ONLY HOPE

CHAPTER II.

Desclaimer : exo ini punya tuhan,yah meskipun saya pengen milikin kyungsoo ama xiumin. Hoho :D

Gendre : hurt/comfort,romance.

Cast : kim jong in

Do kyungsoo

Other cast : all of exo (insya allah)

Story by : kim minhee as kyungmin 2115.

Peringatan : mohon maaf sebelumnya,ff ini punya saya murni. Apabila ada kesamaan cerita dengan yg lain,mungkin itu kesengajaan belaka. terimakasih

At before ...

"Yaa ! apakah kau ingin duduk disini" Gadis tersebut berbicara dengan suara sedikit keras,agar orang itu dapat mendengar suaranya. Lelaki tersebut menoleh,sesaat jong in merasa dirinya berada di alam mimpi..

"that girl..."

.

.

.

.

.

ONLY HOPE .. CHAPTER II

"Hey,kau yang waktu itukan ?" Kyungsoo berjalan mendekati jong in yang berdiri terpaku menatapnya,dengan senyumnya ia berusaha menghampiri jong in meskipun ia merasakan rasa dingin luar biasa menyergap tubuhnya.

"ah,iya.." Jong in balas menatapnya dengan pandangan yang dingin,namun menyejukkan. Jong in tak bisa berpikir sekarang hatinya menghangat kembali melihat kyungsoo secara langsung di hadapannya,ia merasa terlepas dari beban pikirannya untuk sementara.

"kebetulan sekali ya,ada apa kau datang kesini jong in-sshi?" kyungsoo bertanya dengan antusias matanya menerjap-nerjap lucu pandangannya polos membuat jong in kembali melayang

"aku hanya ingin jalan-jalan" jawab jong in sekenannya

"ahh.. begitukah" Kyungsoo kembali tersenyum,seakan senyum itu tak akan pernah lepas dari bibir kisablenya.

"emm.. kalau kau ada apa kemari ?" Jong in berusaha bertanya,meskipun sekarang lidahnya kelu untuk berbicara ia merasa sulit sekarang berhadapan dengan gadis di depannya.

"aku juga ingin jalan-jalan,tapi disini dingin sekali" kyungsoo merapatkan jaket yang di pakainya dan mengusap-usap lengannya. Layaknya orang kedinginan

"bagaimana kalau kita minum kopi hangat? Apa kau suka"

"baiklah"

"kajja!" Kyungsoo melangkah dengan semangat di depan jong in,jong in hanya tersenyum kecil melihat kyung soo bertingkah lucu bagai anak-anak. ia tak menyangka malam ini dapat bertemu kembali dengan kyungsoo,gadis yg membuat hatinya selalu hangat dan berdebar-debar.

Jong in dan kyungsoo melangkah beriringan menuju cafe yg berada beberapa blok dari taman,selama perjalanan mereka hanya diam. Menikmati jalanan kota seoul penuh dengan gedung kelap kelip.

kyung soo begitu takjub melihat apa yang di laluinya matanya menerjap-nerjap penuh pesona begitu melihat namsan tower yg terlihat bercahaya waktu malam hari. Meskipun ia sudah lama tinggal di seoul berkali-kali pula ia melihat pemandangan seperti ini tapi ia tetap saja begitu terpesona dengan apa yg dilihatnya.

Sementara jong in hanya memandangi gadis mungil di sampingnya ini,pandangannya menaungi kyungsoo. tersirat penuh kasih sayang dan cinta di dalamnya.. ia menyukai saat mata lebar kyungsoo menerjap-nerjap lucu melihat sekeliingnya,apalagi senyuman mempesona selalu di lukis kyungsoo.

Suara gemerincing lonceng berbunyi bergitu kyungsoo dan jong in masuk kedalam cafe,didalam cafe tersebut begitu sangat hangat dengan adanya penghangat ruangan. Jong in dan kyungsoo berjalan melalui beberapa meja,hingga meja terakhir mereka duduk disana saling menghadap,memudahkan mereka untuk berbicara.

"Selamat datang tuan dan nyonya,apakah ada yg bisa saya bantu ?"

"aku ingin hot chocolate dan muffin coklat" kyungsoo menjawabnya dengan suara feminimnya lembut,bahkan dalam berbicarapun ia masih sempat untuk tersenyum.

"kalau anda tuan ?" sang waitres menoleh ke arah jong in sedangmenatap kyungsoo.

