Because Of You
Rate : T
Pairing : SasuSaku
warning : Bad summary! Alur kecepetan, typo bbertebaran, ada oc. Mungkin juga occ ~
RnR please
- chapter 2-
-Konoha International Airport-
"Jorrel, semuanya sudah dibawa? Jerrel apa kau sudah membawa Teddy-chan mu?" Tanya Sakura pada kedua anaknya.
"Cudah/ tentu caja cudah Kaa-chan." Jawab keduanya bersamaan.
"Baguslah. Ayame-san bisakah kau belikan roti untuk mereka? Tadi pagi mereka belum sempat sarapankan?" Ujarku pada ayame-san.
"Tentu nyonya."
"Oh ya, jangan terlalu lama ya. Sebentar lagi pesawat kita akan berangkat." Tambah Sakura.
"Ayo nona, tuan muda. Kita beli roti." Ajak ayame-san.
"Un" jawab Jorrel
SAKURA POV ~
"Jellel mau yang coklat~" Suara jerrel terdengar samar ditelingaku, mungkin karna mereka sudah jauh.
Tak lama kemudian mereka kembali. Aku memperhatikan kedua anaku yang sedang makan bersama. Jorrel sangat mirip dengan Sasuke-kun, baik sifat, fisik, maupun cara bicaranya. Satu- satunya ciri fisik jorrel yang mirip denganku hanya dimatanya yang berwarna emerald.
Sedangkan Jerrel, dia mewarisi rambut permen kapasku ini, dan mata emeraldku. Sisanya semuanya mirip Sasuke-kun. Tapi ada satu hal yang membuatnya sedikit 'tidak Uchiha' yaitu sikapnya yang kelewat polos. Bahkan tak jarang ia diganggu anak nakal disekolahnya. Untunglah ada Jorrel yang selalu siap siaga untuk menghajar siapapun yang mengganggu adiknya.
'hah.. kuharap Sasuke-kun tidak akan menemukan kami lagi.'
TING TUNG
|PERHATIAN.. PESAWAT JURUSAN E-740 TUJUAN KE LONDON AKAN SEGERA BERANGKAT. DIHARAPKAN UNTUK CALON PENUMPANG SEGERA BOARDING|
"Ayo!" Ujarku pada mereka semua.
END SAKURA POV
-London-
"Wah Kaa-chan! Kita akan tinggal dicini?" Tanya Jerrel sambil berlari kedalam rumah.
"Ini luas cekali~" Sambungnya riang.
Memang. Dikonoha rumah yang disiapkan Sakura bentuknya sangat sederhana.
"Jorrel berhentilah berlari! Nanti kau jatuh." Larang Sakura.
"Ayame-san, tolong bawa mereka ke kamar mereka ya. Kamarnya ada di lantai dua pintu ke tiga." Sambung Sakura.
"Baik."
Drrtt.. Drrrt..
"Halo Sasori-nii?"
"Apakah kalian sudah sampai? Apa kalian menyukai rumah yang kusiapkan?"
"Ya.. kami baru saja tiba. Tentu. Bahkan Jerrel sampai berlari kesana kemari. Oh ya nii-chan, bisakah kau kirimkan alamat cabang perusahaan yang ada di sini? Aku lupa mencatatnya kemarin." Kata Sakura.
"Baguslah. Tunggu sebentar. Nanti ku kirimkan. Sudah dulu ya, aku harus rapat lagi, belakangan ini terlalu banyak rapat dan itu membuatku pusing."
" Baiklah... Tetap semangat ne Saso- niichan?"
"Ya."
-Tut-
Sambungan teleponnya akhirnya diputus oleh Sasori.
Tak lama HP Sakura berbunyi lagi
Drtt..Drrtt..
tapi kali ini bukan telfon, melainkan pesan.
From: Sasori-nii
John McCain street. Letaknya dekat dengan rumahmu.
oh ya..
jaga keponakanku.
-Sasori-
Sakura tersenyum setelah membaca pesan singkat itu. Kakaknya itu memang mood buster yang baik untuk Sakura.
Selama ini Sasori lah yang selalu membantu Sakura menjaga kedua anaknya.
Bahkan sekarang Sasori membantunya untuk merahasiakan identitasnya.
Tak mau membuang waktu, Sakura langsung pergi ke kantor yang akan dia pimpin nanti.
-Shanaro Corp-
"Selamat datang Sakura-sama. Saya disini berkerja sebagai sekretaris anda." Sambut Ten-ten pada Sakura begitu ia sampai di kantor itu.
"Ya."
"Sebelumnya saya akan jelaskan terlebih dahulu. Untuk sekarang, demi keamanan anda identitas anda telah disamarkan oleh Sasori-sama. Nama anda sekarang bukan 'Haruno Sakura' lagi. Tetapi telah beralih menjadi ' Irene.' Semua data-data anda telah kami siapkan. Semua orang dikantor ini juga mengenal anda sebagai Irene bukan Sakura."
"Bagus. Terimakasih Ten-ten san." Ujar Sakura pada sekretarisnya.
"Sama-sama Irene-sama. Apakah ada yang bisa saya bantu lagi?" Tanya Ten-Ten pada Sakura.
"Tidak. Kau boleh keluar sekarang." Kata Sakura sembari mulai berkerja dengan laptopnya.
-Disekolah baru si kembar-
"Ceyamat pagi.. Namaku Jellel, yang ini Jollel-nii. Kami belacal dayi Jepang." Kata Jerrel dengan riang.
"Baiklah. Silahkan duduk. Jerrel kau duduk dengan Kushina. Jorrel kau duduk dengan Kiba." Ujar sang guru.
