makan cake ? kau tidak lapar ?" ujarku terkejut saat aku tau kalau dia hanya memesan cake saja

"aku sudah makan tadi, kau saja makan yang banyak agar kau gemuk" celetuknya sambil tertawa, bisa-bisanya dia menginginkan kekasih tampannya itu gemuk

"hey kalau aku gemuk tidak ada yang suka pada ku lagi, bahkan nanti para wanita akan kabur saat melihatku"

"biar saja memang itu rencananya" jaawabnya singkat sambil memakan cakenya, kalau jisoo dalam mode cemburu lucu juga ya. Ah sayang nya kita masih sekolah belum saatnya bisa mengotori jisoo-ku, abaikan itu.

"pelan pelan makannya honey" lihatlah betapa lahapnya jisoo memakan cake itu sampai ada cream yang tertinggal di sekitar mulutnya, ah aku tidak tau jisoo sedang menggoda ku atau apa ? atau entah di pikiranku jisoo sedang memakan cakenya secara slow motion, rasanya seperti dia sedang minta untuk di terkam saat ini juga.

Lihat saja bagaimana dia memasukan cakenya kedalam mulutnya hingga penuh itu, bahkan dia menjilat sensual sendok kecil yang masih tertinggal creamnya disana. Bibir kucing jisoo yang berwana pink itu seperti menunggu di bersihkan oleh bibir ku rupanya. Argghhhttt masa bodo aku sudah tidak tahan !

Ku condongkan badanku ke arahnya tanpa sepengetahuan jisoo yang masih sibuk dengan acara 'mari makan cake enak itu' sampai akhirnya aku mencium bibir kucing manis penuh cream itu, rasanya manisnya jadi berlipat-lipat membuatku mulai melumat bibirnya membersihkan sisa cream yang ada disana sesekali mengulumnya, ku lihat mata indahnya membulat melihat kelakuan ku. Sepertinya dia terkejut, ku tahan tengkuknya dengan tangan ku dan tetap meneruskan aksi 'mari mencicipi dessert hari ini'

Setelah cukup lama, aku melepaskan ciumanku. Yang pertama kali ku lihat adalah pemandangan dimana jisoo tengah berusaha menetralkan nafasnya yang terlihat terengah-engah itu dengan bibir kucingnya yang sedikit terbuka, kontrol hormon mu vernon kau masih sayang nyawamu kan ? jika aku berbuat macam macam pada jisoo lebih dari ini ibu jisoo pasti akan membunuhku.

"i love you jisoo" ujarku sambil mengusap sisa saliva di bibirnya, tekstur bibir yang lembut dan rasanya manis itu tidak bisa aku lupakan.

"dasar modus" ujar jisoo merengut namun akhirnya terkekeh pelan, aku benar benar bersyukur mempunyai kekasih seperti jisoo dan aku tidak akan menyia-nyiakannya sampai kapan pun, aku akan menjaganya sampai nanti dan jika sudah waktunya aku akan segera melamar jisoo sebelum ia digoda pria lain lagi.

Dan sepertinya aku harus berterimakasih pada cake yang jisoo makan, karena aku bisa mencium jisoo sebagai yang pertama baginya..

.

.

TBC

Ahhh maaf ya yang minta minshua yang keluar malah vernon sama jisoo duluan, soalnya review kalian ga bisa di buka alias ga keliatan di kolom review jadi kebukanya di email author. Maaf ya tapi kalau masih mau baca cerita abalnya author, author janji bakalan bikin minshua buat next time. Kira kira minggyunya kaya gimana ya ke jisoo atau ada yang mau usul cerita ? pokoknya terus stay dan cerita duo amerika ini semoga berkenan di hati kalian ya walau author tau ceritanya gaje dan ga nyambung sama judul tapi selamat membaca ff abal author aja ya haha big hug :*