"cappuchino dan caramel coffie cake"

"pesanan anda akan datang beberapa menit lagi,mohon menunggu" sang waitres menjauh dari meja mereka,kyungsoo hanya mengangguk-angguk sebagai jawaban,kini tinggal mereka berdualah disana,suasana cafe terlihat sangat tenang dengan dentingan suara piano menyelubungi pendengaran para pelanggan.

Antara kyung soo dan jong in hanya diam dengan pikiran masing-masing,kyungsoo hanya melihat keluar jendela sembari sesekali tersenyum melihat anak-anak kecil yg berlarian di depan cafe,jong in merasa bingung memulai bicara apa karena ia memang bukan orang suka berbicara. Kyungsoo merasakan hawa canggung diantara mereka,namun suatu keberanian ia mulai membuka pembicaraan ini.

"jong in-sshi,dimana kau tinggal?" kyungsoo menaruh kedua tangannya di atas meja,dan menangkupkan kedua telapak tangannya dan dagunya bersandar di punggung tangannya.

"di distrik myeongdong" tubuhnya menegang mendengar apa yg di katakan jong in. Matanya berkilat ketakutan saat melihat jong in.

Jong in hanya menghela nafasnya,ia tahu kalau kyungsoo pasti berpikiran sama dengan orang lain saat ia mengatakan kalau ia tinggal di distrik myeondong.

"kau jangan khawatir,aku tak akan menyakitimu. Aku janji" manik elang jong in menembus mata kyungsoo yg ada di depannya,disana tersirat kesedihan yg amat sangat serta kekecewaan. Kyungsoo mencoba tersenyum lembut meski ia masih terkejut dengan keadaan jong in,

"kenapa ?"

"karena,aku ingin menjadi temannmu."

"bagus kalau begitu,aku juga ingin menjadi temanmu" nada suara kyungsoo terdengar ceria kembali,jong in tersenyum mendengarnya ia menyesap cappuchino-nya yg masih hangat baru di antar sang pegawai,ia menatap kyungsoo yg memakan imut muffinnya.. sambil sesekali menyesap hot chocolatenya yg mengepul di udara.

"dimana rumahmu,kyungsoo-shhi ?" jong in bertanya tanpa menatap kyungsoo sibuk dengan muffinnya,sedangkan jong in sibuk dengan kuenya yg terlihat lezat.

"di distrik gangnam,dekat taman kota tadi" jong in menangguk-angguk sebagai jawaban,mereka membicarakan banyak hal. Jong in pun tahu banyak tentang gadis incarannya ini,umurnya,perkerjaannya,keluarganya,rumahnya,.

Waktu semakin malam hingga mereka memutuskan untuk pulang. Jong in berbaik hati mengantar kyungsoo sampai kerumahnya,meskipun itu ditolak oleh kyungsoo. Namun bukan jong in namanya kalau bukan keras kepala,ia bersikeras mengantar kyungsoo sampai kerumahnya meskipun ia harus memutar jalan untuk kembali ke rumahnya.

demi kyungsoo,ia rela melakukan apa saja. Lagi pula ia tahu malam bukanlah waktu yg bagus untuk seorang gadis untuk pulang kerumahnya sendirian.

Dalam perjalanan pulang jong in melihat sekelebat bayangan yg mengikutinya mulai keluar cafe sampai jalan menuju rumah kyungsoo. Ia menoleh kebelakang,tak ada apapun disana tetapi ia merasakan hawa yg aneh sejak mereka pulang,ia menggenggam tangan kyungsoo erat. Sontak kyungsoo terkejut ia membulatkan mata doe-nya sehingga terlihat lucu,pipi chubbynya bersemu merah mendapat perlakuan jong in

. Jong in mempercepat langkahnya dengan terburu-buru,ia takut kalau kyungsoo dalam bahaya sekarang. Mungkin saja ada musuhnya yg mengikuti mereka,dengan terpaksa kyungsoo pun mencoba mensejajarkan langkah lebar kaki jong in,dan itu membuatnya agak sedikit lelah karena kakinya yg kecil.

Mereka sampai di depan sebuah rumah sederhana yg memiliki taman begitu luas membentang di pagari kayu tradisional,halaman itu ditumbuhi beberapa bunga,buah,serta sayur-sayuran, terlihat sangat sejuk.

"ini rumahku terimakasih sudah mengantarku" kyungsoo tersenyum kepada jong in,jong in hanya salah tingkah menghadapinya ia melepas genggaman tangan mereka.