"un/ baik"
"Baik, kita lanjutkan pelajaran kita." Tambahnya.
-Skip time belajar, sekarang istirahat-
"Jellel-chan kau cantik cekali." Kata Pain, bocah berambut jingga bermata violet yang entah kenapa mukanya penuh dengan perching.
"Hei! Menjauh dali adikku." Ujar Jorrel datar.
"Cu-cudah lah Jollel-kun di-diakan hanya memuji Jellel. " Kata Hinata. Gadis pemalu namun cantik, berambut indigo pendek dan bermata amethyst.
"Jellel-chan kau mau bentoku tidak?" Tanya Konan pada Jerrel."
"Tidak, telima kacih Konan-chan. Kaa-chan cudah menyiapkan bento Jellel." Jawab Jerrel dengan senyum lebar.
"Kalau kau Hina-chan?"
"Eum.. Bolehkah?" Tanya Hinata.
"Tentu saja. Ini~" Jawab konan.
Hinata mengambil onigiri dari kotak bento Konan.
"Jollel-nii apa di bentomu ada tomatnya?" Tanya Jerrel.
"Ada. Kenapa?"
"Di bento Jellel tidak ada." Gumamnya dengan nada manja.
"Ini.." Jorrel memberikan tomatnya pada Jerrel.
"Telima kacih Nii-chan!" Serunya senang.
"KAWAIIII~" seru anak laki-laki di kelas itu, namun terdiam lagi setelah mendapat pandangan menusuk dari sang kakak.
.
.
.
-Malamnya-
"Bagaimana sekolahnya sayang?" Tanya Sakura pada anaknya.
"Menyenangkan cekayi Kaa-chan." Jawab Jerrel riang.
"Menyebalkan."
"Menyenangkann Nii-chan~ Cemuanya cangat baik pasa Jellel." Ujar Jerrel manja.
"Tapi pala bocah itu mengganggu." Sahut Jorrel.
"Bocah?" Tanya Sakura.
"Iya Kaa-chan. Pala bocah itu celalu caja mengikuti Jellel. Meleka juga biyang Jellel cantik. Meleka pasti mau melebut Jellel dali Jollel. Tidak akan Jollel bialkan meleka mengambil adik Jollel!" Ujar Jorrel dengan bibir yang dipoutkan.
"Hihi..Mereka hanya ingin berteman dengan Jerrel sayang." Sahut Sakura melihat Jorrel yang makin sister complex saja.
"Sakura-sama makan malamnya sudah siap." Ujar Ayame-san.
"Iya. Ayo.. Kita makan dulu." Ajak Sakura.
Selesai makan malam Sakura mengajak kedua anaknya untuk tidur.
"Oyacumi Kaa-chan." Ucap keduanya."
"Oyasumi mou. Tidur yang nyenyak ne." Ucap Sakura sambil mengecup pipi kedua anaknya.
Sakura mematikan lampu kamar, lalu dia keluar.
Sakura masuk ke kamarnya, ia pun segera beranjak ke kasur Queen sizenya.
'Sasuke-kun..
Aku yakin, tanpamu kami masi bisa hidup.' Batin Sakura sebelum menutup matanya.
"Irene-sama Perusahaan belakangan ini berkembang pesat. Banyak perusahaan yang menawarkan kerja sama yang menguntungkan. Beberapa perusahaan ternama juga menawarkan kerja sama dengan Shanaro Corp, saya juga sudah merangkum informasi tentang Perusahaan perusahaan itu." Ujar Sai.
"Benar Irene-sama. Saya juga melihat prospek yang bagus untuk kedepannya. Apalagi jika yang menawarkan kerja sama adalah 'Twins Corp' mereka mempunyai investasi yang cukup banyak di bagian elektronik. Selain itu produk yang mereka ciptakan juga sangat diminati konsumen, jika kita berkerja sama dengan mereka maka keuntungan perusahaan bisa 3 kali melebihi modal yang kita tanam." Ujar Ten-ten panjang lebar.
"Baiklah. Ten-ten tolong siapkan data-data tentang Twins Corp. Aku mau data itu sudah ada di ruanganku sebelum jam makan siang berakhir. Rapat selesai." Jawab Sakura.
"Baik Irene-sama." Jawab para karyawan.
Satu persatu karyawan yang ada di ruang rapat itu keluar.
Sakura beranjak dari tempat duduknya dan kembali ke ruang kerjanya.
-DI JEPANG-
"Apa kau sudah menemukannya Dobe?" Tanya Sasuke pada siluet pria bersurai pirang itu.
Namikaze Naruto. Sahabat sakura dan Sasuke. Bermata biru dan memiliki kulit tan. Berkerja sebagai detektif.
"Belum. Bahkan sampai sekarang tidak ada satupun informasi yang kudapat tentang mereka." Jawab Naruto.
"Sial! Bagaimana mungkin! Aku tidak mau tau. Bagaimana pun caranya kau harus menemukan mereka."
"Hah.. ini juga salahmu. Kenapa kau tidak melarangnya pergi 5 tahun yang lalu? Kau itu terlalu memikirkan egomu."
"Aku sudah berteriak seperti keseta an memanggil namanya Dobe."
"Kau.. Tidak bisakah kau gunakan mobil untuk mengejarnya?" Tanya Naruto.
"Hn."
"Ya sudah. Aku kembali ke kantorku." Jawab Naruto mengerti jika Sasuke sedang butuh waktu sendiri.
"Saku.. aku merindukanmu."
TBC