"sama-sama,cepatlah masuk kerumahmu" jong in menatap kyungsoo lembut,dan itu membuat kyungsoo kembali merona ia merasakan yg aneh dalam dadanya,dadanya berdegup kencang.

"ne.. kau tak pulang?"

"aku akan menunggumu masuk kerumah,cepatlah masuk cuaca semakin dingin" jong in mendorong tubuh kyungsoo lembut agar masuk kedalam pagar rumanya,kyungsoo Cuma mengangguk lalu ia masuk kedalam pagarnya.

Menguncinya dari dalam dan perlahan melangkahkan kakiknya melalui jalan berbatu pipih yg disusun sedimikian rupa agar memudahkan kaki berjalan menuju rumahnya,kyungsoo meraih ganggang pintu membukanya dan masuk. sebelumnya menoleh kearah jong in yg masih setia menatapnya dari luar pagar,kyungsoo melambaikan tangannya ke arah jong in yg dibalas dengan sama oleh jong in.

Tubuh kyungsoo menghilang di balik pintu,dan jong in dapat mendengar suara pintu yg di kunci dari dalam.

Jong in mendesah lega lalu berbalik menuju rumahnya sendiri,gang sempit antara rumah yg menjulang tinggi jong in dapat melihat,seseorang mengamatinya. Begitu sadar orang itu akan jong in,ia berlari dengan cepat tanpa menoleh. Jong in pun sontak berlari mengejarnya,ia memiliki firasat bahwa orang inilah yg mengikutinya dari tadi. Dengan baju hitam yg panjang menyerupai jubah,orang ini memang betul-betul mencurigakan.

Jong in berhenti di perempatan dekat cafe yg ia datangi tadi dengan kyungsoo,ia menumpukkan kedua telapak tangannya di lutut kakinya sedikit membungkuk. Ia terengah-engah setelah berlari sedemikian jauh dari rumah kyungsoo,sialnya ia kehilangan orang mencurigakan itu,jong in menggeram dalam diam.

Ia tak akan segan-segan membunuh orang yg berani mencelakai kyungsoo. Merasakan deru nafasnya kembali tenang, ia melangkahkan kakinya menuju tempat tinggalnya,hari makin malam jalanan pun mulai sepi,dingin udara semakin mencekam tubuh jong in,jong in memasukkan tangannya di kantung jaketnya,ia menatap angkuh jalan di depannya melangkahkan kakinya dengan tenang.

Sesampainya di rumah jong in,ia masuk sebelumnya membuka kunci pintu,ia tak ingin bergabung bersama temannya malam ini di markas besar mereka. Jong in merasa letih,meskipun tak seletih menghajar manusia satu geng yg biasa dilakukannya. Jong in melangkah masuk melalui ruang tamu dan berjalan menuju kamarnya sendiri,ia merebahkan dirinya di atas ranjang dengan terlentang. Menatap langit-langit kamarnya yg dihiasi cat putih pucat dengan sebuah lampu menggantung disana,jong in memejamkan matanya memulai untuk menjelajahi dunia mimpinya...

.

.

.

.

.

.

Matahari mulai menampakkan dirinya,menyinari sebagian wilayah yg masih terlelap di dunia mimpinya,bias matahari yg menyilaukan masuk melalui celah-celah jendela rumah kyungsoo yg masih tertutup tirai berwarna hijau pucat,kyungsoo mulai terusik ia mencoba membuka matanya yg begitu sulit,ia menerjap-nerjapkan matanya lucu. Duduk di atas ranjangnya

kyungsoo merenggangkan tubuhnya tangannya mengepal di udara,dengan lengan yg lurus,ia menggerakkan tubuhnya yg serasa kaku.. kyungsoo turun dari ranjang hangatnya menuju kamar mandi yg berseberangan dengan kasurnya,ia mengambil handuk yg menggantung di depan pintu kamar mandi lalu masuk dan menutup pintu

kyungsoo berloncat-loncat senang saat hangatnya air yg mengucur lewat shower menerpa tubuhnya. Ia merasa hidup kembali,tubuhnya serasa segar seperti sedia kala,ia menuangkan sabun cair beraroma vanilla kesukaannya dan mengusapnya keseluruh tubuhnya hingga kaki.. tak lupa ia juga menggunakan shampoo dan membersihkan wajahnya dengan face wash,giginya ia gosok menggunakan sikat gigi yg lembut dengan perlahan ia membuat gerakan memutar seperti yg di ajarkan ibunya dahulu sewaktu ia kecil.

Setelah selesai kyungsoo mengeringkan tubuhnya dengan handuk,ia berjalan keluar kamar mandi menuju lemarinya yg berisi setumpuk pakaian-pakaian miliknya, kyungsoo mengambil bebrapa pakaian yg biasa tak terlalu buruk tapi sangat cocok dengan tubuhnya. Ia memakai kaos lengan panjang berwarna putih bergambar pororo kesukaanya,celana jeans ketat berwarna putih juga yg senada dengan kaosnya, serta sweater rajut berwarna soft pink yg tebal agar ia tak kedinginan pagi ini untuk menjalani aktifitasnya di luar rumah,

setelah selesai membuat penampilannya agar sempurna kyungsoo berjalan menuju dapur,ia mengambil roti,selai coklat,dan susu coklat hangat untuk sarapannya kali ini,dan itu membuatnya sedikit kenyang sebelum memakan makanan inti di luar.

Selesai dengan sarapannya kyungsoo berjalan menuju pintu rumah membuka lemari sepatu yg didekat pintu itu,ia mengambil sepatu boots putih yg cukup untuk menghangatkan kakinya,ia memasangnya beranjak keluar rumah.

Kyungsoo berjalan dengan tenang di antara kerumunan orang yg lalu lalang di jalanan kota seoul,ia kedingina. salju mulai turun sejak pagi ini dan menambah suhu menjadi semakin dingin. Ia mempercepat langkahnya menuju toko bunga miliknya yg berada di pinggiran kota seoul,kyungsoo segera memasuki toko kesayangannya dan menyalakan pemanas ruangan dengan tergesa-gesa.

Kyungsoo merapikan pot-pot bunga yg letaknya tak teratur,ia mulai mengurus kebun kecilnya didalam toko.. menyiramnya dengan air dan menyemprotkan pupuk agar bunga-bunga itu tetap tubuh segar,kyungsoo mencium bunga mawar kuning yg menjadi kesukaanya,aroma yg lembut membuat kyungsoo memejamkan matanya saat aroma itu memasuki hidungnya,ia sangat suka bunga mawar kuning meskipun terlihat sangat sederhana,dengan aroma polosnya. kyungsoo merapikan daun-daun bunga yg terlihat menguning karena pergantian musim,ia bersenandung ria sambil mengurus bunga-bunga yg menjadi temannya sehari-hari. Setelah sedikit rapi,kyungsoo berdiri di depan meja kasir duduk disana sambil membaca majalah masakan hobinya.

Suara gemerincing lonceng berbunyi dari depan toko,kyungsoo menurunkan majalahnya dan melihat pelanggan pertamanya yg datang. Nafas kyungsoo tercekat melihat seseorang di depannya dengan jaket dingin tebal,celana jeans yg menempel ketat di kaki panjangnya,rambut yg sedikit acak-acakan namun terlihat kesan cool,sepatu kets putih pendamping celananya,serta aroma maskulin yg mengeluar saat ia berdiri di pintu,kyungsoo menunduk saat mata itu menatapnya dengan tajam seperti biasa,ia mencoba menyembunyikan rona merah menjalari pipinya yg putih.

Jong in melangkah agar dapat melihat kyungsoo lebih dekat di depan meja kasir,ia tersenyum melihat kyungsoo yg malu-malu di depannya.

"kau berkerja disini ternyata" jong in mengeluarkan suara beratnya yg terdengar sangat mengagumkan,kyungsoo semakin merona. Dadanya tepat di jantungnya berdetak cepat,ini perasaan aneh pikirnya.

"emm .. ya,, ada apa kau kesini,jong in-sshi ?" kyungsoo mencoba mengangkat kepalanya agar menatap mata jong in di depannya,ia malu-malu lagi saat jong in masih menatapnya lekat.

"aku kebetulan lewat sini,dan aku mampir" kyungsoo mendengar suara langkah menjauh dari meja kasirnya,kyungsoo mengangkat wajahnya mendapati jong in diantara bunga-bunga miliknya,jong in mencium satu persatu aroma bunga yg ada dihadapannya.

Sama seperti kyungsoo,jong in memejamkan matanya lembut sembari tersenyum kecil saat aroma bunga masuk kedalam indra penciumannya,sangat harum. Kyungsoo tersenyum lebar,ia mendekati jong in dan berdiri di belakang lelaki tinggi itu,

"itu bunga mawar kuning,apa kau menyukainya ?" kyungsoo memetik setangkai bunga itu lalu menciumnya membiarkan aroma itu menyentuhnya kembali,jong in tersenyum.

"ya,,aku menyukainya.. kau penyuka bunga ?" jong in bertanya kembali sembari berjalan-jalan di dalam toko kyungsoo mengamati bunga-bunga yg indah tertanam dipot-pot besar berjajar di depan dinding kaca yg mengarah ke jalan raya.

"ya.. bunga adalah sesuatu yg berharga untukku" kyungsoo tersenyum kearah jong in, menatap punggung lelaki itu yg membelakanginya.

Kyungsoo menerawang menatap sekumpulan anggrek ungu di seberangnya, ia ingat bagaimana ia menyukai berbagai macam bunga. Ia masih kecil saat itu,umurnya masih 5 tahun. Ia di perkenalkan bunga oleh ibunya yg tercinta sudah meninggalkkannya,ia ingat saat itu dimana ia membantu ibunya berkebun di depan rumahnya dahulu. Kyungsoo terkesiap saat melihat jong in yg sudah berada di hadapannya menatapnya cemas,kyungsoo menggeleng menandakan ia tak apa-apa.

"mau makan pagi bersamaku ?" tawar kyungsoo

"boleh saja" jong in berjalan pelan kearah kyungsoo yg sudah berada di depan pintu toko bunganya,dengan segenap keberanian ia meraih tangan kyungsoo dan menyesaknya di kantong jaketnya bersama tangannya.

Kyungsoo kembali merona atas perlakuan jong in,ia menyembunyikan rona merah yg menjalar dipipinya dengan helaian rambut hitam legam yg luruh menyembunyikan wajahnya saat ia menunduk,jong in tersenyum lagi-lagi..

Mereka sampai di sebuah rumah makan khas western,tercium bau masakan yg lezat saat memasukinya,kyungsoo dan jong in duduk di meja yg berdekatan dengan dinding terbuat dari kaca sehingga mereka bisa melihat orang-orang yg berlalu lalang, menjadi tempat favorit mereka duduk dengan suasana seperti itu.

Seorang pelayan datang menanyakan mereka pesanan,kyungsoo tentu saja memesan spagetti yg menjadi favoritnya,sedangkan jong in menyamakan pesanannya saja dengan kyungsoo.

Selelsai berbicara dengan pelayan jong in menolehkan pandangannya ke luar kaca,ia mendapati seseorang yg tadi malam mengikuti mereka,orang itu mengenakan jubah hitam yg seperti tadi malam di lihatnya.

Orang itu bertubuh tinggi,dengan kulitnya putih bersih,rambutnya keriting ikal,matanya tajam menatap jong in juga balas menatapnya dengan tak kalah tajam. Wajahnya tak terlihat sehingga jong in tak mengenalinya,namun ia tahu ada sebuah seringaian mengerikan di balik maskernya,ia berdiri di tumpukan kotak kardus bekas di depan sebuah toko. Jong in heran mengapa orang itu tak menjadi pusat perhatian dengan penampilannya yg misterius di tengah orang-orang berlalu lalang.

"jong in-shhi" kyungsoo memanggilnya dengan suara lembut agar tak menganggu jong in yg sedang serius menatap seseorang di sebrang jalan. Jong in sontak menoleh menatap kyungsoo yg kebingungan,kyungsoo menatap arah pandang jong in.

ia mencoba mencari apa yg menjadi pusat perhatian jong in,nihil ia tak melihat siapapun disana di balik tumpukan kardus itu lebih tepatnya. Jong in ikut menoleh kesebrang jalan,ia tak menemukan orang itu lagi dimana dia ...

"jong in-sshi,apa yg kau lihat? Terlihat serius sekali"

"tak apa..tak apa-apa" jong in mengambil garpu dan menusukkannya di tengah-tengah gumpalan spagetti,dan memelintirnya sehingga mie-mie itu membulat di garpu jong in. kyungsoo terdiam beberapa saat,ia mengangkat bahunya lalu mengikuti jong in memakan spagettinya dengan lahap.

.

.

.

.

.

Kyungsoo berjalan sendirian di bawah lampu jalan remang-remang penerangan,jong in sudah pamit semenjak ia usai sarapan bersamanya pagi tadi,malam terasa mencekam dengan suhu yg demikian tinggi.

Kyungsoo menggesekkan tangannya telapak tangannya berusaha membuat tangannya menjadi hangat,kyungsoo terlonjak kaget saat ia mendengar suara barang yg terjatuh dari belakang tubuhnya,ia menoleh tak ada apa-apa disana,kyungsoo kembali melanjutkan perjalanannya dengan langkah tergesa-gesa,ia mersakan hawa mencekam yg aneh. Ia merasa ada yg mengikutinya,kyungsoo berlari merasakan orang itu mengejarnya.

Kyungsoo meraih ponselnya di dalam kantong celananya sambil berlari. ia memencet speed dial nomor jong in, jong in memberinya nomor ponsel miliknya saat di cafe waktu lalu,ia menjanjikan kyungsoo agar menelponnya saat ia dalam masalah.

"jong in.. jong in" kyungsoo memanggil nama jong in sembari menunggu nada tersambung sambil berlari,nafasnya sangat letih terlalu lama berlari.

"yeobseyo.." terdengan suara berat di sebrang sana,kyungsoo tak mampu lagi berbicara,kyungsoo menangis dalam suara telponnya,jong in terkesiap ia menggenggam erat ponselnya.

"apa yg terjadi kyungsoo?"

"tolong aku.. jong in.. tolong" suara kyungsoo tercekat,terdengar suara isak tangis yg lembut,serta suara nafas yg terengah-engah. Jong in tahu,kyungsoo pasti sedang berlari.

Jong in mematikan ponselnya secara sepihak,ia menyambar jaketnya di atas meja nakas samping ranjangnya,jong in berlari tergesa-gesa,tak di pedulikannya dingin menyapa tubuhnya di luar sana...

.

.

.

.

.

Kyungsoo terengah-engah ia yakin saat ini kalau sedikit lagi ia berlari maka ia akan pingsan,dinginnya cuaca membuatnya semakin lelah untuk berlari. Tubuhnya panas oleh keringatnya sendiri,mulutnya terbuka bernafas mengeluarkan uap-uap dari tubuhnya. Kyungsoo sudah sampai di perempatan distrik gangnam,ia merasakan penat luar biasa. Membuat tubuhnya melemah sekali,ia terduduk di aspal,suara derap langkah di belakangnya semakin terdengar jelas,ia yakin saat ini orang itu sedang berada di belakangnya.

Kyungsoo hanya diam,ia menoleh kebelakang mendapati seorang pria tinggi yg tampan menatapnya dengan seringaiannya,

"halo princess,manisku" suaranya yg sangat berat membuat kyungsoo bergetar,ia semakin terisak dalam tangisnya. Pandangan matanya mulai memburam,kyungsoo pun terjatuh dia atas jalanan aspal yg penuh oleh salju. Sebelumnya ia sempat mendengar suara jong in tak jauh dari tempatnya dan pingsan.

"brengsek kau bedebah !" jong in melayangkan tinjunya ke arah pria tinggi itu,orang itu jatuh tersungkur di depan jong in

"shit !" umpatnya,ia lekas berlari sebelum jong in menangkapnya. Mata jong in berkilat marah menatapnya sangat menakutkan,dadanya naik turun lantaran karena emosi dan lelah.

Jong in meraup tubuh kyungsoo dalam gendongannya,ia berusaha membuat kyungsoo tetap hangat didalam pelukannya. Sesampainya di rumah kyungsoo,ia meletakkan kyungsoo di atas ranjangnya yg empuk,kyungsoo masih belum sadar. Peluh membanjiri wajahnya yg putih,pipinya masih berkilat oleh air matanya sendiri,

Jong in menghapus air mata itu dengan ibu jarinya,menatap kyungsoo iba. Kekhawatiran menyusup dalam perasaannnya,dadanya serasa sesak melihat kyungsoo begitu menyedihkan. Jong in memeluk tubuh itu dengan segenap kasih sayangnya,membelai rambut kyungsoo yg lembut dengan penuh cinta.

Di kecupnya kening kyungsoo sejenak sembari melepaskan pelukannya,jong in melepaskan perlahan sweater pink kyungsoo,agar memudahkan kyungsoo dalam tidurnya. Di raihnya selimut yg berada di bwah kaki kyungsoo, jong in membaringkan dirinya di samping kyungsoo. Mendekapnya erat,menyembunyikan tubuh mereka dalam selimut. Sebelum akhirnya ia juga tertidur memeluk sang gadis...

.

.

.

.

.

Cahaya bias matahari masuk melalui tirai-tirai jendelanya,kyungsoo terbangun dari tidurnya. Ia merasa sulit,tubuhnya terasa di himpit oleh sesuatu. Matanya melebar setelah melihat apa yg ada di depannya,seorang lelaki mendekapnya dengan erat,matanya masih terpejam menandakan ia masih tidur. Wajah itu,sangat di kenali kyungsoo. Jong in ?!

Kyungsoo langsung terduduk di kasurnya,menatap jong in yg masih terlelap. Ia memeriksa tubuhnya,ia bernafas lega setelah merasakan ia masih memakai pakaian semalam,kyungsoo menerling kaget melihat jong in yg terduduk dari tidurnya. Ia menatap kyungsoo sayu dengan mata yg setengah mengantuk

"maaf aku tidur disini,aku Cuma ingin menjagamu" jong in berkata malu-malu sambil menggaruk rambutnya yg tak gatal,menatap kyungsoo yg kaget.

"aa.. ne,tak apa-apa" kyungsoo menunduk menyembunyikan rona merah yg menjalari pipinya.

"lalu,kau tak apa-apa ?" kyungsoo memiringkan kepalanya,menatap jong in bingung memberi pertanyaan yg tak dimengertinya.

"apa kau lupa,.. tadi malam ?" suara jong in tercekat menyebut tadi malam,matanya berkilat emosi kemarahan yg amat sangat. Kyungsoo memutar kembali memorinya tadi malam,seorang pria menatapnya dengan seringaian yg menakutkan.

Tubuh kyungsoo merinding,matanya terlihat mengerikan,dadanya berdegup kencang,kyungsoo sangat ketakutan.. sangat takut. Jong in meraih tubuh kyungsoo,mendekapnya dalam lingkup hangat tubuhnya,menyandarkan kepala kyungsoo di dadanya yg bidang,mengelus rambut kyungsoo sayang

"jangan takut.. aku disini.." jong in merasakan sesuatu meremas lengannya kuat,tubuh kyungsoo bergetar hebat disertai isakan yg lolos dari bibir kisable-nya. Jong in mengeratkan pelukannya,mengecup puncak kepala kyungsoo berharap membuatnya tenang.

"aku takut jong in,aku takut..." suara kyungsoo berbisik ia tak mampu lagi berpikir macam-macam,pikirannya penuh dengan pria menakutkan itu.

"aku disini,akan menemanimu. Kapanpun dimanapun kau membutuhkan.." balas jong in dengan suara lembut,getarannya membuat pikiran kyungsoo sedikit tenang. Hanya pelukan jong in yg membuatnya tenang. Kyungsoo meangguk patuh dalam pelukan jong in.

Jong in merenggangkan pelukannya,ia menatap bola mata kyungsoo yg berkilat karena air matanya. Pipinya memerah karena menangis,jong in mengelus pipi kyungsoo lembut

"sebaiknya kau cepat mandi,kau memerlukannya bukan ?" kyungsoo mengangguk,ia berjalan menjauh dari tubuh jong in menuju kamar mandinya. Jong in tersenyum,ia duduk bangkit menuju kamar mandi di lantai bawah,membasuh wajahnya yg kusam karena kelelahan.

Jong in membawa kaki panjangnya ke dapur,menengok apa saja yg bisa ia buat untuk sarapannya dengan kyungsoo. Ia mengambil sebungkus roti tawar,menyiapkanya di meja bersama selai coklat,ia memanaskan air dalam sebuah panci yg digunakan untuk memasak air. Hanya itu yg bisa jong in lakukan dirumah,karena ia tak bisa memasak.

Suara pintu terbuka dari lantai atas,ia tahu kyungsoo pasti sudah selesai mandi.

"duduklah kita sarapan,maaf menggunakan dapurmu" jong in berucap begitu melihat kyungsoo sudah di dapur menatapnya,ia meletakkan secangkir susu coklat panas di depan kyungsoo. Dan meletakkan miliknya di seberang kyungsoo,

"ya.. tak apa.." kyungsoo tersenyum menyesap susu coklatnya yg hangat,ia mengambil satu helai roti menghiasnya dengan selai menggiurkan

"gumawo,ada kau disini" kyungsoo menyuapkan rotinya sambil memandang jong in,jong in mengangguk-angguk,mengambil sebuah roti dan memakannya sembari menyesap susunya sesekali

"aku akan disini sampai pyscho itu lenyap" mata jong in menerawang tajam,membayangkan apa yg akan dilakukannya terhadap lelaki itu. mengikuti kyungsoo kemanapun ia pergi,ia akan membalas semuanya.

Kyungsoo hanya diam menatap jong in yg memburu karena emosi,ia masih ketakutan atas apa yg terjadi tadi malam. Ia merasa phobia dengan itu semua,namun. Ia merasa sedikit tenang karena ada jong in, yg ada di sisinya setiap hari,jam,menit,dan detik. Ia yakin jong in dapat menjaganya dengan baik.. ya.. ia sangat yakin..

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo berjalan ber'iringan dengan jong in,wajahnya cerah tak seperti biasanya mungkin karena jong in yg ada di sisinya saat ini. Kyungsoo melangkah dengan semangat,uap udara mengepul melalui indra penciumannya saat ia bernafas,wajahnya yg putih terlihat memerah karena cuaca yg dingin,rambutnya yg digerai panjang bergoyang-goyang mengikuti langkah kakinya.

Saat ini mereka berjalan-jalan di taman,pepohonan musim dingin terlihat indah dihiasi salju putih,tak ada dedaunan memang. Cukup menawan untuk di pandang.

Kyungsoo dan jong in duduk di salah satu bangku taman yg di tumpuk oleh salju,jong in membersihkan saljunya dengan kedua tangannya. Lalu mempersilahkan kyungsoo duduk sebelum dirinya,ia memperlakukan kyungsoo begitu istimewa.

Hening dalam diam,mereka memandangi anak-anak yg berlari kesana kemari,melempar salju satu sama lain,berteriak protes saat bola salju mengenai bagian tubuhnya. Kyungsoo tersenyum melihatnya,ia sangat suka anak-anak.

"jong in,bolehkah aku bertanya ?" kyungsoo mendongakkan kepalanya keatas menoleh ke arah jong in,jong in melemparkan pandangannya kepada kyungsoo.

"mwo ?" jong in menautkan alisnya,

"kenapa.. kau mau menemaniku ? sampai harus bermalam di rumahku,kenapa kau mau melakukan itu?"

"karena.. aku ingin menemanimu,aku ingin menjagamu kyungsoo-ah" hati kyungsoo menghangat,dadanya berdegup kencang. Ditatapnya dalam-dalam manik hitam jong in,tak ada kebohongan disana.. hanya,kesungguhan sebenarnya. Kyungsoo tersenyum,secara tak sadar tangannya mengurung jong in dalam dekapannya,kyungsoo mencengkram erat baju bagian punggung jong in,jong in terlonjak kaget

"terimakasih.. terimakasih jong in" bisik kyungsoo dengan suara tercekat,jong in membalas pelukan kyungsoo. Di pagutnya erat tubuh mungil kyungsoo,membenamkan wajahnya ceruk leher kyungsoo menghirup aroma vanilla yg menguar dari tubuh kyungsoo.

"kyungsoo-ah,bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu ?" kyungsoo dapat merasakan jantung jong in berdegup kencang,sama seperti dirinya. Jong in melepaskan pelukannya,digenggamnya erat tangan kyungsoo yg mendingin,menatap kyungsoo menembus manik kyungsoo yg bening.

Jong in mengambil nafas dalam,menghembuskanya dengan tenang. Mencegah rasa gugupnya yg kuat. Ia berusaha keras melawan sifat pengecutnya selama ini,semuanya akan berahkir hari ini.

.

.

.

.

.

"saranghaeyo ..."

****TO BE CONTINUE*****

Anyeong readers-nim,minhee kembali lagi nih membawakan ff only hope chapter ,

Maaf ya kalau lama,soalnya ini mengetiknya di laptop punya kakak saya. Sedangkan kakak saya hampir 2 minggu sekali pulang kerumah,krna kerja di luar kota.

Oke,terimakasih ya? buat yg sudah riview ini sudah di lajut kok. Selamat menikmati fanfiction ini readers-nim.

Khamsamnida,anyeong haseyo. Wassalam

Balasan riview :

shinlophloph : iya kali ya,,gak tau juga sih saya .. hehe ya untuk sarannya,saya baru sadar kalau ff ini banyak yg-ygnya. Whehe :D , bagai mana kalau chapter 2 ini ? saya bingung bikin feel itu gimana,soa;nya saya baru aja terjun ke dunia ff ini

KaiSoo Fujoshi SNH : iya chingu ini sudah di lajut,terimakasih untuk

91 : iya betul banget chingu,gak salah dehh.. hihihi,iya mungkin ya ? soalnya aku taunya soundtracknya doang atas pujiandan riviewnya chingu

MidnightPandaDragon1728 : gak papa kali,Cuma sekali doang :D, ini udah di update chingu. Terimakasih udah di riview

LeeYeon & ArraHyeri : ini udah di lanjut kok,terimakaih ya chingu